6 min read

Cara Meningkatkan Efisiensi dengan Digital Manufacturing System

Digital manufacturing system

Mekari Insight

  • Digital manufacturing adalah penerapan sistem dan teknologi digital untuk mengoptimalkan proses produksi.
  • Caranya adalah dengan mengautomasi seluruh proses dan mengintegrasikannya melalui digital manufacturing system yang terpadu.
  • Sebagai ekosistem software yang terintegrasi, Mekari dapat menjadi solusi bagi industri manufaktur dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan profitabilitas.

Era industri 4.0 membuka berbagai peluang pertumbuhan melalui transformasi digital di banyak sektor, termasuk industri manufaktur. Namun di sisi lain, perusahaan yang gagal beradaptasi akan tergerus kompetitor yang lebih gesit dan efisien.

Masalahnya, banyak pabrik dan perusahaan manufaktur masih terjebak dalam sistem manual yang lambat, rentan error, dan memakan banyak biaya. Ini dapat menyebabkan proses produksi memakan waktu berhari-hari, data tidak terintegrasi, dan pengambilan keputusan bergantung pada asumsi.

Dampaknya, perusahaan kehilangan daya saing, profit menurun, dan banyak kesempatan bisnis terlewat setiap harinya.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, bisnis harus siap beradaptasi dan mengadopsi solusi yang ada di depan mata, yakni digital manufacturing. Dengan manajemen produksi secara digital, perusahaan Anda dapat memangkas waktu dan biaya operasional serta mengambil keputusan dengan lebih strategis.

Artikel ini akan memandu Anda dalam mengaplikasikan digital manufacturing system serta menunjukkan bagaimana strategi ini sangat efektif dalam mengembangkan bisnis manufaktur Anda.

Pengertian digital manufacturing system

Digital manufacturing adalah pemanfaatan teknologi digital dan berbagai perangkat lunak untuk mengautomasi, mengoptimalkan, serta meningkatkan efisiensi bisnis manufaktur

Seperangkat solusi digital yang digunakan dalam pendekatan ini disebut digital manufacturing system. Penerapan sistem digital manufacturing membantu perusahaan manufaktur menjalankan operasional secara lebih terstruktur, terukur, dan berbasis data.

Tujuannya adalah untuk memaksimalkan produktivitas, fleksibilitas, kualitas produk, dan pada akhirnya profitabilitas jangka panjang.

Secara umum, digital manufacturing system terdiri dari beberapa komponen utama, antara lain:

  • Perencanaan dan penjadwalan produksi untuk mengatur kapasitas, urutan kerja, dan target output produksi.
  • Manajemen bahan baku dan inventori untuk memastikan ketersediaan material sesuai kebutuhan produksi.
  • Pengelolaan proses produksi, termasuk pemantauan aktivitas mesin dan lini produksi.
  • Quality control dengan mencatat, memantau, dan mengevaluasi kualitas produk di setiap tahap produksi.
  • Pengelolaan biaya produksi, yakni mencatat dan memantau biaya bahan baku, tenaga kerja, serta biaya overhead selama proses manufaktur berlangsung.
  • Integrasi data operasional, yang menghubungkan informasi produksi dengan sistem lain seperti sistem ERP manufaktur atau supply chain management.

Contoh penerapan digital manufacturing system adalah ketika pabrik atau perusahaan manufaktur memanfaatkan aplikasi untuk mengelola persediaan, pengiriman, dan permintaan pelanggan secara real-time.

Aplikasi manufaktur tersebut juga menyediakan data yang selalu up-to-date sehingga pihak manajemen di perusahaan dapat membuat keputusan berbasis data, baik dalam proses produksi maupun distribusi.

Baca Juga: 22 Rekomendasi Software Manufaktur Terbaik untuk Efisiensi Produksi

Mengapa perusahaan harus mengadaptasi digital manufacturing system

Dilansir dari survei yang diadakan oleh Siemens, digital manufacturing membantu perusahaan manufaktur meningkatkan produktivitas dalam proses perencanaan dan produksi, dengan cara-cara berikut:

1. Mempercepat pengembangan produk

Proses desain dan pengembangan produk dapat diselesaikan lebih cepat hingga 50%. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk lebih responsif terhadap perubahan pasar – dan dapat menghadirkan produk baru dengan lebih cepat. 

