Image Cara Menghitung Laporan Laba Rugi Perusahaan - Mekari
Blog

Cara Menghitung Laporan Laba Rugi Perusahaan

Untuk membuat laporan laba rugi, Anda wajib tahu cara menghitung laba rugi terlebih dahulu.

Selain mengetahui cara menghitung laba rugi perusahaan jasa dan cara menghitung laba rugi perusahaan dagang, Anda juga harus tahu tentang istilah apa itu laba bersih dan laba kotor.

Hal ini karena laba, rugi, laba bersih dan laba kotor memiliki istilah yang berbeda. Mengingat konsepnya yang berbeda, cara menghitungnya pun juga berbeda.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut tentang cara menghitung laba rugi, pengertian laba rugi, serta manfaatnya, simak ulasannya berikut ini.

cara menghitung laporan laba rugi

Pengertian Laba Rugi

Ada beberapa istilah yang perlu Anda ketahui, seperti laporan laba rugi, laba kotor dan laba bersih berikut ini.

1. Laporan Laba Rugi

Pertama, Anda harus tahu apa itu laporan laba rugi karena laporan laba rugi sangat penting untuk perkembangan usaha.

Laporan laba rugi merupakan laporan keuangan yang berfungsi untuk menunjukkan pengeluaran, pendapatan, serta laba rugi dari usaha Anda dalam periode tertentu.

Laporan inilah yang pertama kali dibuat dalam siklus akuntansi karena laba rugi harus dilaporkan kepada investor atau pemilik modal sebelum jenis laporan keuangan lainnya dibuat.

Selain itu, laporan laba rugi juga berfungsi untuk menghitung laba bersih dari sebuah perusahaan.

Caranya yaitu dengan mengurangi jumlah pengeluaran dengan jumlah pendapatan yang didapatkan.

2. Laba Kotor

Selain mengetahui apa itu laporan laba rugi, Anda juga harus tahu apa itu laba kotor (gross profit).

Pengertian laba kotor adalah jumlah penjualan bersih secara keseluruhan yang dikurangi dengan HPP atau Harga Pokok Penjualan.

Secara sederhana, laba kotor juga diartikan sebagai pendapatan yang tersisa setelah seluruh biaya produksi terhitung.

3. Laba Bersih

Agar Anda paham lebih baik tentang cara menghitung laba rugi, Anda juga harus paham tentang pengertian laba bersih.

Laba bersih diartikan sebagai penghasilan bersih atau total seluruh penghasilan yang setelah dikurangi dengan total biaya-biaya lainnya di luar HPP.

Perbedaan Laba Bersih dan Laba Kotor

Setelah mengetahui pengertian laba kotor dan laba bersih, Anda juga perlu tahu apa saja perbedaan dari dua istilah tersebut agar bisa mengetahui cara menghitung laba rugi dengan benar.

Dalam pembuatan laporan laba rugi, istilah laba kotor berfungsi untuk menunjukkan total pendapatan tersisa pada sebuah akhir periode akuntansi.

Selanjutnya, sisa pendapatan tersebut akan digunakan sebagai modal untuk menutup biaya operasional usaha, seperti biaya penjualan, admin, pemasaran, dan lain sebagainya.

Sedangkan, laba bersih berfungsi untuk mengurangi seluruh biaya operasional usaha dari laba kotor tersebut di akhir periode.

Tujuan Laporan Laba Rugi

Perlu Anda ketahui bahwa terdapat sejumlah jenis laporan keuangan perusahaan yang dibuat untuk tujuan yang berbeda-beda. Pembuatannya bisa dilakukan dengan cara manual menggunakan excel atau dengan software laporan keuangan perusahaan.

Nah, laporan keuangan internal perusahaan dibuat oleh pihak manajemen perusahaan agar bisa memeriksa dan mengevaluasi status operasi perusahaan selama satu tahun.

Pada umumnya, pihak manajemen perusahaan akan menyiapkan divisi yang terstruktur untuk menyusun pengeluaran dan pendapatan secara transparan.

Lantas, apa tujuan menghitung laba rugi di laporan keuangan tersebut?

Tujuan utama dari laporan laba rugi yaitu untuk mengkomunikasikan aktivitas bisnis dan profitabilitas perusahaan kepada pengguna akhir laporan laba rugi dan stakeholders.

Pengguna Laporan Laba Rugi

Nah, sebelum Anda tahu cara menghitung laba rugi, maka ketahui juga siapa orang atau pihak yang membutuhkan laporan laba rugi.

Secara umum, ada dua jenis pengguna laporan laba rugi yaitu pengguna internal serta pengguna eksternal.

