Mekari Insight
- Assessment adalah proses sistematis mengumpulkan dan menilai informasi tentang individu atau situasi untuk melihat pencapaian suatu tujuan.
- Dalam bisnis, assessment bertujuan untuk mengukur kemampuan karyawan, memetakan potensi, mengidentifikasi gap kompetensi, dan dasar pengambilan keputusan pengembangan.
- Mekari Talenta menyediakan assessment dan HR analytics terintegrasi untuk membantu perusahaan menilai kompetensi dan kinerja karyawan secara objektif.
Dalam rekrutmen, promosi jabatan, hingga pengembangan karyawan, perusahaan butuh cara objektif untuk menilai potensi dan kinerja.
Assessment hadir sebagai proses terstruktur untuk mengumpulkan informasi yang relevan, menafsirkan hasilnya, dan mengambil keputusan berbasis data.
Dengan pendekatan assessment yang konsisten, risiko bias menurun dan kualitas keputusan meningkat.
Selain itu, penilaian kinerja karyawan melalui assessment yang objektif juga dapat membantu perusahaan meningkat performa dan produktivitas.
Lalu, bagaimana cara merancang program assessment yang efisien, efektif, dan benar-benar berdampak untuk bisnis? Simak selengkapnya!
Anda dapat membaca ulasan lebih lengkap melalui Panduan Lengkap Manajemen Performa Karyawan.
Pengertian Assessment
Assessment adalah proses sistematis untuk mengumpulkan dan menganalisis data karyawan atau kandidat sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih objektif.
Komponen yang dinilai umumnya meliputi kompetensi, perilaku, hingga potensi karyawan atau kandidat tersebut.
Assessment tidak hanya berupa tes tunggal, tetapi rangkaian metode terstruktur yang dirancang untuk mendukung keputusan bisnis.
Di perusahaan, assessment umumnya digunakan untuk:
- Rekrutmen dan seleksi karyawan: menilai kecocokan kandidat dengan role, budaya perusahaan, dan kebutuhan bisnis.
- Penilaian kinerja (performance review): mengukur pencapaian karyawan terhadap target, KPI, dan standar perilaku kerja.
- Promosi, mutasi, dan succession planning: mengidentifikasi talenta dengan potensi kepemimpinan atau tanggung jawab yang lebih besar.
- Training & development: memetakan gap kompetensi sehingga program pelatihan lebih tepat sasaran.
Dengan assessment yang terstruktur, perusahaan dapat mengurangi bias dalam pengambilan keputusan terkait SDM, dan menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat.
Pada akhirnya, penilaian ini dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan.
Baca Juga: Contoh & Metode Penilaian Karyawan Restoran yang Lebih Modern
Tujuan dari Proses Assessment
Assessment dilakukan sebagai upaya peningkatan mutu atau nilai atas situasi maupun individu.
Sebab dari proses inilah bisa dilakukan evaluasi atas berbagai kekurangan atau kelemahan yang ada.
Selain itu, dengan adanya assessment Anda bisa dengan mudah mengidentifikasi setiap indikator kompetensi yang telah berhasil Anda capai atau wujudkan.
Itu merupakan tujuan assessment secara garis besar. Untuk lebih spesifiknya, berikut ini beberapa tujuannya dalam dunia kerja.
- Bentuk apresiasi dan motivasi kerja bagi karyawan agar dapat terus berkontribusi dengan performa maksimal
- Membuka peluang untuk kenaikan posisi atau jabatan dalam perusahaan
- Menyesuaikan program pelatihan kerja yang relevan dengan kebutuhan karyawan
- Mempermudah proses pengembangan usaha dan upaya mencapai target sesuai rencana usaha
- Meningkatkan loyalitas karyawan kepada perusahaan dan juga sebaliknya
Fungsi Assessment dalam Perusahaan
Assessment di perusahaan bukan sekadar “tes sebelum masuk kerja”.
Di balik penilaian ini, ada banyak fungsi yang membantu HR dan manajemen mengambil keputusan yang lebih objektif.
Berikut beberapa fungsi assessment yang paling penting dalam konteks manajemen SDM:
1. Fungsi Awal (Initial Assessment)
Initial assessment berfungsi untuk memotret kemampuan, potensi, dan karakteristik dasar seseorang pada titik awal tertentu.
Contohnya adalah untuk tahapan rekrutmen karyawan. Dalam tahap ini, assessment membantu perusahaan melihat gambaran awal kandidat sebelum memutuskan siapa yang lanjut ke tahap berikutnya.
