Image Pengertian Biaya Operasional dan Komponen Pentingnya
Blog

Pengertian Biaya Operasional dan 4 Komponen Pentingnya

Biaya operasional adalah sejumlah biaya yang harus dikeluarkan supaya proses produksi atau kegiatan perusahaan dapat bergerak secara terus menerus.

Dengan demikian, tentu bisa kita katakan, bahwa semua perusahaan pasti akan mengeluarkan biaya ini.

Biaya operasional sendiri kerap disebut dengan biaya pengorbanan. Dan biasanya, ditulis dalam bentuk satuan uang.

Selain pengertian di atas, masih ada beberapa pengertian lainnya Mulai dari pengertian menurut Wikipedia hingga pakarnya.

biaya operasional

Pengertian Biaya Operasional

Pembahasan mengenai biaya operasional menjadi hal dasar dari manajemen operasional yang mesti Anda pahami. Terutama bagi Anda yang sudah berencana terjun ke dunia bisnis.

Berikut adalah beberapa pengertian yang mesti Anda pahami.

Menurut Wikipedia

Menurut Wikipedia, biaya operasional adalah biaya yang harus dikeluarkan secara berkelanjutan. Hal ini agar proses produksi berjalan lancar.

Biaya produksi sendiri akan sangat berkaitan dengan belanja modal pengembangan perusahaan. Ataupun penyedia komponen yang memang tidak dapat diproduksi.

Menurut Jusuf (2007)

Jusuf (2007) menyatakan, biaya operational adalah semua biaya yang sama sekali tidak terikat langsung dengan produk perusahaan. Tapi berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan setiap harinya.

Menurut Nafarin (2000)

Sementara itu. Nafarin berpendapat, bahwa biaya operasional adalah biaya utama sebuah perusahaan selain harga pokok penjualannya. Biaya usahanya meliputi biaya administrasi, penjualan, hingga biaya umum.

Selain mengenai pengertian tersebut, Anda juga akan bersinggungan dengan biaya non operasional. Di mana, keduanya mempunyai perbedaan yang cukup mencolok.

Biaya non operasional sendiri merupakan biaya untuk hal-hal yang sifatnya di luar kegiatan perusahaan, tapi tetap ditanggung perusahaan.

Meskipun sifatnya yang tidak berhubungan dengan kegiatan utama perusahaan, biaya non operasional tetap menjadi tanggungan wajib sebuah perusahaan.

Hal ini agar perusahaan tetap mempunyai support sistem terbaik dalam melakukan berbagai kegiatannya.

Adapun contoh dari biaya non operasional ini adalah biaya sumbangan, kerugian penjualan, administrasi bank, kerugian bencana alam, dan lain sebagainya.

Sederhananya, biaya yang termasuk ke dalam operasional adalah biaya yang berkaitan dengan kegiatan produksi, sementara biaya non operasional sebaliknya.

Perkara keduanya sebenarnya merupakan hal-hal sederhana bagi yang sudah terbiasa.

Namun, bagi akuntan yang awam, tentu gak kesulitan dalam menentukan keduanya.

Terlebih lagi, biaya antara perusahaan yang satu dengan yang lainnya sudah pasti sangat berbeda.

Karena biasanya, terdapat beberapa kasus. Misal, biaya A dimasukkan ke dalam biaya operational, sementara B dimasukkan ke dalam biaya non operasional. Maka, bisa saja ada pemberlakuan yang berbeda pada perusahaan lain.

Karena itulah, perusahaan-perusahaan yang besar kerap melakukan pemisahan dengan menggunakan teknologi aplikasi pembukuan. Sebagai akuntan yang baik, Anda harus menyelesaikan pencatatan keuangan sesuai kegiatan perusahaan

Hal ini agar pembiayaan yang keluar bisa diketahui dengan baik. Mana yang masuk ke dalam biaya operational, dan mana yang masuk ke dalam biaya non operasional.

Sehingga, mengkategori biaya menjadi hal yang sangat penting. Dengan demikian, bagian manajemen akan merasa lebih mudah ketika mengkoordinasikan arus masuk dengan keluar.

Selain itu, pengelompokan ini juga bisa dijadikan sebagai pedoman dalam mengambil strategi dan keputusan di masa yang akan datang.

Jenis Komponen Biaya

Mengetahui dan memahami komponen biaya menjadi hal yang sangat penting.
Supaya pengelompokan kedua biaya tersebut menjadi lebih mudah dan terarah.

Jika Anda masih bingung, simak komponen yang ada di keduanya berikut ini.

Biaya Operasional

Secara umum, komponennya terdiri dari biaya tetap, biaya variabel, bunga, dan penyusutan.

