5 min read

Contoh Template RAB Perjalanan Dinas & Cara Hitung

mekari expense contoh rab perjalanan dinas featured image

Mekari Insight

  • RAB perjalanan dinas membantu perusahaan merencanakan anggaran secara rinci agar pengeluaran tetap terkendali, termasuk untuk transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga biaya tidak terduga.
  • Dokumen RAB menjadi dasar penting untuk pengajuan dan pencairan dana perjalanan, sekaligus alat evaluasi dengan membandingkan antara rencana dan realisasi biaya setelah kegiatan berlangsung.
  • Gunakan spend management software Mekari Expense yang dilengkapi manajemen perjalanan dinas untuk menyusun RAB secara otomatis, mengajukan approval, hingga membuat laporan perjalanan dengan sistem terintegrasi, praktis, transparan, dan minim risiko kesalahan manual.

Tanpa perencanaan yang jelas, perjalanan dinas sering berujung pada pemborosan karena pengeluaran tidak terduga, yang berakibat pada klaim reimbursement yang sulit diverifikasi. 

Karena itu, penting untuk menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) perjalanan dinas. Dokumen ini merinci estimasi biaya sebelum perjalanan dilakukan, sehingga perusahaan dapat mengontrol anggaran lebih akurat. 

Artikel ini memuat contoh RAB perjalanan dinas dalam format siap pakai, lengkap dengan penjelasan tiap komponennya. Baca selengkapnya.

Apa itu RAB perjalanan dinas & tujuannya

ilustrasi rencana anggaran biaya perjalanan dinas

Rencana anggaran biaya (RAB) perjalanan dinas adalah dokumen yang digunakan untuk merencanakan kebutuhan biaya perjalanan dinas bagi karyawan atau tim yang menjalankannya. 

Di dalamnya, tercantum proyeksi rincian pengeluaran untuk berbagai kebutuhan perjalanan, seperti transportasi, akomodasi, konsumsi, uang harian, hingga biaya tidak terduga. 

RAB perjalanan dinas dibuat untuk memastikan seluruh kebutuhan perjalanan dinas terpenuhi tanpa melebihi batas dana yang ditetapkan.

Selain itu, RAB perjalanan dinas juga bertujuan untuk: 

  • Membantu perusahaan atau instansi menjaga pengeluaran tetap sesuai anggaran yang telah direncanakan
  • Menjamin bahwa setiap biaya yang dikeluarkan memang perlu, wajar, dan bisa dipertanggungjawabkan
  • Menjadi dasar pengajuan dan pencairan dana, baik melalui sistem lumpsum maupun klaim reimbursement
  • Digunakan sebagai bahan evaluasi dengan membandingkan rencana anggaran dan realisasi setelah perjalanan selesai
Baca Juga: SOP Perjalanan Dinas: Contoh Template untuk Perusahaan Swasta

Komponen utama dalam RAB perjalanan dinas

Agar anggaran perjalanan dinas tersusun rapi dan mudah dikaji, setiap komponen biaya perlu dirinci secara jelas. 

Tabel berikut merangkum elemen penting yang umumnya tercantum dalam RAB:

KomponenKeterangan
Identitas PerjalananNama karyawan, jabatan, tujuan, tanggal berangkat–pulang, dan durasi perjalanan.
TransportasiEstimasi biaya tiket (pesawat/kereta), BBM, tol, parkir, atau transportasi lokal seperti taksi.
Akomodasi / PenginapanBiaya hotel per malam sesuai standar perusahaan atau instansi.
Uang Harian / Uang MakanUntuk kebutuhan makan dan transportasi lokal, dihitung per hari sesuai kebijakan yang berlaku.
Uang Saku / Lain-lainDana tambahan untuk keperluan kecil seperti pulsa, laundry, atau biaya tak terduga.
Biaya Meeting / KegiatanJika perjalanan terkait event, pelatihan, atau pertemuan, termasuk biaya registrasi atau konsumsi.
Total AnggaranJumlah keseluruhan dari seluruh komponen biaya yang direncanakan.
Catatan TambahanKeterangan khusus, seperti pembagian biaya antar divisi atau aturan khusus perjalanan.
Baca Juga: Contoh & Cara Mudah Menyusun Laporan Perjalanan Dinas

Format & contoh RAB perjalanan dinas

Untuk memudahkan Anda menyusun RAB perjalanan dinas, berikut adalah contoh RAB perjalanan dinas dalam bentuk template Word. Anda bisa unduh dan modifikasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan. 

mekari expense contoh rab perjalanan dinas template

Cara membuat RAB perjalanan dinas

Membuat RAB perjalanan dinas tidak perlu rumit, asalkan Anda paham format dasarnya. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda ikuti. 

