Home / Blog / Business & Economy

Ketahui Apa Saja Metode Penilaian Persediaan Beserta Perbedaannya

metode persediaan barang
Daftar isi
Mode

Salah satu cara untuk menghitung nilai total persediaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan pada periode tertentu adalah dengan menggunakan metode penilaian persediaan.

Penghitungan nilai persediaan berdasarkan total biaya yang dikeluarkan untuk membeli persediaan dan menyiapkannya untuk dijual di pasar.

Pemilihan metode ini sangat penting dalam akuntansi di mana penilaian setiap item berperan dalam menghitung Harga Pokok Penjualan.

Penggunaan metode penilaian persediaan yang tepat juga akan berdampak langsung terhadap data dalam laporan laba rugi dan laporan neraca.

Oleh karena itu, artikel ini akan menjelaskan apa saja macam-macam metode penilaian inventaris beserta perbedaan dan contohnya.

 

Apa Itu Penilaian Persediaan?

Yang dimaksud dengan penilaian persediaan adalah praktik akuntansi yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk mengetahui nilai persediaan yang tidak terjual.

Nilai persediaan ini nantinya akan dicatat pada saat perusahaan menyusun laporan keuangannya.

Sebagaimana yang Anda ketahui bahwa inventaris atau persediaan adalah salah satu aset penting bagi suatu organisasi, tak terkecuali perusahaan.

Dan apabila perusahaan ingin mencatatnya di laporan neraca, maka inventaris tersebut perlu memiliki nilai keuangan atau finansial.

Nilai ini dapat membantu Anda dalam menentukan rasio perputaran persediaan.

Tak hanya itu, nilai inventaris nantinya juga akan mempermudah Anda untuk membuat perencanaan keputusan pembelian Anda.

Sebagai contoh, jika Anda menjalankan bisnis sepatu dan Anda hanya memiliki 25 pasang sepatu di akhir periode, maka Anda perlu menghitung nilai keuangannya.

Nilai tersebut harus Anda catat di laporan neraca Anda. Nah, untuk menghitung nilai inventaris, ada beberapa metode yang bisa Anda gunakan.

Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai jenis-jenis metode serta alasan kenapa menghitung nilai inventaris itu penting, jangan berhenti sampai di sini.

Simak terus pembahasan di bawah ini sampai akhir!

Alasan Pentingnya Mengetahui Penilaian Persediaan

Sangat penting bagi perusahaan untuk mengidentifikasi item yang tidak terjual, perusahaan biasanya menggunakan aplikasi inventory barang untuk mengidentifikasi hal tersebut.

Selain itu, perusahaan tentu juga memerlukan tarif yang bisa dikalikan dengan kuantitas atau jumlah barang untuk mencapai nilai akhir dari inventaris.

Setiap item mungkin memiliki harga yang berbeda dan bisa jadi mengalami perubahan sepanjang tahun.

Jadi, Anda harus memilih metode penilaian persediaan yang tepat agar memperoleh hasil yang valid.

Melanjutkan ilustrasi contoh sebelumnya, berikut ini tabel rincian nilai persediaan yang bisa Anda lihat dan perhatikan:

Periode

Pembelian (per pasang)

Harga (per pasang)

Januari150Rp. 50.000
Maret100Rp. 52.000
Juni100Rp. 52.000
September200Rp. 50.000
Desember125Rp. 53.000
Total Item yang Dibayar675 
Total Item yang Terjual650 
Total Item yang Tidak Terjual25 
Nilai Persediaan25 X (Rp. 50.000 atau Rp. 52.000 atau Rp. 53.000) 

Berdasarkan tabel di atas, bisa Anda lihat bahwa pada akhir tahun atau periode, bisnis Anda punya 25 pasang sepatu yang tidak terjual.

Akan tetapi karena terjadi kenaikan dan penurunan harga produk, tentu akan membuat Anda kebingungan dalam menentukan tarif mana yang harus Anda gunakan.

Maka dari itu, Anda perlu memilih metode penilaian persediaan yang tepat dalam penghitungan di aplikasi stok barang yang digunakan.

Pada pembahasan selanjutnya, artikel ini akan menjelaskan mengenai beberapa metode penilaian persediaan yang bisa Anda gunakan.

Tentu penjelasan tersebut juga terdapat pembahasan mengenai cara menghitung nilai persediaan beserta contohnya.

Baca Juga: Apa Itu Supply Chain Management?

Macam-Macam Metode Penilaian Persediaan

Dalam ilmu akuntansi, terdapat tiga metode yang bisa Anda pakai untuk menghitung nilai persediaan.

Di antaranya ada FIFO, LIFO, dan WAC (Weighted Average Cost). Berikut ini penjelasannya:

1. Metode FIFO (First In, First Out)

Metode penilaian persediaan yang satu ini mengasumsikan bahwa persediaan yang diproduksi terlebih dahulu akan menjadi unit pertama yang dijual dan dipenuhi.

Fungsi dari penggunaan metode ini ialah memudahkan Anda untuk menentukan nilai inventaris berdasarkan persediaan yang ada meskipun ada perubahan pada HPP.

