Rotasi Pekerjaan: Tujuan, Manfaat dan Prinsip Dasar

Perusahaan di Indonesia pada zaman ini lebih banyak didominasi oleh gen Z dan generasi Millennial. Kedua generasi ini memiliki minat tinggi dalam pengembangan karir dalam perusahaan tempat mereka bekerja. Hal ini juga menjadi pencetus diadakannya rotasi pekerjaan.

Tujuannya tidak lain adalah untuk memberikan manfaat dalam pengembangan potensi serta karir seorang karyawan dalam suatu perusahaan. Memang tidak terdengar mudah, namun hal ini penting untuk dilakukan dengan baik dan tidak sembarangan.

karyawan yang menerima rotasi pekerjaan di kantornya

Apa Arti Dari Rotasi Pekerjaan?

Menurut tanggapan dari Hasibuan, rotasi pekerjaan merupakah sebuah perubahan jabatan maupun tempat kerja seorang karyawan. Namun, tetap mencakup tingkat dalam organisasi tertentu yang masih sama.

Pengertian lebih mudahnya yaitu rotasi kerja berarti sebuah sistem atau strategi untuk menukar pekerjaan atau tugas karyawan. Namun, masih tetap di bawah satu divisi atau perusahaan yang sama. Ketika dirotasi kerja, seorang karyawan akan memperoleh tugas baru.

Tentunya setiap tugas diberikan jangka atau periode waktu tertentu untuk menyelesaikannya. Dengan adanya rotasi pekerjaan, seorang karyawan pun dapat mempelajari hal baru dan mendapatkan ilmu serta pengalaman tambahan yang akan berguna di masa depan. Tujuan dari rotasi kerja ini tak lain adalah demi peningkatan keterlibatan, fleksibilitas, retensi dan juga keterampilan seorang karyawan.

Baca Juga: 4 Contoh Template Surat Keterangan Karyawan Tetap Perusahaan

Apakah Rotasi Pekerjaan Punya Peran Penting?

Di dalam suatu organisasi atau perusahaan, salah satu hal yang dianggap sangat penting adalah rotasi pekerjaan. Dengan adanya rotasi pekerjaan yang merupakan strategi dari tugas HR ini akan menempatkan pekerja di tempat sesuai.

Para pekerja atau karyawan pun dapat bekerja dengan baik dan maksimal. Selain itu, rotasi kerja juga menjadi strategi bagus agar dapat mencari karyawan yang cocok di zaman kompetitif ini. Karyawan kemudian dapat dipindahkan untuk posisi dan tanggung jawab yang lebih tinggi lagi.

Rotasi kerja ini tentunya akan sangat membantu HR atau manajer SDM untuk bisa mencari sosok karyawan yang cocok dan tepat dengan jenis pekerjaannya. Tim HRD dapat menggunakan aplikasi hris untuk mengelola SDM karyawan perusahaan seperti rotasi pekerjaan dengan mudah dan berbasis cloud sehingga data lebih aman. Strategi ini dianggap sangat efektif. Lalu, apakah hasil strategi ini akan semaksimal yang diinginkan?

Manfaat Rotasi Pekerjaan Dalam Perusahaan

Dalam informasi sebelumnya telah dijelaskan bahwa rotasi pekerjaan merupakan sebuah strategi dari HR yang dibuat dalam lingkungan yang kompetitif. Tentunya, strategi ini memberikan berbagai macam manfaat untuk karir karyawan di masa depan. Berikut 7 dari manfaat rotasi kerja:

1. Terciptanya Suatu Keseimbangan Organisasi

Salah satu fungsi dari diadakannya rotasi pekerjaan adalah untuk menciptakan sebuah keseimbangan antara karyawan dengan berbagai jabatan yang terdapat dalam suatu organisasi. Dengan strategi ini, kondisi organisasi atau perusahaan pun lebih stabil.

Terutama di zaman yang serba tidak pasti itu, perusahaan yang stabil akan lebih banyak dicari. Untuk mencapainya, maka diperlukan penempatan posisi tenaga kerja yang tepat pada jabatan yang tepat pula.

