Mekari Insight
- Dengan menyatukan proses, mengotomatiskan alur kerja, dan mengelola data dalam satu sistem, aplikasi enterprise membuat operasional lebih cepat, minim error, dan mudah dikontrol lintas departemen.
- Selain ERP, HRIS, atau CRM, banyak aplikasi niche seperti e-Procurement, HSE, Visitor Management, hingga Asset Management yang berperan penting dalam meningkatkan efisiensi di fungsi-fungsi teknis dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi bisnis.
- Mekari Officeless memungkinkan perusahaan membangun aplikasi enterprise secara custom. Didukung teknologi low code–no code, Mekari Officeless membantu perusahaan mengembangkan sistem internal yang lebih cepat, lebih hemat biaya, fleksibel, dan mudah diintegrasikan.
Aplikasi enterprise dirancang khusus untuk kebutuhan perusahaan skala besar untuk menyatukan proses, otomatisasi alur kerja, hingga pengelolaan data terpusat.
ERP, SCM, CRM, software akuntansi — Anda pasti tidak asing dengan berbagai aplikasi enterprise tersebut. Tapi selain itu, masih banyak jenis aplikasi enterprise lain yang wajib diketahui dan digunakan, agar operasional bisnis lebih efisien.
Artikel ini merangkum 10 jenis aplikasi enterprise yang paling relevan untuk kebutuhan bisnis modern, lengkap dengan 23 rekomendasi aplikasi terbaik di tiap kategori. Yuk, baca selengkapnya.
Aplikasi enterprise
Aplikasi enterprise adalah software yang dirancang khusus untuk membantu perusahaan mengelola berbagai proses bisnis secara terintegrasi.
Tidak hanya menyatukan data dan tim lintas departemen, aplikasi ini juga memungkinkan otomatisasi alur kerja dan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.
Aplikasi enterprise terbaik mampu mengelola proses bisnis dari hulu ke hilir, meningkatkan efisiensi, menjaga kepatuhan, dan memberi perusahaan fleksibilitas untuk merespons perubahan pasar maupun kebutuhan pelanggan.
Pentingnya aplikasi enterprise yang spesifik bagi perusahaan
Setiap perusahaan punya kebutuhan dan tantangan yang berbeda. Karena itu, menggunakan aplikasi enterprise secara umum saja tidak cukup. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan aplikasi yang lebih spesifik atau niche sesuai proses internalnya.
Berikut alasan kenapa aplikasi enterprise yang spesifik sangat penting:
- Mengoptimalkan fungsi tertentu secara lebih dalam: Misalnya, perusahaan dengan proses procurement kompleks akan sangat terbantu dengan e-Procurement, dibanding hanya mengandalkan ERP umum.
- Meningkatkan efisiensi kerja tim di fungsi-fungsi teknis: Aplikasi seperti HSE system atau Visitor Management mempercepat pekerjaan operasional yang tidak bisa ditangani manual.
- Mendukung compliance dan standar industri: Beberapa aplikasi dirancang untuk memastikan bisnis tetap sesuai regulasi, misalnya di bidang kesehatan, keselamatan kerja, atau pengelolaan data.
- Memberi visibilitas dan kontrol lebih detail: Sistem seperti Asset Management atau EPM (Enterprise Performance Management) memungkinkan pengawasan granular terhadap aset atau performa tim.
Contoh aplikasi enterprise
Sebagian besar perusahaan mungkin sudah familiar dengan aplikasi seperti ERP, HRIS, CRM, software akuntansi, hingga aplikasi komunikasi seperti Slack atau Google Chat.
Namun, ada juga berbagai jenis aplikasi enterprise yang belum banyak diadopsi, padahal memiliki peran penting dalam mendukung efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis.
Berikut adalah daftar aplikasi enterprise yang krusial tapi sering luput dari perhatian:
1. e-Procurement
Aplikasi e-Procurement membantu perusahaan mengelola seluruh proses pengadaan secara digital, mulai dari permintaan pembelian, seleksi vendor, approval, hingga penerbitan PO dan pembayaran.
Dengan sistem ini, proses pengadaan menjadi jauh lebih transparan, terstruktur, dan minim risiko penyimpangan, terutama untuk perusahaan dengan volume transaksi tinggi atau banyak unit kerja.
2. HSE System
Sistem HSE (Health, Safety, and Environment) dirancang untuk memantau dan memastikan penerapan standar keselamatan dan lingkungan kerja di perusahaan.
