Mekari Insight
- Memahami cara menghadapi persaingan bisnis penting agar perusahaan dapat bertahan dan terus berkembang.
- Beberapa strateginya adalah dengan mengenali kompetitor, membangun keunggulan kompetitif, memberikan layanan pelanggan serta program loyalitas, dan menerapkan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi.
- Solusi digital seperti SaaS yang terintegrasi dapat membantu bisnis dalam menghadapi atau bahkan memenangkan persaingan dengan kompetitor.
Persaingan bisnis adalah kondisi saat dua pelaku usaha atau lebih saling berkompetisi untuk mencapai tujuan bisnis.
Umumnya, tujuan perusahaan untuk saling bersaing adalah untuk mendapatkan konsumen, memperbesar pangsa pasar, atau meraih keuntungan yang lebih banyak dari kompetitor.
Kompetitor yang terus berkembang menuntut perusahaan untuk lebih inovatif dan adaptif dalam menjalankan strategi bisnisnya.
Oleh karena itu, memahami cara menghadapi persaingan bisnis secara efektif menjadi kunci agar sebuah perusahaan dapat bertahan dan berkembang di pasar yang dinamis.
Melalui artikel ini, Anda akan mengenali beberapa strategi dan langkah praktis untuk menghadapi kompetitor.
Dengan pendekatan yang tepat, persaingan bisnis tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga peluang untuk menciptakan nilai tambah dan pertumbuhan usaha yang lebih optimal.
Mengenali kompetitor
Kompetitor adalah entitas bisnis lain yang menawarkan produk atau layanan yang serupa kepada target pasar yang sama dengan perusahaan Anda.
Mereka adalah komponen utama dalam menyusun strategi bersaing dalam bisnis.
Oleh karena itu, strategi pertama sebagai cara menghadapi persaingan bisnis adalah mengenali dan menganalisis kompetitor.
Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan yang dimiliki pesaing usaha, sehingga informasi tersebut digunakan untuk meningkatkan inisiatif dalam perusahaan.
Selain itu, Anda juga dapat memahami kondisi pasar, mengetahui peluang dan ancaman, memprediksi masa depan industri, serta mengukur pertumbuhan bisnis Anda. Bagaimana caranya?
- Identifikasi pesaing Anda. Ini bisa berupa pesaing langsung (yang menjual produk serupa kepada audiens serupa) atau pesaing tidak langsung (yang menjual produk berbeda kepada audiens serupa).
- Analisis produk dan layanan pesaing. Lihat apa yang ditawarkan pesaing Anda. Apa kekuatan dan kelemahan mereka?
- Pahami posisi pesaing di pasar. Bagaimana pesaing Anda memposisikan diri di pasar.
- Analisis strategi pemasaran. Lihat bagaimana pesaing Anda memasarkan produk atau layanan mereka.
- Evaluasi kinerja pesaing. Ini bisa berupa penjualan, kepuasan pelanggan, pangsa pasar, dll.
Beberapa contoh analisis yang dapat digunakan adalah PESTEL, yang merupakan kerangka yang digunakan oleh pemasar untuk menganalisis dan memantau faktor makro-ekonomi yang berdampak pada suatu organisasi.
Hasilnya digunakan untuk mengidentifikasi ancaman dan kelemahan yang kemudian digunakan dalam analisis SWOT.
Analisis SWOT sendiri merupakan alat perencanaan strategis yang digunakan untuk mengidentifikasi Kekuatan (Strengths), Kelemahan (Weaknesses), Peluang (Opportunities), dan Ancaman (Threats) terkait dengan persaingan bisnis atau perencanaan proyek.
Contoh analisis kompetitor menggunakan gabungan PESTEL dan SWOT adalah saat Anda menyadari bahwa kompetitor menawarkan produk atau layanan yang harganya lebih tinggi dari perusahaan Anda, dengan kualitas yang tidak jauh berbeda.
Dalam kondisi ekonomi yang fluktuatif, pasar akan cenderung mencari produk atau layanan dengan harga terendah, khususnya jika perbedaan kualitas tidak terlalu besar.
Oleh karena itu, temuan Anda tersebut termasuk dalam weakness bagi kompetitor yang terpengaruh oleh faktor ekonomi dalam analisis PESTEL.