Fungsi ini juga bisa digunakan saat karyawan pertama kali dipromosikan ke jabatan baru, untuk mengetahui sejauh mana kesiapan mereka mengemban peran tersebut.
2. Fungsi Sumatif
Fungsi assessment yang satu ini dalam dunia pendidikan menjadi penentu lulus atau tidaknya siswa atas subjek pelajaran tertentu.
Sementara dalam dunia kerja pada perusahaan, fungsi sumatif menjadi dasar pertimbangan diterima tidaknya karyawan baru ataupun promosi kenaikan jabatan.
3. Fungsi Formatif
Fungsi berikutnya yaitu formatif, yaitu fungsi sebagai alat bahan dalam memandang secara luas terkait kebutuhan atas upaya pencapaian.
Dari fungsi ini Anda bisa melakukan evaluasi, juga mengidentifikasi apa keunggulan juga kekurangan yang dimiliki untuk dilakukan perbaikan dan dimaksimalkan.
4. Fungsi Diagnostik
Assessment juga memiliki fungsi diagnostik, yaitu membantu menemukan akar masalah di balik kinerja atau perilaku kerja yang belum optimal.
Melalui kombinasi tes, wawancara, dan observasi, perusahaan dapat mengidentifikasi apakah kendala utama terletak pada kompetensi teknis, soft skill, motivasi, atau faktor lingkungan kerja.
Dengan diagnosis yang lebih jelas, program pengembangan atau intervensi yang disusun menjadi jauh lebih tepat sasaran.
5. Fungsi Ipsatif
Fungsi ipsatif adalah salah satu kegunaan assessment untuk membandingkan perkembangan seseorang dengan dirinya sendiri dalam periode berbeda.
Hasil tes kompetensi, penilaian kinerja, atau survey keterlibatan karyawan yang diulang secara periodik memungkinkan HR melihat tren peningkatan atau penurunan.
Fungsi ini membantu menilai efektivitas program pengembangan dan melihat apakah intervensi yang diberikan benar-benar membawa perubahan positif.
6. Fungsi holistik untuk pengambilan keputusan strategis
Pada praktiknya, assessment yang baik jarang hanya menjalankan satu fungsi saja.
Hasilnya biasanya digabungkan untuk kepentingan yang lebih luas: menyusun program pengembangan, merancang jalur karier, menyiapkan suksesi jabatan kritis, hingga merencanakan kebutuhan tenaga kerja jangka panjang.
Ketika fungsi-fungsi assessment ini dimanfaatkan secara holistik, perusahaan dapat mengambil keputusan SDM yang lebih strategis, konsisten, dan berbasis data, bukan sekadar intuisi.
Jenis Assessment Perusahaan
Assessment diterapkan dalam perusahaan untuk berbagai kebutuhan terkait kualitas SDM atau karyawan.
Baik karyawan baru yang akan bergabung, maupun karyawan lama yang layak dipertimbangakan untuk memperoleh kesempatan naik jabatan.
Berikut ini adalah jenis assessment yang digunakan sebagai penilaian atas kualitas karyawan perusahaan.
1. Assessment untuk Penerimaan Karyawan Baru
Agar dapat memperoleh kandidat yang tepat guna mengisi lowongan, assessment adalah dasar acuan kesesuaian calon karyawan dengan kebutuhan perusahaan.
Sesuai rekrutmen karyawan baru, assessment yang diperlukan antara lain seperti:
- Tes kemampuan kognitif
- Tes kepribadian
- Tes integritas
- Tes fisik
- Tes keterampilan
- Tes kecerdasan emosional
- Tes melalui gim
- Tes simulasi kerja
Assessment untuk poin-poin diatas ini biasanya diperhatikan saat OJT (On the Job Training)
2. Assessment untuk Promosi Jabatan
Sementara untuk kenaikan jabatan atau promosi bagi karyawan lama, juga perlu adanya assessment untuk mempertimbangkan kelayakannya.
Tim HR perusahaan dapat menggunakan hr dashboard untuk mendapatkan data akurat untuk karyawan lama.
Terlebih lagi, sudah tentu ada banyak kandidat yang bisa dijadikan pilihan guna menerima promosi jabatan.
