Image

11 Tahapan Siklus Akuntansi Untuk Laporan Keuangan Perusahaan

Pelaporan keuangan adalah hal yang krusial di sebuah perusahaan. Dengan adanya catatan keuangan setiap bulan dan tahunnya, perusahaan dapat menganalisis, mengidentifikasi hingga mencatat semua riwayat perjalanan keuangan. Oleh karenanya diperlukan tahapan siklus akuntansi.

Siklus akuntansi bertujuan untuk memberikan informasi keuangan sehingga suatu perusahaan akan lebih mudah dalam mengambil keputusan. Sayangnya, banyak perusahaan kecil yang belum paham betapa pentingnya siklus akuntansi.

Perusahaan tersebut umumnya hanya mencatat laporan keuangan dengan sederhana yaitu riwayat pengeluaran dan pemasukan saja. Untuk memiliki manajemen keuangan yang baik, sebaiknya perusahaan wajib mengetahui seputar tahapan siklus akuntansi.

tahapan siklus akuntansi untuk laporan keuangan

Apa Itu Siklus Akuntansi?

Arti dari siklus akuntansi yaitu proses identifikasi dan analisis suatu aktivitas akuntansi atau keuangan pada suatu perusahaan yang dilakukan secara berulang, dalam sebuah periode tertentu yaitu kurun waktu satu bulan atau satu tahun.

Perlu Anda ketahui bahwa terdapat beberapa siklus akuntansi mulai dari tahap pembukaan pembukuan hingga tahap penutupan jurnal yang biasa dilakukan pada akhir tahun dengan menggunakan software akuntansi pilihan perusahaan. Pencatatan pembukuan tentunya harus dilaksanakan sesuai prinsip akuntansi.

Jika Anda ingin mengetahui lebih lengkapnya bagaimana urutan tahapan siklus akuntansi, sebaiknya Anda mempelajari melalui beberapa informasi berikut ini.

Tipe-Tipe Siklus Akuntansi

Siklus Akuntansi sendiri terbagi ke dalam 3 tipe yaitu siklus akuntansi dalam bidang jasa, siklus akuntansi bidang manufaktur dan yang terakhir yaitu siklus akuntansi dalam perdagangan. Terdapat beberapa perbedaan tahapan siklus yang perlu Anda perhatikan.

1. Tipe Siklus Akuntansi Perusahaan Bidang Jasa

Sebelum mempelajari seputar siklus akuntansi, Anda wajib tahu terlebih dahulu tentang perusahaan jasa dan karakteristiknya, sehingga akan memudahkan pencatatan siklusnya. Perusahaan jasa sendiri merupakan perusahaan yang menawarkan produk yang tidak berbentuk konkrit atau tidak berwujud.

Melainkan, perusahaan jasa menawarkan penjualan dalam bentuk abstrak yaitu berupa pelayanan atau manfaat kepada konsumen atau masyarakat. Beberapa contoh perusahaan jasa yaitu perusahaan travel, kursus atau bimbingan belajar, jasa angkutan umum hingga jasa pengiriman barang.

Banyak orang yang menganggap bahwa perusahaan penyedia jasa tersebut tidak membutuhkan catatan tahapan siklus akuntansi, tentunya itu sangat tidak benar. Siklus akuntansi sangat berperan besar demi kelancaran keuangan suatu perusahaan.

  • Pembuatan bukti dan riwayat transaksi.
  • Pembuatan jurnal riwayat transaksi detail dan sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi.
  • Proses pemindah bukuan dari catatan jurnal ke dalam buku besar.
  • Pembuatan ayat jurnal penyesuaian.
  • Pencatatan kertas kerja.
  • Penyusunan laporan keuangan.
  • Pembuatan penutupan jurnal.
  • Menutup buku besar.
  • Pembuatan neraca sisa sehabis penutupan pembukuan.
  • Pembuatan jurnal pembalik.

2. Tipe Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Jika sebelumnya membahas siklus perusahaan jasa, perusahaan dagang memiliki siklus akuntansi yang sedikit berbeda. Sesuai namanya, perusahaan dagang menawarkan produk yang memiliki wujud alias bersifat konkrit atau real kepada para konsumen.