2. Menganalisis Kompetensi dan Keterampilan

Manfaat lain dari rotasi kerja adalah sebagai sarana ujian untuk menganalisis kompetensi dan karyawan tenaga kerja. Sejauh mana penguasaan dan pemahaman ketika ditugaskan pada suatu pekerjaan. Tentunya, strategi ini sangat membantu perusahaan.

Proses identifikasi karyawan pun lebih mudah, di mana nantinya untuk ditempatkan pada divisi yang sesuai sehingga dapat bekerja lebih maksimal.

3. Merencanakan Konsep Suksesi

Konsep ini memiliki arti mempersiapkan atau menemukan seseorang yang bisa menggantikan orang tertentu dalam lingkup organisasi maupun perusahaan, sehingga terhindar dari penempatan yang salah sosok pemimpin atau karyawan di masa depan.

Tujuan dari rotasi pekerjaan adalah demi pengembangan dan identifikasi seorang tenaga kerja untuk diposisikan pada jabatan yang lebih baik dan tinggi, saat senior memasuki masa pensiun atau mengundurkan diri dari perusahaan.

4. Untuk Menghindari Pengunduran dan Rasa Bosan

Tentunya, seseorang yang bekerja dalam satu jabatan atau posisi yang sama dalam kurun waktu lama hingga bertahun-tahun akan menemukan titik jenuh dan rasa bosan. Hal ini juga dapat menyebabkan performa karyawan menurun drastis.

Oleh karena itu, diperlukan rotasi pekerjaan untuk menghindari kejenuhan para karyawan. Dengan begitu, mereka bisa mempelajari suatu hal yang baru dan menarik. Pengunduran diri pun kemungkinan lebih mudah dihindari.

5. Memberikan Penghargaan Atas Prestasi Kerja

Rotasi kerja juga sering dilakukan sebagai bentuk penghargaan yang diberikan kepada tenaga kerja atau karyawan yang berprestasi. Perusahaan akan memberikan kesempatan untuk sang karyawan dalam pengembangan diri untuk masa depan.

Karyawan tersebut juga dapat belajar mengambil alih tanggung jawab divisi lain. Nilai tambahnya adalah untuk peningkatan engagement.

6. Memberikan Motivasi Untuk Karyawan Dalam Menghadapi Berbagai Tantangan

Semua karyawan yang diberikan berbagai tantangan baru dan berbeda akan menunjukkan performa kerja dengan sebaik mungkin. Mereka akan lebih siap dalam menghadapi tantangan yang timbul dan tak terduga. Perusahaan dapat mengambil langkah sebagai cara meningkatkan motivasi kerja untuk karyawan. 

Oleh karena itu, rotasi pekerjaan dianggap mampu memberikan dorongan kepada para karyawan untuk tampil dengan performa yang lebih menonjol dalam setiap tahapannya. Dengan hal ini, maka persaingan antar karyawan pun akan semakin sehat.

7. Bertambahnya Ilmu Pengetahuan dan Wawasan Karyawan

Selain itu, rotasi pekerjaan dinilai sebagai sarana untuk memperluas pengetahuan dan wawasan. Dengan ini, karyawan dapat mengetahui bagaimana tugas atau pekerjaan dalam divisi tertentu pada suatu perusahaan.

Karyawan pun akan menerima lebih banyak kesempatan dalam memahami berbagai cara dan proses kerja suatu organisasi. Selain itu, mereka bisa belajar untuk menyelesaikan berbagai masalah yang kemungkinan muncul saat bekerja.

Hal ini akan semakin bermanfaat untuk masing-masing karyawan karena bisa berlatih dalam memegang tanggung jawab yang lebih sulit dan besar, atau ketika mendapatkan promosi jabatan tertentu.

Kekurangan Dari Pengadaan Rotasi Pekerjaan Dalam Perusahaan

Walaupun dinilai memiliki berbagai manfaat dan keuntungan dari praktik rotasi pekerjaan, namun banyak juga kekurangan yang ditemui. Tentu saja, strategi ini tidak bisa menyelesaikan semua jenis masalah yang berhubungan dengan suksesi seorang karyawan.