Sebagaimana yang telah disinggung di atas, bahwa biaya operational adalah komponen yang paling penting, dan memang harus mendapat perhatian khusus.

Rumus sederhananya, ketika biaya di sebuah perusahaan atau bisnis semakin kecil, maka keuntungannya juga akan semakin besar. Akan tetapi, perhitungan dan penggolongan biaya operational setiap perusahaan tentu akan sangat berbeda.

Dan tidak dapat disamaratakan. Sehingga, melakukan pembandingan antara biaya operational satu perusahaan dengan perusahaan lain bukanlah hal yang tepat.

Kecuali, perusahaan tersebut bergerak pada bidang yang sama. Berikut adalah beberapa komponen dalam biaya operasional.

1. Biaya Tetap

Biaya tetap merupakan biaya yang tidak berubah meskipun terdapat peningkatan penjualan dan juga produksi. Biayanya meski dikeluarkan, tanpa menilai kondisi perusahaan.

Misal, gaji karyawan, pemeliharaan mesin industri, sewa gudang, hingga biaya asuransi. Untuk komponen biaya operational satu ini tentu nyaris semua perusahaan sama.

2. Biaya Variabel

Sementara itu, biaya variabel adalah biaya yang sifatnya tergantung dengan kegiatan perusahaan. Biaya ini dapat meningkat apabila jumlah produksi juga meningkat. Pun sebaliknya.

Di mana, ketika produksinya menurun, maka biayanya juga akan menurun. Misal, ongkos kirim dengan bahan baku.

3. Biaya penyusutan

Biaya penyusutan ialah suatu nilai yang akan terus hilang atau berkurang setiap bulan. Hal ini karena penggunaan atau pemakaian. Adapun contoh yang paling sederhana adalah alat kantor dengan mesin produksi.

4. Biaya Bunga

Yang selanjutnya adalah biaya bunga. Biaya bunga yang harus dikeluarkan perusahaan dikarenakan adanya hutang yang harus dibayar rutin. Misal, saldo yang belum terbayar dan juga bunga kartu kredit.

Biaya Non Operasional

Jika dibandingkan dengan biaya operational, maka bisa kita katakan bahwa biaya non operasional ini tergolong kecil. Meskipun demikian, keberadaannya tetap tidak dapat disepelekan.

Karena ia tetap berpengaruh terhadap sebuah perusahaan. Misal, biaya transfer-transfer antar bank. Sehingga, setiap perusahaan tetap harus memperhatikan biaya non operasional. Lengkap dengan komponen-komponen di dalamnya.

Paling tidak, ada tiga komponen biaya non operasional. Yakni biaya sewa peminjaman barang ataupun harta, biaya bunga pinjaman, dan juga biaya kerugian atas penjualan harta.

1. Biaya Sewa Peminjaman Barang atau Harta

Biaya sewa peminjaman barang atau harta merupakan biaya yang harus dikeluarkan perusahaan kepada pihak yang lain sebagai jawa peminjaman. Baik yang bentuknya barang atau properti.

Kenapa masuk ke dalam biaya non operasional? Karena sifatnya yang tidak tetap. Dalam artian, perusahaan tidak harus mengeluarkan biayanya setiap waktu.

2. Biaya Bunga Pinjaman

Adapun komponen lain adalah biaya bunga pinjaman. Biaya bunga pinjaman adalah biaya yang mesti dibayarkan perusahaan kepada pihak lain, yakni kepada si penyedia jawa peminjaman dana.

Sama halnya dengan biaya sewa peminjaman barang atau harta. Di mana, biaya ini tidak harus dibayar secara rutin.

3. Biaya Kerugian atas Penjualan Harta

Komponen biaya non operasional yang terakhir adalah biaya kerugian atau penjualan harta Biaya kerugian ini merupakan biaya yang harus ditanggung perusahaan, dikarenakan penjualan harta atau yang lainnya.

Misal, perlengkapan kantor yang memang tidak bisa digunakan. Sehingga, ada yang namanya selisih biaya beli. Selisih inilah yang termasuk ke dalam biaya rugi.

Komponen ini juga berlaku dengan biaya lain yang memang berpotensi merugikan. Misal, kehilangan, bencana alam, kurs mata uang, dan lain sebagainya.

Penggunaan software akuntansi seharusnya akan mempercepat dan memudahkan proses pencatatan biaya-biaya yang ada di perusahaan.

Karir
Karir

Kembangkan karir bersama Mekari

Mari berkembang dan menjadi bagian dari perubahan bersama talenta-talenta terbaik dari manca negara di Mekari.

Hubungi kami
Hubungi kami

Selalu siap membantu Anda

Bagi Anda yang membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi kami melalui kontak yang disediakan.

WhatsApp Hubungi sales