Mekari Insight
- Banking as a Service (BaaS) adalah model integrasi layanan perbankan melalui API agar bisnis non-bank dapat menyediakan produk keuangan tanpa membangun infrastruktur sendiri.
- BaaS memungkinkan perusahaan menerbitkan kartu fisik dan virtual untuk keperluan bisnis, serta membangun berbagai fitur keuangan lain seperti pembayaran vendor, pemberian gaji lebih awal, dan paylater untuk e-commerce.
- Mekari Officeless merupakan system integrator sekaligus BaaS provider berbasis low-code/no-code untuk menghubungkan infrastruktur perbankan dengan workflow bisnis melalui API dan otomasi end-to-end.
Bisnis fintech dan perusahaan non-perbankan lainnya seringkali menghadapi kesulitan ketika mencoba membangun platform transaksi dan keuangan sendiri.
Sebab, membangun platform keuangan dari nol memerlukan waktu panjang, biaya yang sangat tinggi, hingga kebutuhan regulasi yang rumit.
Membangun platform fintech dari awal memerlukan biaya 2-5 juta euro dan waktu 12-18 bulan, termasuk untuk memenuhi seluruh kebutuhan regulasi.
Untungnya, Banking as a Service (BaaS) hadir untuk menjawab permasalahan tersebut. Melalui BaaS, perusahaan finansial non-bank dapat mengakses seluruh infrastruktur perbankan, lengkap dengan lisensi serta kebutuhan compliance lainnya dengan mudah.
Artikel ini akan membahas apa itu Banking as a Service dan bagaimana sistem ini bekerja. Simak selengkapnya!
Apa itu Banking as a Service (BaaS)

Banking as a Service (BaaS) adalah sebuah solusi inovatif dari bank resmi untuk fintech atau perusahaan non-bank lainnya agar dapat mengakses seluruh layanan keuangan dan infrastruktur bank tradisional dengan mudah, tanpa harus membangun semuanya dari nol.
Sederhananya, BaaS berfungsi sebagai “jembatan” digital melalui API (Application Programming Interface) yang menghubungkan bisnis keuangan dengan sistem perbankan.
Dengan begitu, perusahaan bisa fokus pada pengembangan produk inti, sementara urusan regulasi, keamanan, dan operasional keuangan ditangani oleh penyedia BaaS.
Beberapa layanan keuangan yang dapat di-embed oleh perusahaan finansial non-perbankan antara lain:
- Rekening Tabungan dan Giro: Memungkinkan pengguna membuka rekening secara online dengan cepat, termasuk fitur multi-currency untuk bisnis internasional.
- Penerbitan Kartu Kredit: Perusahaan bisa menerbitkan kartu kredit virtual maupun fisik untuk pelanggan, baik untuk keperluan pribadi maupun bisnis.
- Pemberian Pinjaman: Termasuk pinjaman bisnis, pinjaman pribadi, hingga hipotek (KPR), yang bisa diajukan langsung melalui aplikasi perusahaan.
- Manajemen Kekayaan: Layanan untuk mengelola dana, termasuk penerimaan, penyimpanan, dan pengelolaan aset keuangan.
- Proteksi Overdraft: Fitur untuk melindungi akun dari pembayaran yang melebihi saldo/limit yang telah disepakati.
Integrasi layanan di atas dengan aplikasi milik perusahaan finansial non-bank, pelanggan dapat mengakses produk jasa keuangan secara langsung melalui satu platform.
Dengan begitu, pengalaman dan retensi pelanggan jadi lebih baik. Tak hanya itu, perusahaan finansial seperti fintech lebih mudah membuka pendapatan baru dengan menyediakan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan.
Baca Juga: Panduan Integrasi SaaS: Metode & Cara, Contoh, Rekomendasi
Cara Kerja Banking as a Service
Untuk menyediakan beragam financial services di atas, Banking as a Service dapat tersedia melalui beberapa mekanisme. Berikut beberapa mekanisme penyediaan BaaS yang paling umum.
1. Kemitraan dengan Bank
Umumnya, bisnis non-bank dapat bermitra langsung dengan bank berlisensi yang menyediakan platform BaaS mereka sendiri.