1. Tentukan tujuan dan durasi perjalanan

Langkah awal adalah mengidentifikasi ke mana tujuan perjalanan, apakah masih di dalam kota, ke luar kota, atau bahkan keluar negeri, dan berapa lama kegiatan dinas akan berlangsung. Informasi ini menjadi dasar perhitungan seluruh komponen anggaran.

Misalnya, jika seorang staf dijadwalkan menghadiri pertemuan klien di Surabaya selama tiga hari, maka seluruh estimasi biaya akan disesuaikan dengan kebutuhan selama periode tersebut, termasuk hari keberangkatan dan kepulangan.

2. Hitung estimasi biaya transportasi

ilustrasi tiket pesawat

Kemudian, hitung biaya transportasi dari titik keberangkatan hingga lokasi kegiatan. Ini bisa mencakup tiket pesawat atau kereta pulang-pergi, serta transportasi darat seperti taksi bandara, tol, BBM, atau sewa kendaraan jika diperlukan. 

Sebagai gambaran, untuk perjalanan Jakarta–Surabaya, mungkin diperlukan tiket pesawat pulang-pergi seharga Rp1.800.000, ditambah biaya transportasi lokal seperti taksi atau ojek online sebesar Rp200.000.

3. Tetapkan standar akomodasi dan uang harian

Akomodasi dan uang harian biasanya mengikuti standar internal yang telah ditentukan oleh perusahaan atau instansi. 

Jika kebijakan menyebutkan plafon hotel sebesar Rp600.000 per malam dan uang makan serta transport lokal Rp400.000 per hari, maka untuk perjalanan tiga hari dengan dua malam menginap, total anggaran di komponen ini menjadi Rp2.400.000. 

4. Sisipkan dana untuk uang saku atau biaya tak terduga

Biaya tambahan seperti pulsa, laundry, hingga biaya penyesuaian jadwal sering kali tidak masuk dalam kategori utama, namun tetap perlu dipersiapkan. Biasanya, porsi dana tak terduga ini sebesar 5–10% dari total anggaran yang sudah dihitung sebelumnya. 

Jika total RAB sementara mencapai Rp5.000.000, maka penambahan dana tak terduga sebesar Rp250.000 hingga Rp500.000 akan lebih fleksibel, namun tetap wajar. 

5. Jumlahkan seluruh komponen untuk dapatkan total RAB

Setelah semua item dihitung secara terperinci, langkah selanjutnya adalah menjumlahkan keseluruhan biaya untuk mendapatkan total anggaran perjalanan. Pastikan perhitungannya realistis dan tidak melampaui batas anggaran divisi. 

Pada tahap ini, penting juga untuk memastikan bahwa tidak ada komponen yang terlewat, terutama yang berhubungan langsung dengan kelancaran kegiatan dinas.

6. Ajukan untuk persetujuan internal

Sebelum pelaksanaan perjalanan, RAB yang telah disusun perlu diajukan ke manajer atau bagian keuangan untuk ditinjau dan disetujui. 

Proses ini dilakukan agar dana yang dikeluarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kebijakan yang berlaku. Di beberapa instansi, proses ini bisa melibatkan lebih dari satu level persetujuan tergantung besaran dana yang diajukan.

Baca Juga: 5 Aplikasi Pengajuan Anggaran: Rekomendasi & Contoh

7. Gunakan spend management system

Untuk mempercepat proses dan meminimalkan risiko human error, penyusunan RAB bisa dilakukan melalui spend management system, terutama yang memiliki fitur manajemen perjalanan dinas. 

Karyawan dapat membuat RAB secara sistematis, mengajukan persetujuan secara online, dan melacak pencairan dana dengan transparan.

Tak hanya itu, spend management system juga umumnya bisa berperan sebagai aplikasi manajemen perjalanan dinas yang terpadu, sehingga karyawan tidak hanya dapat menggunakannya untuk menyusun RAB, melainkan juga melaporkan setiap transaksi saat perjalanan secara otomatis.

Selain menghemat waktu, penggunaan software juga memudahkan dokumentasi dan audit di kemudian hari.

Rekomendasi software terbaik untuk hitung RAB perjalanan dinas

Untuk mempermudah proses penyusunan hingga pelaporan perjalanan dinas, Anda bisa menggunakan solusi digital yaitu software spend management.

