Image

Inilah Metode dan Cara Menghitung Biaya Penyusutan dalam Laporan Keuangan

Untuk cara menghitung biaya penyusutan, maka ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

Pertama, yang perlu Anda lakukan adalah mengurangi nilai sisa aset dari biayanya untuk menentukan jumlah yang dapat disusutkan.

Kedua, bagilah jumlah ini dengan jumlah tahun dalam masa manfaat aset. Bagi dengan 12 untuk mengetahui depresiasi bulanan.

Depresiasi atau penyusutan adalah salah satu prosedur yang penting untuk dilakukan untuk menghitung atau mengukur nilai aset selama periode penggunaan.

Nilai aset bisnis selama masa pemanfaatannya ini dikenal sebagai depresiasi. Berikut ini informasi yang Anda butuhkan untuk menghitung depresiasi atau penyusutan!

para akuntan sedang menyusun laporan keuangan

Apa yang Dimaksud dengan Biaya Penyusutan (Depresiasi)?

Depresiasi merupakan biaya penyusutan suatu aset dalam suatu titik tertentu pada masa pemanfaatannya.

Nilai aset yang tercatat di laporan neraca adalah selisih antara harga belinya dan akumulasi penyusutannya.

Biaya penyusutan berlaku untuk aset yang dikapitalisasi. Yang artinya bahwa aset tersebut merupakan aset yang memberikan nilai lebih dari satu tahun.

Berdasarkan prinsip akuntansi, biaya dan penjualan dicocokkan pada periode terjadinya transaksi.

Oleh karena itu, penyusutan ini bisa jadi solusi untuk masalah pencocokan aset yang dikapitalisasi.

Beban penyusutan adalah beberapa bagian dari biaya aset pada tahun pembelian dan selama sisa masa pemanfaatan aset.

Sedangkan akumulasi penyusutan adalah jumlah total aset yang telah disusutkan selama umur aset.

Baca juga: Pengertian, Komponen, Fungsi, dan Cara Menghitung Neraca untuk Laporan Keuangan

Tiga Metode Utama Menghitung Penyusutan

Sebelum memasuki pembahasan tentang cara menghitung biaya penyusutan, sebaiknya Anda pahami terlebih dahulu tiga metode penghitungannya.

Penyusutan dapat dihitung setiap bulan dengan metode sebagai berikut:

1. Metode Garis Lurus (Straight Line)

Cara menghitung biaya penyusutan per bulan yang pertama adalah dengan menggunakan metode straight line. Metode ini merupakan cara yang paling sering dipakai dalam akuntansi.

Untuk menjalankan metode ini, Mendepresiasi properti Anda dengan jumlah yang sama untuk setiap tahun selama masa pemanfaatannya adalah hal yang harus anda lakukan.

Dalam metode ini, terdapat dua rumus yang bisa Anda pakai, yakni perhitungan menggunakan nilai residu dan tanpa residu.

Rumus perhitungan dalam software akuntansi menggunakan nilai residu adalah sebagai berikut:

Depresiasi = (Harga Pembayaran − Nilai Residu) ÷ Umur Pemanfaatan

Misalnya, perusahaan A membeli beberapa unit komputer pada bulan Januari tahun 2000 dengan total harga bayar Rp. 100.000.000.

Komputer tersebut diperkirakan memiliki masa penggunaan selama 4 tahun dengan nilai residu Rp. 4.000.000.

Dengan demikian, besar depresiasi per tahunnya adalah

Depresiasi = (RP. 100.000.000 − Rp. 4.000.000) ÷ 4 tahun
= Rp. 96.000.000 ÷ 4 tahun
= Rp. 24.000.000

Sedangkan rumus perhitungan menggunakan nilai residu adalah sebagai berikut:

Depresiasi = Harga Pembayaran ÷ Umur Pemanfaatan
= Rp. 100.000.000 ÷ 4 tahun
= Rp. 25.000.000

Dapat Anda lihat bahwa besar depresiasi dapat diperoleh dari pengurangan nilai sisa aset dari biayanya untuk menentukan jumlah yang dapat disusutkan.

Jumlah ini kemudian dibagi dengan jumlah tahun masa pemanfaatan aset. Kemudian, bagi lagi dengan 12 untuk mendapatkan cara menghitung biaya penyusutan per bulan.

2. Metode Beban Menurun

Metode ini digunakan untuk mengenali sebagian besar penyusutan aset di awal umur pemakaiannnya.

Ini karena perhitungannya dipercepat yang mana biaya penyusutan di awal tahun tersedia dan akan rendah pada masa pemakaian yang selanjutnya.

Cara menghitung biaya penyusutan yang satu ini lebih berfokus pada jumlah beban depresiasi yang lebih banyak pada tahun pemakaian awal.

Hal ini dikarenakan aktiva akan mengalami depresiasi atau penyusutan pada tahun awal tersebut.

