6 min read

Perbedaan Low Code & RPA: Mana yang Anda Butuhkan?

mekari officeless low code vs rpa featured image

Mekari Insight

  • RPA efektif untuk mengotomatiskan tugas administratif yang berulang dan berbasis aturan, sementara low code lebih cocok untuk membangun aplikasi dan otomasi proses end-to-end yang lebih kompleks.
  • Low code memberikan fleksibilitas dan skalabilitas jangka panjang. Ketika proses bisnis berkembang, low code memungkinkan sistem diperluas dan disesuaikan tanpa harus membangun ulang dari nol atau bergantung penuh pada developer.
  • Mekari Officeless menghadirkan app builder low code–no code untuk kebutuhan enterprise. Melalui Mekari Officeless Studio, perusahaan dapat mengembangkan aplikasi bisnis, otomasi workflow lintas divisi, dan analitik secara lebih cepat, terstruktur, dan scalable.

Saat membahas otomasi proses bisnis, dua pendekatan yang paling sering dibandingkan adalah Robotic Process Automation (RPA) dan low code. Keduanya sama-sama digunakan untuk mempercepat kerja dan mengurangi proses manual, tetapi cara kerja dan cakupan yang ditangani berbeda. 

Artikel ini membahas perbedaan RPA dan low code secara ringkas dan praktis, kapan masing-masing digunakan, apa batasannya, dan bagaimana keduanya bisa saling melengkapi sesuai kebutuhan otomasi perusahaan.

Apa itu Robotic Process Automation (RPA) software

robotic process automation

Robotic Process Automation (RPA) adalah teknologi yang digunakan untuk mengotomatiskan tugas-tugas bisnis yang berulang dan bersifat administratif, yang sebelumnya harus dikerjakan secara manual oleh manusia.

Tujuan utama RPA bukan menggantikan manusia, melainkan mengambil alih pekerjaan rutin agar tim bisa fokus ke aktivitas yang lebih strategis dan bernilai tinggi.

Cara kerja RPA

RPA bekerja dengan bantuan software bot (virtual bots) yang meniru cara kerja pengguna manusia di sistem digital. Ada dua tipe: 

  • Rule-based bots: Bot mengikuti langkah-langkah dan aturan yang sudah ditentukan sejak awal, misalnya “jika data A muncul, lakukan aksi B”.
  • Intelligent bots: Bot memanfaatkan AI untuk belajar dari pola kerja pengguna, sehingga bisa menangani proses yang sedikit lebih kompleks.

Dalam praktiknya, bot RPA meniru aktivitas pengguna, seperti klik mouse, input data, dan navigasi antar sistem. Setelah dikonfigurasi, bot dapat menjalankan proses tersebut secara otomatis tanpa intervensi manusia.

RPA biasanya digunakan untuk tugas-tugas seperti:

  • Mengambil dan membaca data dari website atau sistem internal
  • Mengekstrak data dari email, PDF, atau dokumen lain
  • Migrasi data, file, atau folder
  • Memindahkan informasi antar aplikasi yang tidak terintegrasi
  • Mengisi formulir secara otomatis
  • Copy-paste data lintas sistem

Untuk proses yang lebih kompleks dan tidak sekadar repetitif, RPA saja biasanya tidak cukup.

Apa saja manfaat RPA?

RPA sangat efektif untuk mengotomatiskan satu bagian spesifik dari suatu proses, dan bot-nya bisa direplikasi ke banyak unit kerja sekaligus.

Beberapa manfaat utama RPA antara lain:

  • Mengurangi beban kerja administratif yang repetitif
  • Implementasi relatif cepat untuk proses sederhana
  • Dapat dijalankan 24/7 tanpa henti
  • Meminimalkan human error
  • Membebaskan waktu karyawan untuk fokus ke inisiatif strategis

Banyak tools RPA juga dirancang agar bisa digunakan oleh non-developer, sehingga tidak selalu membutuhkan tim IT besar untuk mulai menggunakannya.

Apa itu low code

low code

Low code adalah pendekatan pengembangan software yang mengandalkan visual dan konfigurasi, bukan penulisan kode secara manual dari nol. 

Berbeda dengan RPA yang fokus pada mengotomatiskan tugas di sistem yang sudah ada, low code memungkinkan perusahaan merancang ulang proses bisnis secara end-to-end, lalu mengimplementasikannya dengan teknologi yang lebih modern.

