Inilah 4 Contoh Pembukuan Bisnis Online Shop Sederhana

Contoh pembukuan olshop sederhana kini menjadi salah satu hal yang banyak dicari oleh kalangan masyarakat. Seperti yang diketahui saat ini semua jenis olshop sudah berubah atau beralih pada penjualan online.

Penjualan secara online ini tidak hanya sekedar mengikuti trend saja, akan tetapi juga dapat memperluas segmen dan jangkauan pasar. Namun, sampai dengan saat ini salah satu hal yang kerap luput dari perhatian yaitu melakukan pembukuan keuangan olshop.

Pada kesempatan kali ini akan dibahas secara tuntas mengenai contoh pembukuan olshop sederhana. Sedangkan untuk anda yang penasaran dengan pembahasan contoh tersebut bisa langsung saja simak lebih lengkapnya di bawah ini.

pemilik online shop melakukan pembukuan secara digital

Pengertian Contoh Pembukuan Olshop Sederhana

Sebelum lebih banyak membahas tentang contoh pembukuan olshop sederhana, lebih baik anda pahami dulu dalam segi pengertian. Contoh pembukuan olshop sederhana merupakan salah satu kegiatan pencatatan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi data keuangan seperti, modal, harta, kewajiban, biaya dan harga.

Pembuatan pembukuan olshop sederhana ini juga sering disebut dengan laporan laba rugi dan juga laporan neraca. Pada saat anda membuat pembukuan olshop akan diberikan beberapa manfaat seperti, dapat mengontrol pengeluaran, alat acuan evaluasi, sebagai informasi perkembangan dan produktivitas dari usaha tersebut.

Dengan mempelajari contoh pembukuan olshop sederhana ini dapat mencegah kerugian dan mengantisipasi kehilangan aset yang berharga. Selain itu, anda juga dapat melakukan perbaikan pada strategi usaha supaya lebih optimal lagi kedepannya.

Baca Juga: Cara Jualan Online Laris di Sosial Media dan Marketplace

Syarat-Syarat Pada Saat Menerapkan Contoh Pembukuan Olshop Sederhana

Pada saat membuat laporan pembukuan pada usaha, tentu saja ada beberapa syarat yang harus diperhatikan terlebih dahulu. Sama saja ketika anda ingin menerapkan contoh pembukuan olshop sederhana, akan diberikan beberapa syarat terlebih dahulu. Untuk beberapa syarat yang harus diperhatikan adalah:

1. Ide Usaha

Menemukan ide produk atau jasa yang paling cocok dan sesuai dengan keinginan anda. Pada saat anda ingin mempunyai usaha, harus disesuaikan lagi dengan apa yang sedang dibutuhkan oleh kalangan masyarakat.

Selain itu, para pemilik usaha juga harus bisa menjadi problem solver dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh orang lain. Tidak hanya itu saja, para pemilik usaha usaha olshop diharapkan dapat memberikan tukar manfaat atau saling menguntungkan ketika melakukan transaksi.

2. Membuat Website

Membuat website kini menjadi salah satu syarat pada contoh pembukuan olshop sederhana yang paling penting. Apalagi untuk olshop yang sudah terjun di dunia online, diharuskan menggunakan website untuk melihatkan produk apa saja yang akan dijual di dalam toko anda, sehingga pelanggan dapat dengan mudah untuk memilih dan menilai sendiri produk anda tanpa harus kesulitan mencari produk yang mereka inginkan dan butuhkan.

Website pada sebuah olshop berbentuk seperti toko, sehingga anda bisa menjual semua produk-produk. Selain itu, dengan menggunakan website, para pemilik olshop juga bisa leluasa untuk melakukan kegiatan promosi atau pemasaran.

3. Media Sosial dan Marketplace

Menggunakan media sosial dan marketplace. Untuk para pemilik usaha olshop tidak hanya cukup ketika menggunakan media website sebagai sarana promosi atau pemasaran. Para olshop juga disarankan menggunakan atau memanfaatkan media sosial supaya dapat menentukan target market. Seperti yang anda ketahui, bahwa untuk saat ini hampir semua kalangan masyarakat sudah menggunakan media sosial.