Membangun keunggulan kompetitif
Keunggulan kompetitif adalah kemampuan perusahaan untuk memproduksi barang atau jasa dengan kualitas lebih baik atau harga lebih murah dibandingkan pesaingnya.
Komponen ini penting agar pelanggan lebih tertarik dengan produk Anda daripada penawaran dari kompetitor.
Keunggulan kompetitif membuat perusahaan bisa mendapatkan lebih banyak penjualan atau keuntungan lebih besar daripada pesaing.
Berikut adalah beberapa strategi membangun keunggulan kompetitif dalam persaingan bisnis:
- Diferensiasi & USP (Unique Selling Point). Buat produk atau layanan Anda menonjol dari pesaing sebagai unique selling point. Ini bisa dilakukan melalui kualitas superior, fitur unik, atau pelayanan yang baik.
- Inovasi. Ciptakan produk baru atau tingkatkan yang sudah ada, atau temukan cara baru untuk menjalankan bisnis. Bisa juga berinvestasi dalam teknologi baru.
- Fokus pada pelanggan. Kebutuhan pelanggan ditempatkan sebagai prioritas utama dan pastikan bahwa produk atau layanan Anda memenuhi kebutuhan mereka.
Baca Juga: 7 Strategi Bersaing dalam Bisnis dan Cara Menyusunnya
Salah satu contoh perusahaan yang telah berhasil membangun keunggulan kompetitif adalah Apple, yang terletak pada kemampuannya untuk berinovasi dan menciptakan produk unik berkualitas tinggi.
Reputasi merek yang kuat dengan basis pelanggan yang loyal juga berkontribusi pada keunggulan kompetitifnya.
Menghadapi persaingan tidak sehat
Dalam dunia bisnis, pelaku usaha tidak selalu menerapkan strategi bersaing yang sehat.
Persaingan tidak sehat adalah tindakan bisnis yang bertentangan dengan prinsip bersaing yang wajar di pasar dan merugikan pelaku usaha lain maupun konsumen.
Persaingan tidak sehat dalam bisnis bisa muncul dalam berbagai bentuk.
Beberapa yang paling umum adalah penetapan harga predator atau harga yang terlalu rendah, iklan palsu, penggunaan merek dagang yang mirip tanpa izin, hingga pencemaran nama baik.
Untuk menghadapi persaingan tidak sehat, perusahaan bisa mengambil langkah-langkah berikut:
- Memahami praktek tidak sehat. Langkah pertama adalah memahami apa yang dilakukan pesaing yang tidak adil. Lakukan penelitian pasar atau meminta saran hukum.
- Kembangkan strategi untuk melawan. Ambil berbagai tindakan, mulai dari meluncurkan kampanye pemasaran untuk melawan iklan palsu hingga mengambil tindakan hukum terhadap pelanggaran merek dagang.
- Jaga etika bisnis. Penting untuk menjaga standar etika bisnis yang tinggi dan mematuhi semua hukum dan peraturan yang relevan. Ini tidak hanya melindungi bisnis dari masalah hukum tetapi juga membantu menjaga reputasinya.
Baca Juga: Etika Komunikasi Bisnis: Prinsip, Manfaat, Tantangan dan Contoh
Kompetitor yang harus ditakuti adalah mereka yang tidak pernah memperdulikan Anda sama sekali, tetapi terus memperbaiki bisnis mereka sepanjang waktu.
Quote from Henry Ford, Founder Ford Motor Company
Menjaga etika bisnis dan mematuhi peraturan yang berlaku sangat penting dalam menghadapi persaingan tidak sehat.
Salah satu contoh bersaing secara sehat dan beretika adalah dengan tidak membuat iklan yang overclaim dalam menyampaikan fitur atau komponen produk.
Praktik bisnis yang etis ini membangun citra positif dan kepercayaan di antara konsumen bisnis Anda dan pemangku kepentingan lainnya.
Kepatuhan terhadap peraturan tidak hanya untuk menghindari sanksi, tetapi juga untuk menunjukkan penghormatan terhadap hukum, yang dapat meningkatkan reputasi perusahaan dan berkontribusi pada keunggulan kompetitifnya.
