Mekari Insight
- Software manajemen laporan adalah sistem yang mengumpulkan data penjualan, stok, dan keuangan dari berbagai channel, lalu menyajikannya dalam laporan yang siap digunakan untuk mengambil keputusan.
- Bagi seller marketplace, laporan yang baik tidak berhenti di omzet. Laporan juga harus menunjukkan produk dan channel mana yang benar-benar menghasilkan profit setelah biaya admin, promo, dan iklan.
- Mekari Desty sebagai platform omnichannel marketplace membantu seller memantau laporan penjualan per produk, toko, marketplace, dan gudang, serta laporan inventori dalam satu dashboard yang terintegrasi dengan Mekari Jurnal.
Banyak pebisnis online merasa bisnisnya berjalan lancar karena pesanan masuk setiap hari. Namun, ketika ditanya produk mana yang paling menguntungkan atau channel mana yang paling efektif, jawabannya sering kali masih berupa perkiraan.
Kondisi ini umum dialami seller yang berjualan di beberapa marketplace sekaligus. Data penjualan tersebar di Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, dan channel lainnya, sementara rekap laporan masih dilakukan manual di spreadsheet. Tekanan untuk mengambil keputusan berbasis data juga makin besar.
Di sinilah software manajemen laporan berperan. Artikel ini membahas pengertiannya, 10 rekomendasi software lengkap dengan harga, kelebihan, dan kekurangannya, fitur yang wajib ada, cara memilih, hingga cara membaca profit per pesanan agar keputusan bisnis lebih tepat.
Apa itu software manajemen laporan?
Software manajemen laporan adalah sistem digital yang mengumpulkan data bisnis dari berbagai sumber, mengolahnya secara otomatis, lalu menyajikannya dalam bentuk laporan dan dashboard yang mudah dibaca. Sumber datanya dapat berupa transaksi penjualan, stok gudang, pembelian, hingga data keuangan.
Bedanya dengan spreadsheet biasa, software manajemen laporan menggabungkan dan memperbarui data secara otomatis. Anda tidak perlu mengunduh laporan dari setiap marketplace lalu menyatukannya secara manual.
Bagi pebisnis online, software ini membantu menjawab pertanyaan seperti:
- Produk mana yang paling menguntungkan, bukan hanya yang paling laku?
- Marketplace atau toko mana yang memberikan kontribusi penjualan terbesar?
- Produk mana yang perlu segera di-restock sebelum habis?
- Apakah bisnis benar-benar untung setelah semua biaya dihitung?
Jenis software manajemen laporan
Istilah “software laporan” mencakup beberapa jenis tools dengan fokus yang berbeda. Gunakan tabel berikut sebagai acuan:
| Jenis software | Fokus laporan | Cocok untuk | Contoh |
|---|---|---|---|
| Omnichannel marketplace | Penjualan per produk, toko, marketplace, dan gudang, serta laporan stok | Seller yang berjualan di banyak marketplace | Mekari Desty |
| Akuntansi | Laba rugi, neraca, arus kas, dan pajak | Bisnis yang butuh laporan keuangan formal | QuickBooks, Xero |
| ERP modular | Laporan penjualan, inventaris, pembelian, dan akuntansi dalam satu sistem | Bisnis yang ingin mengintegrasikan berbagai proses operasional | Dolibarr |
| Business intelligence (BI) | Dashboard custom dari banyak sumber data | Bisnis dengan banyak sumber data dan tim analis | Power BI, Tableau, Zoho Analytics, Looker Studio, Domo |
| Profit analytics marketplace | Profit per pesanan dan per produk setelah biaya | Seller marketplace global seperti Amazon | sellerboard |
Perbedaan software akuntansi dan software laporan bisnis
| Aspek | Software akuntansi | Software laporan bisnis (operasional dan BI) |
|---|---|---|
| Fokus utama | Pencatatan transaksi dan kepatuhan | Analisis performa dan pengambilan keputusan |
| Pertanyaan kunci | Apa yang sudah terjadi secara keuangan? | Apa yang perlu dilakukan selanjutnya? |
| Output utama | Laba rugi, neraca, arus kas, pajak | Dashboard penjualan, tren produk, kondisi stok |
| Pengguna utama | Bagian keuangan, akuntan | Pemilik bisnis, manajer operasional, tim penjualan |
| Frekuensi | Umumnya bulanan | Harian hingga real-time |
Keduanya saling melengkapi. Idealnya, data penjualan dari software operasional mengalir otomatis ke software akuntansi agar laporan keuangan tidak perlu diinput ulang.