Maka dari itu, untuk para olshop juga sangat disarankan untuk melakukan kegiatan promosi atau penjualan dengan menggunakan media sosial dan aplikasi sales crm untuk pelayanan kepada pelanggan. Dengan melakukan hal tersebut, juga dapat membuat kalangan masyarakat bisa melihat apa saja produk yang dijual.

4. Digital Marketing

Melakukan kegiatan promosi online dengan menggunakan teknik digital marketing. Untuk syarat contoh pembukuan olshop sederhana kali ini juga harus dilakukan oleh para olshop, dikarenakan pembukuan merupakan suatu syarat penting untuk memajukan sekaligus memanajemen toko online anda agar dapat lebih mudah untuk dijalankan dan dapat dengan mudah memajukan toko online anda.

Ketika ingin menggunakan teknik digital marketing, para olshop akan diberikan beberapa pilihan untuk melakukan melakukan promosi sebuah produk. Untuk beberapa teknik yang dapat digunakan adalah Facebook ads, teknik SEO, endorsement dan masih banyak lainnya.

Pentingnya Menerapkan Contoh Pembukuan Olshop Sederhana

Meski toko yang dimiliki sudah menggunakan transaksi secara online, tapi kegiatan pembukuan secara sederhana ini juga sangat penting dan tidak boleh dilupakan begitu saja. Ada beberapa alasan kenapa menerapkan contoh pembukuan olshop sederhana ini sangat penting. Untuk beberapa alasan yang harus anda ketahui adalah:

1. Pada saat melakukan kegiatan olshop tentu saja sangat rawan sekali dengan yang namanya penipuan. Untuk menghindari penipuan, para olshop bisa melakukan pembukuan dengan kurun waktu kurang lebih satu bulan sekali.

Tanpa disadari dengan melakukan pembukuan sederhana, dapat memberikan kemudahan untuk melakukan pengawasan. Selain itu, semua jenis pengeluaran yang dikeluarkan bisa terlihat secara jelas.

2. Menerapkan contoh pembukuan olshop sederhana juga dapat membantu para pengelola untuk memantau perkembangan bisnis tersebut. Sehingga, para pemilik olshop juga bisa mengerti kondisi keuangan dari usaha yang dimiliki.

3. Ketika melakukan pembukuan olshop secara sederhana ini juga menjadi salah satu hal yang sangat penting. Dengan melakukan pembukuan olshop secara sederhana, dapat mengerti perputaran roda dari usaha atau bisnis.

4. Sampai dengan saat ini masih banyak dari kalangan masyarakat yang merasa gagal ketika mengelola usaha olshop. Salah satu penyebabnya yaitu para olshop tidak menerapkan contoh pembukuan olshop sederhana.

Dengan tidak melakukan pembukuan olshop secara sederhana, tentu saja juga berdampak pada saat melakukan pengelolaan keuangan. Sehingga juga bisa dikatakan untuk pengeluaran dan pemasukan biaya tidak sama rata atau balance.

Macam-Macam Contoh Pembukuan Olshop Sederhana

Sudah disebutkan pada sebelum-sebelumnya, bahwa melakukan pembukuan pada olshop merupakan hal yang sangat penting. Pembukuan secara sederhana adalah proses yang dapat mengacu pada suatu kegiatan organisasi.

Selain itu, dengan melakukan pembukuan, juga dapat dijadikan sebagai alat menyimpan beberapa dokumen keuangan. Pada saat menerapkan contoh pembukuan olshop sederhana bisa berbentuk catatan penghasilan, jurnal, laporan keuangan, laporan buku besar dan masih banyak lainnya.

Pembukuan sederhana ini tidak hanya dibutuhkan atau diperlukan pada olshop yang berskala besar saja. Akan tetapi, untuk bisnis yang berada di skala kecil pun juga harus melakukan kegiatan pembukuan secara sederhana.

Dengan membuat pembukuan sederhana, maka bisnis yang sedang dijalankan ini tidak mudah terseret dengan namanya suatu kegagalan. Pada saat menerapkan contoh pembukuan olshop sederhana dapat mendeteksi permasalahan sejak dini.

