Image

Inilah Alternatif Pinjaman Online atau P2P Lending untuk Karyawan yang Membutuhkan

Kehadiran pinjaman online (pinjol) atau P2P lending di tengah masyarakat mungkin dapat dianggap bisa memberikan kemudahan.

Bagaimana tidak, dengan syaratnya yang mudah, para peminjam bisa mendapatkan pinjaman uang dengan instan untuk memenuhi berbagai keperluannya.

Namun dengan kemudahannya, pinjol memiliki risiko yang perlu menjadi perhatian calon nasabah. Meski OJK mencatat bahwa ada 30 platform pinjaman online yang terdaftar di OJK, masih bbanyak platform pinjaman ilegal yang kini hadir dan tidak terdaftar secara resmi.

Kenyataannya, kondisi-kondisi seperti pegawai kantoran yang memiliki kebutuhan mendesak dan harus membayar utang lain, membuat pinjaman online jadi pilihan terakhir mereka untuk mendapatkan uang.

Maka dari itu, kali ini Mekari akan membahas apa saja risiko yang harus dihadapi calon nasabah jika menggunakan pinjaman online dan adakah alternatif lain dari melunasi pinjaman online atau P2P lending ini yang tidak memberatkan? Simak penjelasannya berikut ini.

Risiko yang Dihadapi Calon Nasabah saat Menggunakan Platform Pinjaman Online

Inilah-Alternatif-Pinjaman-Online-atau-P2P-Lending-untuk-Karyawan-yang-Membutuhkan-2 (2)

Berikut adalah beberapa risiko yang harus dihadapi calon nasabah jika mereka memutuskan untuk menggunakan pinjaman online.

Pinjaman Online Memiliki Bunga yang Tinggi dan Bisa Menumpuk

Salah satu risiko yang perlu diketahui para karyawan yang hendak menggunakan platform pinjol adalah bunganya yang sangat tinggi dan tidak wajar.

Terkadang saking tingginya bunga, para peminjam ini hanya mampu membayar bunganya saja di mana hal ini dapat mengakibatkan utang yang tidak kunjung kelar. Ini lah salah satu penyebab utama sulitnya seseorang keluar dari jeratan pinjaman online.

OJK sendiri tidak mengatur batasan bunga yang dibebankan kepada nasabah oleh platform pinjaman online.

Dengan kemudahannya persyaratan pinjaman, bunga yang tinggi seakan menjustifikasi hal tersebut dapat dibebankan kepada nasabah. Jadi, tingginya bunga harus diperhitungkan karyawan sebelum meminjam.

Data Pribadi Disalahgunakan

Data pribadi adalah hal yang pasti akan diminta oleh platform pinjaman online sebagai salah satu syarat mendapatkan pinjaman. Tidak jarang platform pinjaman online ini juga dapat mengakses data-data yang tersimpan di dalam ponsel, termasuk data kontak yang dimiliki.

Dengan memasukkan data pribadi ketika ada yang mendaftar, seseorang berarti memberikan konsen bahwa penyedia pinjaman bisa mengakses informasi di ponsel mereka.

Banyak kejadian mengenai bagaimana pinjol ilegal meneror kerabat peminjam karena mereka memiliki akses kontak dari ponsel mereka. Hal ini tentu sudah melanggar privasi seseorang dan bukan merupakan tindakan yang benar.

Baca juga: Ini peran Perusahaan dalam Kesejahteraan Finansial Karyawan

Didatangi Penagih ke Rumah

Fintech resmi memiliki prosedur yang ketat untuk menagih utang seseorang yang tidak kunjung dibayar. Prosedur ini secara ketat diatur oleh Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia atau AFPI.

Biasanya, prosedur awal penagihan adalah melalui SMS, email, dan juga telepon.

Jika peminjam tak kunjung juga membayar, biasanya akan ada penagih atau dect collector yang akan mendatangi rumah atau menghubungi orang terdekat.

Hal ini mungkin bisa menyebabkan aktivitas peminjam dan orang-orang di sekitarnya jadi terganggu.