Akses ke core banking system dan infrastruktur perbankan ini berjalan melalui API bank yang memungkinkan integrasi aplikasi dengan berbagai financial services tanpa perantara tambahan.
2. Kemitraan dengan Penyedia BaaS Provider
Selain dengan bank berlisensi, banyak bisnis memilih bekerja sama dengan provider Banking as a Service dari pihak ketiga.
Penyedia ini bekerja sama dengan bank-bank terkemuka untuk menawarkan platform BaaS siap pakai kepada perusahaan fintech maupun perusahaan non-perbankan lainnya.
Vendor BaaS ini bertindak sebagai perantara yang menyediakan middleware, API, serta infrastruktur lengkap—termasuk lisensi, kepatuhan regulasi, dan fitur keamanan.
Dengan demikian perusahaan mitra bisa dengan mudah mengintegrasikan berbagai jenis financial services ke dalam produk mereka untuk digunakan pelanggan.
Model ini sangat fleksibel, dapat mengurangi kompleksitas teknis dan regulasi, serta mendukung integrasi cepat dan skalabilitas bisnis.
3. Integrasi API
Bisnis mengintegrasikan layanan keuangan secara native melalui API dan system integrator yang disediakan–baik oleh bank maupun vendor third-party–seperti payment API atau open banking API.
Jadi, API tersebut akan terintegrasi dengan aplikasi dan infrastruktur perusahaan yang sudah ada.
Dengan demikian, aplikasi dapat terhubung dengan layanan keuangan yang disediakan oleh infrastruktur BaaS dengan aman dan mudah.
4. Kustomisasi dan Konfigurasi yang Fleksibel
Dengan BaaS, perusahaan non-bank dapat menyediakan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis maupun pelanggan.
Misalnya, perusahaan spend management system dapat menerbitkan corporate card untuk kebutuhan bisnis serta antarmuka yang mudah digunakan.
5. Onboarding Pelanggan
Pelanggan dapat membuat akun, menautkannya dengan akun bank mereka yang sudah ada atau mengisi saldo langsung melalui produk finansial perusahaan tersebut, seperti dompet digital.
Tak hanya itu, penyedia BaaS juga akan menangani proses verifikasi KYC (Know Your Customer) untuk memenuhi regulasi anti-money laundering (AML).
Dengan demikian, pendaftaran pelanggan jadi lebih cepat, mudah, aman, dan patuh terhadap regulasi.
6. Regulatory & Compliance
Selain KYC, penyedia BaaS juga menangani aspek regulasi secara menyeluruh untuk memastikan bisnis beroperasi sesuai ketentuan hukum.
Ini mengurangi risiko pelanggaran regulasi seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) atau standar PCI DSS.
Baca Juga: RegTech: Teknologi Anti-Fraud & Compliance Otomatis
7. Pemrosesan Transaksi
Setelah pendaftaran akun dan penanganan aspek regulasi yang menyeluruh, maka pelanggan dapat bertransaksi menggunakan aplikasi yang disediakan perusahaan non-bank.
Setiap transaksi akan diproses melalui sistem BaaS dari penyedia melalui satu platform dengan langkah-langkah keamanan yang ketat.
Ini memastikan semua transfer dana atau pengelolaan rekening berjalan dengan aman dan sesuai standar kepatuhan.
Contoh Penggunaan Banking as a Service pada Perusahaan
Dengan mekanisme di atas, BaaS telah mengubah cara perusahaan non-perbankan menyematkan layanan keuangan langsung ke dalam produk mereka.
Untuk memahaminya dengan lebih jelas, berikut beberapa contoh nyata penggunaan BaaS yang menunjukkan fleksibilitas dan manfaatnya bagi berbagai industri.
Contoh Penggunaan Banking as a Service
BaaS memungkinkan perusahaan mengintegrasikan fitur keuangan secara seamless, meningkatkan pengalaman pengguna dan membuka peluang pendapatan baru. Beberapa contoh umum meliputi:
- Fitur Cicilan atau Pay Later dalam E-commerce
Platform belanja online kini dapat menyematkan opsi cicilan atau pay later melalui BaaS. Ini memungkinkan pelanggan membeli barang sekarang dan membayar secara bertahap tanpa bunga tinggi.
