Mekari Insight
- Online to offline retail adalah model sekaligus strategi bisnis ritel yang memadukan kanal penjualan online dan offline secara seamless untuk menarik pelanggan dari platform daring ke toko fisik.
- Penerapan pendekatan ini dapat dilakukan melalui berbagai metode populer, seperti BOPIS, ROPIS, Click-and-Collect, dan program loyalitas terintegrasi.
- Untuk memastikan implementasi berjalan secara efisien dan optimal, perusahaan ritel offline perlu menggunakan solusi software digital untuk mengelola operasional seperti aplikasi POS, software manajemen inventory, aplikasi CRM, dan beberapa aplikasi lainnya.
- Mekari menyediakan ekosistem software terpadu untuk offline retail sehingga bisnis ritel dapat menerapkan strategi O2O Anda secara mulus, efisien, dan scalable.
Meskipun e-commerce berkembang pesat, lebih dari 80% transaksi retail masih terjadi di toko fisik, menjadikan offline retail sebagai pondasi utama industri ini.
Namun, banyak bisnis ritel offline menghadapi tantangan seperti efisiensi operasional, manajemen inventaris multi-cabang, dan persaingan ketat dari toko online.
Solusinya adalah transformasi digital melalui strategi online to offline retail strategy (O2O), yang mengintegrasikan pengalaman online dengan offline untuk meningkatkan daya saing.
Pendekatan ini juga mencakup offline to online retail, menciptakan alur dua arah yang seamless.
Artikel ini akan membahas apa itu offline dan online retail, strategi online to offline retail yang efektif, serta rekomendasi aplikasi wajib untuk mendukung pertumbuhan bisnis ritel Anda di tahun 2026.
Apa Itu Strategi O2O (Online to Offline) Retail?
Strategi O2O (Online to Offline) merupakan pendekatan bisnis yang dirancang untuk menarik pelanggan dari platform online ke toko fisik agar melakukan pembelian langsung.
Menurut BigCommerce dan Shopify, O2O fokus pada konversi pengunjung digital menjadi pembeli offline dengan menciptakan pengalaman yang seamless di seluruh pipeline penjualan dan pelanggan—sebelum, saat, dan setelah pembelian.
Namun, strategi O2O tidak hanya berjalan satu arah. Model bisnis ini juga mencakup alur offline to online retail, di mana pengalaman di toko fisik mendorong interaksi atau pembelian lanjutan secara digital.
Intinya, strategi ini menggabungkan kekuatan sistem daring (kemudahan akses, jangkauan luas, dan convenience) dengan keunggulan penjualan luring (pengalaman langsung, sentuhan fisik, serta trust yang lebih tinggi).
Baca Juga: Retail Management: Strategi Efektif untuk Kelola Bisnis Ritel
Perbedaan O2O vs Omnichannel
Strategi O2O sekilas memang memiliki kemiripan dengan strategi penjualan secara omnichannel. Akan tetapi, keduanya memiliki beberapa perbedaan, antara lain:
| Aspek | Strategi O2O (Online to Offline) | Strategi Omnichannel |
|---|---|---|
| Fokus Utama | Mengarahkan pelanggan dari online ke toko fisik (drive-to-store) | Memberikan pengalaman belanja yang seamless di semua channel |
| Alur Pelanggan | Utamanya satu arah (online → offline), meskipun juga berlaku sebaliknya. | Bolak-balik bebas (online ↔ offline) di setiap tahap |
| Cakupan | Lebih spesifik pada konversi traffic online ke offline | Menyeluruh di semua touchpoint (website, app, toko, sosmed, dll) |
| Tujuan | Meningkatkan kunjungan dan penjualan di toko fisik | Konsistensi pengalaman pelanggan di seluruh channel |
| Hubungan | Merupakan bagian dari strategi Omnichannel | Strategi yang lebih luas dan menyeluruh |
Intinya, strategi O2O adalah salah satu pendekatan dari strategi penjualan omnichannel yang lebih luas dan menyeluruh.