Tentunya, perusahaan dagang mempunyai catatan aktivitas yang lebih terlihat seperti pembelian barang, penyimpanan hingga penjualan barang dagangan. Tahapan siklus akuntansi perdagangan meliputi harga penjualan, persediaan pokok hingga harga pokok penjualan, seperti berikut ini:

  • Mencatat riwayat transaksi dan juga bukti transaksi. Bisa mencatat transaksi dengan aplikasi pembukuan agar lebih akurat.
  • Membuat catatan semua transaksi ke dalam sebuah jurnal umum.
  • Membuat catatan riwayat transaksi ke dalam satu jurnal khusus. Isi dari jurnal tersebut meliputi penerimaan kas, catatan pengeluaran kas, pembelian hingga penjualan.
  • Membuat catatan riwayat transaksi ke dalam buku besar pembantu. Isinya termasuk utang usaha, piutang usaha hingga persediaan.
  • Lalu, tahapan pemindahbukuan ke dalam buku besar.
  • Pembuatan neraca sisa.
  • Pembuatan catatan jurnal penyesuaian.
  • Pencatatan kertas kerja.
  • Pembuatan catatan tentang rugi dan laba.
  • Pencatatan laporan tentang perubahan ekuitas.
  • Pencatatan laporan tentang neraca.
  • Pembuatan jurnal penutup pembukuan.
  • Penutupan pembukuan besar.
  • Pembuatan neraca sisa, sehabis penutupan pembukuan.
  • Pembuatan jurnal pembalik.

3. Tipe Siklus Akuntansi Perusahaan Bidang Manufaktur

Berbeda dengan tipe perusahaan sebelumnya, perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang bergerak dalam proses pengolahan suatu bahan baku hingga terbentuk menjadi sebuah barang jadi. Tentunya, tahapan siklus akuntansi perusahaan ini juga berbeda.

Perusahaan jenis ini sebenarnya mirip dengan perusahaan jasa dan dagang. Yang membedakan adalah proses pengolahan jasa, di mana diawali dari barang mentah atau bahkan baku. Kemudian, diproses menjadi suatu barang utuh atau jadi yang selanjutnya ditawarkan kepada konsumen.

11 Tahapan Siklus Akuntansi

Ada 11 urutan tahapan siklus akuntansi yang wajib Anda ketahui, masing-masing tahapan memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda. Untuk mendapatkan laporan keuangan yang valid dan terpercaya, berikut urutan tahapan lebih detailnya:

1. Mengidentifikasi Riwayat Dan Bukti Transaksi

Tahap ini adalah tahap pertama yang harus dilaksanakan dalam pembuatan siklus akuntansi. Dengan adanya catatan riwayat dan bukti setiap transaksi, tentunya akan memberikan informasi dampak langsung terhadap perubahan keuangan suatu perusahaan.

Diwajibkan juga dalam setiap transaksi, terdapat sebuah bukti yang bisa memudahkan identifikasi dari transaksi tersebut. Bukti yang diberikan bisa dalam bentuk faktur, nota atau kuitansi. Bukti tersebut akan dicatat dan disimpan oleh seorang akuntan.

2. Menganalisa Riwayat Transaksi Keuangan

Tahapan selanjutnya dalam urutan tahapan siklus akuntansi adalah menganalisa setiap transaksi yang telah dicatat sebelumnya. Analisa ini memiliki tujuan untuk mengecek pengaruh sebuah transaksi terhadap kondisi keuangan milik perusahaan.

Perlu diketahui bahwa dalam catatan akuntansi, biasanya digunakan sistem double-entry. Setiap transaksi yang dilakukan akan berpengaruh pada debit maupun kredit keuangan suatu perusahaan dalam jumlah yang sama.

Tercatat dalam rumus persamaan berikut:
Aktiva = Kewajiban + Ekuitas

Aktiva sendiri adalah tanda kepemilikan suatu aset. Kewajiban adalah pembelian barang dan jasa yang dilakukan melalui kredit. Sedangkan, ekuitas merupakan hak milik terhadap aset suatu perusahaan yang telah dikurangi kewajiban.

