Image PPh Badan: Pengertian, Jenis dan Mekanisme Penghitungannya
Blog

PPh Badan: Pengertian, Jenis dan Mekanisme Penghitungannya

Sebagai warga negara, kita memiliki kewajiban dan salah satunya adalah membayar pajak. Dari beberapa jenis pajak yang ada di Indonesia, PPh badan paling sering terlupakan.

Tidak sedikit pemilik usaha yang melewatkan kewajibannya untuk membayar pajak badan usaha. Ada yang belum paham baik jenis maupun cara menghitungnya, tetapi banyak juga yang sengaja menunda pembayarannya.

Kali ini, kita akan membahas hingga tuntas segala hal terkait PPh badan. Mulai dari pengertian, jenis-jenisnya, sampai dengan mekanisme dari penghitungannya.

mengurus pajak badan pph 23

Pengertian dari Pajak Penghasilan Badan (PPh Badan)

Kata badan diartikan sebagai kumpulan individu atau kesatuan yang melakukan kegiatan usaha bersama.

Bentuk dari badan sendiri cukup beragam, ada CV, koperasi, PT, BUMN dan lain sebagainya.

Sedangkan pajak penghasilan adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan wajib pajak dalam satu tahun.

Jadi pajak penghasilan badan atau PPh badan adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan dari badan usaha.

Di sini badan usaha menjadi subyek atas pajak penghasilan badan. Contoh dari badan usaha yang menjadi subjek pajak diantaranya adalah:

  • Badan berupa firma
  • PT
  • CV
  • BUMN
  • BUMD
  • Koperasi
  • BUT
  • Dana pensiun
  • Yayasan
  • Ormas
  • KIK
  • Perkumpulan
  • dan masih banyak lagi

Sementara penghasilan dari badan tersebut menjadi objek pajaknya. Adapun yang dimaksud penghasilan badan diantaranya yaitu seperti:

  • Laba usaha
  • Royalti
  • Hadiah, penghargaan
  • Selisih kurs valuta asing
  • Penghasilan usaha syariah
  • Deviden
  • Keuntungan penjualan ataupun pengalihan harta
  • Sewa
  • Bunga (diskonto, premium, imbalan atas pengembalian utang)
  • Penghasilan terkait pemanfaatan aset selain tanah maupun transfer jasa juga bangunan
  • Surplus Bank Indonesia
  • dan masih banyak lagi lainnya

Jenis-jenis Pajak Penghasilan Badan (PPh Badan)

Informasi berikut ini amat penting untuk diketahui oleh para pemilik usaha. Sebab membantu Anda memahami berbagai jenis pajak penghasilan.

Beberapa jenis pajak penghasilan badan yang wajib dibayar serta dilaporkan oleh wajib pajak badan yaitu:

Pajak Penghasilan/PPh Pasal 21

Pasal ini mengatur pemotongan penghasilan karyawan tiap bulan secara langsung oleh pihak perusahaan dan kemudian disetorkan ke negara. Hanya karyawan dengan gaji di atas 4,5 juta yang akan dikenakan pajak sesuai pasal ini.

Semakin tinggi gaji atau penghasilannya, maka makin tinggi pula nominal pajak penghasilan yang harus dibayarkan. Jumlah pajak yang dikenakan ialah total 15% dari penghasilan selama setahun.

Pajak Penghasilan/PPh Pasal 22

Pasal ini mengatur pajak yang dikenakan pada badan usaha di bidang ekspor, impor, penjualan barang mewah dan juga re-impor. Penghitungan dari PPh badan pasal ini cukup rumit karena terdiri dari banyak ketentuan.

Besarnya nilai pajak yang dikenakan juga beragam. Disesuaikan dengan aktivitas atau operasional dari badan usaha tersebut.

Pajak Penghasilan/PPh Pasal 23

Pasal 23 mengatur pajak yang dikenakan atas transaksi antara dua pihak seperti pembagian keuntungan. Adapun contoh transaksi yang dikenai pajak ini ialah:

  1. Pembagian deviden atau keuntungan pada para pemegang saham badan
  2. Royalti, hadiah atau penghargaan dan juga bunga
  3. Hasil dari sewa dan hasil pemanfaatan aset perusahaan kecuali tanah dan transfer jasa maupun bangunan

Pajak Penghasilan/PPh Pasal 25

PPh pasal 25 berisi mekanisme angsuran pembayaran pajak penghasilan terutang. Dimana nilainya diperoleh dari SPT PPh yang sudah dikurangi PPh terbayar maupun PPh terutang di luar negeri karena boleh dikredit.

Pajak Penghasilan/PPh Pasal 26

Pasal 26 ini berisikan aturan pengenaan pajak atas penghasilan yang didapatkan dari Indonesia, oleh wajib pajak luar negeri. Dimana penghasilan tersebut adalah selain BUT atau Bentuk Usaha Tetap di negara Indonesia.