- Pembukaan Rekening Tabungan pada Aplikasi Fintech
Startup fintech menggunakan BaaS untuk menawarkan pembukaan rekening tabungan digital secara instan tanpa cabang fisik. Dengan begitu, pengguna bisa membuka akun, menyimpan dana, dan mengelola keuangan langsung melalui aplikasi.
- Layanan Transaksi dalam Aplikasi Ride-Hailing, E-commerce, atau Retail
Dengan BaaS, aplikasi ride-hailing menyematkan payout instan ke driver, cash-out earnings, atau pembayaran seamless ke merchant. Sementara itu di e-commerce dan retail, BaaS mendukung transfer dana cepat, pembayaran supplier, serta integrasi dompet digital untuk transaksi harian yang lebih lancar.
Baca Juga: 17 Platform Website Toko Online Terbaik untuk Bisnis
- Penerbitan kartu fisik dan virtual untuk refund instan, emergency cash disbursement, dan multi-currency wallet
Perusahaan bisa menerbitkan physical dan virtual card bagi karyawan internal untuk memberikan refund saat terjadi pembatalan penerbangan atau gangguan perjalanan, emergency disbursement saat terjadi kehilangan barang, maupun sebagai metode pembayaran dengan multi-currency yang disesuaikan dengan destinasi wisata.
- Penerbitan Corporate Card
Selain kartu pembayaran pribadi, BaaS juga dapat digunakan oleh penyedia spend management software untuk menerbitkan physical maupun virtual corporate card. Fasilitas ini dapat digunakan untuk petty cash, pembayaran subscription tools secara berkala, pembayaran iklan digital, dan pengeluaran mendadak lainnya maupun alokasi budget untuk tim dan project tertentu agar memudahkan laporan keuangan terpusat tanpa proses reimbursement yang berbelit.
- Pembayaran transaksi kepada vendor dan supplier
Selain corporate card, perusahaan spend management software juga dapat menyediakan fitur payment kepada pemasok barang dan jasa menggunakan BaaS.
Perusahaan bisa memberikan akses dana darurat atau pinjaman kecil langsung kepada karyawan atau merchant, meningkatkan loyalitas dan cash flow.
Berbagai penerapan contoh di atas menunjukkan bagaimana BaaS memberikan kemudahan untuk bisnis sehingga perusahaan bisa fokus pada core business/products sambil tetap menyediakan layanan keuangan terintegrasi yang aman dan patuh regulasi.
Contoh Perusahaan yang Menggunakan Banking as a Service
Semua contoh di atas bukanlah studi kasus teoretis semata, melainkan sudah diterapkan oleh berbagai perusahaan untuk mengintegrasikan layanan keuangan tanpa harus membangun infrastruktur perbankan sendiri.
Berikut beberapa contoh nyata dari perusahaan terkemuka yang berhasil memanfaatkan BaaS dalam layanannya:
- Uber
Uber bermitra dengan Barclays Bank dan Green Dot untuk mengubah aplikasinya menjadi pusat manajemen keuangan bagi para driver. Fitur yang disediakan termasuk pencairan penghasilan perjalanan secara instan, pinjaman untuk pembelian atau sewa kendaraan, serta cashback rewards di bisnis terkait otomotif. Ini memudahkan driver mengelola arus kas secara real-time.
- Apple
Apple bekerja sama dengan Goldman Sachs untuk meluncurkan Apple Card. Kartu kredit ini terintegrasi langsung dengan iPhone dan Apple Watch, menyediakan fitur budgeting, pembayaran tagihan, pencarian retailer, serta persetujuan pembayaran biometrik. BaaS memungkinkan Apple menawarkan pengalaman keuangan yang seamless di ekosistem perangkatnya.
- Chime
Sebagai neobank, Chime menggunakan BaaS melalui kemitraan dengan The Bancorp Bank dan Stride Bank. Layanan yang ditawarkan meliputi kartu debit prabayar, akses gaji lebih awal, serta rekening giro yang mendukung pembangunan kredit mudah. Ini menargetkan segmen pengguna yang kurang terlayani oleh bank tradisional.
- Mayfair
Mayfair meluncurkan rekening high-yield dengan fitur automated sweeps dan perlindungan FDIC yang ditingkatkan, bekerja sama dengan Treasury Prime (penyedia BaaS software) dan Third Coast Bank. Ini memenuhi kebutuhan bisnis modern dengan solusi keuangan yang lebih canggih dan aman.