Baca Juga: Laporan Penjualan: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Cara Pembuatan
Mengapa bisnis online membutuhkan software manajemen laporan?
Semakin banyak channel penjualan, semakin tersebar pula datanya.
Berikut alasan bisnis online membutuhkan software manajemen laporan:
1. Menyatukan data dari banyak channel
Tanpa sistem terpusat, data setiap marketplace harus diunduh dan digabungkan manual. Proses ini memakan waktu dan rawan salah hitung.
2. Mengambil keputusan lebih cepat
Laporan yang diperbarui otomatis membantu Anda merespons perubahan, misalnya produk yang tiba-tiba laris atau stok yang mulai menipis, tanpa menunggu rekap akhir bulan.
3. Mengetahui profit yang sebenarnya
Omzet besar belum tentu berarti untung. Laporan yang memperhitungkan HPP dan biaya penjualan membantu Anda menemukan produk dengan margin rendah.
4. Mengurangi beban analisis manual
Software manajemen laporan menyajikan data bisnis dalam dashboard yang lebih terstruktur, sehingga Anda tidak perlu menggabungkan dan menganalisis data secara manual.
5. Merencanakan stok dan pembelian
Laporan penjualan per produk dan estimasi stok habis membantu Anda menentukan kapan dan berapa banyak barang yang perlu dibeli.
Baca Juga: Manajemen Stok Gudang: Panduan Atur Stok Toko Online
10 Rekomendasi software manajemen laporan terbaik
Berikut 10 software manajemen laporan yang dapat dipertimbangkan, mulai dari platform omnichannel untuk seller marketplace, software akuntansi, hingga tools business intelligence:
| Nama Aplikasi | Cocok Untuk | Fitur Unggulan | Harga |
|---|---|---|---|
| Mekari Desty | Seller yang berjualan di banyak marketplace dan gudang | Laporan penjualan per produk, toko, marketplace, gudang; laporan inventori; integrasi Mekari Jurnal | Cek harga berlangganan Mekari Desty |
| QuickBooks Online | Bisnis kecil-menengah yang butuh laporan keuangan lengkap | Laporan laba rugi, arus kas, laporan custom | Mulai dari $38/bulan |
| Xero | Bisnis kecil yang ingin akuntansi cloud sederhana | Laporan keuangan, rekonsiliasi bank, dashboard bisnis | Mulai dari $27/bulan |
| Zoho Analytics | Bisnis yang ingin membuat dashboard custom tanpa coding | Self-service BI, asisten AI Zia, ratusan konektor data | Mulai dari $30/bulan |
| Microsoft Power BI | Bisnis yang sudah memakai Excel dan ekosistem Microsoft | Dashboard interaktif, Power Query, integrasi Excel | Mulai dari $14/user/bulan |
| Tableau | Bisnis data-driven dengan tim analis | Visualisasi data mendalam, dashboard interaktif | Mulai dari $15/user/bulan |
| Looker Studio | Bisnis kecil yang ingin dashboard gratis dari Google Sheets dan GA4 | Dashboard gratis, konektor Google, berbagi laporan | Mulai dari $9/user/bulan |
| Dolibarr | Bisnis yang membutuhkan ERP modular untuk mengelola penjualan, inventaris, dan akuntansi | Laporan bisnis, manajemen stok, faktur, dan akuntansi dalam satu sistem | Mulai dari €14/user/bulan |
| sellerboard | Seller Amazon yang ingin memantau profit per produk | Dashboard profit real-time, perhitungan biaya marketplace dan iklan | Mulai dari $19/bulan |
| Domo | Perusahaan menengah-besar dengan banyak sumber data | Platform BI cloud, ratusan konektor, dashboard real-time | Custom quote |
Berikut penjelasan lengkap masing-masing software.
