Home / Blog / Business & Economy

Indikator Kinerja: Tujuan, Cara Mengukur, dan Fungsinya

contoh indikator kinerja karyawan
Daftar isi
Mode

Dalam sebuah organisasi atau perusahaan, keberadaan indikator kinerja berperan penting karena berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi atau perusahaan tersebut.

Nah, berikut ini ulasan lengkap seputar apa itu indikator kemampuan karyawan serta pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul terkait hal tersebut yang perlu Anda ketahui.

Pengertian Indikator Kinerja Karyawan

Pengertian indikator kinerja menurut para ahli yaitu sebuah ukuran kinerja karyawan di sebuah organisasi atau perusahaan tertentu dalam mencapai tujuan organisasi/perusahaan.

Oleh karena itu, perusahaan harus merumuskan indikator tersebut agar tujuan perusahaan bisa tercapai dengan baik.

Selain untuk mencapai tujuan perusahaan, indikator kemampuan juga bermanfaat untuk mengetahui kinerja dari karyawan.

Tidak hanya itu, indikator kemampuan tersebut juga bisa meningkatkan performa kerja dari para karyawan di masa mendatang dalam mencapai tujuan perusahaan.

Tujuan Indikator Kinerja Utama

Setiap hal yang dibuat pasti memiliki tujuan, begitu pula dengan indikator kinerja.

Perusahaan yang merumuskan indikator kinerja karyawan pasti memiliki tujuan yang bermanfaat untuk kemajuan perusahaan tersebut.

Tujuan yang pertama yaitu agar perusahaan bisa mendapatkan ukuran tentang sejauh mana pencapaian dan keberhasilan yang sudah dicapai oleh perusahaan tersebut dalam kurun waktu tertentu.

Lantas, apa manfaat dari ukuran pencapaian dan keberhasilan tersebut?

Manfaatnya yaitu agar ukuran tersebut bisa menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas performa kerja perusahaan tersebut, khususnya performa kerja dari karyawannya.

Tidak hanya itu, tujuan dirumuskannya indikator kemampuan adalah sebagai acuan dalam menyusun manajemen kerja yang lebih baik kedepannya.

6 Indikator Kinerja Karyawan

Indikator kinerja sangat berperan penting dalam sebuah perusahaan karena indikator tersebut bisa menentukan kuantitas dan kualitas dari kinerja para karyawan.

Berdasarkan penjelasan dari Robbins (2006), ada 6 indikator kemampuan karyawan yang bisa Anda gunakan untuk menilai kinerja karyawan tersebut.

1. Mutu

Indikator yang pertama yaitu mutu. Mutu kinerja dari pekerja bisa diukur dengan kualitas tugas yang dikerjakan oleh karyawan.

Selain itu, indikator mutu juga sangat krusial keberadaannya karena berpengaruh terhadap kemajuan dan kemunduran suatu perusahaan.

2. Kuantitas

Indikator yang selanjutnya yaitu kuantitas. Kuantitas adalah jumlah pekerjaan yang karyawan hasilkan.

Jumlah pekerjaan tersebut bisa dinilai dengan target saat perencanaan deskripsi pekerjaan, jadi penilaian kuantitas kinerja menjadi lebih mudah.

3. Ketepatan Waktu

Indikator kinerja selanjutnya yaitu ketepatan waktu. Ketepatan waktu adalah hal yang juga krusial dalam pekerjaan karena berkaitan dengan target pekerjaan.

4. Efektivitas Penggunaan Sumber Daya

Efektivitas penggunaan sumber daya perusahaan juga salah satu indikator kemampuan.

Apabila karyawan dalam sebuah perusahaan efektif menggunakan sumber daya perusahaan, seperti uang, tenaga, teknologi dan bahan baku, maka hasil kerja akan menjadi semakin baik.

Oleh karena itu, penggunaan sumber daya yang efektif termasuk ke dalam perencanaan SDM demi meningkatkan kinerja karyawan dalam mencapai tujuan perusahaan.

5. Mandiri

Sikap mandiri juga salah satu indikator kemampuan karyawan yang krusial dalam menilai kinerja karyawan.

Meski kemandirian karyawan penting, bukan berarti harus menghilangkan kemampuan bekerja dalam tim yang baik.

6. Berkomitmen

Indikator kinerja yang selanjutnya adalah komitmen. Komitmen adalah indikator yang juga penting karena bisa menentukan motivasi karyawan dalam bekerja.

Cara Mengukur Kinerja Karyawan

Setelah Anda tahu apa saja indikator yang dapat Anda gunakan untuk menilai kinerja pegawai/karyawan, mungkin Anda juga bertanya-tanya bagaimana cara untuk mengukur kinerja pegawai/karyawan.

Cara mengukur kinerja karyawan yaitu dengan menggunakan Key Performance Indicator (KPI) yang biasanya diintegrasikan dengan aplikasi HRIS yang sedang digunakan.

Merumuskan KPI juga tidaklah mudah dan ada beberapa aspek yang perlu Anda perhatikan sebagaimana penjelasan berikut ini.

