Mekari Insight
- Dead stock adalah stok lama tidak terjual karena sudah tidak sesuai pasar atau tertinggal tren
- Penyebab utamanya kontrol stok tidak rapi, data gudang dan penjualan tidak sinkron
- Dampaknya merugikan bisnis, mulai dari modal tertahan hingga biaya gudang membengkak
- Dead stock bisa dicegah dengan pengelolaan stok berbasis data, seperti pantau umur stok, FIFO, dan restock terukur
- Sistem gudang terpusat membantu deteksi dan cegah dead stock lebih cepat, sebelum jadi beban bisnis
Dalam bisnis online, penjualan yang melambat sering kali bukan satu-satunya masalah. Gudang yang mulai penuh dan stok yang tidak bergerak justru menjadi sinyal bahwa pengelolaan inventory perlu dievaluasi. Di sinilah cara menghindari dead stock menjadi krusial, karena stok yang terlalu lama tersimpan akan langsung berdampak pada perputaran modal dan efisiensi operasional.
Pada banyak kasus, dead stock muncul bukan karena produknya tidak berkualitas, melainkan karena stok tidak terpantau secara terstruktur. Dengan sistem manajemen gudang Mekari Desty, bisnis dapat memonitor pergerakan stok secara lebih akurat sejak awal, sehingga potensi dead stock bisa diantisipasi sebelum mengganggu kinerja bisnis.
Apa itu Dead Stock dan Mengapa Bisa Terjadi?
Dead stock adalah persediaan barang yang tidak terjual dalam jangka waktu lama sehingga peluangnya untuk laku semakin kecil. Biasanya, produk ini sudah tidak relevan dengan kebutuhan pasar, tertinggal tren, melewati musim penjualan, atau kalah bersaing dari sisi harga.
Pada bisnis online dengan banyak produk dan varian, dead stock sering muncul karena pergerakan stok tidak terlihat secara jelas, yakni stok masih ada, tetapi tidak diketahui apakah masih bergerak atau sudah lama berhenti.
Baca Juga: Contoh Pembukuan Stok Barang Masuk dan Keluar & Cara Membuat
Penyebab Deadstock yang Sering Dialami Bisnis Online
Dead stock umumnya berawal dari kontrol stok yang kurang terpusat, seperti:
- Stok masuk dan keluar tidak tercatat konsisten
- Data gudang tidak sinkron dengan penjualan
- Sulit mengidentifikasi produk yang lama tidak terjual
- Restock dilakukan tanpa melihat data pergerakan
Akibatnya, bisnis baru menyadari masalah saat stok sudah menumpuk dan sulit diatasi.
Dampak Dead Stock jika Tidak Segera Ditangani
Deadstock bukan hanya soal gudang penuh. Dampaknya bisa langsung terasa pada operasional dan keuangan bisnis, seperti:
- Modal tertahan dan sulit diputar
- Biaya penyimpanan meningkat
- Proses gudang menjadi kurang efisien
- Bisnis terpaksa memberi diskon besar untuk menghabiskan stok
Jika kondisi ini dibiarkan, pertumbuhan bisnis akan melambat karena keputusan stok selalu bersifat reaktif.
Baca Juga: Mengenal Buku Stok Barang, Komponen, dan Cara Menyusun
Cara Menghindari Dead stock agar Stok Lebih Stabil
Menghindari dead stock membutuhkan pengelolaan stok yang terstruktur dan berbasis data, bukan sekadar mengandalkan perkiraan. Berikut ini cara menghindari deadstock agar persediaan barang terkendali:
1. Pantau Umur Stok secara Berkala
Mengetahui berapa lama barang tersimpan membantu bisnis mengambil tindakan lebih cepat. Tanpa sistem, pengecekan umur stok sering memakan waktu dan rawan terlewat.
Kalau stok mulai sering menumpuk dan sulit dipantau, mungkin sudah saatnya pakai sistem yang lebih rapi. Sistem manajemen gudang Mekari Desty membantu bisnis memantau pergerakan stok secara terpusat, sehingga potensi dead stock bisa diketahui lebih cepat sebelum jadi beban.
2. Gunakan Data Penjualan sebagai Dasar Restock
Keputusan restock sebaiknya mengacu pada data penjualan aktual. Saat data stok dan penjualan saling terhubung, jumlah pembelian bisa disesuaikan dengan kebutuhan pasar yang sebenarnya, bukan sekadar perkiraan.