Baca Juga: Omnichannel Marketplace: Definisi, Cara Kerja, hingga Rekomendasinya
Mengapa O2O Penting untuk Retail Modern?
Konsep O2O pertama kali dipopulerkan oleh Jack Ma dari Alibaba pada 2016 melalui istilah “New Retail”, yang menekankan perpaduan mulus antara online, offline, dan logistik.
Raksasa teknologi seperti Amazon dan Alibaba pun berinvestasi besar-besaran di strategi ini—contohnya akuisisi Whole Foods oleh Amazon—sebagai bukti bahwa pendekatan hybrid ini menjadi kunci dominasi pasar retail masa kini.
Tak hanya itu, statistik juga menyajikan berbagai alasan mengapa strategi O2O penting untuk diterapkan oleh setiap bisnis ritel:
- 87% pembeli melakukan riset secara daring sebelum melakukan pembelian (tblocks). Ini menunjukkan pentingnya strategi online retail.
- Di sisi lain, 55% konsumen di Asia-Pacific (APAC) lebih memilih mengunjungi toko fisik saat membeli barang (PwC). Data ini menunjukkan bahwa keberadaan physical store dan strategi offline retail tetap krusial.
- Customer yang menerapkan strategi O2O dapat meningkatkan retensi pelanggan hingga 91% per tahun dibandingkan yang tidak menerapkan (tblocks). Ini semakin memperkuat argumen bahwa strategi penjualan retail melalui kanal online dan offline sangat penting.
Dengan pendekatan online to offline retail, bisnis ritel bisa menciptakan perjalanan pelanggan seamless, meningkatkan konversi, serta mempertahankan loyalitas di tengah persaingan e-commerce dan offline retail.
Cara Kerja Strategi O2O (Online to Offline Retail)
Strategi O2O bekerja melalui alur yang terstruktur untuk menarik, melibatkan, memenuhi, dan mempertahankan pelanggan secara seamless antara dunia digital dan fisik.
Proses ini dirancang agar pengalaman online mendorong kunjungan ke toko fisik, sekaligus memanfaatkan kekuatan offline untuk meningkatkan konversi dan loyalitas.
Berikut tahapan utama cara kerja online to offline retail strategy:
1. Attract Online (Tarik Perhatian di Online)
Langkah pertama dari strategi online to offline retail adalah menarik perhatian pelanggan melalui kanal pemasaran dan penjualan digital.
- Gunakan digital marketing seperti social media campaigns, email marketing, dan iklan digital (Google Ads, Meta Ads) untuk menjangkau audiens luas.
- Tawarkan promosi khusus yang mendorong kunjungan ke toko fisik, misalnya diskon eksklusif in-store atau voucher pickup.
- Manfaatkan content marketing dan SEO untuk membangun brand awareness serta meningkatkan visibilitas pencarian terkait brand Anda di segmen offline retail.
Baca Juga: 10 Tren Digital Marketing Online 2026 yang Perlu Disiapkan Bisnis
2. Engage and Convert (Libatkan dan Konversi)
Setelah calon pelanggan tertarik, libatkan mereka agar benar-benar berkomitmen datang ke toko dan melakukan pembelian.
- Berikan benefit langsung untuk kunjungan fisik, seperti in-store pickup (BOPIS), special in-store discount, atau bundling eksklusif.
- Gunakan fitur interaktif seperti virtual try-on, preview produk 3D secara online, atau appointment booking untuk pengalaman personal yang membuat pelanggan penasaran mencoba langsung di toko.
3. Fulfill Offline (Penuhi Kebutuhan & Ekspektasi Pelanggan di Toko Fisik)
Saat pelanggan tiba di toko, pastikan pengalaman memuaskan untuk mendorong pembelian.
- Ciptakan seamless in-store experience dengan teknologi pendukung seperti self-checkout, digital signage, atau integrasi inventory real-time.
