Image

Kenali Apa Itu P2P Lending Beserta Cara Kerja dan Contohnya

P2P lending adalah salah satu cara orang meminjamkan uang kepada individu atau bisnis.

Sebagai pemberi pinjaman, Anda akan menerima bunga serta mendapatkan uang Anda kembali saat pinjaman dilunasi.

Ini bisa jadi alternatif terbaik bagi si peminjam yang tidak ingin terlilit hutang di bank serta jadi solusi bagi si pemberi pinjaman yang enggan memberikan uangnya untuk dipinjam.

Solusi lain yang sebenarnya lebih aman untuk peminjam adalah perusahaan tempat karyawan bekerja memberikan hak kepada karyawan agar bisa mengakses gaji lebih awal dengan Earned wage access (EWA) by Mekari Flex.

Melalui teknologi finansial, si pemberi pinjaman dan si peminjam dapat melakukan transaksi pinjaman melalui marketplace, tanpa perantara bank.

Nah, Anda ingin tahu lebih lanjut apa itu Peer to Peer Lending dan cara kerjanya? Yuk, langsung simak penjelasan berikut ini sampai akhir!

cara kerja P2P lending

Apa Itu P2P Lending?

P2P lending adalah suatu mekanisme yang menghubungkan antara individu yang membutuhkan kredit dengan orang lain yang mau meminjamkan.

Platform ini murni bertindak sebagai perantara atau pasar yang menghubungkan peminjam dan pemberi pinjaman.

Anda dapat mendaftar sebagai peminjam atau pemberi pinjaman di platform P2P Lending yang telah terverifikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Setelah mendaftar, maka Anda diharuskan untuk mengisi formulir yang berisi informasi dan detail yang relevan.

Sebagai bagian dari proses, peminjam harus menjalani evaluasi risiko dan membayar biaya pendaftaran tetap.

Setelah terdaftar, pemberi pinjaman atau pendana dapat menjangkau peminjam yang telah disetujui dan terdaftar.

Yang pasti, platform P2P diharuskan untuk mengungkapkan semua detail tentang peminjam.

Mulai dari identitas pribadi, jumlah dana yang diperlukan, suku bunga yang dicari, dan skor kredit dari pinjaman sebelumnya.

Pada saat yang sama, identitas pribadi pemberi pinjaman dan rincian kontak dirahasiakan.

Berdasarkan aturan, platform P2P lending tidak diperbolehkan untuk menahan dana yang diinvestasikan oleh pemberi pinjaman atau dibayar kembali oleh peminjam.

Dana tersebut akan disimpan di rekening escrow, sehingga platform itu sendiri tidak memiliki akses ke dana yang mengalir.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka Anda bisa lihat bahwa P2P lending bisa jadi solusi bagi Anda yang memerlukan pinjaman untuk usaha yang mungkin tidak disetujui oleh bank.

Pendana mendapatkan pengembalian dari pembayaran pokok dan bunga sambil membantu finansial si peminjam.

Dan si peminjam mendapatkan keuntungan dari pinjaman fleksibel dengan harga yang kompetitif, untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Misalnya membiayai perbaikan rumah, membeli mobil baru, atau mengkonsolidasikan beberapa hutang yang lebih tinggi.

Platform P2P lending adalah platform yang akan mengelola seluruh proses dari awal hingga akhir.

Mulai dari penilaian kredit awal, pencocokan dan alokasi pinjaman hingga pengumpulan pembayaran dan pendistribusian dana kepada pemberi pinjaman.

Baca Juga: Inilah 7 Cara Melunasi Pinjaman Online Lebih Cepat

Bagaimana Cara Kerja P2P Lending?

Setelah mengetahui apa itu P2P lending, lalu bagaimana cara kerjanya?

Proses pinjaman P2P lending pada dasarnya bekerja seperti ini, pertama-tama peminjam mendaftar ke platform pilihan mereka untuk menentukan kelayakan awal.

Peminjam diharuskan untuk mengisi data serta mengupload dokumen yang dibutuhkan, seperti dokumen laporan keuangan berjangka dan tujuan pengajuan pinjaman.

Dalam hal ini, banyak pemberi pinjaman memiliki kriteria yang cukup ketat untuk riwayat kredit.

Itu karena mereka ingin memastikan bahwa si peminjam dapat membayar kembali dana yang telah dipinjamkan.

Jika memenuhi syarat untuk melanjutkan, maka si peminjam dapat mengajukan permohonan peminjaman.

Selain itu, si peminjam juga akan memperoleh informasi tentang suku bunga pinjaman yang harus dibayar kembali.

Nah, di sini pemberi pinjaman kemungkinan akan melakukan penarikan kredit dan kemudian menetapkan peminjam “tingkat pinjaman”.