Permasalahan yang sudah dari awal terdeteksi, dapat langsung dilakukan evaluasi lebih mudah dan cepat. Keuntungan lain pada saat melakukan pembukuan olshop secara sederhana adalah para pengelola tahu mengenai kekuatan pada finansial yang dimiliki. Untuk menghindari permasalahan pembukuan, Anda dapat menggunakan aplikasi pembukuan untuk mencatat transaksi secara otomatis.

Karena sebelumnya sudah dijelaskan mengenai, pentingnya ketika menerapkan contoh pembukuan olshop sederhana. Maka untuk selanjutnya, diberikan penjelasan mengenai macam-macam jenis pembukuan olshop sederhana yang harus diketahui. Untuk beberapa jenis pembukuan olshop adalah:

1. Buku Pemesanan Produk

Jenis pembukuan olshop secara sederhana yang paling pertama adalah buku pemesanan pada sebuah produk. Untuk buku pemesanan produk kali ini mempunyai fungsi sebagai alat pencatat semua pemesanan atau orderan yang masuk.

Di dalam buku tersebut juga akan diberikan jumlah total berapa saja order atau pemesanan yang masuk. Setiap semua pemesanan yang sudah masuk pada olshop akan langsung diberikan keterangan pembayaran sudah lunas atau belum. Dengan melakukan kegiatan tersebut juga dapat mempermudah para pemilik olshop untuk melakukan rekapan bulanan. Pada saat membuat pembukuan olshop sederhana buatlah beberapa kolom.

Untuk beberapa kolom tersebut adalah nomor, nama pelanggan, nomor order produk, tanggal pemesanan, jumlah pemesanan produk, tanggal pembayaran produk, nomina pada produk dan juga resi pengiriman produk. Usahakan di setiap bulannya, anda melakukan penjumlahan pada setiap pesanan yang sudah masuk.

Pada saat anda melakukan hal tersebut, para pemilik olshop juga dapat mengetahui berapa besarnya omset yang masuk pada kurun waktu satu bulan. Selain itu, dengan kegiatan tersebut, juga dapat meminimalisir pengeluaran terhadap beberapa hal yang tidak penting.

2. Buku Pengeluaran Biaya

Jenis kedua di saat anda menerapkan contoh pembukuan olshop sederhana adalah buku pengeluaran biaya. Ketika para olshop membuat membuat buku pengeluaran, akan mendapatkan satu fungsi.

Untuk satu fungsi dari membuat buku pengeluaran biaya adalah sebagai alat atau catatan pada segala jenis pengeluaran yang terjadi di dalam kurun waktu satu bulan. Biasanya, untuk pengeluaran yang pasti dikeluarkan setiap satu bulan mulai dari gaji para karyawan, pembelian terhadap beberapa barang, membayar listrik dan masih ada kebutuhan yang lainnya.

Masih sama seperti jenis yang sebelumnya, pada saat membuat buku pengeluaran biaya dalam kurun waktu bulanan lebih baik siapkan beberapa kolom terlebih dahulu. Untuk beberapa kolom tersebut adalah nomor, nama para transaksi, tanggal transaksi, keterangan transaksi, jumlah transaksi yang sudah dikeluarkan.

3. Buku Stok Barang atau Produk

Jenis ketiga pembukuan olshop secara sederhana adalah buku stok barang atau produk. Di saat anda menggunakan jenis buku stok barang atau produk terdapat satu fungsi yang didapatkan.

Satu fungsi dari jenis kali ini adalah sebagai alat untuk mencatat semua stok barang yang dimiliki. Untuk stok yang dituliskan adalah mulai dari sisa, jumlah bahan baku utama yang masih tersedia dan masih banyak lainnya lagi.

Ketika jumlah pada buku stok mempunyai perbedaan dengan yang sesungguhnya, para pemilik olshop bisa melakukan pengecekan kembali. Bisa saja hal tersebut terjadi, karena ada kesalahan ketika melakukan pencatatan.

Selain itu, juga bisa saja terjadi kehilangan barang ketika disimpan di dalam rak atau gudang. Selisih stok barang ini akan memberikan pengaruh terhadap keuntungan yang diperoleh oleh para pemilik olshop. Untuk menghindari selisih atau kehilangan barang, Anda dapat menggunakan aplikasi stok barang untuk mengelola data persediaan barang secara cepat dan otomatis.