- Latih staff untuk memberikan service excellent, membantu pelanggan mencoba produk, dan menjawab pertanyaan secara personal.
- Integrasikan pembayaran digital (QRIS, e-wallet, kartu) agar transaksi cepat dan nyaman.
4. Retain and Re-engage (Pertahankan dan Re-engage)
Setelah pembelian, jaga hubungan untuk repeat purchase dan loyalitas jangka panjang.
- Implementasikan program loyalitas terintegrasi online-offline, seperti poin yang bisa dikumpul dan ditukar di kedua channel.
- Lakukan follow-up marketing via email, WhatsApp Business, atau push notification dengan penawaran yang dipersonalisasi berdasarkan data pembelian.
- Gunakan data transaksi untuk segmentasi dan kirim rekomendasi produk relevan, mendorong kunjungan ulang atau pembelian lanjutan.
Dengan mengikuti alur ini, bisnis retail dapat memanfaatkan kekuatan platform penjualan online untuk meningkatkan traffic dan revenue di toko offline, sekaligus menciptakan pengalaman pelanggan yang mulus dan kompetitif di era hybrid retail 2026.
Metode O2O yang Populer di Industri Retail
Strategi online to offline retail strategy memiliki berbagai metode praktis yang sudah terbukti efektif untuk mendorong traffic ke toko fisik sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan.
Berikut beberapa metode O2O strategy yang paling populer dan relevan untuk bisnis retail di tahun 2025-2026:
1. BOPIS (Buy Online, Pick-up In Store)
Metode BOPIS adalah model strategi O2O di mana pelanggan dapat melakukan pemesanan dan pembayaran secara online, lalu mengambil barang secara langsung di toko fisik.
Pendekatan BOPIS memiliki berbagai keuntungan, antara lain:
- Menghemat biaya pengiriman bagi pelanggan dan retailer
- Meningkatkan foot traffic ke toko fisik secara signifikan
- Membuka peluang pembelian tambahan (additional purchase/upselling) saat pelanggan berada di dalam toko
Contoh Penerapan BOPIS
Contoh perusahaan yang menerapkan metode BOPIS dalam strategi O2O-nya adalah Walmart, yang memanfaatkan BOPIS untuk memenuhi hingga 50% pesanan online dari inventaris toko dan membantu mereka mencetak rekor penjualan selama pandemi. (MarketplacePulse)
2. BOPAC (Buy Online, Pick-up At Curbside)
Metode BOPAC adalah varian dari BOPIS, di mana pelanggan memesan online dan mengambil pesanan dari mobil di area curbside (pinggir jalan toko), tanpa perlu masuk ke dalam toko.
Model strategi BOPAC ini populer di kalangan retailer besar untuk meningkatkan efisiensi pickup dan mengurangi waktu tunggu. Keuntungannya meliputi:
- Sangat convenient bagi customer, sehingga cocok untuk pelanggan yang ingin transaksi secara cepat dan minim kontak
- Mengurangi kerumunan di dalam toko.
- Tetap mendorong kunjungan fisik (meski singkat) dan potensi cross-selling.
Contoh Penerapan BOPAC dan Impact-nya
Contoh perusahaan yang telah menerapkan metode BOPAC adalah Target, melalui inisiatif “Drive Up”, yang memenuhi lebih dari setengah pesanan digitalnya dan memperoleh peningkatan revenue sebesar 400% sejak 2019. (BigCommerce)
3. Reserve Online, Try In-Store (atau ROPIS – Reserve Online, Pick-up In-Store)
Dengan metode ini, pelanggan memesan atau mengecek stok produk secara online, lalu datang ke toko untuk mencoba dan memutuskan pembelian.
Metode reserve online, try in-store ini cocok untuk berbagai kategori retail seperti fashion, elektronik, atau furnitur di mana pengalaman langsung sangat penting.
