Image

7 Tips Alokasi Gaji Bulanan untuk Hidup yang Lebih Terencana

Pada dasarnya, untuk Anda yang memiliki penghasilan tiap bulan harus mengetahui bagaimana cara tepat melakukan alokasi gaji yang dapat mengantisipasi terjadinya kerugian finansial di masa depan, sehingga penghasilan tersebut bisa semakin terkontrol dalam segala halnya.

Selain dapat membuat kehidupan finansial menjadi lebih terencana, metode ini juga dapat membuat penghasilan Anda tidak mudah habis. Dengan begitu, Anda tidak akan mengalami keluhan gaji cepat habis lagi. Semua pemasukan maupun pengeluaran akan terdeteksi, dengan menggunakan cara ini.

tips alokasi gaji bulanan
7 Tips Alokasi Penghasilan Bulanan untuk Kehidupan Finansial yang Lebih Baik

Tak jarang dari beberapa orang, khususnya karyawan yang menerima penghasilan tiap bulan, yang mengeluhkan tentang penghasilannya yang cepat habis tanpa tahu kegunaannya masing-masing. Untuk mengatasi kendala seperti ini, Anda bisa mengatur keuangan tersebut dengan cara yang tepat.

Pada dasarnya, baik itu gaji besar maupun gaji kecil akan memiliki kebutuhannya masing-masing. Jadi, utamakan untuk memenuhi kebutuhan itu terlebih dahulu dibanding kebutuhan yang tidak terlalu penting lainnya.

Untuk mengatur penghasilan bulanan Anda, Anda bisa menggunakan cara berikut ini:

1. Daftar Persentase Alokasi Penghasilan

Untuk memulai metode ini, Anda bisa memulainya dengan mendaftar persentase alokasi penghasilan tersebut. Sebagai contoh, kami akan memberikan persentase 45% untuk kebutuhan pokok, 20% untuk membayar utang, 25% untuk tabungan, dan 10% untuk uang harian.

Nantinya, persentase yang akan digunakan pada metode alokasi gaji bulanan ini tergolong sangat fleksibel.

Sementara itu, untuk membuat daftar persentase alokasi penghasilan seperti ini, Anda akan membutuhkan ketelitian yang maksimal, karena semua pengeluaran biasanya akan terdeteksi dalam alokasi ini. Jadi, segala pengeluaran bisa Anda lihat kembali meski waktu kejadiannya sudah lama.

Dengan menggunakan metode persentase seperti ini, Anda bisa mengalokasikan penghasilan bulanan Anda secara lebih detail. Dengan begitu, kehidupan finansial Anda pun bisa berjalan secara lebih terencana. Maka dari itu, Anda bisa mengawali metode ini dengan membuat persentase penghasilan.

Baca Juga: 4 Tips Mengelola Gaji 3 Juta Agar Cukup untuk Sebulan

2. Formula 40-30-20-10

Bagi orang-orang yang sudah sering melakukan metode alokasi penghasilan seperti ini, istilah formula ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga mereka. Namun, hal ini akan berbanding terbalik bagi orang-orang yang masih baru ingin menggunakan metode ini untuk mengatur penghasilannya.

Sebagai informasi tambahan, sebenarnya cara pertama sering kali membuat beberapa orang bingung untuk melakukannya, sehingga mereka akan mencoba mencari cara lain yang menurut mereka akan lebih mudah untuk dilakukan.

Nah, formula 40-30-20-10 inilah yang bisa menjadi jawaban yang tepat untuk Anda yang merasa bingung dengan cara pertama. Formula ini sendiri akan memiliki penjabarannya tersendiri, yang sangat perlu untuk Anda ketahui secara jelas.

Berikut adalah penjabaran yang tepat dari formula 40-30-20-10:

  • Angka 40 merujuk pada persentase gaji yang dialokasikan untuk kebutuhan hidup dan biaya bulanan. Dalam hal ini, kami akan menyebut contohnya seperti kebutuhan makan, transportasi, listrik, air, kuota internet, dan lain sebagainya.
  • Angka 30 merujuk pada persentase gaji yang dialokasikan untuk kebutuhan sarana seperti cicilan rumah, cicilan kendaraan, dan utang-utang lainnya jika memang ada. Pastikan untuk membayar utang ini agar manajemen utang Anda baik dan tidak menggunakan uang yang dihasilkan dari utang lainnya.
  • Angka 20 merujuk pada persentase gaji yang dialokasikan untuk tabungan. Nantinya, tabungan ini bisa berguna untuk segala jenis kebutuhan di masa depan, seperti investasi, pendidikan anak, dan tabungan di hari tua.
  • Angka 10 merujuk pada persentase gaji yang dialokasikan untuk membayar zakat dan bersedekah. Selain untuk zakat dan sedekah, gaji yang di angka 10% ini bisa juga digunakan untuk kebutuhan yang bersifat darurat.