1. Mekari Desty
Mekari Desty adalah platform omnichannel marketplace yang menyatukan data penjualan dan stok dari berbagai marketplace dan gudang dalam satu dashboard. Melalui software manajemen laporan Mekari Desty, seller dapat memantau performa penjualan dan kondisi stok secara real-time tanpa mengunduh laporan dari setiap marketplace.
Fitur unggulan:
- Laporan penjualan per waktu: Lihat tren penjualan harian, mingguan, hingga bulanan.
- Laporan per produk dan varian: Temukan produk dan varian terlaris dari semua channel.
- Laporan per toko dan marketplace: Bandingkan performa penjualan antar toko dan marketplace.
- Laporan per gudang: Pantau distribusi dan kapasitas penjualan setiap gudang.
- Laporan inventori: Lihat stok per kategori dan produk, nilai inventori akhir bulan, hingga estimasi stok habis untuk merencanakan restock.
- Integrasi Mekari Jurnal: Data penjualan terhubung dengan pembukuan secara real-time untuk laporan akuntansi dan keuangan.
Kelebihan
- Data penjualan dan stok dari berbagai marketplace tersaji otomatis dalam satu dashboard
- Laporan terhubung langsung dengan stok, pesanan, dan gudang karena berada dalam satu platform
- HPP dapat dihitung otomatis dengan metode FIFO atau average
- Sistem pay as you grow tanpa biaya langganan bulanan, sehingga biaya mengikuti jumlah pesanan
Kekurangan
- Analisis data iklan dan traffic website membutuhkan tools BI tambahan
Harga: Cek harga berlangganan Mekari Desty
2. QuickBooks Online
QuickBooks Online adalah software akuntansi cloud dari Intuit yang banyak digunakan bisnis kecil-menengah di berbagai negara untuk mencatat transaksi dan menyusun laporan keuangan.
Fitur unggulan:
- Laporan keuangan: Laba rugi, neraca, dan arus kas tersusun otomatis dari transaksi yang tercatat.
- Laporan custom: Atur kolom, filter, dan periode laporan sesuai kebutuhan.
- Pencatatan pengeluaran: Kategorikan pengeluaran bisnis untuk analisis biaya.
Kelebihan
- Laporan keuangan lengkap dan mudah disesuaikan
- Ekosistem aplikasi pihak ketiga yang luas
Kekurangan
- Harga per bulan meningkat cukup signifikan di paket yang lebih tinggi
- Belum memiliki integrasi bawaan dengan marketplace Indonesia
- Fokus pada laporan keuangan, bukan laporan operasional penjualan dan stok
Harga: Mulai dari $38/bulan
3. Xero
Xero adalah software akuntansi cloud untuk bisnis kecil yang menyediakan laporan keuangan, rekonsiliasi bank, dan dashboard bisnis dalam antarmuka yang sederhana.
Fitur unggulan:
- Laporan keuangan: Laba rugi, neraca, dan laporan arus kas.
- Rekonsiliasi bank: Cocokkan transaksi bank dengan catatan keuangan.
- Dashboard bisnis: Ringkasan kondisi keuangan dalam satu tampilan.
Kelebihan
- Antarmuka sederhana dan mudah dipelajari
- Tersedia banyak integrasi aplikasi pihak ketiga
Kekurangan
- Harga naik mulai 1 Oktober 2026, dan beberapa fitur hanya tersedia di paket yang lebih tinggi
- Belum terhubung langsung dengan marketplace Indonesia
Harga: Mulai dari $27/bulan
4. Zoho Analytics
Zoho Analytics adalah software business intelligence self-service yang memungkinkan pengguna membuat laporan dan dashboard dari berbagai sumber data tanpa coding.