3. Membuat Catatan Riwayat Transaksi Pada Jurnal

Langkah ketiga dalam tahapan siklus akuntansi adalah pencatatan riwayat transaksi ke dalam jurnal. Jurnal sendiri memiliki fungsi untuk mencatat kronologis berbagai transaksi yang dilakukan dalam kurun waktu satu periode siklus akuntansi.

Perlu diketahui juga bahwa terdapat dua tipe jurnal dalam akuntansi, yang terbagi menjadi jurnal khusus dan jurnal umum. Jurnal umum juga dikenal dengan jurnal. Proses untuk mencatat jurnal adalah dengan memasukkan suatu transaksi ke dalam rekening kredit dan debit.

Berbeda dengan jurnal umum, jurnal khusus memiliki fungsi untuk peningkatan efisiensi pencatatan akan suatu transaksi yang dilakukan secara berulang. Mulai dari jurnal pembelian, penerimaan kas, penjualan dan sebagainya.

4. Melakukan Catatan Transaksi Ke Dalam Buku Besar

Selanjutnya tahapan siklus akuntansi yang dapat dilakukan adalah mencatat transaksi ke dalam buku besar. Yang dimaksud buku besar adalah sekumpulan rekening-rekening pembukuan yang dipergunakan sebagai catatan informasi terkait aktiva suatu perusahaan.

Di dalam siklus akuntansi, setiap rekening yang ada pada buku besar akan ditandai dengan kode tertentu. Kode ini berfungsi untuk memudahkan proses identifikasi transaksi dalam jurnal. Kode ini juga mempermudah akuntan untuk mengecek ulang transaksi yang pernah terjadi.

5. Menyusun Neraca Saldo

Tahapan siklus akuntansi kelima adalah Neraca Saldo, dalam istilah akuntansi berarti kumpulan saldo rekening yang terdapat pada buku besar dalam kurun waktu tertentu, satu bulan maupun dalam periode satu tahun.

Yang perlu dilakukan dalam pembuatan neraca saldo adalah melakukan pemindahan dan penggabungan saldo buku besar ke neraca saldo. Saldo dalam keduanya harus dipastikan sama. Apabila ada perbedaan jumlah, berarti terjadi kesalahan karena saldo tidak seimbang.

Biasanya jika terdapat kesalahan perhitungan, seorang akuntan akan mencari tahu dan segera memperbaikinya untuk mendapatkan hasil akhir yang valid dan akurat. Setiap kesalahan yang dibuat juga wajib dicatat pada jurnal penyesuaian.

6. Mencatat Jurnal Penyesuaian

Selanjutnya dalam tahapan siklus akuntansi, perlu dilakukan pencatatan jurnal penyesuaian. Jurnal ini sendiri merupakan jurnal yang terdiri dari berbagai catatan terkait beberapa transaksi akuntansi yang salah, belum tercatat, atau catatan yang masih harus disesuaikan.
Seperti dijelaskan pada poin sebelumnya, jika terdapat kesalahan dalam neraca saldo maka harus tercatat dalam jurnal penyesuaian. Pencatatan jurnal ini juga harus dilakukan secara berkala atau periodik, Umumnya dilakukan saat laporan keuangan hendak disusun.

Proses pencatatannya juga mudah dan mirip seperti jurnal pada umumnya. Transaksi keuangan yang dicatat akan dibukukan dan digabungkan dalam buku besar. Jika sudah, saldo yang ada pun siap disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Semua hasil laporan bersifat aktual alias baru.

7. Menyusun Neraca Saldo Setelah Jurnal Penyesuaian

Pada tahapan siklus akuntansi ini, seorang akuntan akan melakukan penyusunan neraca saldo yang telah melalui jurnal penyesuaian. Yang harus dilakukan hanya memindahkan saldo dalam buku besar yang telah disesuaikan ke neraca saldo terbaru.

Semua saldo dalam neraca ini terbagi menjadi saldo aktiva dan pasiva, disesuaikan dengan status transaksi keuangannya. Kemudian saldo ini akan disusun hingga memiliki jumlah atau nominal yang sama. Ini adalah hal terpenting dalam penyusunan neraca saldo.

