Image

Employee Benefit: Pengertian, Keuntungan, dan Implementasinya

“Clients do not come first. Employees come first. If you take care of your employees, they will take care of the clients.”

Pernyataan di atas berasal dari Richard Branson, Founder dari Virgin Group, yang mengingatkan para pelaku bisnis bahwa karyawan adalah salah satu kekuatan utama untuk berhasil dalam bisnis.

Ada berbagai macam cara yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan, salah satunya adalah employee benefit atau tunjangan karyawan.

Menurut studi Willis Towers Watson:

57% perusahaan percaya bahwa employee benefit dapat menarik dan mempertahankan karyawan

Maka dari itu, employee benefit wajib menjadi bagian integral dari rekrutmen dan retensi karyawan.

Di sini, Mekari akan menjelaskan tentang pengertian employee benefit, keuntungannya, dan cara pengimplementasiannya di perusahaan. Simak penjelasan berikut.

Mengenal Employee Benefit

hr mendiskusikan employee benefit

Employee benefit adalah tunjangan yang diberikan kepada karyawan di luar gaji mereka. Program employee benefit ini termasuk lembur, asuransi kesehatan, liburan, pembagian keuntungan, tunjangan pensiun, dan masih banyak lagi.

Tunjangan datang dalam berbagai bentuk, yaitu yang diwajibkan oleh hukum dan yang opsional. Contoh yang diwajibkan hukum adalah jaminan sosial dan kesehatan karyawan.

Saat mempertimbangkan program employee benefit, pikirkan tentang jenis karyawan yang ingin Anda tarik, tunjangan apa yang paling mereka nikmati dan cocok dengan anggaran perusahaan Anda.

Keuntungan Employee Benefit

Menawarkan tunjangan karyawan memiliki beberapa keuntungan bagi para pelaku bisnis. Sederhananya,  Anda harus menawarkan program tunjangan yang komprehensif, jika Anda ingin menarik dan mempertahankan karyawan terbaik, menunjukkan nilai perusahaan, dan meningkatkan reputasi perusahaan.

1. Menarik dan Mempertahankan Karyawan

Di tengah fenomena The Great Resignation, employee benefit menjadi sangat penting. Laporan Society of Human Resource Management (SHRM) menemukan bahwa 92% karyawan merasa tunjangan penting untuk kepuasan kerja secara keseluruhan.

Lalu dari survei Glassdoor, 63% pencari kerja mengatakan bahwa mereka memperhatikan tunjangan apa yang ditawarkan perusahaan. Hal Ini berarti mengisyaratkan bahwa mencantumkan tunjangan di iklan pekerjaan, adalah bagian integral dari upaya perekrutan yang berhasil.

2. Menyorot Nilai Perusahaan

Perusahaan yang sukses pasti tahu bahwa untuk menarik dan mempertahankan karyawan, mereka harus mendefinisikan dan menanamkan nilai-nilai perusahaan yang berarti. 

Nah, program tunjangan karyawan dapat menjadi refleksi dari nilai-nilai perusahaan Anda dan menarik karyawan terbaik dengan nilai-nilai yang sama pula.

Program tunjangan yang baik menunjukkan bahwa Anda mengenali kebutuhan karyawan Anda di luar tempat kerja dan ingin mendukung kesejahteraan mereka secara keseluruhan.

3. Menunjukan Kepedulian terhadap Karyawan

Employee benefit  menjadi cara efektif untuk membuat karyawan merasa dihargai, sehingga membuat mereka lebih mungkin bertahan di perusahaan Anda. 

Menunjukkan kepada karyawan bahwa Anda peduli dengan kebutuhan pribadi mereka juga dapat meningkatkan empati karyawan yang mengarah pada lingkungan kerja yang sehat dan menyenangkan.

Misalnya, tunjangan yang meningkatkan work-life balance, seperti jatah liburan, jadwal fleksibel, dan WFH dapat membantu menurunkan stres karyawan dan mencegah kejenuhan. Karyawan pun menjadi cenderung lebih produktif di tempat kerja.

Baca juga: Dana Darurat untuk Karyawan: Apa itu dan Bagaimana Cara Mempersiapkannya?

Implementasi Employee Benefit di Perusahaan

Lantaran tingginya investasi biaya employee benefit dalam merekrut dan mempertahankan, perusahaan harus memiliki desain program tunjangan yang baik untuk memenuhi kebutuhan karyawan dan tujuan perusahaan.

