4 min read

RegTech: Teknologi Anti-Fraud & Compliance Otomatis

RegTech

Mekari Insight

  • Regulatory Technology menjadi kebutuhan strategis untuk membantu institusi finansial menghadapi kompleksitas regulasi dan risiko yang terus meningkat.
  • Dengan RegTech, proses otomasi compliance dapat berjalan efektif dengan adanya deteksi risiko lebih dini.
  • Mekari Officeless merupakan solusi custom software development yang dirancang untuk memudahkan proses implementasi RegTech sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Kini, compliance bukan hanya sekadar tanda tangan di akhir laporan. Kompleksitas regulasi berkembang jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan perusahaan untuk mengikuti secara manual. Sejak tahun 2017, Deloitte mencatat bahwa total denda akibat pelanggaran kepatuhan (compliance) telah melebihi angka 300 miliar dolar USD. Hal ini menunjukan besarnya risiko dari proses compliance yang tidak dikelola dengan baik.

Dalam jangka waktu 2008-2015, sekitar 492% peraturan regulasi juga mengalami pembaruan yang cukup pesat. Dinamika ini membuat compliance menjadi proses yang menyita banyak waktu dan sumber data perusahaan. 

Bahkan, sekitar 10-15% tenaga kerja dialokasikan secara khusus untuk mengelola manajemen risiko dan kepatuhan. Beberapa masalah inilah yang kemudian mendorong lahirnya Regulatory Technology sebagai pendekatan baru untuk meningkatkan efektivitas compliance, monitoring, dan reporting.

Apa itu regulatory technology?

Regulatory Technology atau RegTech merupakan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan proses kepatuhan terhadap regulasi khususnya di sektor keuangan. RegTech membantu perusahaan untuk mengidentifikasi semua aktivitas mencurigakan seperti penipuan, pencurian uang, mendeteksi masalah dan anomali dengan memantau transaksi secara real-time.

Dalam penggunaannya, teknologi ini memanfaatkan AI, big data dan cloud computing untuk untuk memudahkan proses kepatuhan terhadap regulasi keuangan dan akuntansi. Dukungan AI dan machine learning memungkinkan sistem untuk belajar dari pola lama, sehingga kemampuan deteksi risiko dan pelanggaran akan semakin akurat dari waktu ke waktu. 

RegTech dapat menyederhanakan pekerjaan manual dengan risiko kesalahan yang tinggi, seperti pelaporan pajak, audit internal, hingga pemantauan transaksi. Dengan menerapkan RegTech, perusahaan dapat memantau perubahan regulasi, memastikan semua laporan keuangan tetap sesuai standar terbaru, hingga mendeteksi transaksi yang melanggar aturan seperti Anti-Money Laundering (AML). 

Baca Juga: Sustainability Report: Framework, Contoh, Cara Penyusunan

Latar belakang munculnya regtech

Kemunculan RegTech berhubungan dengan krisis keuangan global pada tahun 2008. Saat krisis tersebut terjadi, regulasi diperketat, pengawasan ditingkatkan dan lembaga keuangan dipaksa untuk bekerja lebih transparan. 

Di saat yang sama, teknologi seperti AI, machine learning dan cloud computing tersedia secara luas dengan biaya yang lebih rendah. Hal ini membuka peluang baru bagi penyedia RegTech untuk mengembangkan solusi bagi lembaga keuangan yang perlu mematuhi peraturan pasca krisis keuangan.

Lalu, pada tahun 2016, istilah RegTech mulai umum digunakan di konferensi industri, hingga pada tahun 2017, Asosiasi RegTech resmi didirikan. Teknologi yang sebelumnya dianggap eksperimental di bidang risiko dan kepatuhan, kini telah berkembang menjadi teknologi yang wajib digunakan bagi lembaga keuangan. 

4 Kategori isu utama yang bisa dicegah dengan regulatory technology

1. Manajemen Risiko Keuangan & Manajemen Modal

RegTech membantu lembaga keuangan untuk mengelola Asset and Liability Management (ALM), menyeimbangkan aset dan liabilitas sekaligus mengendalikan risiko pendanaan. Dengan dukungan rencana pendanaan yang dinamis membuat bank lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi kondisi pasar yang tidak stabil.

2. Government, Risk, and Compliance (GRC)

Setiap bank multinasional perlu mematuhi regulasi di setiap wilayah. RegTech dapat memetakan regulasi berdasarkan yurisdiksi, otoritas penerbit dan bahasa sehingga proses screening, analisis dan interpretasi regulasi menjadi lebih sederhana.

3. Cyber & IT Security

Perusahaan dituntut untuk terus meningkatkan keamanan IT sehubungan diberlakukannya regulasi Network and Information Security Directive 2 (NIS2) di wilayah Eropa. RegTech dapat membantu mengidentifikasi kesenjangan antara regulasi baru dan kondisi operasional sehingga perusahaan dapat melakukan penyesuaian dengan mudah.