3. Tentukan Batas Stok dan Waktu Restock
Menetapkan stok minimum dan titik restock membantu bisnis menjaga persediaan tetap aman tanpa berlebihan. Pendekatan ini mengurangi risiko overstock yang sering berujung dead stock.
4. Terapkan FIFO agar Stok Lama Tidak Terabaikan
Metode Fist In First Out (FIFO) memastikan barang yang masuk lebih dulu juga dijual lebih dulu. Dengan alur gudang yang rapi, stok lama tidak tertinggal dan kualitas persediaan tetap terjaga.
Dengan alur penyimpanan yang tertata melalui sistem gudang, penerapan FIFO menjadi lebih konsisten.
5. Kelola Stok Lama dengan Strategi Penjualan yang Tepat
Jika stok lama sudah terdeteksi, bisnis bisa segera mengambil langkah seperti:
- Menggabungkan produk lama dengan produk yang laris
- Memberikan potongan harga secara bertahap
- Mengikuti program promo atau flash sale
- Menjual ulang melalui channel penjualan lain
Strategi ini akan lebih efektif ketika data stok dan umur barang mudah diakses dalam satu sistem.
Memahami Perbedaan Overstock, Understock, dan Dead Stock
Masalah stok sering muncul karena ketidakseimbangan:
- Overstock: stok terlalu banyak dan berisiko menjadi dead stock
- Understock: stok terlaly sedikit sehingga peluang penjualan hilang
- Dead Stock: stok yang terlalu lama tidak bergerak akibat overstock yang tidak terkelola
Menjaga keseimbangan stok menjadi kunci agar bisnis tidak terjebak di salah satu kondisi ekstrem tersebut.
Baca Juga: Overstock vs Understock: Masalah Stok dalam Bisnis Online
Audit Stok Mingguan: Langkah Praktis Mencegah Dead Stock
Audit stok rutin membantu bisnis mendeteksi masalah sejak dini. Namun jika dilakukan manual, proses ini sering terasa berat.
Checklist audit stok mingguan di antaranya:
- Identifikasi SKU (Stock Keeping Unit) yang tidak terjual 7-14 hari terakhir
- Kelompokkan stok berdasarkan umur simpan
- Bandingkan stok dengan kecepatan penjualan
- Evaluasi harga, foto, dan deskripsi produk
- Tentukan aksi: diskon, bundling, promo, atau restock
Audit stok akan jauh lebih ringan kalau data sudah tercatat otomatis. Dengan sistem manajemen gudang dari Mekari Desty, Anda bisa memantau stok masuk-keluar tanpa harus cek manual satu per satu.
Contoh Template Audit Stok Mingguan
Inventory Aging & Aksi
| Produk | Stok | Umur Stok | Terjual/Minggu | Status | Aksi |
| Kaos Hitam M | 120 | 75 hari | 3 | Risiko | Diskon + Bundling |
| Hoodie Abu L | 60 | 110 hari | 1 | Dead Stock | Clearance |
| Botol Minum | 40 | 20 hari | 15 | Aman | Pertahankan |
Mengapa Sistem Manajemen Gudang Mekari Desty Relevan untuk Mengatasi Dead Stock?
Sebagai bagian dari ekosistem omnichannel dan fulfillment, Mekari Desty telah dilengkapi fitur Warehouse Management System (WMS) untuk membantu bisnis mengelola stok secara terpusat.
Secara praktis, sistem ini membantu bisnis untuk:
- Memantau stok masuk dan keluar secara real-time
- Mengetahui kondisi gudang dengan lebih akurat
- Mengidentifikasi stok lama lebih cepat
- Mengambil keputusan berbasis data, bukan insting
Pendekatan ini relevan, baik untuk UMKM yang sedang berkembang maupun bisnis skala besar dengan volume stok besar. Hal ini membantu mencegah dead stock sejak awal, bukan sekadar mengatasinya di akhir.
Kesimpulan
Dead stock merupakan tantangan umum dalam bisnis online, tetapi dapat diminimalkan dengan pengelolaan stok yang lebih rapi dan terukur. Mengandalkan insting saja tidak cukup ketika jumlah produk dan transaksi semakin banyak.
Menghindari dead stock bukan soal jualan lebih keras, tapi soal stok yang lebih terkontrol. Dengan dukungan sistem manajemen gudang Mekari Desty, bisnis bisa menjaga stok tetap sehat, modal terus berputar, dan operasional lebih efisien.