Jika terjadi perbedaan jumlah karena kesalahan perhitungan, akuntan wajib mencari tahu di mana letak salahnya. Apabila akuntan tidak bisa memperbaikinya maka laporan dari keuangan tersebut tidak akan bisa dibuat dengan valid.

8. Melakukan Penyusunan Laporan Keuangan

Urutan tahapan siklus akuntansi ke delapan adalah menyusun laporan keuangan. Perlu dilakukan catatan neraca saldo penyesuaian sesuai data neraca saldo sebelumnya, dengan acuan jurnal penyesuaian. Saldo tersebut akan dibagi dengan pasiva dan aktiva dengan nominal yang sama.

Laporan keuangan yang dicatat meliputi laporan laba dan rugi, laporan perubahan modal, laporan neraca saldo lalu, laporan arus kas, dan laporan penutupan jurnal. Masing-masing laporan memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda dan akan lebih mudah membuatnya dengan menggunakan software laporan keuangan.

Laporan Laba Dan Rugi, bertujuan untuk menggambarkan kinerja suatu perusahaan. Laporan ini berisikan semua beban dan pendapatan suatu perusahaan yang memberikan hasil laba maupun rugi.

Laporan Perubahan Modal, dalam tahapan siklus akuntansi, laporan ini bertujuan untuk perubahan modal yang terjadi pada catatan keuangan suatu perusahaan sehingga terlihat dampak dari masing-masing transaksi.

Pada laporan perubahan modal, terdapat informasi terkait jumlah tambahan modal disetor dan jumlah modal di awal yang disetor. Selain itu tercatat juga saldo laba yang ditahan dan saldo laba periode berjalan dalam laporan keuangan ini.

Laporan Arus Kas, bertujuan untuk menyajikan informasi terkait jumlah kas yang keluar dan masuk dalam suatu periode. Laporan ini umumnya dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan arus kas. Mulai dari aktivitas investasi, aktivitas operasi hingga aktivitas pendanaan.

Laporan Neraca, bertujuan untuk memprediksi solvensi, likuiditas serta fleksibilitas. Laporan ini akan menunjukkan posisi utang, aktiva hingga modal.

Catatan Laporan Keuangan, yang terakhir ada juga catatan laporan keuangan yang berfungsi untuk melihat informasi tentang laporan tambahan yang terperinci terkait suatu akun keuangan. Laporan ini juga akan menyajikan nilai yang komprehensif dari keuangan perusahaan.

9. Menyusun Jurnal Penutup

Penyusunan jurnal tertutup adalah langkah penting dalam tahapan siklus akuntansi. Seorang akuntan akan menutup jurnal dengan menutup rekening laba dan rugi yaitu dengan cara mengosongkan nilai rekening tersebut.

Hal itu bertujuan agar akuntan dapat mengidentifikasi ke mana saja aliran sumber keuangan dan berbagai aktivitasnya yang sedang berjalan dalam satu kurun periode. Rekening dengan nominal yang selesai dalam menjalankan fungsinya wajib ditutup.

Setelah itu, siklus akuntansi baru dapat dimulai kembali untuk mengukur berbagai transaksi dan aktivitas yang terjadi.

10. Menyusun Neraca Saldo Setelah Penutupan Jurnal

Pada langkah tahapan siklus akuntansi selanjutnya adalah penyusunan neraca saldo setelah jurnal ditutup. Neraca saldo ini memuat kumpulan saldo rekening dalam buku besar setelah jurnal penutup dibuat.

Perlu diketahui dalam neraca saldo ini rekening yang dimuat hanya rekening permanen. Tujuan dari pembuatan neraca saldo ini adalah untuk mendapatkan kepastian akan saldo yang benar dan sudah seimbang.

Sebenarnya penyusunan saldo neraca setelah penutupan jurnal ini tidak bersifat wajib dan hanya opsional. Setelah tahap ini, seorang akuntan dapat memproses ke langkah selanjutnya yaitu penyusunan jurnal pembalik.