3. Utamakan Kebutuhan

Terkadang, seseorang akan merasa kesulitan untuk membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang hanya sebuah keinginan belaka. Hal seperti inilah yang akhirnya membuat beberapa orang mengambil utang di beberapa tempat secara sekaligus, tanpa memikirkan pengeluarannya tersebut.

Sementara itu, pada dasarnya kebutuhan dan keinginan merupakan kedua hal yang sangat berbeda. Dalam hal ini, kami bisa memberikan contoh ketika Anda sudah memiliki smartphone yang berfungsi dengan baik, tapi ketika ada smartphone terbaru rilis, Anda ingin segera membelinya.

Perilaku boros yang seperti ini dapat membuat pengeluaran seseorang termasuk tidak baik. Sebab, uang yang seharusnya bisa ditabung untuk kehidupan finansial yang lebih menjanjikan di masa depan, malah dikeluarkan untuk keinginan yang seharusnya tidak darurat dan tidak terlalu dibutuhkan.

Apalagi, jika Anda membeli smartphone baru ini dengan sistem cicilan, tentu perilaku ini akan memberikan dampak negatif tersendiri untuk kehidupan finansial Anda. Maka dari itu, sangat disarankan untuk Anda menghindari perilaku yang seperti ini.

Baca Juga: Dampak Positif Kesejahteraan Finansial Karyawan ke Perusahaan

4. Sisihkan untuk Dana Darurat

Penting untuk Anda lakukan menyisihkan uang penghasilan untuk ditabung dan digunakan sebagai dana darurat di masa mendatang. Pada dasarnya, dana darurat itu sendiri adalah dana yang sengaja disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya berbagai macam kejadian yang membutuhkan dana segera.

Sebagai contoh, ketika tiba-tiba terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), kepala keluarga jatuh sakit dan tidak bisa bekerja dalam beberapa waktu tertentu, kepala keluarga atau anggota keluarga tertentu jatuh sakit dan harus rawat inap, serta terjadi kecelakaan yang tidak dapat ditanggung pihak asuransi.

Dengan adanya dana darurat seperti ini, Anda tidak akan kebingungan ketika ada sebuah kejadian tidak terduga yang mengharuskan Anda segera menyiapkan dana tertentu. Dengan menyisihkan dana darurat seperti ini, berapapun jumlah yang Anda butuhkan nanti Anda bisa mengatasinya dengan baik.

Maka dari itu, disini kami katakan bahwa menyisihkan penghasilan bulanan untuk tabungan dana darurat sangat penting untuk dilakukan. Tujuan dari aktivitas ini bisa Anda rasakan sendiri ketika sudah terjadi kejadian-kejadian tidak terduga seperti ini di masa depan.

5. Sisihkan Penghasilan untuk Investasi

Di Indonesia sendiri popularitas investasi memang sudah semakin meningkat, akan tetapi masih ada beberapa masyarakat Indonesia yang belum paham tentang keuntungan dari investasi, yang dikatakan bisa melindungi nilai kekayaan miliki seseorang di masa depan.

Sebenarnya, ketika Anda berniat untuk investasi seperti ini, Anda perlu menyisihkan uang penghasilan yang sudah tidak termasuk kebutuhan pokok. Dengan begitu, dana investasi ini tidak akan mengganggu pembelanjaan kebutuhan pokok yang harus Anda penuhi.

Selain itu, penting juga untuk Anda lakukan membayar semua cicilan dan tagihan yang harus segera dibayarkan, sebelum menggunakan uang penghasilan tersebut untuk berinvestasi. Sebab, tagihan akan menjadi kebutuhan yang lebih penting dibanding investasi dalam jenis apapun itu.

Jika semua kebutuhan sudah dipenuhi dengan baik, sekarang Anda bisa menyisihkan uang penghasilan untuk berinvestasi. Cari tahu terlebih dahulu apa jenis investasi yang menguntungkan dan sesuai dengan kebutuhan Anda. Sebab, masing-masing investasi memiliki keuntungan yang berbeda.

Sebagai saran, akan lebih baik jika Anda menginvestasikan penghasilan Anda hanya sebesar 20% saja. Dengan begitu, aktivitas ini tidak akan mengganggu kebutuhan Anda lainnya. Dengan berinvestasi seperti ini, Anda bisa meraih keuntungan yang cukup banyak di masa mendatang.

6. Pilih dan Miliki Produk Asuransi yang Sesuai Kebutuhan

Dibanding investasi, masyarakat Indonesia lebih merasa familiar dengan produk asuransi, khususnya produk asuransi kesehatan. Banyak orang yang memilih untuk memiliki produk asuransi ini, karena ketika mereka jatuh sakit asuransi ini bisa membantu biaya perawatannya dengan baik.