Tanpa persiapan strategi yang baik dan pas, hal ini justru akan menjadi kerugian yang terjadi dalam suatu organisasi maupun perusahaan. Alangkah baiknya untuk meninjau kembali beberapa kerugian yang mungkin terjadi dari rotasi kerja:

1. Tidak Pasti Bisa Menyelesaikan Suatu Masalah

Strategi ini tidak bisa menjadi acuan mutlak untuk menyelesaikan masalah, seperti contohnya dalam peningkatan engagement seorang karyawan. Jika organisasi atau perusahaan menggunakan rotasi pekerjaan untuk solusinya, belum tentu ini bisa berhasil.

Kemungkinan karyawan tersebut justru tidak benar-benar ingin dirotasi, Anda pun tidak bisa memastikan hal tersebut. Jadi, lebih baik untuk meninjau kembali kebutuhan dan tujuan dari perusahaan sehingga tidak terjadi kerugian yang tidak diharapkan.

2. Dibutuhkan Waktu dan Biaya Yang Cukup Besar

Hal lain yang menjadi kekurangan dari strategi ini adalah dibutuhkan biaya dan waktu yang tidaklah sedikit dalam proses pelaksanaannya. Seperti yang kita ketahui, diperlukan proses yang cukup panjang mulai dari proses pembelajaran, pelatihan dan penyesuaian flow kerja karyawan.

Rotasi kerja ini akan memakan biaya yang besar apabila perusahaan atau organisasi harus mengadakan pelatihan dengan mengajak mentor atau coach sebagai pembimbingnya selama proses terjadi. Pastinya, perusahaan dan organisasi harus memikirkan dengan matang rencana ini, terutama ROI programnya, agar tidak terjadi kerugian besar.

3. Mengakibatkan Penurunan Produktivitas Karyawan.

Hal lainnya yang juga tidak diharapkan dari pengadaan rotasi pekerjaan adalah penurunan produktivitas kerja para karyawan. Ditakutkan dengan pemindahan posisi ini, seorang karyawan akan mengalami masa transisi ke tanggung jawab dan jabatan baru.

Bukan hal yang tak mungkin jika karyawan kesulitan untuk beradaptasi dan menimbulkan performa kerja dan produktivitas yang menurun. Mereka akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk beradaptasi.

Oleh karena itu, sangat penting untuk perusahaan agar memberikan pelatihan melalui coach atau trainer yang ditugaskan khusus untuk membimbing para karyawan selama proses rotasi tersebut.

Bagaimana Gambaran Umum Dari Praktik Rotasi Kerja?

Dalam pengertian sederhananya, rotasi kerja adalah pemindahan atau pemutasian seorang tenaga kerja dari suatu divisi ke divisi lainnya yang masih berada di bawah naungan perusahaan atau organisasi yang sama dalam jangka kurun waktu tertentu.

Namun, perlu diketahui bahwa karyawan tersebut akan dipindah posisikan ke jabatan baru yang masih dalam level setara. Sebagai contoh misalkan seorang karyawan di divisi lamanya berkedudukan sebagai staff, maka di posisi barunya ia mengambil tanggung jawab baru di posisi staff juga.

Contoh Kasus Rotasi Kerja Dalam Perusahaan:

Ibu Dina adalah seorang karyawan dari Kantor Pajak Budiman, ia mulanya bekerja di posisi staff dalam divisi Pajak Penghasilan Pribadi. Lalu, Ibu Dina dirotasi oleh perusahaan dan dipindahkan ke divisi Pajak Pertambahan Nilai, di mana ia masih menjabat sebagai staff.

Rotasi tersebut diadakan selama 6 bulan dan masih di bawah naungan kantor atau perusahaan yang sama. Setelah 6 bulan masa rotasi berakhir, Ibu Dina akan kembali menjadi staff di divisi lamanya yaitu Pajak Penghasilan Pribadi.

5 Tips Ideal Rotasi Pekerjaan Bagi Organisasi atau Perusahaan

Jika pemahaman dari rotasi pekerjaan terlihat sederhana, nyatanya dalam pelaksanaan dan praktiknya justru cukup sulit. Alasannya karena strategi ini tidak hanya bisa dijalankan satu kali, melainkan berkali-kali untuk mencapai hasil yang memuaskan.