Strategi pemasaran yang efektif
Dalam menghadapi persaingan, strategi pemasaran yang tepat dapat menjadi langkah yang efektif. Ini dapat membantu bisnis ‘membedakan diri’, menargetkan audiens yang tepat, dan mengkomunikasikan nilai penawarannya secara efektif.
Strategi pemasaran yang tepat dapat membantu bisnis meraih pangsa pasar, meningkatkan penjualan, dan meningkatkan loyalitas pelanggan.
- Pahami target audiens. Pahami kebutuhan, preferensi, dan perilaku mereka untuk menyesuaikan produk, layanan, dan pesan pemasaran Anda.
- Bedakan penawaran. Temukan apa yang membuat produk atau layanan Anda unik dan komunikasikan hal itu kepada pelanggan. Misalnya fitur inovatif, layanan pelanggan yang baik, atau harga yang kompetitif.
- Manfaatkan berbagai channel. Gunakan berbagai saluran pemasaran seperti media sosial, email, SEO, hingga iklan tradisional untuk menjangkau audiens Anda.
- Pantau dan sesuaikan. Pantau upaya pemasaran Anda dan sesuaikan strategi berdasarkan hasilnya. Gunakan alat seperti Google Analytics untuk mengukur efektivitas kampanye Anda.
Contoh strategi pemasaran yang efektif dalam menghadapi persaingan bisnis bisa dilihat dari apa yang dilakukan oleh Wardah sebagai brand kosmetik dan kesehatan kulit.
Selama bertahun-tahun, Wardah memahami bahwa audiens mereka mayoritas adalah muslimah, sehingga mereka menekankan pesan ‘halal’ untuk menjangkau dan lebih dekat dengan konsumen.
Pesan tersebut juga sekaligus membedakan produk mereka dari produk-produk kosmetik dan kesehatan kulit yang lain.
Selain itu, Wardah juga memanfaatkan berbagai channel untuk menyampaikan pesan tersebut, mulai dari iklan televisi hingga sosial media.
Meningkatkan pelayanan pelanggan
Pelayanan pelanggan adalah dukungan dari perusahaan kepada pelanggan maupun calon pelanggan untuk memberikan pengalaman menggunakan produk yang baik kepada mereka.
Layanan pelanggan yang maksimal menunjukkan komitmen dan kepedulian bisnis terhadap para konsumen.
Ketika pelanggan menerima layanan yang baik, mereka lebih cenderung untuk berbisnis lagi dengan perusahaan tersebut dan merekomendasikannya kepada orang lain.
Karena itu, diperlukan strategi yang efektif untuk meningkatkan layanan pelanggan.
- Pelatihan karyawan. Investasikan pelatihan untuk karyawan Anda — memastikan mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan untuk memberikan layanan terbaik. Mulai dari pengetahuan produk, keterampilan komunikasi, keterampilan memecahkan masalah, dan empati.
- Program loyalitas pelanggan. Terapkan program loyalitas pelanggan untuk menghargai pelanggan setia Anda. Ini dapat mendorong pembelian berulang dan membantu membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan Anda.
- Penggunaan teknologi. Berbagai teknologi seperti CRM atau chatbot untuk membalas pesan instan, hingga alat analitik dapat membantu Anda mendapatkan insight tentang perilaku pelanggan.
Contoh perusahaan yang berhasil memiliki reputasi layanan pelanggan yang baik adalah Bank BCA.
Mereka bahkan berhasil meraih penghargaan Gallup Global Customer Engagement selama tiga tahun berturut-turut, atas dedikasinya menyediakan langganan unggulan kepada nasabah.
Jika ingin menerapkan pelayanan pelanggan yang optimal, Anda dapat memanfaatkan software CRM omnichannel seperti Mekari Qontak untuk menjangkau seluruh pelanggan dari berbagai kanal.
Selain menjangkau berbagai kanal, Mekari Qontak juga dilengkapi dengan Whatsapp API dan Whatsapp Call untuk membangun hubungan pelanggan yang lebih cepat dan personal.
Membangun loyalitas pelanggan
Strategi terakhir adalah membangun loyalitas pelanggan yang kuat. Bila mereka loyal, mereka bersedia untuk melakukan pembelian berulang, merekomendasikan produk ke orang lain, bahkan mungkin bisa lebih ‘memaafkan’ apabila ada kesalahan sesekali dari pihak perusahaan Anda.