Pada dasarnya, produk asuransi kesehatan seperti ini akan termasuk dalam biaya dana darurat. Jadi, jika Anda memilih untuk menggunakan cara formula 40-30-20-10, maka Anda bisa menggunakan dana yang sebesar 10% dalam formula tersebut untuk membeli produk asuransi yang sesuai kebutuhan.

Anda bisa membelikan produk asuransi kesehatan untuk masing-masing anggota keluarga, supaya ketika terjadi situasi yang tidak terduga dari masing-masing anggota keluarga ini, Anda tidak akan kebingungan untuk mencari dana yang sesuai dengan kebutuhannya tersebut.

Selain itu, untuk Anda yang memiliki kendaraan pribadi mobil, Anda juga bisa membeli produk asuransi mobil yang terpercaya. Dengan memiliki produk asuransi sejenis ini, Anda bisa mengantisipasi terjadinya kerugian finansial yang disebabkan oleh terjadinya kecelakaan mobil yang cukup parah.

Namun, sekali lagi perlu Anda ingat bahwa pembelian produk asuransi seperti ini juga perlu dilakukan setelah Anda memenuhi kebutuhan penting lainnya secara baik.

Jika semua kebutuhan pokok sudah berhasil dipenuhi dan semua tagihan sudah dibayarkan dengan tepat, maka Anda bisa mulai memikirkan tentang cara ini.

Menggunakan program EWA dari perusahaan akan membuat Anda lebih fleksibel dalam menentukan produk asuransi yang ingin dibeli sesuai dengan kebutuhan.

7. Mencari Penghasilan Tambahan

Jika Anda merasa kurang dengan penghasilan utama yang sudah berhasil Anda dapatkan, maka Anda bisa mencoba mencari pekerjaan sampingan, yang dapat memberikan penghasilan tambahan kepada Anda dalam jumlah yang bisa memenuhi kekurangan Anda tersebut.

Namun, penghasilan tambahan ini hanya perlu Anda lakukan ketika kebutuhan pokok dalam kehidupan Anda tidak bisa terpenuhi dengan baik. Jika ternyata kebutuhan pokok Anda sudah berhasil terpenuhi, maka tidak ada alasan yang kuat untuk Anda mencari penghasilan tambahan seperti ini.

Selain karena kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari tidak bisa terpenuhi dengan baik, Anda juga bisa melakukan aktivitas ini ketika utang tidak bisa dibayarkan dalam jangka waktu yang tepat, dan hal ini akan mempengaruhi kebutuhan Anda yang lainnya.

Nantinya, Anda bisa mencari penghasilan tambahan dengan melakukan pekerjaan sampingan yang lebih fleksibel dibanding pekerjaan utama. Dengan begitu, pekerjaan kedua Anda tidak akan mengganggu pekerjaan utama Anda.

Beberapa contoh pekerjaan sampingan yang bisa memberikan penghasilan tambahan dalam jumlah yang cukup banyak kepada Anda adalah:

  • Bisnis online. Dengan adanya platform marketplace yang semakin banyak di Indonesia, Anda bisa memanfaatkannya untuk menjual produk tertentu yang sedang tren di masa kini.
  • Layanan jasa online. Untuk contohnya sendiri adalah sebagai penulis lepas, meski bayarannya tidak terlalu besar namun jumlahnya bisa membantu Anda dalam memenuhi kebutuhan Anda dengan baik.
  • Bisnis reseller dan dropshipper. Bisnis yang satu ini juga memiliki jam kerja yang sangat fleksibel, sehingga Anda bisa melakukannya tanpa mengganggu pekerjaan utama Anda.

Untuk Anda yang enggan melakukan metode ini secara ribet, Anda bisa memanfaatkan keberadaan teknologi yang semakin canggih seperti sekarang ini, yaitu dengan menggunakan aplikasi atau software alokasi penghasilan yang handal dan profesional.

Apakah Anda membutuhkan berbagai macam software untuk kebutuhan bisnis? Melalui software ERP Anda akan mendapatkan berbagai macam software yang terintegrasi dan terjamin keamanannya, Anda dapat mempelajari selengkapnya di sini https://mekari.com/sistem-software-erp/.

Karir
Karir

Kembangkan karir bersama Mekari

Mari berkembang dan menjadi bagian dari perubahan bersama talenta-talenta terbaik dari manca negara di Mekari.

Hubungi kami
Hubungi kami

Selalu siap membantu Anda

Bagi Anda yang membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi kami melalui kontak yang disediakan.

WhatsApp WhatsApp kami