Fitur unggulan:
- Self-service BI: Buat laporan dan dashboard dengan drag-and-drop.
- Asisten AI Zia: Ajukan pertanyaan dalam bahasa sehari-hari dan dapatkan jawaban berupa grafik atau angka.
- Konektor data: Hubungkan data dari aplikasi bisnis, database, dan file.
Kelebihan
- Tersedia paket gratis permanen untuk 2 pengguna
- Harga per akun, bukan per pengguna
Kelebihan
- Jumlah baris data dan pengguna dibatasi per paket
- Data marketplace Indonesia perlu diimpor atau dihubungkan melalui file atau konektor tambahan
Harga: Mulai dari $30/bulan
5. Microsoft Power BI
Microsoft Power BI adalah software business intelligence dari Microsoft yang terintegrasi erat dengan Excel dan layanan Microsoft lainnya.
Fitur unggulan:
- Dashboard interaktif: Visualisasikan data dalam grafik yang dapat difilter dan ditelusuri.
- Power Query: Bersihkan dan gabungkan data dari berbagai sumber sebelum dianalisis.
- Integrasi Excel: Gunakan file Excel yang sudah ada sebagai sumber laporan.
Kelebihan
- Harga per user relatif terjangkau untuk tools BI
- Cocok bagi tim yang sudah terbiasa dengan Excel
Kekurangan
- Versi gratis hanya untuk penggunaan pribadi, sehingga berbagi laporan membutuhkan lisensi berbayar
- Kurva belajar cukup tinggi untuk pemodelan data
- Data marketplace perlu disiapkan dan dihubungkan sendiri
Harga: Mulai dari $14/user/bulan
6. Tableau
Tableau adalah software visualisasi data dan analitik dari Salesforce yang dikenal dengan kemampuan visualisasinya yang mendalam.
Fitur unggulan:
- Visualisasi data: Ubah data kompleks menjadi grafik dan dashboard interaktif.
- Drag-and-drop analytics: Eksplorasi data tanpa menulis kode.
- Berbagai konektor data: Hubungkan database, file, dan aplikasi cloud.
Kelebihan
- Kemampuan visualisasi sangat kuat untuk analisis mendalam
- Komunitas pengguna besar dengan banyak materi belajar
Kekurangan
- Wajib kontrak tahunan dan setidaknya satu lisensi Creator ($75/user/bulan)
- Biaya total tinggi untuk UMKM
- Tidak dirancang khusus untuk operasional marketplace
Harga: Mulai dari $15/user/bulan
7. Looker Studio
Looker Studio (sebelumnya Google Data Studio) adalah tools dashboard gratis dari Google yang dapat terhubung dengan Google Sheets, Google Analytics 4, Google Ads, dan sumber data lainnya.
Fitur unggulan:
- Dashboard gratis: Buat laporan visual tanpa biaya lisensi.
- Konektor Google: Hubungkan Google Sheets, GA4, dan Google Ads secara langsung.
- Berbagi laporan: Bagikan dashboard seperti berbagi Google Docs.
Kelebihan
- Gratis dan mudah dimulai
- Cocok untuk menggabungkan data penjualan di Google Sheets dengan data iklan dan website
Kekurangan
- Data marketplace harus disalin atau diimpor ke Google Sheets terlebih dahulu
- Performa dapat melambat jika sumber data sangat besar
Harga: Mulai dari $9/user/bulan
8. Dolibarr
Dolibarr adalah software ERP dan CRM open-source yang membantu bisnis mengelola berbagai proses operasional dalam satu sistem. Platform ini menyediakan modul penjualan, inventaris, pembelian, dan akuntansi yang saling terintegrasi.
Fitur unggulan:
- Laporan bisnis: Sajikan laporan dan statistik dari aktivitas bisnis, termasuk penjualan, stok, dan transaksi.
- Manajemen inventaris: Pantau produk, persediaan, gudang, dan pengiriman barang.
- Akuntansi: Kelola faktur, pembayaran, rekening bank, dan pencatatan akuntansi double-entry.