4. Laporan Laba Rugi Olshop Secara Bulanan

Jenis contoh pembukuan olshop sederhana adalah membuat laporan laba rugi dalam kurun waktu bulanan. Untuk para pengelola olshop sangat disarankan membuat laporan laba rugi setiap bulan. Artinya untuk laporan kali ini mempunyai sifat wajib.

Pada saat membuat laporan tersebut, anda bisa mengetahui apakah olshop yang sedang dikelola ini memberikan keuntungan ataupun tidak. Para pemilik olshop juga harus memberikan gaji pada dirinya sendiri dan tidak menggunakan uang masuk atau sebagai keuntungan.

Macam-Macam Contoh Pembukuan Olshop Sederhana

Setelah memahami mengenai macam-macam jenis pembukuan, maka akan dilanjutkan pembahasan dengan macam-macam contoh pembukuan olshop sederhana. Ketika membicarakan mengenai pembukuan olshop sederhana, ada banyak sekali contoh-contoh yang bisa dijadikan sebagai bahan referensi. Untuk beberapa contoh dari pembukuan olshop sederhana adalah:

1. Contoh Pembukuan Secara Sederhana Pada Olshop Sederhana Bagian Pemesanan Produk

Ada salah satu olshop yang menjual beberapa produk dan jenis pakaian anak-anak. Nama dari olshop tersebut adalah Bintang Anak. Pada saat melakukan penjualan beberapa produk pakaian, Bintang Anak menggunakan dua marketplace yaitu Bukalapak dan Tokopedia.

Setiap satu bulan Bintang Anak akan membuat laporan contoh pembukuan olshop sederhana pada jenis pemesanan produk. Untuk laporan pembukuan olshop secara sederhana periode 01/05/2020 sampai dengan 30/05/2020 pada marketplace Bukalapak adalah:

Nomor Bukti Orderan Produk Tanggal Order Produk Nama Pelanggan Mata Uang yang Digunakan Untuk Membeli Produk Sub Total Pada Produk Total Penjualan Produk
SS82732 03/05/2020 Ibu Tutik – Semarang IDR Rp.250.000,00 Rp.250.000,00
SS87232 20/05/2020 Ibu Salma – Jakarta IDR Rp.350.000,00 Rp.350.000,00
Sub Total Pada Marketplace Bukalapak IDR Rp. 600.000,00 Rp.600.000,00

Seperti yang sudah disebutkan diatas, bahwa untuk Bintang Anak ini tidak hanya menggunakan satu marketplace saja. Marketplace yang selanjutnya digunakan adalah Tokopedia. Masih sama seperti yang sebelumnya di Marketplace Tokopedia juga harus dilakukan pembukuan pemesanan produk.

Pembukuan produk pada marketplace Tokopedia ini juga dilakukan dengan kurun waktu satu bulan. Untuk laporan pembukuan olshop secara sederhana pada periode 01/05/2020 sampai dengan 30/05/2020 pada marketplace Tokopedia adalah:

Nomor Bukti Orderan Produk Tanggal Order Produk Nama Pelanggan Mata Uang yang Digunakan Untuk Membeli Produk Sub Total Pada Produk Total Penjualan Produk
SS9977 10/05/2020 Ibu Siti – Surabaya IDR Rp.200.000,00 Rp.200.000,00
SS9988 15/05/2020 Ibu Titik – Padang IDR Rp.250.000,00 Rp.250.000,00
Sub Total Pada Marketplace Tokopedia IDR Rp.450.000,00 Rp.450.000,00

Setelah melakukan pembukuan pada setiap marketplace yang digunakan oleh olshop Bintang Anak, maka bisa mengerti berapa jumlah pendapatan pada kurun waktu satu bulan. Pada marketplace Bukalapak untuk olshop Bintang Anak mempunyai subtotal dan kurun waktu satu bulan sebesar Rp.600.000,00.

Sedangkan untuk olshop Bintang Anak pada penjualan marketplace Tokopedia dalam kurun waktu satu bulan mendapatkan sub total Rp.450.000,00. Untuk jumlah dari contoh pembukuan olshop sederhana pada dua marketplace tersebut adalah Rp.1.050.000,00.