Lewat aplikasi ini, perusahaan bisa lebih mudah melakukan pelaporan insiden, inspeksi lapangan, audit kepatuhan, hingga pengelolaan risiko. Cocok untuk industri yang memiliki regulasi ketat seperti manufaktur, energi, atau konstruksi.
3. Workplace Management
Aplikasi ini berperan besar dalam mengatur ruang kerja, jadwal kehadiran, hingga sistem booking ruangan, terutama di era kerja hybrid seperti sekarang.
Dengan platform terpusat, perusahaan bisa mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas kantor dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih fleksibel dan nyaman bagi karyawan.
4. Facility Management
Berbeda dengan workplace management, aplikasi ini lebih fokus pada pengelolaan aset fisik perusahaan seperti gedung, utilitas, dan peralatan operasional.
Fitur-fitur seperti penjadwalan pemeliharaan, pelacakan kondisi fasilitas, hingga pengelolaan vendor teknis membuat perusahaan bisa menjaga performa fasilitas dengan lebih efisien dan mencegah downtime yang merugikan.
5. Visitor Management
Untuk perusahaan dengan lalu lintas tamu yang tinggi, sistem visitor management membantu mencatat, mengatur, dan mengamankan kunjungan ke area kerja.
Proses check-in jadi lebih cepat, data pengunjung tercatat dengan rapi, dan keamanan lingkungan kerja bisa lebih terjaga tanpa mengganggu pengalaman tamu.
6. Asset Management
Sistem ini sangat berguna untuk melacak dan mengelola aset tetap perusahaan, mulai dari barang IT, kendaraan operasional, hingga peralatan kerja lainnya.
Dengan pencatatan yang akurat dan pembaruan kondisi secara berkala, perusahaan bisa menghindari kehilangan aset, overbudget perawatan, hingga pembelian aset ganda yang tidak perlu.
7. Enterprise Data Management
Aplikasi EDM dirancang untuk menyatukan, membersihkan, dan mengelola data dari berbagai sistem perusahaan secara terpusat. Ini penting agar tidak ada lagi data yang tersebar di berbagai departemen atau sistem yang tidak sinkron.
Dengan data yang lebih terstruktur dan terpercaya, perusahaan bisa mengambil keputusan strategis dengan lebih yakin.
8. Enterprise Performance Management
EPM membantu perusahaan memantau kinerja organisasi secara menyeluruh, baik dari sisi keuangan, operasional, maupun SDM.
Sistem ini memungkinkan perencanaan, pengukuran KPI, analisis kinerja, hingga forecasting bisnis dilakukan dengan lebih cepat dan tepat. Cocok untuk manajemen yang ingin mengontrol pertumbuhan bisnis secara terukur dan berbasis data.
9. Document Management Software
Mengelola dokumen penting perusahaan tidak bisa lagi hanya mengandalkan folder fisik atau penyimpanan lokal. Dengan DMS, perusahaan dapat menyimpan, mencari, membagikan, dan mengontrol akses dokumen dengan lebih aman dan efisien.
Versi dokumen bisa dikelola secara otomatis, dan semua aktivitas terdokumentasi untuk kepentingan audit.
10. Aplikasi Project Management
Terakhir, aplikasi manajemen proyek membantu tim merencanakan, mengeksekusi, dan memantau proyek secara real-time.
Baik untuk proyek internal maupun klien, sistem ini memudahkan pengaturan tugas, tenggat waktu, resource, dan pelaporan progres. Hasilnya, proyek bisa selesai tepat waktu, sesuai anggaran, dan dengan kualitas yang lebih terjaga.
Pertimbangan & cara memilih aplikasi enterprise
Memilih aplikasi enterprise tidak bisa asal pilih. Aplikasi yang baik harus mampu mengikuti kebutuhan bisnis Anda, bukan malah membuat proses kerja jadi rumit.
Berikut beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan saat memilih aplikasi enterprise untuk perusahaan Anda:
1. Mudah dikonfigurasi sesuai kebutuhan bisnis
Aplikasi enterprise sebaiknya fleksibel dan bisa disesuaikan dengan tujuan spesifik perusahaan Anda.
Dengan fitur konfigurasi yang mudah, tim pengembang bisa membuat workflow otomatis, dashboard, atau integrasi dengan sistem lain agar seluruh proses berjalan sesuai alur bisnis yang diinginkan.