Dalam beberapa organisasi dan perusahaan, rotasi kerja bahkan dianggap sebagai budaya. Ini berarti harus ada sebuah standar perusahaan yang menaunginya sehingga lingkungan perusahaan yang tercipta menjadi baik dan nyaman.

1. Memiliki Tujuan Rotasi Yang Jelas dan Terstruktur

Untuk memiliki tujuan yang jelas, suatu perusahaan atau organisasi wajib mencari tahu terlebih dahulu jika seorang karyawan akan benar-benar memperoleh keuntungan dari diadakannya rotasi pekerjaan. Jangan jadikan strategi ini menjadi tanpa arah dan tujuan.

Pastikan ada keuntungan dan manfaat yang ditawarkan untuk seorang karyawan setelah masa rotasi berakhir, sehingga proses pemindahan posisi tersebut tidak menjadi sia-sia dan membuang waktu saja. Jangan pula, rotasi didasari karena kebosanan dari rutinitas kerja.

Dengan tujuan yang sudah terstruktur, karyawan pun akan mendapatkan pelajaran dalam pengembangan diri dan karir yang akan bermanfaat di masa depan. Perusahaan pun dapat menjadikan karyawan nilai investasi perusahaan yang berharga.

2. Karyawan Juga Bisa Menilai Rotasi Kerja

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, rotasi pekerjaan dinilai mampu menawarkan keuntungan dan manfaat untuk para tenaga kerja dan perusahaannya. Untuk karyawan, rotasi ini akan bermanfaat untuk perkembangan karir ke depannya.

Hal ini sangat penting agar karyawan memperoleh perspektif baru seputar sejauh apa ilmu dan wawasan yang dapat ia peroleh dari strategi rotasi tersebut. Diharapkan akan membantu berkarir di masa depan.

Dalam pelaksanaannya, rotasi kerja harus memiliki tujuan yang terukur. Hai ini untuk mempermudah karyawan dalam melihat apakah atasan atau perusahaan mereka akan peduli dengan pengembangan diri dan karir pribadi serta profesional karyawan.

3. Pemberian Arahan Bagi Karyawan Sebelum Pelaksaan Rotasi

Walaupun tujuan dari rotasi sudah terukur dan jelas, apabila tenaga kerja tidak memiliki arahan yang benar dan detail seputar prosedur pelaksanaan rotasi tersebut maka antara perusahaan dan karyawan tidak akan memperoleh hasil yang baik dan maksimal.

Alangkah baiknya, sebelum dimulainya pelaksanaan rotasi pekerjaan, perusahaan melakukan briefing secara intensif dan terjadwal tentang apa yang harus dipersiapkan oleh masing-masing karyawan, materi apa saja yang diperlukan, hingga skill apa yang mereka perlukan.

Hal ini sangat penting sehingga karyawan tidak gegabah dan kebingungan ketika masuk dalam proses rotasi tersebut.

4. Memberikan Feedback Atas Proses Kinerja Karyawan

Untuk menciptakan hubungan yang baik antar karyawan dan perusahaan, dibutuhkan timbal balik demi pengembangan diri dan karir seorang karyawan. Pastikan untuk bertanya seputar pengalaman dan kesulitan yang dihadapi pada divisi baru.

Inilah yang menjadi tujuan utama dari rotasi pekerjaan karena akan terkesan percuma jika karyawan tidak menikmati proses rotasi tersebut. Perlu digarisbawahi juga bahwa rotasi kerja bukanlah hal yang wajib dilakukan, ini merupakah sebuah opsi bagi karyawan.

Jika perusahaan memaksa para tenaga kerja untuk tetap dirotasi, pastinya mereka tidak akan mengerti apa tujuan asli dan tidak tahu betapa pentingnya dari strategi ini. Diharapkan perusahaan dapat mengajak karyawan untuk menyadari dalam inisiatif pribadi seputar rotasi ini.

5. Pastikan Untuk Memantau Kinerja Setiap Karyawan

Demi terciptanya rotasi kerja yang ideal, pastikan agar perusahaan turut serta memantau kinerja masing-masing karyawan di divisi barunya. Tim HRD perusahaan dapat memantau performa kerja karyawan melalui aplikasi penilaian kinerja pegawai secara mudah, otomatis, serta tersedia berbagai metode review.