Pajak Penghasilan/PPh Pasal 29

Isinya mengenai pajak terutang suatu badan usaha. Dimana dalam periode satu tahun, nominal atau jumlah pajak melebihi kredit pajak yang sudah dipotongkan secara langsung oleh pihak lainnya dan telah disetor.

Oleh sebab itu, nominal lebih dari pajak terutang wajib disetorkan sebelum SPT PPh badan dilaporkan. Tips menghindari jenis pajak ini ialah dengan menjaga cash flow usaha Anda tetapi stabil.

Pajak Penghasilan/PPh Pasal 4 Ayat 2

PPh Pasal 4 Ayat 2 menjelaskan tentang pajak yang dipotongkan dari penghasilan berupa bunga deposito/tabungan, bunga surat utang atau obligasi, sekuritas saham, bunga koperasi dan juga hadiah dari undian.

Pajak Penghasilan/PPh Pasal 15

Menjelaskan aturan pelaporan pajak atas wajib pajak tertentu sesuai Norma perhitungan Khusus. Contoh wajib pajak tertentu yang dimaksud di atas ialah wajib pajak yang usahanya bergerak di bidang:

  • Jasa pelayaran ataupun penerbangan skala internasional
  • Asuransi luar negeri
  • Pengeboran gas, minyak serta geothermal
  • Usaha dagang asing
  • dan masih banyak lagi contoh bidang lainnya

Mekanisme Penghitungan PPh Badan

Untuk bisa mengetahui besaran pajak penghasilan yang harus dibayarkan, maka seorang pemilik usaha wajib mengetahui mekanisme penghitungannya.

Di bawah ini, akan kami jelaskan beberapa mekanisme penghitungan terkait pajak penghasilan badan.

  • Penghasilan kena pajak, diperoleh dari hasil pengurangan penghasilan neto fiskal oleh kompensasi dari kerugian fiskal. Adapun penghasilan neto fiskal ialah penghasilan WP dalam negeri baik dari usaha ataupun bukan. Sedangkan kompensasi kerugian fiskal, yaitu kerugian yang ditanggung oleh badan usaha. Dimana menurut pembukuan, kompensasi kerugian dapat diberikan dalam periode lima tahun berturut-turut.
  • PPh yang terutang, didapatkan dari hasil perkalian penghasilan kena pajak dengan tarif pajak yang berlaku. Berdasarkan Undang-Undang perpajakan yang berlaku sejak 2010, tarif pajak sebesar 25%. Bisa lebih rendah 5% jika WP dalam negeri berbentuk PT, memiliki minimal 40% saham yang diperdagangkan di BEI. Tahun 2020-2021, tarif pajak penghasilan badan turun menjadi 22% dari penghasilan kena pajak. Untuk tahun 2022 rencananya akan turun lagi menjadi 20% dan bagi PT akan lebih rendah 3% dari tarif normal.

Setelah memahami mekanisme penghitungan di atas, selanjutnya Anda juga harus paham fungsi peredaran bruto bagi penghitungan pajak penghasilan badan.

Peredaran bruto adalah keseluruhan penghasilan yang diterima oleh perorangan maupun badan usaha. Pada saat badan usaha tidak menerapkan pembukuan, maka penghitungan PKP menggunakan NPPN.

NPPN atau Norma Penghitungan Penghasilan Netto dibagi dalam dua jenis menurut peredaran bruto. Pertama, NPPN untuk peredaran bruto sampai 50 milyar dan kedua untuk peredaran bruto di atas 50 milyar.

Dimana bagi peredaran bruto sampai 4,8 miliar menurut UU pasal 17 ayat 2 (a) dikenai 50% x tarif pajak yang berlaku. Jadi untuk bruto sampai 50 milyar, 4,8 milyar dikalikan 50%x tarif pajak, sedang sisanya langsung dikalikan tarif pajak yang berlaku.

Untuk bruto di atas 50 milyar akan dihitung sesuai ketentuan tanpa ada pengurangan tarif pajak.

Pastikan untuk membayar PPh badan dengan tepat waktu.

Banyaknya opsi pembayaran, dibuat oleh pemerintah agar memudahkan para pengusaha untuk menunaikan kewajiban.

Gunakan aplikasi pajak online resmi dari DJP (Ditjen Pajak) yang dapat membantu Anda dalam mengelola urusan perpajakan, seperti e-bupot pph 23 dan e-faktur pajak.

Jika Anda mengalami masalah atau error dalam melaporkan pajak di DJP online, silahkan baca di artikel ini untuk solusinya.

Jadi, tidak ada lagi alasan untuk melewatkan kewajiban membayar pajak penghasilan badan oleh para pemilik usaha atau wirausahawan.

Karir
Karir

Kembangkan karir bersama Mekari

Mari berkembang dan menjadi bagian dari perubahan bersama talenta-talenta terbaik dari manca negara di Mekari.

Hubungi kami
Hubungi kami

Selalu siap membantu Anda

Bagi Anda yang membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi kami melalui kontak yang disediakan.

WhatsApp Hubungi sales