2. Aman dan andal untuk melindungi data penting
Keamanan adalah kunci. Aplikasi yang baik harus memiliki lapisan keamanan kuat, seperti enkripsi data, kontrol akses, dan pemantauan sistem untuk mencegah kebocoran data dan serangan siber.
Ini penting agar data sensitif perusahaan tetap terlindungi dari pihak yang tidak berwenang.
3. Selalu tersedia dan minim gangguan
Downtime atau sistem yang sering bermasalah bisa merugikan bisnis. Maka dari itu, pastikan aplikasi yang dipilih memiliki tingkat ketersediaan (availability) tinggi, sehingga tim Anda bisa terus mengakses data dan menyelesaikan pekerjaan tanpa gangguan.
4. Berbasis cloud dan mudah diskalakan
Aplikasi enterprise berbasis cloud-native memungkinkan Anda menyesuaikan kapasitas penggunaan sesuai kebutuhan, tanpa harus investasi besar di infrastruktur. Saat bisnis berkembang, sistem juga bisa dengan mudah di-scale up tanpa rework besar.
5. Bisa diakses dari mana saja, termasuk lewat mobile
Di era kerja hybrid, karyawan perlu akses ke sistem meskipun tidak berada di kantor. Aplikasi enterprise modern harus bisa diakses di berbagai perangkat, termasuk mobile, agar semua tim tetap produktif dan terhubung dari mana pun mereka bekerja.
6. Cepat dalam implementasi, update, dan penyesuaian
Waktu adalah aset bisnis. Pilih aplikasi yang mudah dipasang, diperbarui, dan diubah, agar tim Anda bisa segera menggunakan fitur baru atau menyesuaikan sistem saat proses bisnis berubah, tanpa harus menunggu lama atau melibatkan tim teknis berlebihan.
7. Interface yang ramah pengguna
Aplikasi yang terlalu rumit bisa menyulitkan adopsi. Pastikan tampilan dan navigasi aplikasi cukup intuitif agar pengguna dari berbagai departemen bisa cepat memahami cara pakainya.
Pengalaman pengguna yang sederhana mempercepat adaptasi dan efisiensi kerja.
Rekomendasi aplikasi enterprise
Aplikasi ini digunakan lintas tim dan departemen, dan dapat disesuaikan dengan alur kerja serta kebutuhan spesifik bisnis.
Contohnya meliputi sistem pengadaan (e-Procurement), manajemen keselamatan kerja (HSE), dan lainnya.
e-Procurement
Aplikasi e-Procurement berfungsi untuk membantu perusahaan mengelola seluruh proses pengadaan secara digital, mulai dari permintaan barang, pemilihan vendor, hingga pembayaran.
1. Mekari Officeless

Mekari Officeless e-Procurement mempermudah siklus pengadaan dengan sistem otomatisasi dan pelacakan data real-time, sehingga pengadaan lebih efisien dan terkontrol.
Fitur utama:
- Vendor Master Data
- Contract Approval & Purchase Management
- Invoice Management
- Payment Management
- Direct & Limited Procurement
- Quotation Plan & Management
- Winning Vendor Selection
- Goods & Service Delivery
- Report
2. Procurify
Procurify adalah platform e-Procurement berbasis cloud yang menyederhanakan proses pembelian di perusahaan, mulai dari permintaan hingga pembayaran.
Platform ini juga menyediakan visibilitas anggaran secara real-time serta sistem persetujuan yang fleksibel agar setiap pembelian bisa dikontrol sesuai kebijakan perusahaan.
3. Oracle Procurement
Oracle Procurement Cloud menawarkan sistem pengadaan yang lebih strategis dan terintegrasi untuk perusahaan besar.
Dengan dashboard pelaporan dan integrasi ke sistem keuangan maupun ERP, Oracle membantu perusahaan meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga hubungan dengan pemasok lewat pemantauan kinerja dan kepatuhan.
Baca Juga: 16 E-Procurement Software untuk Optimalkan Pengadaan
HSE System
HSE (Health, Safety, and Environment) system membantu perusahaan mencatat dan mengelola aspek keselamatan kerja seperti insiden, inspeksi, izin kerja, hingga pelatihan keselamatan.
1. Mekari Officeless

Mekari Officeless HSE dirancang untuk mendukung implementasi K3 secara digital dan sesuai kebutuhan industri di Indonesia, dengan modul yang bisa disesuaikan.