Menurut metode penilaian First-In-First-Out (FIFO), barang-barang persediaan dijual dalam urutan yang sama dengan pembelian atau pembuatannya.

Metode penilaian FIFO merupakan metode penilaian persediaan yang paling umum digunakan.

Itu karena sebagian besar perusahaan menjual produk mereka dalam urutan yang sama saat mereka membelinya.

Sebagai contoh, perhatikan ilustrasi berikut ini:

Bisnis A membeli beberapa unit laptop pada waktu dan harga yang berbeda.

Pada transaksi atau pembelian pertama bisnis A membeli sepuluh unit laptop yang masing-masing seharga Rp. 4.000.000

Kemudian, pada transaksi kedua, bisnis A membeli lagi lima laptop seharga Rp. 5.000.000 per unitnya.

Pada akhir bulan, bisnis tersebut telah menjual sebanyak delapan laptop.

Dengan metode penilaian FIFO, penetapan biaya dihitung dari transaksi pertama, yakni saat membeli sepuluh laptop seharga Rp. 4.000.000 per unit.

Jadi, cara menghitung nilai inventaris setelah menjual delapan laptop adalah sebagai berikut:

Saldo akuntansi untuk HPP = (8 laptop x Rp. 4.000.000) = Rp. 32.000.000

Dua laptop masih tersisa dari pembelian pertama, masing-masing seharga Rp. 4.000.000, serta lima laptop dari pembelian kedua masing-masing seharga Rp. 5.000.000. Jadi:

Saldo akuntansi akun Persediaan = (2 laptop x Rp. 4.000.000) + (5 laptop x Rp. 5.000.000)
= Rp. 8.000.000 + Rp. 25.000.000
= Rp. 33.000.000

Baca Juga: Stock Opname: Pengertia, Tujuan, dan Manfaat

2. Metode LIFO (Last In, First Out)

Metode penilaian persediaan last-in-first-out (LIFO) justru merupakan kebalikan dari metode penilaian FIFO.

Menurut metode LIFO, cara menghitung nilai inventaris adalah dari barang yang paling baru dibeli atau diproduksi dijual terlebih dahulu.

Dengan LIFO, biaya produk terbaru yang dibeli atau diproduksi adalah yang pertama dihitung sebagai barang yang terjual.

Menggunakan metode ini, biaya produk lama yang lebih rendah akan dilaporkan sebagai nilai persediaan.

Melanjutkan dari contoh ilustrasi sebelumnya, jika menggunakan metode LIFO, maka cara menghitungnya adalah sebagai berikut:

Saldo akuntansi untuk HPP = (8 laptop x Rp. 5.000.000) = Rp. 40.000.000

Dua laptop masih tersisa dari pembelian pertama, masing-masing seharga Rp. 4.000.000, serta lima laptop dari pembelian kedua masing-masing seharga Rp. 5.000.000. Jadi:

Saldo akuntansi akun Persediaan = (2 laptop x Rp. 5.000.000) + (5 laptop x Rp. 4.000.000)
= Rp. 10.000.000 + Rp. 20.000.000
= Rp. 30.000.000

3. Metode WAC (Weighted Average Cost)

Dengan metode penilaian persediaan WAC, persediaan dan Harga Pokok Penjualan dihitung berdasarkan harga rata-rata semua barang yang dibeli selama suatu periode.

Metode ini banyak digunakan oleh bisnis yang tidak memiliki begitu banyak variasi dalam inventaris mereka.

Mari gunakan contoh ilustrasi sebelumnya bahwa bisnis A telah membeli total 15 unit laptop.

Yang mana pada transaksi pertama, ada sepuluh laptop dengan harga per unitnya adalah Rp. 4.000.000.

Sedangkan pada transaksi kedua, bisnis A membeli lagi 5 laptop dengan harga Rp. 5.000.000 per unit.

Dengan begitu, rata-rata biayanya adalah sebagai berikut:

[(Jumlah laptop I x Rp. 4.000.000) + (Jumlah laptop II x Rp. 5.000.000)] ÷ Total Laptop

[(10 x Rp. 4.000.000) + (5 x Rp. 5.000.000)] ÷ 15

(Rp. 40.000.000 + Rp. 25.000.000) ÷ 15 = Rp. 4.300.000

Jadi, setelah berhasil menjual delapan unit laptop, maka nilai persediaannya adalah:

Saldo akuntansi akun Persediaan = Jumlah item yang tidak terjual x harga rata-rata
= 7 x Rp. 4.300.000
= Rp. 30.100.000

Nah, demikianlah pembahasan mengenai tiga macam metode penilaian persediaan dalam ilmu akuntansi.

Jika ingin mempelajari lebih lanjut tentang akuntansi, Anda dapat mengikuti kursus Akuntansi & Keuangan dari Mekari University.

Semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam mencari referensi terkait metode penilaian inventaris untuk laporan keuangan Anda.

Topik:
Keluar

WhatsApp WhatsApp kami