Image

Inilah Cara Mengukur Tingkat Kesehatan Keuangan Karyawan

Kesehatan keuangan merupakan salah satu faktor yang dapat menjaga dan meningkatkan kestabilan hidup masyarakat, termasuk karyawan. Berdasarkan PwC Employee Financial Wellness Survey di tahun 2022:

57% karyawan mengatakan bahwa kesehatan keuangan berdampak pada kesehatan mental dan fisik mereka

Data tersebut mencerminkan bahwa kesehatan keuangan karyawan memiliki dampak yang besar pada kesehatan mental dan fisik. Tentunya, hal ini akan berpengaruh pula pada produktivitas atau kinerja mereka di perusahaan.

Dibuktikan dari studi yang dilakukan oleh Vitality Group, Universitas Cambridge, dan Universitas Charles, bahwa:

Kesehatan mental dan/atau fisik berdampak langsung pada 84% hilangnya produktivitas karyawan

Demi mencegah penurunan produktivitas, perusahaan dapat berperan untuk mencapai tingkat kesehatan keuangan karyawan dengan memberikan program-program finansial yang bermanfaat.

Namun sebelum melakukan hal tersebut, perusahaan harus melakukan pengukuran kesehatan finansial karyawan terlebih dahulu, agar program nantinya dapat sesuai dengan kebutuhan karyawan.

Lalu, bagaimana cara melakukannya? Di sini, Mekari akan membahas cara mengukur kesehatan keuangan karyawan dan cara untuk meningkatkannya. Simak pembahasan berikut.

Metrik untuk Mengukur Kesehatan Keuangan Karyawan

karyawan sedang membuat laporan keuangan

Tanpa pengukuran kesehatan keuangan karyawan, perusahaan mungkin tidak akan dapat memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang ingin mereka capai dengan program-program finansialnya. Berikut adalah metrik yang dapat perusahaan gunakan:

1. Kondisi Keuangan Karyawan

Kondisi keuangan terkait langsung dengan kesehatan finansial karyawan. Menurut temuan survei PwC, kondisi tersebut juga termasuk hal-hal seperti bebas utang (18%), memiliki tabungan yang cukup (16%), dan memenuhi pengeluaran bulanan (14%). 

Hal-hal yang masuk tolok ukur dalam kategori ini antara lain:

  • Saldo kartu kredit
  • Persentase karyawan yang memiliki dana tabungan darurat
  • Persentase karyawan dengan pendapatan minimal 3 bulan dalam dana tabungan darurat
  • Persentase karyawan yang mampu memenuhi kewajiban keuangan bulanan

2. Produktivitas, Ketidakhadiran, dan Biaya Perawatan Kesehatan Terkait yang Berhubungan dengan Stres

Survei PwC menemukan bahwa hampir setengah dari karyawan yang stres secara finansial menganggap masalah keuangan mereka sebagai gangguan saat bekerja.

Selain itu, karyawan yang stres secara finansial tidak menyelesaikan pekerjaan, menghabiskan waktu berurusan dengan masalah keuangan selama jam kerja, mengalami penyakit terkait stres.

Oleh karena itu, pertimbangkan dalam mengukur kesehatan finansial karyawan termasuk di dalamnya:

  • Data klaim kompensasi pekerja
  • Jumlah klaim untuk penyakit yang berhubungan dengan stres
  • Jumlah hari sakit yang diambil per tahun
  • Jumlah kecelakaan kerja
  • Jumlah jam yang dihabiskan untuk pekerjaan setiap minggu karena kekhawatiran keuangan

3. Loyalitas dan Turnover Karyawan

Dalam survei PwC yang sama seperti sebelumnya, 78% karyawan yang tertekan secara finansial akan berganti perusahaan jika mereka merasa perusahaan lain lebih peduli dengan kesehatan keuangan karyawan. 

Selain itu, 46% milenial dan 44% Gen X menyatakan mereka merasa lebih loyal kepada perusahaan yang terkesan peduli dengan masalah finansial karyawan.

Baca juga: Cari Pinjaman Uang untuk Dana Pribadi Karyawan

Cara Meningkatkan Kesehatan Keuangan Karyawan

Setelah melakukan pengukuran terhadap kesehatan keuangan karyawan, perusahaan dapat merencanakan implementasi program finansial untuk meningkatkan kesehatan atau kesejahteraan finansial karyawan. Berikut adalah beberapa rekomendasinya:

1. Memberikan Edukasi Keuangan yang Dipersonalisasi

Salah satu tantangan yang kita semua hadapi ketika berurusan dengan keuangan adalah seberapa luas pengetahuan kita tentang uang. Lebih banyak pendidikan diperlukan untuk meningkatkan literasi keuangan. 

Undang konsultan keuangan ke perusahaan untuk berbicara dengan karyawan secara pribadi tentang kebutuhan keuangan mereka. Bergantung pada karyawannya, mereka dapat membicarakan topik-topik seperti penganggaran, tabungan, investasi, dan melunasi atau mengelola utang.

Salah satu cara sederhana dan berbiaya rendah lain adalah dengan menyediakan beberapa sumber daya di mana mereka dapat mempersonalisasi pembelajaran mereka. 

Misalnya, ada berbagai alat atau platform gratis yang dapat membantu karyawan menghitung anggaran atau mencapai sasaran penghematan mereka.

2. Menyediakan Tunjangan Karyawan

Ada banyak tunjangan karyawan yang dapat perusahaan berikan kepada karyawan. Berikut adalah beberapa tunjangan karyawan yang umum diberikan:

  • Tunjangan pensiun yang sesuai dengan kontribusi karyawan dan diberikan melalui gaji per bulan secara otomatis
  • Tunjangan kesehatan yang memberikan dana kepada karyawan ketika mereka sedang menjalani pengobatan dan lainnya.

Baca juga: 3 Cara Perusahaan Mengatasi Kredit Macet Karyawan

Akses Gaji Lebih Awal, Solusi Tingkatkan Kesehatan Keuangan Karyawan

Akses gaji lebih awal atau Earned Wage Access (EWA) merupakan tunjangan yang mengizinkan karyawan untuk mengambil gaji mereka sebelum tanggal gajian yang sudah ditentukan.

Dengan Earned Wage Access dari Mekari Flex, karyawan tak perlu kesulitan secara finansial lagi. Sebab, mereka dapat langsung mengambil gaji mereka ketika ada keperluan mendadak.

Perlu diingat bahwa Earned Wage Access bukanlah pinjaman, sehingga hal ini tak akan menjadi momok memalukan bagi karyawan ataupun mengganggu aliran kas perusahaan. 

Apabila Anda ingin menggunakan fitur Earned Wage Access dari Mekari Flex, Anda dapat langsung menghubungi tim ahli kami di sini, untuk berdiskusi atau berkonsultasi secara gratis.

Karir
Karir

Kembangkan karir bersama Mekari

Mari berkembang dan menjadi bagian dari perubahan bersama talenta-talenta terbaik dari manca negara di Mekari.

Hubungi kami
Hubungi kami

Selalu siap membantu Anda

Bagi Anda yang membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi kami melalui kontak yang disediakan.

WhatsApp WhatsApp kami