Fitur utama:
- Incident Management
- Risk Assessment
- Work Permit
- Site Instruction
- Visitor Management
- Training Management
- Accident Management
- Recovery Action
- Asset & Equipment Inspection
- Meeting & Traffic Management
2. Safesite
Safesite adalah aplikasi keselamatan kerja yang mempermudah pencatatan insiden, peringatan keselamatan, dan pelatihan.
Pengguna dapat menjadwalkan meeting keselamatan, log potensi bahaya, dan melacak progres tindak lanjut secara digital menggunakan perangkat mobile maupun desktop.
3. SafetyCulture
SafetyCulture (iAuditor) memudahkan perusahaan menyusun checklist keselamatan, melakukan inspeksi lapangan, dan menghasilkan laporan lengkap secara langsung dari perangkat seluler. Aplikasi ini mendukung dokumentasi visual dan penyesuaian template audit sesuai kebutuhan perusahaan.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Health and Safety Software
Workplace Management
Workplace management adalah jenis aplikasi yang digunakan untuk mengatur penggunaan ruang kerja, fasilitas kantor, hingga permintaan layanan atau perawatan.
Aplikasi ini membantu perusahaan meningkatkan efisiensi ruang dan kenyamanan kerja, khususnya di lingkungan kerja hybrid atau multi-lokasi.
1. Mekari Officeless

Mekari Officeless IWMS (Integrated Workplace Management System) menawarkan fleksibilitas tinggi karena dibangun di atas platform no code/low code dan berbasis cloud.
Cocok untuk bisnis yang ingin modernisasi tata kelola ruang kerja dengan sistem yang mudah disesuaikan dan terintegrasi.
Fitur utama:
- Optimalisasi ruang dan penjadwalan pemakaian
- Penanganan permintaan fasilitas secara digital
- Jadwal pemeliharaan otomatis
- Dashboard analitik untuk pemantauan efisiensi
- Integrasi ke HRIS, ERP, Google Calendar, dan sistem internal lainnya
Baca Juga: Mengenal IWMS: Dampak, Contoh Implementasi, dan Cara Memilih
Facility Management
Aplikasi facility management membantu perusahaan mengelola seluruh fasilitas fisik, seperti gedung, peralatan, dan layanan umum, secara terpusat dan digital.
Dengan sistem ini, tim operasional bisa memantau kondisi aset, mengatur jadwal pemeliharaan, hingga menangani laporan kerusakan secara lebih efisien.
1. Mekari Officeless

Mekari Officeless menyediakan solusi facility management yang bisa disesuaikan tanpa coding. Cocok untuk tim IT maupun non-IT yang ingin digitalisasi manajemen fasilitas secara cepat dan fleksibel.
Fitur utama:
- Workflow visual untuk pengelolaan ruang dan aset
- Pemeliharaan preventif & korektif
- Self-service ticketing untuk laporan kerusakan
- Integrasi dengan Visitor Management & ERP via API
- Dashboard untuk monitoring real-time
2. Brightly Asset Essentials
Brightly (sebelumnya dikenal sebagai Dude Solutions) menawarkan software facility management berbasis cloud untuk sektor pendidikan, layanan publik, dan properti.
Sistem ini mencakup manajemen aset, jadwal pemeliharaan, pelacakan permintaan layanan, serta laporan performa fasilitas secara menyeluruh.
Baca Juga: Enterprise Facility Management Software: Manfaat & Rekomendasi
Visitor Management
Visitor management system digunakan untuk mencatat, memantau, dan mengatur kunjungan tamu ke suatu gedung atau kantor.
Tujuannya adalah meningkatkan keamanan, menciptakan pengalaman kunjungan yang profesional, dan mempermudah pelacakan kunjungan.
1. Mekari Officeless

Mekari Officeless menyediakan Custom Visitor Management Software yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan tiap industri dan skenario operasional. Cocok digunakan di kantor pusat, pabrik, rumah sakit, atau sekolah.
Fitur utama:
- Verifikasi digital identitas tamu
- Proses check-in cepat dan praktis
- Pencatatan kunjungan otomatis & real-time
- Pengalaman tamu yang lebih profesional
- Dukungan audit dan pelaporan keamanan
Baca Juga: Visitor Management Software: Cara Kerja & Penerapannya
Asset Management
Aplikasi asset management membantu perusahaan mengelola seluruh siklus hidup aset fisik, mulai dari pengadaan, penggunaan, pemeliharaan, hingga penghapusan. Sistem ini sangat berguna untuk menjaga aset tetap produktif, menghindari kerusakan mendadak, dan memastikan efisiensi operasional.