- Sistem modular: Aktifkan fitur sesuai kebutuhan dan tambahkan modul ketika operasional bisnis berkembang.
Kelebihan
- Bersifat open-source sehingga dapat digunakan dan dikustomisasi secara fleksibel
- Menggabungkan fungsi penjualan, stok, dan akuntansi dalam satu platform
- Menyediakan fitur laporan serta ekspor dan impor data
Kekurangan
- Implementasi dan kustomisasi dapat membutuhkan dukungan teknis
- Pengguna yang memilih instalasi mandiri perlu menyiapkan server dan lingkungan teknis yang sesuai
Harga: Mulai dari €14/user/bulan
9. sellerboard
sellerboard adalah software profit analytics untuk seller Amazon. Software ini menghitung profit per produk secara real-time dengan memperhitungkan biaya marketplace, iklan, retur, dan HPP.
Fitur unggulan:
- Dashboard profit real-time: Lihat omzet, biaya, dan profit bersih per hari dan per produk.
- Perhitungan biaya otomatis: Biaya marketplace, iklan, dan retur ikut dihitung.
- Peringatan stok: Dapatkan pengingat kapan perlu restock.
Kelebihan
- Fokus pada profit bersih, bukan hanya omzet
- Harga awal terjangkau dengan kuota pesanan yang jelas
Kekurangan
- Dirancang untuk Amazon, sehingga tidak mendukung marketplace Indonesia
- Kuota pesanan dibatasi per paket
Harga: Mulai dari $19/bulan
10. Domo
Domo adalah platform business intelligence berbasis cloud untuk perusahaan yang ingin menggabungkan data dari banyak sistem ke dalam dashboard real-time.
Fitur unggulan:
- Konektor data: Hubungkan data dari ratusan aplikasi dan database.
- Dashboard real-time: Pantau metrik bisnis yang diperbarui otomatis.
- Akses mobile: Lihat dashboard melalui aplikasi mobile.
Kelebihan
- Cocok untuk perusahaan dengan banyak sumber data
- Seluruh proses, mulai dari integrasi data hingga visualisasi, tersedia dalam satu platform
Kekurangan
- Harga tidak dipublikasikan dan umumnya ditujukan untuk perusahaan menengah-besar
- Membutuhkan tim data untuk implementasi yang optimal
Harga: Custom quote
Fitur yang wajib ada dalam software manajemen laporan
Tidak semua fitur perlu dimiliki, tetapi beberapa fitur berikut sangat penting bagi bisnis online:
1. Integrasi data multi-channel
Semua data dari marketplace, toko online, dan gudang harus masuk ke satu sistem secara otomatis. Tanpa integrasi, laporan akan selalu terpisah dan analisis menjadi bias.
2. Dashboard real-time
Bisnis online bergerak cepat. Dashboard yang diperbarui otomatis membantu Anda membaca kondisi bisnis hari ini, bukan bulan lalu.
3. Laporan per produk, channel, dan gudang
Laporan yang dapat dipecah per produk, varian, marketplace, dan gudang membantu Anda menemukan sumber keuntungan dan masalah dengan lebih spesifik.
4. Laporan stok dan estimasi restock
Bagi seller, laporan penjualan perlu dibaca bersama laporan stok. Fitur estimasi stok habis membantu mencegah kehabisan barang saat permintaan sedang tinggi.
5. Perhitungan HPP dan profit
Pastikan software dapat menghitung HPP, misalnya dengan metode FIFO atau rata-rata, sehingga Anda dapat melihat margin yang sebenarnya, bukan hanya omzet.
6. Ekspor dan integrasi akuntansi
Laporan perlu dapat diekspor ke Excel atau PDF dan terhubung dengan software akuntansi, sehingga data penjualan tidak perlu diinput ulang untuk laporan keuangan.
Cara memilih software manajemen laporan yang tepat
Kebutuhan laporan setiap bisnis berbeda. Perhatikan hal-hal berikut sebelum memutuskan:
1. Tentukan jenis laporan yang paling dibutuhkan
Gunakan tabel jenis software di awal artikel. Jika masalah utama Anda adalah data penjualan dan stok yang tersebar di banyak marketplace, mulailah dari software omnichannel. Jika kebutuhannya laporan keuangan formal, pilih software akuntansi.