Contoh-contoh ini menunjukkan bagaimana BaaS memungkinkan perusahaan non-perbankan menawarkan layanan keuangan inovatif untuk meningkatkan loyalitas pengguna dan menciptakan sumber pendapatan baru.
Keuntungan Menggunakan Banking as a Service untuk Bisnis
Perusahaan-perusahaan di atas menggunakan BaaS karena memberikan banyak keuntungan strategis bagi bisnis non-perbankan agar bisa menyematkan layanan keuangan dengan cepat, murah, dan efisien.
Berikut beberapa keuntungan utama yang bisa diperoleh bisnis jika menggunakan BaaS:
- Mengurangi Beban Regulasi dan Kepatuhan: Penyedia BaaS menangani KYC, AML, serta kepatuhan regulasi sehingga bisnis terhindar dari risiko pelanggaran hukum.
- Menghemat Biaya Secara Signifikan: Bisnis tidak perlu investasi besar untuk infrastruktur perbankan, lisensi, dan tim compliance.
- Mempercepat Time-to-Market: Fitur keuangan bisa diluncurkan dalam hitungan bulan melalui integrasi API yang siap pakai.
- Efisiensi Operasional yang Lebih Tinggi: Proses keuangan menjadi lebih otomatis, mengurangi kerja manual dan meningkatkan kecepatan transaksi.
- Skalabilitas yang Mudah dan Fleksibel: Platform BaaS menangani pertumbuhan pengguna atau transaksi tanpa tambahan investasi infrastruktur.
- Meningkatkan Pengalaman Pelanggan dan Retensi: Layanan keuangan terintegrasi membuat pengguna lebih puas dan loyal.
- Membuka Sumber Pendapatan Baru: Bisnis bisa mendapatkan fee transaksi, interchange, atau bunga dari produk keuangan yang disematkan.
Dengan keuntungan-keuntungan tersebut, BaaS menjadi solusi ideal untuk bisnis yang ingin tumbuh cepat di era digital sambil tetap fokus pada produk inti.
Bagaimana Mekari Officeless Membantu dalam Integrasi BaaS
Kesimpulannya, Banking as a Service (BaaS) menjadi kunci bagi perusahaan non-perbankan yang ingin mengintegrasikan layanan keuangan secara cepat, efisien, dan patuh regulasi melalui API tanpa membangun infrastruktur sendiri.
Jika Anda ingin menerapkan BaaS dalam bisnis Anda, salah satu penyedia BaaS terbaik yang dapat Anda gunakan adalah Mekari Officeless.
Mekari Officeless adalah BaaS provider berbasis low-code/no-code untuk membantu perusahaan mengintegrasikan infrastruktur perbankan melalui API dan mengotomatiskan proses keuangan sesuai kebutuhan bisnis.
Utamanya, Mekari Officeless berperan sebagai system integrator yang dapat membangun BaaS dengan berbagai kapabilitasnya, antara lain:
- Integrasi API yang Seamless: Menghubungkan sistem perbankan dengan aplikasi bisnis melalui OpenAPI.
- Pembangunan Workflow Custom: Otomatisasi proses seperti approval disbursement, rekonsiliasi bank, invoice-to-cash, payroll disbursement, hingga loan origination system (LOS) secara mudah dengan drag-and-drop builder.
- Koneksi dengan Existing System: Integrasi mudah dengan ERP yang sudah digunakan perusahaan (legacy), ekosistem Mekari (Mekari Jurnal, Mekari Qontak, Mekari Talenta), serta tools eksternal untuk menghindari data silo.
- Pendampingan Ahli End-to-End: Tim profesional Mekari Officeless membantu perusahaan menerapkan BaaS secara menyeluruh, mulai dari analisis kebutuhan, desain solusi, implementasi, pengujian keamanan (ISO 27001 compliant), hingga maintenance berkelanjutan.
- Pengembangan Cepat & Skalabel: Bangun aplikasi custom 5x lebih cepat, dengan dukungan analytics real-time dan skalabilitas cloud untuk pertumbuhan bisnis.
Jadikan Mekari Officeless sebagai mitra BaaS provider untuk transformasi digital finansial yang aman, cepat, dan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