1. Menentukan Objektif

Langkah pertama dalam perumusan KPI adalah menentukan objektif terlebih dahulu. Objektif adalah tujuan dari perumusan KPI itu sendiri.

Sebagai contoh, tujuan dibentuknya KPI adalah sebagai alat untuk mengukur kinerja karyawan dalam pencapaian tujuan perusahaan.

Nah, jika Anda sudah membuat tujuan atau objektif yang jelas, maka selanjutnya Anda bisa menentukan komponen apa saja yang sesuai dengan tujuan perusahaan dan telah disepakati bersama.

2. Metode yang Digunakan

Aspek kedua yang perlu diperhatikan dalam penyusunan KPI yaitu menentukan metode yang akan digunakan.

Sebagai contoh indikator kinerja, Anda bisa menggunakan metode pemberian apresiasi dan hukuman untuk meningkatkan kinerja dan motivasi karyawan.

Sebagai acuan, metode yang perlu Anda gunakan adalah metode yang sesuai dengan objektif atau tujuan perusahaan.

Dengan demikian, metode akan berjalan lurus dengan strategi pencapaian tujuan perusahaan.

3. Evaluasi

Cara ketiga untuk merumuskan KPI indikator kinerja karyawan yaitu dengan melakukan proses evaluasi.

Apa yang dimaksud dengan evaluasi dalam konteks ini?

Evaluasi merupakan proses krusial yang bisa mengetahui faktor yang menyebabkan kinerja karyawan menjadi turun serta bisa menemukan solusi untuk masalah tersebut.

Selain itu, evaluasi juga bisa membuat gambaran masalah dan tantangan perusahaan menjadi semakin jelas, sehingga menjadi lebih mudah untuk diselesaikan.

Oleh karena itu, mengukur dan menilai kinerja karyawan penting untuk dilakukan oleh pengelola SDM perusahaan dengan manajemen SDM yang baik agar mendukung kemajuan perusahaan.

Baca Juga: Mengenal Human Capital dan Contohnya, Aspek Penting untuk Perusahaan

Fungsi Indikator Kinerja Utama

Selain hal-hal yang sudah dijelaskan sebelumnya, Anda juga perlu tahu apa fungsi dari indikator kinerja utama untuk perusahaan.

Nah, berikut ini 4 fungsi atau manfaat dari indikator tersebut yang perlu Anda ketahui.

1. Bagian dari Perencanaan Menengah

Fungsi indikator kinerja yang pertama yaitu sebagai bagian dari perencanaan menengah dalam sebuah instansi atau perusahaan.

Apa itu perencanaan menengah?

Perencanaan menengah adalah rencana yang dieksekusi dalam jangka waktu menengah di masa depan, yakni sekitar 1-3 tahun.

Nah, dalam menyusun rencana tersebut, instansi atau perusahaan tersebut harus tahu tentang kinerja karyawannya terlebih dahulu.

Kemudian, perusahaan bisa melakukan perencanaan dan menentukan kebijakan sesuai kinerja karyawan tersebut.

2. Alat Memantau dan Mengendalikan Kinerja

kemampuan lainnya juga berfungsi sebagai alat untuk memantau serta mengendalikan kinerja karyawan.

Hal ini karena indikator tersebut dapat menyediakan informasi tentang karyawan tentang kinerjanya dalam rentang waktu tertentu.

Contohnya adalah memantau komitmen karyawan dalam hal kehadiran atau absensi dengan aplikasi absensi online. Ini akan memberikan informasi berapa kali karyawan ini terlambat atau bekerja lembur, sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan selanjutnya untuk karyawan tersebut.

Nah, perusahaan pun bisa mengendalikan kinerja karyawan agar selalu konsisten dan menunjukkan kemajuan yang positif.

3. Membantu Evaluasi Kinerja Karyawan

Fungsi lainnya dari indikator kinerja yaitu karyawan bisa memberikan gambaran dari kinerja karyawan perusahaan tersebut.

Jadi, dengan indikator tersebut, perusahaan bisa menilai apakah kinerja karyawan positif ataukah negatif.

Nah, dengan demikian perusahaan dapat mengevaluasi kinerja karyawan agar lebih konsisten dalam mempertahankan kinerja baiknya.

Sebaliknya, jika kinerja negatif maka perlu dilakukan perbaikan.

4. Membantu Mengukur Akuntabilitas Karyawan

Manfaat yang terakhir yaitu bisa membantu dalam mengukur akuntabilitas kinerja karyawan dalam sebuah perusahaan.

Akuntabilitas merupakan hal penting dalam instansi atau perusahaan.

Apabila seorang pegawai memiliki akuntabilitas yang baik, maka semakin maju juga perusahaan atau instansi tersebut.

Nah, alat untuk bisa mengukur akuntabilitas karyawan inilah yang disebut dengan indikator karyawan.

Lebih lanjut tentang indikator tersebut dapat Anda pelajari lewat kursus KPI dari Mekari University.

Demikian penjelasan tentang indikator kinerja karyawan yang perlu Anda ketahui.

Topik:
Keluar

WhatsApp WhatsApp kami