2. Pastikan terhubung dengan marketplace Anda
Banyak tools BI dan akuntansi global belum terhubung langsung dengan Shopee, Tokopedia, atau TikTok Shop. Akibatnya, Anda tetap harus mengunduh dan mengimpor data secara manual setiap hari.
3. Sesuaikan dengan skala dan kemampuan tim
Tools BI seperti Power BI atau Tableau sangat fleksibel, tetapi membutuhkan orang yang mampu menyiapkan dan memodelkan data. UMKM dengan tim kecil biasanya lebih terbantu dengan laporan siap pakai.
4. Pilih yang menyajikan insight, bukan hanya angka
Software yang baik membantu Anda mengambil tindakan, misalnya menunjukkan produk yang hampir habis atau channel dengan penjualan menurun, bukan sekadar menampilkan tabel data.
5. Hitung total biaya, bukan hanya harga paket
Perhatikan model biayanya, per pengguna, per akun, per jumlah pesanan, atau kontrak tahunan. Tambahkan juga biaya implementasi dan tenaga yang dibutuhkan untuk menyiapkan data.
Omzet besar belum tentu untung: cara membaca profit per pesanan
Salah satu kesalahan paling umum seller marketplace adalah menilai performa hanya dari omzet. Padahal, setiap pesanan memiliki biaya yang mengurangi keuntungan, mulai dari biaya admin marketplace, voucher, ongkos kirim yang disubsidi, hingga biaya iklan.
Berikut ilustrasi perhitungan profit per pesanan untuk satu produk:
| Komponen | Nilai per pesanan |
|---|---|
| Harga jual | Rp150.000 |
| HPP (harga pokok produk) | -Rp80.000 |
| Biaya admin dan layanan marketplace (contoh 10%) | -Rp15.000 |
| Voucher toko | -Rp10.000 |
| Biaya iklan per pesanan | -Rp20.000 |
| Biaya packing | -Rp3.000 |
| Profit bersih per pesanan | Rp22.000 (sekitar 14,7%) |
Dari ilustrasi ini, omzet Rp150.000 hanya menghasilkan profit sekitar Rp22.000. Jika biaya iklan naik atau voucher diperbesar, margin dapat menipis hingga mendekati nol.
Karena itu, pastikan laporan Anda memuat HPP dan biaya penjualan per channel. Besaran biaya admin juga berbeda di setiap marketplace dan jenis toko, misalnya biaya admin Shopee untuk non Star Seller.
Agar perhitungan profit lebih akurat, pastikan data produk dan biaya penjualan tercatat dengan benar.
- Samakan SKU di semua channel agar produk yang sama tidak tercatat sebagai produk berbeda dalam laporan.
- Catat HPP setiap produk supaya laporan menunjukkan profit, bukan hanya omzet.
- Pisahkan biaya per channel agar profit dari setiap marketplace dapat dibandingkan dengan tepat.
Baca Juga: Cara Menghitung Laba Rugi Perusahaan untuk Optimalkan Profit
Laporan yang perlu dipantau seller dan frekuensinya
Tidak semua laporan perlu dibuka setiap hari. Berikut panduan sederhana laporan yang perlu dipantau seller online:
| Frekuensi | Laporan yang dipantau | Tujuan |
|---|---|---|
| Harian | Pesanan masuk, pesanan belum diproses, stok kritis | Menjaga pesanan terkirim tepat waktu dan mencegah stok habis |
| Mingguan | Produk dan varian terlaris, penjualan per marketplace | Menentukan produk yang perlu dipromosikan atau di-restock |
| Bulanan | Laba rugi, nilai inventori akhir bulan, profit per channel | Mengevaluasi kesehatan bisnis dan menyusun strategi bulan berikutnya |
| Setelah kampanye | Penjualan selama promo dan perubahan stok | Mengukur efektivitas promo, misalnya flash sale atau kampanye tanggal kembar |
Dengan ritme ini, laporan tidak hanya menjadi arsip, tetapi benar-benar digunakan untuk mengambil keputusan. Laporan stok bulanan juga membantu Anda menerapkan manajemen stok gudang yang lebih rapi.