Keuntungan:
- Mengurangi risiko pembelian salah atau ukuran tidak cocok
- Meningkatkan konversi di toko fisik melalui pengalaman try-on langsung
- Membangun kepercayaan pelanggan terhadap brand
Contoh Perusahaan yang menerapkan ROPIS
New Balance adalah salah satu perusahaan ternama yang menawarkan ROPIS agar pelanggan bisa melakukan reservasi item secara online dan mencobanya di toko sebelum membelinya. (DeckCommerce)
4. In-Store Returns for Online Purchases (BORIS – Buy Online, Return In-Store)
Pelanggan melakukan pembelian secara online tapi bisa mengembalikan barang langsung di toko fisik terdekat jika ada ketidaksesuaian.
Metode BORIS ini memiliki berbagai keuntungan, di antaranya:
- Meningkatkan kepercayaan dan mengurangi hambatan pembelian online
- Mendorong pelanggan kembali ke toko fisik yang sering kali berujung pada pembelian baru
- Mengoptimalkan reverse logistics dan mengurangi biaya return barang dari pelanggan bagi toko.
Contoh perusahaan yang menerapkan BORIS
SHEIN menerapkan BORIS melalui kerja sama dengan Forever 21, memungkinkan return di lebih dari 300 toko Forever 21 di AS dengan diskon tambahan untuk pembelian baru. (SHEIN Group)
5. Click-and-Collect
Click-and-collect mengombinasikan pembelian online dengan pengambilan secara offline di locker khusus, counter toko, atau titik pickup di dalam toko tertentu.
Approach ini memiliki banyak keuntungan, seperti:
- Memberikan fleksibilitas waktu pengambilan (sering 24/7 via locker)
- Mengurangi biaya pengiriman dan waktu tunggu
- Meningkatkan traffic toko dan peluang upselling
Contoh perusahaan yang menerapkan click-and-collect
IKEA menerapkan Click-and-Collect dengan persiapan pesanan cepat (hingga 3 jam di beberapa lokasi) dan akses locker 24/7 (IKEA).
Aplikasi Wajib untuk Mendukung Bisnis Retail Offline Modern
Untuk menerapkan strategi O2O secara maksimal di 2026, perusahaan offline retail tidak lagi bisa mengandalkan manajemen operasional secara manual.
Mengadopsi sistem software digital untuk bisnis retail yang tepat menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan, mengoptimalkan stok, serta memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik.
Berikut adalah aplikasi retail wajib yang direkomendasikan untuk toko fisik modern, terutama yang ingin menerapkan strategi O2O dengan baik:
1. Aplikasi Point of Sale (POS)

Aplikasi POS adalah sistem kasir berbasis perangkat lunak yang dirancang untuk memproses transaksi penjualan secara langsung, mengelola inventaris barang, dan menyusun laporan keuangan secara otomatis.
Software POS ini tidak hanya mempercepat proses pembayaran, tetapi juga menghubungkan data penjualan secara real-time dengan inventaris, laporan, dan bahkan channel online untuk mendukung pengalaman O2O yang seamless.
Beberapa fitur yang penting bagi aplikasi POS antara lain:
- Proses transaksi cepat dan fleksibel, baik secara tunai maupun digital melalui kartu kredit atau debit, QRIS, e-wallet seperti GoPay, OVO, ShopeePay, Dana.
- Manajemen inventaris real-time (stok otomatis berkurang saat barang terjual).
- Laporan penjualan detail harian, mingguan, bulanan (per item, per kasir, per cabang).
- Multi-outlet/cabang management (sinkronisasi data antar toko secara otomatis).
- Offline mode dengan auto-sync (tetap bisa transaksi meski internet putus, data tersinkron saat online kembali).
- Integrasi barcode scanner dan hardware POS lainnya.
Aplikasi POS terintegrasi membantu pemilik usaha ritel untuk mengurangi antrean, meminimalkan human error, serta mendapatkan insight penjualan yang akurat setiap harinya.