11. Menyusun Jurnal Pembalik

Langkah terakhir yang perlu dilakukan seorang akuntan dalam urutan tahapan siklus akuntansi adalah penyusunan jurnal pembalik. Jurnal ini memiliki fungsi untuk menyederhanakan pencatatan berbagai aktivitas dan transaksi keuangan yang terjadi berkala dalam periode selanjutnya.

Jurnal pembalik sendiri merupakan jurnal pembuka awal untuk periode akuntansi selanjutnya. Seorang akuntan akan menyusun jurnal pembalik sesuai dengan jurnal penyesuaian yang telah dibuat.

Ini berarti akuntan akan memulihkan akun yang awalnya debit menjadi kredit, sedangkan transaksi kredit akan diubah menjadi debit. Maka itulah, jurnal ini disebut dengan jurnal pembalik.

Contoh Penerapan Siklus Akuntansi Pada Suatu Perusahaan

Tahapan siklus akuntansi memegang peranan besar dalam kelangsungan suatu perusahaan, baik dagan, jasa maupun manufaktur. Dengan manajemen keuangan yang baik, segala aliran transaksi dan aktivitas keuangan pun dapat berjalan dengan baik.

Manfaat dari siklus akuntansi sendiri sangat beragam yaitu sebagai penyedia informasi, untuk peningkatan laba perusahaan, menyajikan laporan dan pengaruh suatu transaksi terhadap kondisi perusahaan dan sebagainya.

Untuk lebih detailnya, kami akan memberikan contoh kasus seperti di bawah ini:

Ada sebuah perusahaan dagang bernama PT Bunga Indah. Perusahaan ini dalam setiap periode satu tahun selalu melakukan penutupan buku keuangan. Untuk itu, akuntan dari perusahaan jasa ini akan ditugaskan untuk melakukan dan mencatat berbagai operasional perusahaan.

Perusahaan tersebut bisa mengambil langkah seperti yang dijelaskan di atas yaitu pertama dengan mencatat riwayat transaksi dan bukti transaksi, kemudian membuat catatan semua transaksi ke dalam sebuah jurnal umum.

Setelah itu seorang akuntan dapat Membuat catatan riwayat transaksi ke dalam satu jurnal khusus. Isi dari jurnal tersebut meliputi penerimaan kas, catatan pengeluaran kas, pembelian hingga penjualan.

Kemudian, akuntan harus membuat catatan riwayat transaksi ke dalam buku besar pembantu. Isinya termasuk utang usaha, piutang usaha hingga persediaan. Lalu, masuklah ke tahapan siklus akuntansi pemindahbukuan ke dalam buku besar.

Selanjutnya, akuntan akan membuat neraca sisa serta membuat catatan jurnal penyesuaian. Kemudian, melalui tahap pencatatan kertas kerja dan pembuatan catatan tentang rugi dan laba suatu perusahaan. Setelah ini, dilakukan pencatatan laporan tentang perubahan ekuitas.

Pencatatan laporan tentang neraca dan pembuatan jurnal penutup pembukuan menjadi tahap selanjutnya dalam tahap pembukuan laporan keuangan. Hingga di tahap akhir, akuntan akan melakukan penutupan pembukuan besar dan pembuatan neraca sisa.

Perlu dipastikan bahwa setiap jenis perusahaan memiliki tahapan siklus akuntansi perusahaan yang berbeda, jadi Anda perlu memperhatikan terlebih dahulu jenis perusahaan apa yang sedang Anda kembangkan.

Yang perlu Anda lakukan hanya mengikuti setiap Langkah dan urutan tahapan siklus perusahaan dengan baik dan teliti. Ketelitian dan kebenaran hasil transaksi dalam pembukuan adalah hal yang penting dan krusial yang harus dilakukan dari seorang akuntan.

Karir
Karir

Kembangkan karir bersama Mekari

Mari berkembang dan menjadi bagian dari perubahan bersama talenta-talenta terbaik dari manca negara di Mekari.

Hubungi kami
Hubungi kami

Selalu siap membantu Anda

Bagi Anda yang membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi kami melalui kontak yang disediakan.

WhatsApp WhatsApp kami