2. Mengurangi siklus proyek (project life cycle)

Dengan otomatisasi dan integrasi data, siklus proyek dapat dipersingkat hingga 30%. Alat-alat digital manufacturing meningkatkan kualitas dan memberikan umpan balik kinerja secara real-time di seluruh rantai pasokan. Ini berarti produk dapat lebih cepat diluncurkan dan mulai menghasilkan pendapatan serta mengurangi risiko terhadap reputasi perusahaan.

3. Mengoptimalkan pengambilan keputusan

Analisis data yang mendalam memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah lebih cepat, hingga 90% lebih cepat. Hal ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih tepat dan efektif, sehingga meningkatkan efisiensi operasional dan margin keuntungan.

4. Meminimalkan pemborosan

Digital manufacturing system memungkinkan penerapan lean manufacturing yang lebih efektif dengan menghilangkan pemborosan dalam proses produksi. 

Sistem manufaktur digital ini juga dapat mengidentifikasi bottleneck, mengurangi inventory yang tidak perlu, dan mengoptimalkan alur kerja berdasarkan data real-time.

5. Meningkatkan visibilitas dan kontrol kualitas secara menyeluruh

Dengan teknologi digital seperti IoT, sensor, dan monitoring real-time, perusahaan dapat meningkatkan visibilitas seluruh proses produksi, meningkatkan kontrol kualitas, serta mengurangi tingkat cacat produk sejak dini. 

Hal ini juga memperkuat praktik lean manufacturing karena mengidentifikasi ketidaksesuaian lebih cepat dan mendorong perbaikan berkelanjutan.

Baca Juga: 7 Contoh Ide Perbaikan dan Inovasi di Pabrik

Studi kasus perusahaan manufaktur global yang menerapkan digital manufacturing system

Berikut adalah beberapa perusahaan yang telah sukses menerapkan digital manufacturing dalam operasi bisnis mereka. 

1. Cloud computing dalam Volkswagen

Connected car kini sudah menjadi tren baru di industri otomotif, menawarkan layanan digital tambahan bagi pelanggan. Salah satu perusahaan pertama yang mengikuti tren ini adalah Volkswagen – bermitra dengan Microsoft untuk mengembangkan Volkswagen Automotive Cloud. 

Volkswagen menggunakan platform cloud untuk penyimpanan dan komunikasi — sehingga mereka dapat menawarkan fitur konektivitas mobil dengan smart home, asisten digital, layanan pemeliharaan prediktif, dll. 

Dengan layanan cloud computing, produsen mobil menemukan cara efektif untuk mengelola dan mengirimkan data dalam jumlah besar ke kendaraan mereka. 

2. Big data dan analytics dalam Bosch

Bosch menggabungkan IIoT (Internet of Things untuk industri) dan Big Data untuk mendigitalisasi pabrik atau manufaktur mereka di Wuxi, China. Mereka menanamkan sensor pada mesin untuk memantau kondisi dan waktu kerja, yang datanya dianalisis secara real-time.

Dengan pendekatan ini, Bosch dapat memprediksi kerusakan mesin dan melakukan pemeliharaan sebelum masalah terjadi. Ini menjaga mesin beroperasi lebih lama dan mengurangi downtime produksi.

Hasilnya, pabrik mengalami peningkatan output lebih dari 10% di beberapa area, serta peningkatan kepuasan pelanggan. Analisis data membantu pengambilan keputusan lebih cepat dan optimalisasi proses produksi.

3. Augmented reality dalam General Electric 

General Electric (GE) menunjukkan bagaimana teknologi Augmented Reality (AR) bisa meningkatkan produktivitas di fasilitas manufaktur mesin jetnya di Cincinnati. Sebelum menggunakan kacamata AR, pekerja sering harus berhenti untuk memeriksa manual saat merakit mesin.

Dengan kacamata AR, mereka bisa langsung menerima instruksi digital di layar, menonton video pelatihan, atau menggunakan perintah suara untuk menghubungi teknisi. Ini membuat pekerjaan lebih efisien dan memungkinkan mereka mendapatkan bantuan lebih cepat.

Uji coba GE menunjukkan peningkatan produktivitas hingga 11% pada pekerja yang memakai kacamata AR. Teknologi ini berpotensi mengurangi kesalahan, menekan biaya, dan meningkatkan kualitas produk, meskipun penggunaan AR dalam manufaktur masih dalam tahap awal.