Selain itu perusahaan dapat menilai melalui mentor untuk membantu dan membimbing para karyawan dalam setiap pengambilan langkah dan keputusan. Lakukan koreksi setiap kali terjadi kesalahan atau adanya penyimpangan dari tujuan semula rotasi pekerjaan yang asli.

Pastikan juga untuk melakukan evaluasi tim untuk menganalisasi apakah ada atau tidaknya suatu perbaikan yang perlu untuk dilakukan bagi setiap karyawan dalam masa rotasi.

Prinsip Utama Dari Pengadaan Rotasi Kerja

Menurut Hasibuan, rotasi pekerjaan memiliki dasar prinsip yaitu pemindahan karyawan pada jabatan maupun posisi yang sesuai sehingga tercipta performa dan gairah kerja yang semakin meningkat. Sebelum melakukan rotasi, pastikan untuk mempertimbangkan dasar-dasar prinsip berikut ini.

1. Merit System

Merit System merupakan sebuah sistem yang memindahkan posisi kerja dengan berdasarkan landasan yang objektif, ilmiah dan sesuai dengan prestasi kerja yang dihasilkan. Dengan adanya sistem ini, rotasi pun menghasilkan kinerja karyawan yang produktif.

2. System Seniority

Seniority System merupakan proses memindahkan suatu jabatan karyawan dengan berdasarkan landasan usia, masa kerja dan pengalaman kerja dari posisi yang sesuai. Sistem ini ambil berdasarkan senioritas dan tidak objektif.

3. Spoil System

Spoil System, terakhir sistem ini merupakan proses pemindahan suatu jabatan dengan berdasarkan landasan kekeluargaan. Namun, sistem ini dinilai kurang baik sebab sistemnya berdasarkan pertimbangan atas suka dan tidak suka.

Berbeda dengan Hasibuan, prinsip dasar yang dijabarkan oleh Sastrohadiwiryo dalam suatu pengadaan rotasi kerja meliputi beberapa hal berikut ini, di antaranya:

  • Rotasi pekerjaan diambil berdasarkan kebijakan atau peraturan dari manager. Ini berarti pengadaan rotasi berdasarkan perencanaan dari perusahaan yang mengikuti kebijakan dan peraturan yang telah berlaku dan ditentukan.
  • Rotasi ini juga merupakan sebuah tindakan yang meningkatkan sebuah moral dan etos kerja.
  • Rotasi kerja diambil berdasarkan prinsip yang berbunyi ¨The Right Man on The Right Job, di mana berarti suatu rotasi jabatan dapat menemukan karyawan atau tenaga kerja pada posisi yang sesuai.
  • Rotasi jabatan juga merupakan saran kompetisi antar karyawan yang rasional dan valid. Dalam pelaksanaannya, kompetisi tersebut bisa berupa penilaian kinerja dan prestasi setiap karyawan dalam masa rotasinya.
  • Sebagai sarana dan media untuk melakukan promosi jabatan untuk para karyawan.
  • Pastikan pengadaan sistem rotasi kerja terkoordinasi dengan baik dan teratur.
  • Rotasi kerja juga dimaksudkan untuk mengurangi turn over karyawan dalam suatu perusahaan. Dengan sistem ini, seorang karyawan dapat menemukan hal baru dan tidak jenuh mengerjakan tanggung jawab dan posisi yang sama dalam waktu bertahun-tahun.

Melalui berbagai penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa rotasi pekerjaan merupakan sebuah strategi untuk pertukaran posisi atau jabatan seorang karyawan yang masih dalam level dan naungan perusahaan yang sama.

Rotasi kerja juga dimaksudkan untuk pengembangan suksesi dan skill karyawan yang akan berguna di masa depan. Selain bermanfaat untuk karyawan, strategi ini juga bermanfaat untuk perusahaan selama tahu bagaimana cara pelaksanaannya yang baik dan benar.

Karir
Karir

Kembangkan karir bersama Mekari

Mari berkembang dan menjadi bagian dari perubahan bersama talenta-talenta terbaik dari manca negara di Mekari.

Hubungi kami
Hubungi kami

Selalu siap membantu Anda

Bagi Anda yang membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi kami melalui kontak yang disediakan.

WhatsApp WhatsApp kami