Metode ini tergolong menjadi dua jenis, yakni metode jumlah angka tahun dan metode saldo menurun.

3. Metode Jumlah Angka Tahun

Metode ini merupakan cara menghitung biaya penyusutan dengan cara mengambil perkiraan umur aset dan menjumlahkan digit untuk setiap tahun.

Ini adalah metode yang dipercepat untuk menghitung biaya penyusutan.

Jadi, jika aset diperkirakan akan bertahan selama lima tahun, jumlah digit tahun akan dihitung dengan menambahkan 5 + 4 + 3 + 2 + 1 untuk mendapatkan total 15.

Setiap digit kemudian dibagi dengan jumlah ini untuk tentukan persentase di mana aset harus disusutkan setiap tahun, dimulai dengan angka tertinggi di tahun 1.

Rumus untuk menghitung penyusutan dalam dengan metode jumlah angka tahun adalah sebagai berikut:

Biaya Depresiasi = (Sisa masa pemakaian aset ÷ Jumlah masa pemakaian aset) x nilai residu

Untuk mengonversi ini dari depresiasi tahunan ke bulanan, bagi hasil ini dengan 12.

4. Metode Saldo Menurun

Melalui metode saldo menurun, Anda akan memerlukan nilai buku aset, agar bisa mengkalikannya dengan tingkat depresiasi garis lurus.

Kemudian Anda kalikan jumlah tersebut dengan tingkat depresiasi yang diinginkan, hingga 200 persen.

Untuk objek dengan masa manfaat lima tahun, ini akan memungkinkan Anda untuk mengambil biaya penyusutan hingga 40 persen pada tahun pertama masa pemakaian aset.

5. Metode Depresiasi Berdasarkan Penggunaan

Alternatif untuk mendepresiasi aset berdasarkan waktu adalah dengan mendepresiasi aset berdasarkan penggunaan aktualnya.

Setelah mengurangi nilai sisa dari nilai buku, Anda akan membaginya dengan perkiraan total produksi aset selama masa pakainya.

Jumlah ini kemudian akan dikalikan dengan produksi aktual aset untuk menentukan akumulasi beban penyusutan, sampai nilai buku sama dengan nilai residu.

Metode penghitungan ini mungkin berguna dalam kasus di mana sebagian besar produksi dapat terjadi di kemudian hari dalam masa pakai aset.

Ini karena beberapa aset memberikan kontribusi lebih terhadap pendapatan dalam jumlah yang bervariasi dari tahun ke tahun. Biasanya informasi tersebut ada di aplikasi laporan keuangan perusahaan.

Cara menghitung biaya penyusutan untuk aset ini mungkin lebih tinggi atau lebih rendah dalam beberapa tahun.

Dalam kasus ini, beban penyusutan untuk setiap tahun didasarkan pada unit produksi atau unit output yang dihasilkan oleh aset.

Contohnya adalah depresiasi mesin yang membuat suku cadang mobil.

Aset Apa Saja yang Dapat Anda Depresiasi?

Jenis aset bisnis yang dapat Anda depresiasi disebut juga dengan istilah aset modal.

Barang-barang ini termasuk bangunan, perbaikan properti, kendaraan, dan semua jenis peralatan dan furnitur.

Anda dapat mendepresiasi aset yang digunakan oleh bisnis Anda untuk aktivitas yang menghasilkan pendapatan.

Aset tersebut harus memiliki masa pemakaian atau pemanfaatan yang dapat ditentukan dan diharapkan dapat bertahan lebih dari satu tahun

Sementara itu, ada beberapa aset yang tidak dapat Anda depresiasi, di antaranya:

  • Properti yang diperkirakan akan habis dalam waktu satu tahun (seperti perlengkapan kantor).
  • Peralatan yang digunakan untuk membangun peningkatan modal.
  • Aset tidak berwujud tertentu, seperti perangkat lunak komputer, paten, atau merek dagang.
  • Anda juga tidak dapat mendepresiasi tanah karena tidak berkurang nilainya.

Nah, itulah tadi pembahasan mengenai cara menghitung biaya penyusutan yang patut untuk Anda ketahui dan pahami.

Dengan memahami biaya penyusutan serta metode penghitungannya, maka Anda dapat mengukur nilai total dari bisnis Anda serta meminimalisir resiko perpajakan.

Bukan cuma itu, dengan mengetahui biaya penyusutan, Anda bisa memaksimalkan masa penggunaan aset dan mengetahui waktu pergantian yang tepat.

Karir
Karir

Kembangkan karir bersama Mekari

Mari berkembang dan menjadi bagian dari perubahan bersama talenta-talenta terbaik dari manca negara di Mekari.

Hubungi kami
Hubungi kami

Selalu siap membantu Anda

Bagi Anda yang membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi kami melalui kontak yang disediakan.

WhatsApp WhatsApp kami