2. Software Manajemen Inventaris & Supply Chain

Software manajemen inventaris dan supply chain berfungsi untuk mengelola stok barang di seluruh cabang, mengatur purchase order, transfer stok antar toko, serta mencegah stockout maupun overstock.
Dengan aplikasi ini, bisnis retail dapat menjaga akurasi stok secara real-time, baik di marketplace online maupun di semua lokasi toko fisik.
Fitur penting:
- Real-time stock tracking multi-location.
- Notifikasi otomatis saat stok menipis.
- Stock transfer antar cabang (mudah pindah barang antar toko tanpa kehilangan data).
- Purchase order automation (buat PO otomatis berdasarkan reorder point saat notifikasi low stock masuk).
- Forecasting dan reorder point (prediksi permintaan berdasarkan data historis).
- Integrasi langsung dengan sistem POS dan software akuntansi.
Implementasi aplikasi manajemen inventaris dan supply chain membantu mengurangi kehilangan potensi keuntungan akibat stok mati atau kehabisan barang.
Tak hanya itu, inventory management software juga meningkatkan efisiensi rantai pasok secara keseluruhan sehingga bisnis lebih siap bersaing di era retail hybrid.
Baca Juga: 10 Software Inventory Terbaik untuk Bisnis Retail, Ini Rekomendasinya
3. Software HR & Payroll

Software HR & Payroll adalah sistem terintegrasi untuk mengelola kebutuhan karyawan, mulai dari absensi, penjadwalan shift, hingga perhitungan dan pembayaran gaji secara otomatis.
Solusi ini sangat krusial bagi bisnis retail dengan jumlah karyawan yang besar (terutama banyak cabang), karena dapat membantu mengurangi kesalahan manual, memastikan kepatuhan regulasi ketenagakerjaan, dan meningkatkan kepuasan karyawan.
Fitur penting yang wajib dimiliki:
- Time attendance berbasis GPS, fingerprint, atau face recognition untuk mencegah absensi fiktif dan akurat untuk karyawan lapangan/toko
- Shift scheduling & roster otomatis yang mampu mengatur jadwal kerja sesuai kebutuhan toko dan aturan lembur
- Payroll automation untuk membantu tim HR menghitung gaji, lengkap dengan potongan PPh 21, BPJS, THR, dan slip gaji digital
- Employee self-service portal yang memungkinkan karyawan mengakses slip gaji, ajukan cuti, atau cek saldo cuti via mobile.
- Leave management untuk membantu proses pengajuan, tracking proses, dan persetujuan cuti secara digital.
- Performance tracking untuk mencatat performa seluruh karyawan, baik harian/mingguan untuk evaluasi
Dengan software HR & payroll yang tepat, operasional toko fisik menjadi lebih stabil, karyawan lebih termotivasi, dan bisnis dapat fokus pada peningkatan pengalaman pelanggan serta strategi O2O tanpa khawatir masalah SDM dari sisi internal.
Baca Juga: 11 Rekomendasi Software Payroll Terbaik 2025
4. Software Akuntansi dan Keuangan

Software akuntansi & keuangan berfungsi sebagai pusat pembukuan lengkap untuk mencatat semua transaksi keuangan, mengelola arus kas, serta menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan sesuai standar.
Untuk bisnis retail offline yang sering memiliki banyak cabang dan transaksi harian tinggi, aplikasi pengelola keuangan ini menjadi alat penting untuk mengontrol cash flow, memantau profitabilitas per toko, dan mempersiapkan laporan pajak dengan lebih mudah serta cepat.
Fitur penting:
- Melakukan pembukuan dan manajemen keuangan untuk berbagai cabang secara terpisah tetapi terpusat dalam satu platform.
- Pencatatan transaksi penjualan secara otomatis dalam entri jurnal.
- Pelacakan arus kas real-time.
- Financial reporting lengkap, mulai dari laporan laba rugi, neraca, hingga arus kas, baik per cabang maupun keseluruhan.