Assessment yang diperlukan dalam proses ini diantaranya seperti:
- Role play untuk pelaksanaan kewajiban baru
- Problem solving
- Kemampuan mempresentasikan layanan atau produk perusahaan
- Psikometri guna menemukan kesesuaian jabatan baru dengan karyawan yang akan dipromosikan
Dalam melaksanakan proses assessment, Anda sebagai penyelenggara bisa menggunakan tiga pilihan format pelaksanaannya.
Format tersebut diantaranya adalah:
- Format ujian lisan, setiap pertanyaan akan disampaikan secara lisan dan peserta bisa langsung menjawabnya.
- Format ujian tulisan, tes akan diberikan secara tertulis dan peserta juga harus menuliskan jawabannya. Namun dengan perkembangan teknologi, format ini sudah berubah terkomputerisasi.
- Format ujian kinerja atau praktik nyata, di sini keterampikan peserta benar-benar diuji dan dipastikan. Hasil dari ujian ini menjadi pemantapan keputusan.
Tips Persiapan Ujian Assesment
Berikut beberapa tips untuk menghadapi persiapan ujian assessment, diantaranya:
1. Perbanyak latihan
Tips pertama bagi Anda dengan meluangkan waktu untuk perbanyak latihan.
Biasakan diri dengan mempelajari tes serupa, seperti tes kepribadian, wawancara, tes IQ dan lainnya.
Semakin sering Anda lakukan, maka Anda akan mulai terbiasa sehingga tidak merasa terbebani saat hari pelaksanaan ujian.
2. Istirahat yang cukup
Selain sering berlatih, Anda juga harus menjaga kesehatan badan dengan istirahat yang cukup.
Jangan begadang saat malam hari sebelum pelaksanaan tes. Berikan waktu bagi pikiran Anda agar istirahat.
3. Percaya diri
Nah, tips selanjutnya adalah memiliki percaya diri. Hal ini sangat penting untuk dapat memberikan sugesti agar Anda dapat melewati tes dengan usaha terbaik.
4. Tetap fokus
Fokus menjadi kunci utama. Jangan pernah meremehkan tes dan berikan fokus seluruhnya untuk setiap tes dengan baik.
Itulah penjelasan mengenai assessment yang memegang peran penting pada banyak bidang.
Tidak hanya dunia kerja dan pendidikan, tetapi juga keuangan, teknologi bahkan perpajakan.
Dari keseluruhan pendapat yang dikemukakan para ahli dan juga definisi secara umum atau garis besar, dapat kita tarik kesimpulan.
Bahwasanya assessment adalah, aktivitas mengukur serta menilai kemampuan seorang individu dan juga potensi atas suatu kondisi atau situasi.
Dari penilaian tersebut, perusahaan dapat membuat pertimbangan, hingga keputusan yang sifatnya mengutamakan perbaikan guna mencapai tujuan perusahaan.
Standarkan Proses Assessment Karyawan dengan Software Performance Management
Assessment yang efektif butuh kriteria yang jelas, data kerja yang objektif, dan eksekusi yang konsisten.
Solusi untuk melakukan assessment secara efisien dan efektif adalah software performance management yang menghubungkan penetapan kriteria, pengumpulan bukti kinerja, dan review terjadwal.
Mekari Talenta adalah software HRIS yang membantu Anda menjalankan assessment dan penilaian kinerja secara terstruktur, dari penetapan tujuan hingga tindak lanjut pengembangan.
- Menetapkan kriteria & tujuan (OKR/KPI) per peran/departemen, lalu memantau progresnya sebagai dasar penilaian yang transparan.
- Menjalankan siklus assessment berkala (mid-year/annual, 1:1 review, hingga 360° feedback) dengan template, alur approval, dan riwayat penilaian yang terdokumentasi.
- Mengumpulkan data objektif otomatis dari sumber HR (absensi, lembur, jadwal/shift, catatan kinerja) agar penilaian berbasis bukti, bukan asumsi.
- Menyusun rencana tindak lanjut (coaching, pelatihan, atau Performance Improvement Plan) dan melacak progresnya di dashboard.
- Menautkan hasil assessment ke kompensasi (bonus/increment) melalui integrasi dengan payroll sehingga keputusan kompensasi konsisten dan dapat diaudit.
- Membuat laporan & analytics people untuk melihat tren kinerja, area risiko, dan prioritas pengembangan per tim/lokasi/periode.
Bersama software HRIS dari Mekari Talenta, proses assessment menjadi lebih objektif, cepat, dan transparan.