Earned Wage Access, Solusi Alternatif Pengganti Pinjaman Online

Sekarang, mari kita bahas pinjaman online di kalangan karyawan. Sebetulnya, perusahaan berperan besar dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan.

Boleh jadi, perusahaan kurang mengetahui kondisi finansial yang ada di kalangan karyawan. Yang pasti, setiap karyawan memiliki kebutuhan masing-masing.

Karyawan A mungkin saja kebutuhannya tercukupi dari pendapatan. Tapi bisa jadi karyawan B memiliki banyak tanggungan dan kerap kali harus mengandalkan pinjaman online untuk menutupi kebutuhannya.

Perusahaan seharusnya bisa dapat mencegah jangan sampai karyawan memilih pinjaman online sebagai jalan terakhir agar mereka bisa mendapatkan uang tambahan.

Baca juga: Mari Mengenal Jenis-jenis Tunjangan Karyawan Terbaru

Lalu apa solusinya?

Salah satu solusi yang mampu mencegah karyawan melakukan pinjol sekaligus sebagai alternatif bagi karyawan adalah fitur Earned Wage Access yang dimiliki Mekari Flex.

Bagi Anda yang belum mengetahuinya, konsep Earned Wage Access merupakan fitur di mana karyawan dapat mengakses gaji mereka lebih awal untuk mendukung kesehatan finansial mereka.

Earned Wage Access dianggap sebagai alternatif yang lebih ‘sehat’ dibanding pinjaman online yang berisiko karena memiliki berbagai kelebihan, di antaranya adalah:

  • Membantu memenuhi kebutuhan dasar karyawan
  • Tanpa suku bunga dan biaya tambahan untuk karyawan
  • Sifatnya bukan merupakan pinjaman, melainkan gaji karyawan yang dapat diakses lebih awal
  • Menghitung potongan gaji lebih cepat dan tepat

Lalu, bagaimana karyawan bisa menggunakan Earned Wage Access ini pada Mekari Flex?

Sederhananya seperti ini, gaji karyawan yang didapat dalam sebulan merupakan total dari upah harian yang telah terakumulasi selama satu bulan.

Contohnya seperti ini. Pada bulan Januari, Adi Kurniawan yang merupakan karyawan PT ABC telah bekerja selama 15 hari.

Tiba-tiba dia membutuhkan uang karena ada keperluan mendesak untuk biaya berobat orang tuanya. Karena menggunakan Mekari Flex, Adi bisa langsung mengakses gajinya lebih awal selama 15 hari lewat fitur Earned Wage Access.

Karena aplikasi Mekari Flex sudah memiliki fitur Cash Out, Adi bisa langsung mentransfer sebagian gajinya tersebut ke rekening payroll.

Nantinya di akhir bulan, Adi akan mendapatkan sisa gajinya dikurangi dari dana yang sudah ditarik lebih awal tersebut.

Inilah-Alternatif-Pinjaman-Online-atau-P2P-Lending-untuk-Karyawan-yang-Membutuhkan (2)

Adanya kemudahan ini sangat membantu karyawan untuk memenuhi kebutuhan dan perusahaan juga tidak perlu mengalokasikan budget khusus.

Perlu diingat juga, bahwa Earned Wage Access bukanlah pinjaman karyawan yang memiliki bunga. Fitur ini murni merupakan sebagian gaji karyawan yang keuntungannya bisa diakses lebih awal.

Sehingga, ini bisa menjadi solusi daripada karyawan harus mengajukan pinjaman online, apalagi jika pinjaman tersebut datangnya dari platform yang ilegal.

Jadi, jika perusahaan Anda tertarik untuk menggunakan fitur Earned Wage Access ini, Anda bisa langsung cari tahu lebih lanjut, atau bisa langsung menghubungi tim Mekari di sini.

Karir
Karir

Kembangkan karir bersama Mekari

Mari berkembang dan menjadi bagian dari perubahan bersama talenta-talenta terbaik dari manca negara di Mekari.

Hubungi kami
Hubungi kami

Selalu siap membantu Anda

Bagi Anda yang membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi kami melalui kontak yang disediakan.

WhatsApp WhatsApp kami