- Pencatatan dan pengelolaan pengeluaran operasional toko secara terpusat.
- Integrasi rekonsiliasi bank yang memungkinkan sinkronisasi mutasi bank secara otomatis.
Software akuntansi yang terintegrasi memungkinkan owner retail offline mendapatkan gambaran keuangan yang jelas dan terkini setiap saat.
Dengan demikian, pemilik usaha dapat mengambil keputusan strategis berbasis data dengan lebih percaya diri dan tepat waktu.
Baca Juga: 6 Rekomendasi SaaS Financial Software dan Tips Memilihnya
5. Software CRM & Customer Engagement

Software CRM & Customer Engagement adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk mengelola database pelanggan secara terpusat, menjalankan program loyalitas, serta mengotomatisasi kampanye marketing agar lebih personal dan efektif.
Aplikasi CRM ini sangat penting bagi perusahaan retail, khususnya offline retail, yang ingin membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan, meningkatkan repeat purchase, serta mendukung strategi O2O melalui komunikasi terintegrasi antara channel online dan offline.
Fitur penting yang wajib dimiliki:
- Customer database centralized untuk menyimpan data pelanggan dari berbagai sumber secara terpadu
- Loyalty points & rewards program yang bisa diakses dan ditukar baik online maupun di toko fisik
- WhatsApp Business integration untuk komunikasi langsung, notifikasi, dan customer service cepat
- Email/SMS marketing automation untuk kirim promo, reminder, atau personalized offers secara otomatis
- Customer segmentation berdasarkan perilaku pembelian, frekuensi kunjungan, atau preferensi produk
- Omnichannel support (integrasi WA, social media, live chat) agar pengalaman pelanggan konsisten di semua channel
Dengan software CRM yang kuat, bisnis retail offline dapat meningkatkan retensi pelanggan melalui pengalaman yang lebih personal, mendorong kunjungan ulang ke toko fisik, serta mengoptimalkan strategi O2O dengan data yang akurat dan actionable.
Baca Juga: 8 Low Code No Code CRM Platform sebagai Alternatif Software CRM
6. Software Manajemen Pengeluaran

Software manajemen pengeluaran–atau biasa juga dikenal dengan spend management software–berfungsi untuk menyentralisasikan pengelolaan semua pengeluaran operasional toko, termasuk reimbursement karyawan, pembelian barang, serta pengawasan budget secara digital dan transparan.
Aplikasi ini membantu pemilik toko mengontrol biaya dengan lebih baik, mengurangi kebocoran dana, serta memastikan setiap pengeluaran sesuai budget tiap cabang.
Fitur penting yang wajib dimiliki:
- Digital expense submission agar karyawan bisa ajukan reimbursement via mobile dengan bukti foto
- Approval workflow otomatis untuk persetujuan bertingkat (manager, finance) tanpa kertas
- Receipt scanning menggunakan OCR untuk ekstrak data otomatis dari struk/nota
- Budget tracking per cabang untuk pantau pengeluaran real-time dan hindari over-budget
- Integration dengan software accounting untuk pencatatan jurnal otomatis
Spend management software memungkinkan pemilik usaha ritel memiliki visibilitas penuh terhadap pengeluaran harian, mengurangi proses manual yang rawan kesalahan, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang lebih sehat dan terkontrol.
Baca Juga: Retail Tail Spend Management: Strategi Identifikasi dan Optimasi
7. Software Perpajakan

Software perpajakan berfungsi untuk menghitung, mengelola, dan melaporkan berbagai jenis pajak secara otomatis agar sesuai dengan peraturan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Indonesia.
Aplikasi pajak sangat penting bagi ritel yang memiliki transaksi harian tinggi dan multi-cabang, karena membantu menghindari sanksi pajak, mempercepat proses pelaporan, serta memastikan kepatuhan penuh terhadap regulasi.