Keunggulan utama low code adalah fleksibilitasnya. Aplikasi dapat dengan mudah disesuaikan ketika kebutuhan bisnis berubah, tanpa harus membangun ulang dari awal.

Faktanya, berdasarkan data dari Gartner, 70% aplikasi bisnis terbaru akan menggunakan teknologi low code no code pada tahun 2025.

Baca Juga: Low Code No Code Platform: Definisi, Manfaat, Penggunaan

Cara kerja low code

Platform low code biasanya menyediakan lingkungan pengembangan visual, seperti:

  • Drag-and-drop komponen
  • Flowchart proses
  • Interface intuitif yang mudah dipahami

Dengan pendekatan ini, pengguna cukup “menyusun” alur aplikasi seperti menggambar diagram proses, sementara sistem akan menerjemahkannya menjadi aplikasi yang bisa dijalankan.

Low code memungkinkan kolaborasi antara:

  • Tim teknis (developer, IT)
  • Tim non-teknis (operasional, finance, HR)

Keduanya bisa bekerja bersama dalam satu platform untuk membangun dan menyempurnakan proses digital.

Manfaat low code

Beberapa manfaat utama low code antara lain:

  • Pengembangan aplikasi jauh lebih cepat dibanding cara konvensional
  • Mudah diadaptasi saat proses bisnis berubah
  • Mengurangi ketergantungan pada developer spesialis
  • Cocok untuk otomasi proses kompleks dan lintas departemen
  • Mendukung skalabilitas aplikasi enterprise
Baca Juga: Cara Mempercepat Agile Software Development dengan Low Code

Perbedaan utama RPA dan low code

rpa vs low code

Low code adalah cara membangun aplikasi dan otomasi proses dengan visual abstraction, bukan coding manual. Pengguna menyusun alur proses dan logika bisnis, lalu platform yang menangani implementasi teknisnya.

Pendekatan ini membuat pembuatan aplikasi:

  • Lebih aksesibel oleh semua pihak
  • Lebih intuitif
  • Lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan bisnis

Low code sangat cocok untuk membangun aplikasi enterprise, workflow kompleks, dan otomasi proses end-to-end.

Sementara itu, RPA adalah teknologi otomasi yang menggunakan bot virtual untuk menjalankan tugas-tugas berulang berdasarkan aturan tertentu.

Bot RPA meniru cara manusia menggunakan aplikasi, seperti:

  • Memindahkan file
  • Copy-paste data
  • Mengisi formulir
  • Menjalankan proses rutin berbasis kondisi “jika–maka”

RPA banyak digunakan di industri yang memiliki proses administratif berulang, seperti perbankan, asuransi, utilitas, dan telekomunikasi.

Low CodeRPA
Mempercepat dan mengoptimalkan pengembangan aplikasiMengotomatiskan proses manual yang repetitif
Menggunakan logika bisnis dan struktur aplikasiMengandalkan input terstruktur dan aturan tertentu
Mendukung cloud dan integrasi untuk skalabilitasMembutuhkan analisis proses yang matang sebelum otomasi
Memungkinkan user bisnis membangun aplikasi lengkapMeniru tindakan manusia dengan cepat dan konsisten
Mendorong produktivitas dan inovasi solusiCocok untuk sistem legacy dan proses lama

Hubungan RPA, low code, dan AI

RPA dan AI sama-sama termasuk teknologi otomasi yang canggih, tetapi secara tradisional membutuhkan keahlian teknis tinggi, seperti data engineering, machine learning, dan integrasi sistem.

Low code mengisi celah itu. Dengan platform low code:

  • Perusahaan tidak harus bergantung pada developer AI yang sangat spesialis
  • Tim tetap bisa membangun bot RPA dan automasi berbasis AI
  • Kustomisasi tetap dimungkinkan jika dibutuhkan

Low code menyeimbangkan kemudahan penggunaan dan fleksibilitas teknis, sehingga otomatisasi berbasis RPA dan AI menjadi lebih realistis untuk diadopsi oleh banyak organisasi.