Mereka juga bisa lebih menerima perubahan harga, sehingga lebih menguntungkan dalam jangka panjang. Berikut beberapa strategi untuk membangun loyalitas pelanggan:
- Program reward. Menerapkan program reward dapat mendorong pelanggan untuk tetap setia pada merek Anda. Program ini bisa menawarkan diskon, barang gratis, atau penawaran eksklusif kepada pelanggan yang sering berbelanja.
- Komunikasi konsisten. Komunikasi yang teratur dapat membantu membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan Anda. Ini bisa melalui newsletter, interaksi di media sosial, atau pesan yang dipersonalisasi.
- Pengalaman pelanggan yang positif. Memastikan setiap interaksi dengan bisnis Anda positif dapat membuat pelanggan ingin kembali. Bisa dengan memberikan layanan pelanggan yang baik, produk yang mudah digunakan, dan menyelesaikan masalah dengan cepat dan efektif.
Contoh perusahaan yang menerapkan strategi ini adalah Matahari Department Store yang menawarkan Matahari Rewards sebagai program loyalitas pelanggan.
Jika konsumen bergabung dengan program tersebut, mereka dapat memperoleh berbagai keuntungan, seperti diskon ataupun poin pembelian yang dapat ditukar dengan hadiah tertentu.
Meningkatkan efisiensi operasional dengan digitalisasi
Digitalisasi adalah proses di mana perusahaan mengoptimalkan seluruh aspek operasional dengan memanfaatkan teknologi yang mutakhir.
Upaya ini sangat penting agar bisnis dapat tetap relevan, teratur dalam satu sistem, serta memiliki proses operasional yang lebih efisien.
Efisiensi operasional ini penting untuk mengurangi biaya yang dapat berujung kepada pembangunan keunggulan kompetitif yang telah dibahas sebelumnya.
Dengan strategi ini, Anda juga bisa mempercepat alur kerja dan mengambil keputusan berbasis data, hal penting dalam strategi pemasaran.
Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan digitalisasi dalam persaingan bisnis:
- Mengadopsi teknologi untuk mengotomatisasi proses bisnis. Penggunaan enterprise resource planning (ERP) atau SaaS sebagai alternatifnya bisa membuat alur kerja menjadi lebih sederhana dan terintegrasi.
- Mengintegrasikan sistem informasi internal perusahaan. Dengan begitu, Anda dapat mempercepat arus komunikasi serta meminimalisir potensi kesalahan data antar departemen.
- Melatih karyawan agar mampu memanfaatkan teknologi dan mengoperasikan platform digital yang digunakan dalam proses kerja sehari-hari.
- Mengembangkan berbagai kanal digital. Website, aplikasi mobile, dan media sosial dapat membantu strategi pemasaran dan layanan pelanggan menjangkau audiens lebih luas.
Contoh penerapannya, sebuah perusahaan retail mengadopsi SaaS sebagai alternatif ERP untuk mengotomatisasi proses pengadaan stok dan pengelolaan inventaris yang terintegrasi langsung dengan sistem penjualan online.
Analisis data penjualan berjalan secara real-time melalui dashboard digital sehingga pemilik dapat menyesuaikan promo maupun stok dengan tren konsumen.
Kesimpulan
Di tengah lanskap bisnis yang dinamis saat ini, persaingan tidak dapat dihindari. Namun, daripada melihatnya sebagai ancaman, anggaplah sebagai peluang untuk mempertajam fokus bisnis, menyempurnakan strategi, dan memperkuat branding.
Dengan mengadopsi pendekatan strategis, terus berinovasi, dan memprioritaskan kepuasan pelanggan, Anda tidak hanya dapat menghadapi berbagai persaingan, namun juga bertahan sebagai nomor satu di pasar Anda.
Proses mencari cara menghadapi persaingan bisnis memang tidak mudah. Namun, dengan dukungan solusi digital dari Mekari, Anda tidak hanya dapat menghadapi persaingan, namun juga mengembangkan bisnis ke tingkat selanjutnya. Bergabunglah dengan Mekari dan temukan solusi digital yang tepat untuk masa depan bisnis Anda. Hubungi kami sekarang juga.