2. Contoh Pembukuan Secara Sederhana Pada Olshop Sederhana Bagian Pengeluaran

Setiap olshop tentu saja selalu mengeluarkan biaya untuk memenuhi beberapa kebutuhan. Sama halnya dengan olshop Bintang Anak, di setiap bulannya melakukan pengeluaran biaya. Untuk contoh pembukuan olshop sederhana bagian pengeluaran pada Bintang Anak dalam kurun waktu satu bulan adalah:

Nomor Tanggal Pengeluaran Nama Transaksi Pengeluaran Keterangan Jumlah Pengeluaran
1 4/05/2020 Melakukan pembayaran gaji karyawan Rp.3.000.000,00
2 6/05/2020 Membayar listrik dan air pam Rp.1.500.000,00
3 6/05/2020 Membayar telepon dan internet Rp.1.000.000,00
4 09/05/2020 Membeli model pakaian anak terbaru Rp.7.500.000,00
5 15/05/2020 Membeli pakaian dalam anak Rp.4.500.000,00
Total Biaya yang Dikeluarkan Oleh Bintang Anak Dalam Kurun Waktu Satu Bulan Rp.17.500.000,00

3. Contoh Pembukuan Olshop Sederhana Pada Bagian Stok Barang

Bintang Anak adalah salah satu olshop yang bergerak di penjualan beberapa pakaian anak-anak. Maka dari itu, ada banyak sekali produk-produk pakaian anak yang harus dibuatkan pembukuan stok barang. Untuk pembukuan olshop sederhana pada bagian stok barang adalah:

Item Produk dan Size Produk Warna Produk Harga Beli Harga Beli Kategori Produk Status dan Pembayaran Buyer
Pakaian Barbie (S) Merah Rp.50.000,00 Rp.55.000,00 Girl
Pakaian Barbie (M) Pink Rp.50.000,00 Rp.55.000,00 Girl Sold (Kiki) Cash
Setelan pakaian baju Spiderman (S) Merah Rp.40.000,00 Rp.50.000,00 Boy Sold (Wawan) Cash
Setelan pakaian LOL (M) Pink Rp.55.000,00 Rp. 65.000,00 Girl Sold (Dita) Cash
Pakaian Kaos Spiderman (L) Hitam Rp.40.000,00 Rp.45.000,00 Boy
Pakaian Kaos Superman (M) Merah Rp.40.000,00 Rp.45.000,00 Boy
Rok Polos Hitam Rp.40.000,00 Rp.45.000,00 Girl Sold (Gigi) Cash

4. Contoh Pembukuan Secara Sederhana Pada Olshop Sederhana Bagian Laporan Laba Rugi

Setelah menerapkan contoh pembukuan olshop sederhana, maka untuk yang paling akhir adalah laporan laba rugi. Untuk laporan laba rugi pada olshop Bintang Anak adalah:

Pendapatan Rp.20.000,00
Harga pokok Rp.12.000,00
Gros profit Rp.8.000,00
Gaji pemilik Rp.5.000,00
Biaya pemesanan Rp.1.000,00
Biaya lain-lain Rp.1.000,00
Keuntungan Bersih Rp.1.000,00

 

Saat ini untuk membuat pembukuan olshop tidak hanya bisa dilakukan secara manual saja. Akan tetapi, ada software akuntansi yang dapat digunakan oleh para pemilik olshop. Dengan adanya software akuntansi akan sangat membantu para pemilik olshop dalam mengelola keuangan secara sistematis mulai dari pembukuan, invoicing, hingga pembuatan laporan keuangan.

Nah, itu dia penjelasan mengenai contoh pembukuan olshop sederhana secara lengkap, jelas dan rinci. Besar harapan dengan penjelasan di atas bisa membantu para olshop yang ingin membuat pembukuan secara sederhana.

Karir
Karir

Kembangkan karir bersama Mekari

Mari berkembang dan menjadi bagian dari perubahan bersama talenta-talenta terbaik dari manca negara di Mekari.

Hubungi kami
Hubungi kami

Selalu siap membantu Anda

Bagi Anda yang membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi kami melalui kontak yang disediakan.

WhatsApp WhatsApp kami