Tren implementasi software manajemen laporan
Software laporan terus berkembang dari sekadar alat rekap menjadi asisten pengambilan keputusan. Berikut beberapa tren yang perlu diperhatikan:
1. Bertanya ke data dengan bahasa sehari-hari
Beberapa software kini memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan seperti “Produk apa yang paling laku bulan ini?” dan mendapatkan jawaban berupa angka atau grafik. Fitur ini memudahkan pengguna memahami data tanpa harus menyusun laporan secara manual.
2. Laporan langsung di aplikasi kerja
Alih-alih membuka tools terpisah, laporan semakin sering tersedia langsung di aplikasi operasional yang dipakai setiap hari, seperti aplikasi pengelolaan pesanan dan stok.
3. Rekomendasi otomatis berbasis AI
Software mulai memberikan rekomendasi, seperti produk yang perlu di-restock atau tren penjualan yang menurun, berdasarkan data historis.
4. Integrasi omnichannel sebagai standar
Data marketplace, toko online, toko fisik, dan gudang semakin diharapkan masuk ke satu sistem, bukan lagi digabungkan manual di spreadsheet.
5. Akses laporan dari perangkat mobile
Pemilik bisnis semakin sering memantau penjualan dan stok melalui smartphone, sehingga tampilan laporan mobile menjadi kebutuhan.
Pantau penjualan dan stok lebih akurat dengan Mekari Desty
Software manajemen laporan membantu bisnis online mengambil keputusan berdasarkan data. Pilih software akuntansi untuk laporan keuangan formal, tools BI untuk analisis dari berbagai sumber data, atau platform omnichannel untuk memantau penjualan dan stok dari banyak marketplace secara otomatis.
Bagi seller dengan banyak toko dan gudang, tantangan terbesarnya adalah data yang tersebar. Laporan baru bisa dibaca setelah data dari setiap marketplace diunduh dan digabungkan manual.
Mekari Desty hadir sebagai platform omnichannel marketplace yang membantu bisnis memantau penjualan, stok, dan operasional dari berbagai marketplace dalam satu dashboard. Berikut fitur yang mendukung pengelolaan laporan bisnis Anda:
- Laporan penjualan lengkap: Pantau penjualan per waktu, produk dan varian, toko dan marketplace, hingga gudang melalui fitur manajemen laporan.
- Laporan inventori dan estimasi stok habis: Lihat stok per kategori dan produk, nilai inventori akhir bulan, dan estimasi stok habis untuk merencanakan restock.
- Sinkronisasi stok real-time: Data stok di laporan selalu akurat karena stok di semua channel diperbarui otomatis melalui fitur sistem manajemen inventory, lengkap dengan perhitungan biaya inventori metode FIFO dan average.
- Pesanan terpusat: Detail pesanan dan penjualan dari semua marketplace tercatat lengkap dan real-time melalui fitur sistem manajemen order.
- Integrasi banyak marketplace: Hubungkan Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, dan toko online lainnya dalam satu sistem melalui fitur integrasi platform.
- Integrasi dua arah dengan Mekari Jurnal: Hubungkan data penjualan dengan pembukuan secara real-time untuk laporan akuntansi dan keuangan yang lebih rapi.
Mekari Desty juga tidak menerapkan biaya langganan bulanan. Melalui sistem “pay as you grow”, biaya dihitung per pesanan yang selesai, sehingga tetap terjangkau baik saat penjualan sedang sepi maupun ramai.
Saatnya ambil keputusan bisnis berdasarkan data yang akurat dari semua channel penjualan bersama Mekari Desty.
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari Desty are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Desty is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References
References
Linnworks. “Linnworks Releases ‘State of Commerce Ops 2025’ Report”