Contoh perusahaan manufaktur Indonesia yang menerapkan digital manufacturing system

Di Indonesia, digital manufacturing sudah mulai diterapkan di beberapa perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional mereka. Biasanya, layanan yang mereka gunakan adalah cloud computing, sebagai berikut. 

1. Tatalogam Holding – Memanfaatkan HRIS Mekari Talenta untuk Manajemen SDM

Dengan cloud-based SaaS Mekari Talenta, operasional di Tatalogam Holding menjadi lebih efisien — mengurangi proses yang memakan waktu dari 7 hari menjadi 1 hari.

  • Karyawan baru dapat berkontribusi lebih cepat. Sebelumnya, HR butuh waktu tiga hari untuk mengumpulkan data karyawan baru. Dengan aplikasi Mekari Talenta, data dapat diisi secara mandiri dan langsung tersinkronisasi ke sistem, menghemat waktu.
  • Payroll diproses lebih efisien berkat automasi. Data absensi langsung terhubung ke modul payroll, menghilangkan proses manual. Penghitungan gaji lebih cepat karena data seperti BPJS dan UMR sudah tersedia. 
  • Penilaian karyawan juga lebih cepat dengan pengingat otomatis, mengurangi pekerjaan repetitif HR. Individual Development Plan mempermudah pemantauan karyawan, meningkatkan produktivitas dan promosi. 

Mekari Talenta menyediakan database terintegrasi untuk cuti, absensi, dan payroll, memudahkan pengelolaan data secara akurat.

2. IniTempe – Menggunakan Aplikasi Akuntansi Mekari Jurnal untuk Kelola Manufaktur dengan lebih teratur

IniTempe merupakan produsen makanan berbasis tempe yang telah berhasil mendistribusikan produknya ke berbagai kota, dalam puluhan restoran dan toko. 

Berikut adalah beberapa peran Mekari Jurnal dalam bisnis IniTempe:

  • Sistem bisnis yang lebih terstruktur: Mekari Jurnal membantu menjalankan proses bisnis dengan lebih sistematis, mulai dari transaksi penjualan, pembelian melalui PO, penerimaan barang, hingga pembayaran. Semua berjalan sesuai prosedur dan panduan yang ada dalam sistem, membuat operasional lebih efisien.
  • Perencanaan produksi yang lebih akurat: Jadwal produksi kini tercatat dengan baik dalam sistem, memastikan jumlah barang yang diproduksi sesuai kebutuhan. Pengiriman produk juga lebih cepat karena barang selalu tersedia tepat waktu, menghindari keterlambatan.
  • Pengelolaan stok terintegrasi: Fitur manajemen produk dan inventori Mekari Jurnal memungkinkan integrasi antara stok di gudang dan di toko. Tim IniTempe bisa dengan mudah melakukan pengecekan stok dan menghindari kekeliruan yang sebelumnya sering terjadi.
  • Peningkatan efisiensi kerja: Dengan kalkulasi otomatis dari Mekari Jurnal, data yang dihasilkan lebih akurat, mengurangi beban kerja manual. Efisiensi ini berdampak langsung pada produktivitas tim, memungkinkan mereka fokus pada tugas-tugas lain yang lebih strategis.
  • Kemudahan dalam laporan keuangan: Mekari Jurnal memungkinkan pemrosesan data dari berbagai cabang dan integrasi dengan bank secara real-time. Proses pembuatan laporan keuangan pun menjadi lebih cepat dan tepat, membantu manajemen membuat keputusan yang lebih baik.

Tingkatkan Efisiensi Manufaktur dengan Digital Manufacturing System Kesimpulan

Seperti yang sudah dibahas, perusahaan manufaktur memerlukan sistem digital terintegrasi yang menghubungkan seluruh proses produksi hingga distribusi.

Mekari adalah solusi terintegrasi untuk industri manufaktur yang dapat membantu dalam efisiensi operasional, mengurangi proses manual dan risiko human error, serta meningkatkan integrasi dan transparansi data.

Berikut beberapa kemampuan yang ditawarkan oleh platform digital manufacturing Mekari:

Bersama solusi terintegrasi untuk bisnis manufaktur dari Mekari, tingkatkan efisiensi operasional, produktivitas, dan profitabilitas perusahaan manufaktur Anda hingga 70%!

Referensi

Siemens. “Digital manufacturing

Topik:
Keluar

WhatsApp WhatsApp kami