1. Pengguna Internal

Pengguna internal adalah pihak-pihak seperti manajemen perusahaan serta dewan direksi perusahaan.

Pengguna internal ini menggunakan laporan laba rugi sebagai dasar untuk menganalisis bisnis serta membuat keputusan untuk strategi bisnis selanjutnya.

Sebagai contoh, laporan laba rugi bermanfaat untuk menentukan apakah harus membuat cabang baru atau tidak dengan melihat nomor kinerja.

2. Pengguna Eksternal

Pengguna eksternal adalah investor dan kreditur atau orang-orang lainnya di luar perusahaan yang tidak mempunyai informasi keuangan lainnya, kecuali laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan.

Komponen-Komponen Laporan Laba Rugi

Sebelum mengetahui cara menghitung laba rugi, Anda juga perlu tahu apa saja komponen dalam laporan laba rugi.

Hal ini bermanfaat untuk Anda, contoh menghitung laba rugi atau menyusun laporan laba rugi dengan baik dan benar. Nah, berikut ini komponen-komponen yang ada dalam laporan laba rugi.

1. Pendapatan

Komponen yang pertama yaitu pendapatan. Pendapatan adalah penambahan nilai aktiva yang membuat nilai modal bertambah.

Komponen pendapatan ini terdiri dari dua jenis, yakni pendapatan usaha serta pendapatan di luar usaha atau bunga.

2. Beban

Beban merupakan semua bentuk biaya yang perusahaan keluarkan untuk mendapatkan pendapatan, baik itu beban usaha ataupun beban di luar usaha.

3. Beban Penjualan

Beban penjualan adalah beban usaha yang berfungsi untuk kegiatan penjualan, seperti contoh untuk kegiatan pemasaran, gaji pegawai, dan lain sebagainya.

4. Biaya Umum dan Administrasi

Komponen yang terakhir dalam laporan laba rugi yaitu biaya umum dan administrasi.

Biaya umum dan administrasi adalah biaya-biaya yang tidak tertulis dalam beban penjualan. Contohnya yaitu biaya izin usaha dan biaya surat menyurat.

Cara Menghitung Laba Rugi

Nah, sekarang saatnya Anda tahu bagaimana cara menghitung laba rugi untuk sebuah usaha.

1. Cara Menghitung Laba Kotor

Pertama, Anda perlu tahu cara menghitung laba kotor. Caranya yaitu dengan mengurangi jumlah penjualan bersih dengan HPP (Harga Pokok Penjualan).

Apabila ditulis dalam sebuah formula rumus, maka Laba Kotor =Jumlah Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan.

Nah, mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana cara untuk mendapatkan nominal untuk penjualan bersih.

Untuk mendapatkan nilai penjualan bersih, Anda bisa mengurangi semua total penjualan dengan jumlah total biaya return penjualan, angkut, dan potongan penjualan.

Sedangkan, untuk mendapatkan nilai HPP Anda bisa menjumlahkan jumlah modal awal usaha dengan jumlah pembelian bersih.

Kemudian, Anda juga perlu mengurangi nilai tersebut dengan jumlah biaya persediaan akhir.

2. Cara Menghitung Laba Bersih

Cara menghitung laba rugi selanjutnya yaitu mengetahui cara menghitung laba bersih sederhana.

Cara untuk menghitung laba bersih yaitu dengan mengurangi jumlah laba kotor dengan semua beban usaha, termasuk biaya operasional dan biaya non-operasional.

Contoh biaya operasional yaitu seluruh biaya yang Anda gunakan untuk kegiatan administrasi, marketing, hingga penyusutan.

Sedangkan, biaya non-operasional adalah biaya seperti pajak dan bunga.

Dengan demikian, Anda bisa menghitung nilai laba bersih sebuah perusahaan dengan menggunakan rumus “Laba bersih = Beban Kotor – Beban Usaha”.

Rumus menghitung laba bersih akan berubah jika badan usaha Anda terkena PPh.

Lantas, bagaimana rumus untuk laba bersih yang terkena PPh? Rumus untuk laba bersih yang sudah terkena pajak penghasilan berubah menjadi “Laba bersih = Penghasilan/pendapatan sebelum pajak – Beban PPh”.

Nah, demikian ulasan lengkap tentang cara menghitung laba rugi serta pengetahuan lainnya yang perlu Anda ketahui tentang menghitung laba rugi untuk suatu bisnis.

Karir
Karir

Kembangkan karir bersama Mekari

Mari berkembang dan menjadi bagian dari perubahan bersama talenta-talenta terbaik dari manca negara di Mekari.

Hubungi kami
Hubungi kami

Selalu siap membantu Anda

Bagi Anda yang membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi kami melalui kontak yang disediakan.

WhatsApp Hubungi sales