1. Mekari Officeless

Mekari Officeless menyediakan Enterprise Asset Management (EAM) berbasis cloud yang bisa diakses online maupun offline, dirancang untuk bisnis dengan kebutuhan multi-lokasi dan koordinasi tim lapangan.
Fitur utama:
- Maintenance Planning & Scheduling
- Work Order Management
- Real-time Asset Tracking (barcode, RFID, GPS)
- Audit & Compliance
- Dashboard & Reporting
Asset Panda
Asset Panda adalah platform cloud untuk manajemen aset yang mendukung pelacakan real-time, baik secara fisik maupun digital.
Aplikasi ini mendukung scanning barcode/QR via mobile, dan memungkinkan pengguna mengatur workflow, form, dan status aset sesuai kebutuhan, tanpa perlu coding.
MaintainX
MaintainX adalah aplikasi EAM mobile-first yang dirancang untuk teknisi lapangan dan tim operasional. Fungsinya mencakup manajemen work order, preventive maintenance, dan pengelolaan inventaris suku cadang.
Platform ini memudahkan update status langsung dari lapangan dan menyediakan laporan operasional secara real-time.
Baca Juga: 8 Enterprise Asset Management (EAM) Software Terbaik
Enterprise Data Management
Enterprise Data Management (EDM) adalah sistem yang membantu perusahaan mengelola, menyimpan, dan memanfaatkan data dari berbagai sumber secara terpusat.
Tujuannya adalah menghasilkan data yang konsisten, akurat, dan mudah dianalisis untuk mendukung pengambilan keputusan.
Mekari Officeless

Mekari Officeless menyediakan solusi custom Enterprise Data Management yang bisa disesuaikan dengan proses bisnis masing-masing perusahaan.
Setiap alur, integrasi, hingga automasi data dapat dirancang agar benar-benar selaras dengan kebutuhan operasional.
Fitur utama:
- Desain sistem data sesuai alur bisnis internal
- Automasi input, pengolahan, dan distribusi data
- Integrasi dengan sistem lain seperti ERP, HRIS, CRM
- Dashboard insight untuk analisis berbasis data real-time
- Arsitektur sistem fleksibel dan skalabel
Mekari Qontak
Mekari Qontak adalah aplikasi CRM yang juga berfungsi sebagai platform data pelanggan. Aplikasi ini dapat mengumpulkan data dari berbagai saluran komunikasi dan menyatukannya dalam satu tampilan 360 derajat.
Hal ini memudahkan bisnis dalam memantau aktivitas pelanggan dan merancang strategi marketing yang lebih tepat sasaran.
Baca Juga: Panduan Lengkap Enterprise Data Management & Rekomendasi
Enterprise Performance Management
Enterprise Performance Management (EPM) membantu perusahaan memantau dan mengelola kinerja organisasi secara menyeluruh. Sistem ini biasanya mencakup perencanaan, pelaporan, dan evaluasi target bisnis.
Mekari Officeless
Mekari Officeless menyediakan custom EPM sebagai bagian dari workflow management yang terintegrasi. Solusi ini dirancang untuk mendukung pengukuran performa lintas unit kerja sesuai dengan struktur dan indikator yang ditentukan perusahaan.
Fitur utama:
- Penyesuaian KPI dan target performa per tim/departemen
- Integrasi dengan data operasional dan keuangan
- Visualisasi kinerja dalam dashboard real-time
- Automasi pelaporan dan evaluasi rutin
- Bisa dikembangkan sebagai bagian dari workflow yang sudah ada
Mekari Talenta
Aplikasi performance management dari Mekari Talenta dirancang untuk membantu perusahaan mengelola, memantau, dan meningkatkan kinerja karyawan secara sistematis.
Aplikasi ini mencakup seluruh siklus manajemen talenta, mulai dari penetapan tujuan kerja, pemantauan pencapaian KPI, hingga pengembangan karyawan berbasis data.
Fitur utama:
- Penetapan dan pelacakan OKR (Objectives & Key Results)
- Evaluasi kompetensi karyawan secara berkala
- Monitoring progres dan feedback dua arah
- Integrasi dengan data absensi, cuti, dan payroll untuk evaluasi yang lebih menyeluruh
Baca Juga: Enterprise Performance Management: Cara Meningkatkan Kinerja Bisnis
Document Management Software
Document Management System (DMS) adalah sistem yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, dan melacak dokumen digital dalam satu tempat.