1. Identifikasi Tujuan dan Anggaran Perusahaan

Langkah pertama yang penting dalam merancang program tunjangan karyawan adalah mengidentifikasi tujuannya. Hal ini akan memberikan panduan menyeluruh dalam menetapkan pilihan dan desain program tunjangan. 

Faktor-faktor seperti ukuran perusahaan, lokasi, industri dan kontrak perjanjian harus dipertimbangkan dalam pengembangan tujuan tunjangan. Beberapa perusahaan memilih untuk memiliki tujuan umum, sementara yang lain memasukkan tujuan filosofis dalam program tunjangan mereka. 

Tujuan tunjangan tidak boleh statis dan harus terus dievaluasi serta direvisi untuk mencerminkan kebutuhan karyawan saat ini.

Selanjutnya, menentukan anggaran yang tersedia untuk investasi tunjangan, sebab sebagian besar pengusaha memiliki kendala finansial dalam memberikan tunjangan karyawan.

Maka dari itu, analisis anggaran yang diproyeksikan dengan rencana program tunjangan karyawan menjadi sangat penting.

2. Lakukan Survei Kebutuhan Karyawan

Survei dilakukan untuk menentukan pilihan dan desain tunjangan terbaik berdasarkan kebutuhan karyawan. 

Survei dapat mencakup persepsi perusahaan tentang kebutuhan tunjangan karyawan, praktik tunjangan pesaing, serta undang-undang dan peraturan perpajakan.

3. Rumuskan Program Employee Benefit

Setelah penilaian kebutuhan dan analisis kesenjangan selesai, perusahaan perlu merumuskan desain program employee benefit yang baru. 

Dengan menggunakan data yang dikumpulkan dari semua sumber pada langkah 2, perusahaan dapat mulai merumuskan program tunjangan dalam urutan prioritas dan sesuai dengan anggaran yang diproyeksikan.

Langkah ini rumit dan mempertimbangkan banyak faktor. Dapatkah perubahan dibuat pada desain tunjangan saat ini untuk menghemat anggaran biaya? Bisakah tunjangan yang kurang dimanfaatkan oleh karyawan dihilangkan? Berapa biaya administrasi untuk tunjangan?

Di tahap ini, evaluasi kompleks akan dilakukan perusahaan dalam menentukan apakah akan menambah, mengubah, atau menghilangkan pilihan-pilihan tunjangan karyawan.

Baca juga: 5 Strategi Mengurangi Turnover Karyawan

Earned Wage Access (EWA), Benefit yang Paling Diminati Karyawan

Berdasarkan Visa Insights Report 2019:

  • 95% karyawan tertarik dengan perusahaan yang memberikan EWA
  • 89% karyawan bertahan di perusahaan yang menawarkan EWA
  • 79% karyawan akan pindah ke perusahaan lain yang menyediakan EWA

Earned Wage Access (EWA) adalah salah satu employee benefit yang paling diminati karyawan, sebab fitur ini memungkinkan karyawan untuk mengakses gaji yang telah mereka peroleh demi membayar tagihan atau kebutuhan mendadak. Karyawan jadi dapat mentransfer gaji yang mereka peroleh ke rekening bank atau kartu mereka – dalam hitungan detik dan dimanapun.

Dengan EWA dari Mekari Flex, Anda dapat melindungi karyawan Anda dari siklus utang dan membantu mereka untuk meraih stabilitas keuangan.

Selain bermanfaat bagi  karyawan, EWA juga menguntungkan perusahaan, karena perusahaan tak perlu khawatir arus kasnya terganggu, mengingat bahwa EWA bukanlah utang atau pinjaman karyawan yang memerlukan alokasi dana.

Jika Anda tertarik untuk menggunakan EWA dari Mekari Flex, Anda dapat menghubungi atau berkonsultasi dengan tim ahli kami di sini.

Karir
Karir

Kembangkan karir bersama Mekari

Mari berkembang dan menjadi bagian dari perubahan bersama talenta-talenta terbaik dari manca negara di Mekari.

Hubungi kami
Hubungi kami

Selalu siap membantu Anda

Bagi Anda yang membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi kami melalui kontak yang disediakan.

WhatsApp WhatsApp kami