Fitur penting yang wajib dimiliki:
- PPh 21 calculation untuk hitung otomatis pajak penghasilan karyawan sesuai tarif terbaru
- e-Faktur PPN untuk pembuatan dan pengiriman faktur pajak elektronik secara langsung ke sistem DJP
- e-SPT untuk penyusunan dan pelaporan SPT Masa/Tahunan secara digital
- Tax reporting automation yang menghasilkan laporan pajak siap submit tanpa manual entry berulang
- Compliance dengan peraturan DJP terkini (termasuk update otomatis aturan pajak terbaru)
- Integrasi dengan software akuntansi dan payroll untuk data pajak mengalir otomatis dari transaksi harian
Baca Juga: ERP & Software Akuntansi: Perbedaan dan Solusi Integrasinya
Dengan software perpajakan yang terintegrasi, bisnis retail offline dapat menghemat waktu hingga puluhan jam per bulan untuk urusan pajak, mengurangi risiko kesalahan atau denda, serta fokus lebih banyak pada pengembangan strategi O2O dan pertumbuhan toko fisik.
Rekomendasi Software Terintegrasi untuk Offline Retail

Di tengah persaingan ketat antara toko fisik dan e-commerce, memilih software yang saling terhubung dapat menjadi langkah strategis agar semua aspek operasional bisa berjalan mulus.
Mekari hadir sebagai ekosistem software terintegrasi yang paling komprehensif, dengan modul saling terhubung secara native, sehingga data mengalir mulus tanpa perlu integrasi manual yang rumit.
Solusi yang ditwarkan oleh Mekari untuk Offline retail pun sangat lengkap, meliputi:
- Mekari Desty: Aplikasi POS dan integrasi omnichannel untuk mengelola penjualan offline-online dan inventaris secara real-time.
- Mekari Jurnal: Software akuntansi & keuangan lengkap dengan multi-cabang, auto-journal dari POS, cash flow tracking, dan integrasi bank.
- Mekari Talenta: Aplikasi HRIS & payroll otomatis, absensi GPS, shift scheduling, dan employee self-service.
- Mekari Qontak: Aplikasi CRM & customer engagement omnichannel dengan WhatsApp Business, loyalty program, serta marketing automation.
- Mekari Expense: Spend management software untuk manajemen pengeluaran, lengkap dengan approval workflow, invoice processing, dan budget tracking per cabang.
- Mekari Klikpajak: Software perpajakan terintegrasi untuk PPh 21, e-Faktur PPN, e-SPT, dan pelaporan pajak otomatis sesuai regulasi DJP.
Keunggulan utama Mekari sebagai ekosistem software terintegrasi:
- Integrasi serba fleksibel antar modul secara native + API, memungkinkan data penjualan, stok, keuangan, HR, dan pajak mengalir mulus tanpa integrasi manual yang rumit.
- Sistem scalable yang ready-to-use untuk berbagai skala bisnis, dari UMKM hingga large enterprise dengan dukungan multi-cabang.
- Otomatisasi lengkap untuk operasional ritel, baik offline maupun online.
- Solusi terkustomisasi tambahan sesuai kebutuhan dengan dukungan Mekari Officeless yang berbasis low-code/no-code untuk adaptasi cepat kebutuhan toko fisik.
- Layanan after-sales komprehensif termasuk training, onboarding, dan support dengan SLA yang jelas.
Jangan biarkan tantangan operasional offline retail menghambat pertumbuhan Anda di era penjualan omnichannel dengan strategi O2O.
Tunggu apa lagi? Tingkatkan efisiensi operasional dan optimalkan pengelolaan perusahaan ritel Anda bersama solusi untuk offline retail dari Mekari sekarang!
Referensi
Techblocks. “How Online-To-Offline (O2O) Could Revolutionize Ecommerce Businesses.”
PwC. “Respond, Rethink, Reimagine: Strengthening Consumer Trust in Asia Pacific.”