Dengan begitu, pemberi pinjaman atau investor akan terbantu dalam menilai seberapa besar risiko pinjaman kepada mereka.

Peminjam kemudian dapat membuat daftar untuk pinjaman mereka, termasuk tingkat bunga yang bersedia mereka bayar.

Dengan sebagian besar platform P2P lending, peminjam memiliki kesempatan untuk membuat kasus untuk diri mereka sendiri.

Peminjam dapat memberikan pengantar dan menjelaskan mengapa mereka membutuhkan pinjaman.

Daftar pinjaman dengan tujuan yang logis atau kreatif mungkin lebih beruntung untuk menarik perhatian dan kepercayaan pemberi pinjaman.

Selanjutnya, pemberi pinjaman dapat menawar pada daftar peminjam yang dipilih dengan jumlah yang dapat mereka pinjamkan dan suku bunga yang bersedia mereka tawarkan.

Setelah berakhir, penawaran yang memenuhi syarat digabungkan menjadi satu pinjaman dan jumlah tersebut dicairkan ke rekening bank peminjam.

Contoh Aplikasi P2P Lending Terverifikasi OJK

Tertarik untuk mencoba melakukan transaksi kredit melalui metode Peer to Peer Lending?

Jika iya, maka Anda harus tahu apa saja platform atau aplikasi P2P lending yang terpercaya dan telah terverifikasi OJK supaya transaksi Anda minim risiko.

Berikut ini beberapa rekomendasinya:

1. Investree

Salah satu rekomendasi aplikasi P2P lending yang terpercaya adalah Investree. Aplikasi ini menjadi pelopor perusahaan fintech di Indonesia, khususnya P2P sejak tahun 2015.

Investree menawarkan sejumlah produk investasi untuk Anda seperti P2P produktif, SBN atau Surat Berharga Negara, dan reksadana.

Nah, bagi Anda yang membutuhkan layanan P2P kiranya bisa memilih produk P2P produktif.

Layanan ini mencakup invoice and buyer financing, working capital term loan, dan pinjaman toko online.

Minimal pinjaman yang bisa Anda investasikan mulai dari Rp. 1.000.000 dan maksimal tergantung kebijakan pinjaman yang ada.

Anda bisa mendapatkan bunga mulai dari 14 hingga 20% per tahun dengan tenor 1 sampai 12 bulan.
KoinWorks

Aplikasi ini menawarkan modal pinjaman yang cukup menarik, loh.

Melalui KoinWorks yang sudah beroperasi sejak tahun 2016, Anda bisa melakukan pendanaan mulai dari Rp. 100.000 saja.

Selain itu, Anda juga bebas memilih bidang apa ingin Anda danai, seperti bidang bisnis, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain.

Kurang lebih sama dengan Investree, KoinWorks juga menawarkan bunga yang cukup menarik untuk Anda, yakni 14 hingga 13% dengan tenor 1 sampai 12 bulan.

2. UangTeman

Rekomendasi aplikasi P2P lending berikutnya ada UangTeman yang bisa menjadi alternatif solusi untuk pendana maupun peminjam.

Melalui startup fintech ini, pendana dapat memilih untuk memberikan pinjaman kepada peminjam yang memiliki keperluan produktif maupun konsumtif.

3. Danamas

Bagi Anda yang memerlukan dana pinjaman untuk bisnis UMKM, maka Danamas bisa jadi solusi yang tepat untuk Anda.

Pasalnya, Danamas merupakan salah satu aplikasi P2P lending yang berfokus untuk mendanai UMKM.

Tujuannya adalah untuk mencetak pengusaha-pengusaha kompetitif yang berpotensi.

Dari namanya, Anda bisa lihat bahwa Danamas ini beroperasi di bawah naungan Sinarmas dan telah terdaftar dan terverifikasi OJK.

4. TaniFund

Aplikasi P2P lending ini kurang lebih sama dengan Danamas. Namun bedanya, fokus utama TaniFund adalah industri pertanian di Indonesia.

Bagi Anda yang ingin mendanai bidang agrikultur, maka TaniFund bisa jadi platform yang tepat.

Dengan melakukan pendanaan lewat TaniFund, maka Anda bisa memperbaiki dampak sosial terhadap ketahanan pangan serta kesejahteraan petani di Indonesia sambil berinvestasi.

Nah, demikianlah serba serbi tentang P2P lending yang wajib Anda ketahui. Mulai dari pengertian, cara kerja, hingga contoh aplikasinya.

Karir
Karir

Kembangkan karir bersama Mekari

Mari berkembang dan menjadi bagian dari perubahan bersama talenta-talenta terbaik dari manca negara di Mekari.

Hubungi kami
Hubungi kami

Selalu siap membantu Anda

Bagi Anda yang membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi kami melalui kontak yang disediakan.

WhatsApp WhatsApp kami