Salah satu platform terbaik yang direkomendasikan adalah Mekari Expense, yang merupakan spend management software pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan fitur manajemen perjalanan dinas pertama di Indonesia

Dengan Mekari Expense, tim keuangan maupun karyawan dapat menyusun RAB, mengajukan biaya perjalanan, mencatat pengeluaran aktual, hingga menyusun laporan pertanggungjawaban (LPJ) dalam satu sistem terintegrasi.

Beberapa fitur dan kapabilitas Mekari Expense antara lain:

  • Pengajuan perjalanan dinas lengkap dengan tujuan, estimasi biaya, dan maksud perjalanan
  • Pengajuan reimbursement dan cash advance yang langsung terhubung dengan RAB perjalanan
  • Alur persetujuan otomatis untuk permintaan perjalanan dan laporan perjalanan (LPJ)
  • Fitur unggah bukti dan penyelesaian dana setelah perjalanan selesai
  • Permintaan pengembalian dana jika terdapat sisa cash advance yang tidak terpakai
  • Visibilitas menyeluruh untuk karyawan, atasan, keuangan, hingga HR
  • Pengaturan field wajib seperti tujuan perjalanan, divisi, atau jenis transportasi
  • Penambahan custom field untuk menyesuaikan kebutuhan SOP internal perusahaan
  • Dukungan pembuatan custom policy perjalanan dinas, sehingga standar dan batasan biaya bisa disesuaikan otomatis saat pengajuan RAB
  • Integrasi dengan ekosistem software terpadu Mekari untuk otomasi pengajuan, approval, dan pelaporan perjalanan dinas, konektivitas lintas fungsi bisnis tanpa hambatan, dan konsolidasi data pengeluaran untuk intelligent reporting.

Pelajari lebih lanjut bagaimana Mekari Expense dapat membantu perusahaan menjaga efisiensi anggaran, mempercepat proses administrasi, dan meningkatkan transparansi dalam setiap perjalanan dinas.

FAQ

1. Apa itu RAB perjalanan dinas?

1. Apa itu RAB perjalanan dinas?

RAB perjalanan dinas adalah dokumen perencanaan yang merinci estimasi biaya yang dibutuhkan karyawan atau tim selama menjalankan perjalanan dinas, mencakup transportasi, akomodasi, uang harian, hingga biaya tidak terduga. Dokumen ini dibuat sebelum perjalanan dilakukan agar pengeluaran tetap terkendali dan sesuai anggaran yang ditetapkan perusahaan.

2. Apa perbedaan RAB perjalanan dinas dengan laporan pertanggungjawaban (LPJ)?

2. Apa perbedaan RAB perjalanan dinas dengan laporan pertanggungjawaban (LPJ)?

RAB perjalanan dinas dibuat sebelum perjalanan sebagai rencana estimasi biaya, sementara LPJ disusun setelah perjalanan selesai sebagai dokumen realisasi pengeluaran aktual yang dibandingkan dengan RAB.

3. Bagaimana spend management system seperti Mekari Expense membantu perusahaan dalam pengelolaan RAB perjalanan dinas?

3. Bagaimana spend management system seperti Mekari Expense membantu perusahaan dalam pengelolaan RAB perjalanan dinas?

Mekari Expense memungkinkan karyawan menyusun RAB, mengajukan approval, mencatat pengeluaran aktual, hingga menyusun LPJ dalam satu sistem terintegrasi tanpa input manual berulang. Pelajari bagaimana Mekari Expense mempermudah pengelolaan perjalanan dinas untuk perusahaan Anda.

4. Apakah RAB perjalanan dinas bisa disusun secara digital tanpa spreadsheet manual?

4. Apakah RAB perjalanan dinas bisa disusun secara digital tanpa spreadsheet manual?

 Bisa, bahkan sangat direkomendasikan menggunakan spend management software seperti Mekari Expense yang memiliki fitur manajemen perjalanan dinas, sehingga proses penyusunan RAB, pengajuan approval, hingga pelaporan bisa dilakukan dalam satu sistem tanpa risiko human error.

5. Apakah RAB perjalanan dinas bisa digunakan sebagai dasar pencairan cash advance?

5. Apakah RAB perjalanan dinas bisa digunakan sebagai dasar pencairan cash advance?

Ya, RAB perjalanan dinas menjadi salah satu dasar pengajuan cash advance karena merinci kebutuhan dana sebelum perjalanan, sehingga bagian keuangan dapat mencairkan dana sesuai estimasi yang sudah disetujui.

Topik:
Banner by Mekari
Keluar

WhatsApp WhatsApp kami