4. Deteksi Financial Crime

Regulasi Anti-Money Laundering (AML) mewajibkan adanya pemantauan untuk seluruh transaksi. Dengan mengadopsi AI, RegTech mampu mendeteksi risiko kejahatan finansial sekaligus mengurangi kesalahan yang dapat membebani tim compliance. 

Baca Juga: Business Continuity Management: Panduan Lengkap & Strategi

Manfaat dan pentingnya regtech untuk industri finansial

RegTech memegang peranan penting dalam menghadapi kompleksitas regulasi yang terus berubah. Berikut manfaat dan pentingnya RegTech dalam industri finansial:

  • Kepatuhan regulasi: RegTech membantu lembaga keuangan untuk dapat memantau perubahan regulasi terbaru yang berlaku, dan memastikan sistem serta teknologi yang digunakan sesuai dengan standar kepatuhan terkini. 
  • Otomasi proses compliance: RegTech memegang peranan penting dalam mengotomatiskan Know Your Customer (KYC) agar risiko kesalahan manusia dapat berkurang dan memungkinkan karyawan untuk fokus pada tugas yang lebih strategis. 
  • Pengalaman pelanggan: RegTech dapat menyederhanakan proses onboarding dengan mengintegrasikan data dari berbagai sumber, menghindari verifikasi berulang dan memastikan Customer Due Diligence tetap dilakukan secara tepat.
  • Transparansi dan visibilitas yang ketat: RegTech dapat memantau audit transaksi secara real-time dengan pelaporan yang terpusat sehingga lembaga keuangan dapat memperoleh insight yang lebih cepat. 
  • Regulasi dan manajemen kepatuhan: RegTech mampu mengidentifikasi dan melacak pembaruan regulasi secara real-time dan menilai dampaknya terhadap operasional bisnis. 
Baca Juga: Risk Appetite: Cara Susun Framework Batas Risiko Perusahaan

Contoh implementasi regulatory technology

Regulatory technology diterapkan dalam berbagai proses penting dalam industri finansial. Berikut beberapa contoh implementasi RegTech yang umum digunakan oleh perusahaan global:

  • Verifikasi KYC dan KYB: Memverifikasi identitas individu (KYC) maupun bisnis (KYB) terutama pada tahap pendaftaran. Proses ini mencakup pengumpulan, validasi dan penyimpanan data identitas secara otomatis. 
  • Pemantauan transaksi: Mendeteksi aktivitas mencurigakan pada saat volume transaksi sedang tinggi, lalu pola transaksi tersebut akan dianalisis dengan menandai anomali yang berisiko melanggar regulasi. 
  • Pelaporan regulasi: Mengotomatiskan proses pelaporan regulasi agar lembaga keuangan dapat memenuhi tenggat waktu dengan lebih akurat dan mengurangi risiko human error.
  • Pemetaan Ultimate Beneficial Owner (UBO): Mengidentifikasi pemilik manfaat utama (UBO) melalui pemetaan struktur kepemilikan, untuk mendukung proses KYC dan pencegahan kejahatan finansial.
  • Perlindungan data: Memastikan kepatuhan terhadap regulasi perlindungan dan pengelolaan data pribadi seperti General Data Protection Regulation (GDPR) dan Personal Data Protection Act (PDPA), serta mengawasi pengelolaan data agar tetap sesuai dengan standar regulasi.

Peran mekari officeless dalam implementasi regulatory technology

Sebagai penyedia custom software development, Mekari Officeless merupakan solusi implementasi regulatory technology untuk membantu perusahaan memenuhi kepatuhan sekaligus mengoptimalkan proses operasional. Proses implementasinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, dengan berbagai kapabilitas seperti:

  • Proses otomasi compliance dengan digitalisasi workflow, approval berjenjang, dan audit trail lengkap untuk setiap aktivitas karyawan
  • Monitoring aktivitas operasional secara real-time, deteksi anomali, dan alert otomatis untuk mencegah risiko fraud internal
  • Penguatan pengendalian internal melalui segregation of duties, role-based access control, dan tracking aktivitas karyawan di posisi sensitif.
  • Keamanan data tingkat enterprise dengan enkripsi, multi-factor authentication, dan kepatuhan terhadap standar ISO 27001.
  • Pelaporan otomatis untuk keperluan audit internal, eksternal, dan regulatory examination oleh OJK atau regulator lainnya.
  • Dokumentasi digital yang aman dan terstruktur untuk fit and proper test, training compliance, sertifikasi, dan background verification.
  • Integrasi seamless dengan ekosistem RegTech lainnya seperti core banking system, AML solutions, dan platform Governance, Risk, and Compliance (GRC).

Mekari Officeless siap menjadi partner strategis dalam perjalanan transformasi compliance perusahaan Anda. Temukan solusi yang tepat dengan konsultasikan kebutuhan Anda dengan Mekari Officeless!

Referensi

Mckinsey. “What is RegTech?”

Investopedia. “What is RegTech? Definition, Uses, and Leading Companies Explained”

Topik:
Banner by Mekari
Keluar

WhatsApp WhatsApp kami