Sistem ini membantu perusahaan menjaga keamanan informasi, mempermudah kolaborasi, dan mempercepat pencarian dokumen penting.
1. Mekari Officeless
Mekari Officeless memungkinkan perusahaan membangun DMS yang disesuaikan sepenuhnya dengan proses bisnis mereka, tanpa perlu membuat sistem dari nol.
Fitur utama:
- Low-code/no-code interface untuk pengembangan cepat
- Custom workflow & akses pengguna berbasis peran
- Integrasi dengan sistem internal & ekosistem Mekari
- Manajemen versi, approval, dan arsip dokumen
- Enkripsi & audit trail untuk keamanan data
2. ClickUp
ClickUp adalah platform manajemen kerja all-in-one yang juga menawarkan fungsi pengelolaan dokumen. Pengguna dapat menyimpan dokumen terhubung langsung dengan tugas, kolaborasi real-time, dan integrasi ke layanan lain seperti Google Drive. Fitur automasi dan AI juga tersedia untuk menyederhanakan alur kerja dokumen.
3. DocuWare
DocuWare fokus pada otomasi dokumen, kepatuhan, dan keamanan. Platform ini cocok untuk bisnis yang beroperasi di industri regulatif tinggi seperti keuangan atau legal. Fitur termasuk OCR, workflow approval, tanda tangan digital, hingga kontrol akses detail dan integrasi ke ERP.
Baca Juga: 10 Document Management System Terbaik untuk Manajemen File
Aplikasi Project Management
Aplikasi manajemen proyek digunakan untuk merencanakan, mengatur, dan memantau proyek secara kolaboratif. Cocok digunakan oleh tim yang bekerja lintas departemen agar semua pekerjaan terpantau jelas dan berjalan sesuai jadwal.
1. Mekari Officeless
Mekari Officeless Project Management membantu perusahaan mengelola proyek internal dengan alur kerja yang lebih jelas, visual, dan berbasis data real-time.
Fitur utama:
- Gantt Chart untuk visualisasi timeline proyek
- Manajemen tugas, anggaran, dan dependensi proyek
- Fitur relevan bisa dipilih sesuai kebutuhan tim
- Bisa diintegrasikan dengan workflow bisnis lainnya
- Skalabel dan efisien untuk berbagai ukuran proyek
2. Wrike
Wrike adalah aplikasi manajemen proyek serbaguna yang dilengkapi fitur canggih seperti AI, Gantt chart, custom dashboard, dan form permintaan otomatis. Platform ini cocok untuk tim besar yang membutuhkan struktur kerja fleksibel dan terorganisir.
3. Zoho Projects
Zoho Projects menyajikan fitur manajemen proyek yang komprehensif dengan tampilan sederhana. Platform ini mendukung time tracking, pelaporan, dan kolaborasi tim melalui forum serta diskusi internal yang menyerupai media sosial.
Baca Juga: 15 Aplikasi Project Management: Gratis, Berbayar, Custom
Kustomisasi aplikasi enterprise dengan Mekari Officeless
Setiap perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda, dan aplikasi standar sering kali tidak cukup fleksibel.
Karena itu, Mekari Officeless hadir sebagai solusi custom software yang memungkinkan Anda membangun aplikasi enterprise sesuai proses bisnis dan struktur organisasi Anda.
Dengan low code dan no code, Mekari Officeless membantu Anda mengembangkan sistem internal secara:
- Lebih cepat (time-efficient): proses pembuatan aplikasi jauh lebih singkat karena tanpa coding kompleks
- Lebih hemat biaya (cost-efficient): hanya membayar fitur yang benar-benar dibutuhkan, tanpa biaya pengembangan dari nol
- Lebih fleksibel: aplikasi disesuaikan dengan alur kerja, struktur tim, dan sistem yang sudah digunakan
- Lebih mudah diintegrasikan: terhubung langsung dengan ekosistem Mekari maupun sistem lain yang Anda miliki
- Skalabel & adaptif: siap berkembang mengikuti kebutuhan bisnis ke depan
Solusi ini cocok untuk perusahaan yang ingin membangun sistem seperti e-Procurement, HSE, Visitor Management, Project Management, hingga Performance Management, semua dalam satu platform yang aman dan mudah dikelola.
Yuk, konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dengan tim Mekari Officeless.