Baca Juga: Mengenal Pemrograman Visual beserta Contoh Aplikasi Low Code

Kapan perusahaan menggunakan RPA dan low code

Keduanya bukan solusi yang saling menggantikan, tapi punya peran berbeda dalam spektrum otomasi proses bisnis.

RPA sangat efektif untuk otomasi cepat di level tugas. Tapi begitu perusahaan mulai masuk ke otomasi lintas proses, lintas sistem, dan lintas unit, kapabilitas RPA saja biasanya tidak cukup. Pada titik ini, low code baru terasa value-nya. 

Fungsi low code paling terasa ketika digunakan secara konsisten di banyak use case, bukan hanya satu proyek otomasi.

Kapan menggunakan RPA?

RPA paling cocok digunakan ketika perusahaan ingin quick wins tanpa perubahan besar pada sistem yang sudah ada.

Gunakan RPA jika kebutuhan Anda:

  • Mengotomatiskan tugas sederhana, berulang, dan berbasis aturan
  • Menangani proses administratif rutin (input data, validasi, rekonsiliasi)
  • Bekerja di atas sistem legacy yang sulit diubah atau diintegrasikan
  • Membutuhkan otomasi cepat tanpa pengembangan aplikasi baru

Singkatnya, RPA ideal untuk task-level automation yang stabil dan tidak banyak berubah.

Kapan menggunakan low code?

Low code lebih tepat ketika otomasi mulai menyentuh alur bisnis yang lebih luas dan dinamis.

Gunakan low code jika perusahaan ingin:

  • Mengotomatiskan proses end-to-end, bukan hanya satu tugas
  • Membangun aplikasi internal baru untuk mendukung operasional
  • Mengembangkan atau memperluas aplikasi yang sudah ada
  • Mengintegrasikan banyak sistem, termasuk legacy dan third-party
  • Menyediakan platform yang bisa dipakai lintas departemen

Low code unggul saat perusahaan butuh fleksibilitas, skalabilitas, dan kontrol jangka panjang.

Baca Juga: Panduan Metode RAD: Tahapan & Solusinya dengan Low Code

Rekomendasi sistem app builder berbasis low code untuk perusahaan

Otomasi bukan lagi sekadar eksperimen. Data dari McKinsey mengungkapkan bahwa 57% perusahaan saat ini sudah setidaknya melakukan otomasi proses di satu atau lebih unit bisnis. Artinya, kebutuhan akan platform yang fleksibel dan scalable sudah menjadi prioritas.

Untuk perusahaan yang ingin mengembangkan sistem internal secara cepat, terstruktur, dan tetap scalable, platform app builder berbasis low code menjadi pilihan yang paling relevan.

Mekari Officeless direkomendasikan sebagai platform yang mendukung pengembangan solusi inovatif yang terukur dan berkelanjutan, dengan: 

  • Mendemokratisasi pembuatan aplikasi bisnis tanpa ketergantungan penuh pada developer
  • Memungkinkan otomasi workflow lintas divisi secara end-to-end
  • Menyediakan kapabilitas analitik untuk pengambilan keputusan berbasis data

Melalui Mekari Officeless Studio, perusahaan mendapatkan engine app builder low code–no code yang dirancang untuk kebutuhan enterprise, dengan keunggulan:

  • Pengembangan aplikasi dan workflow lebih cepat melalui konfigurasi visual
  • Sistem dapat dikembangkan secara bertahap tanpa perlu merombak arsitektur
  • Mudah disesuaikan saat kebutuhan bisnis berubah
  • Lebih siap diskalakan seiring pertumbuhan organisasi

Pendekatan ini memungkinkan perusahaan membangun sistem yang adaptif, maintainable, dan future-ready, tanpa mengorbankan kontrol dan fleksibilitas teknis.

Yuk, pelajari lebih lanjut tentang platform app builder Mekari Officeless.

Referensi

Appian. ‘’RPA vs. Low-Code – The Differences & Similarities’’
Gartner. ”Gartner Says Cloud Will Be the Centerpiece of New Digital Experiences”
Kissflow. ‘’Low-Code vs. RPA: Which One is Right for Your Business?’’
Mendix. ‘’Robotic Process Automation (RPA) & Low Code: Business Benefits, Use Cases & Orchestration Trends’’
McKinsey. ”The automation imperative”

Topik:
Banner by Mekari
Keluar

WhatsApp WhatsApp kami