Mekari Insight
- Dengan low code no code, siapa pun bisa membuat aplikasi web tanpa coding, dengan proses yang lebih cepat dan biaya yang jauh lebih efisien.
- Perencanaan yang matang adalah kunci utama dalam keberhasilan aplikasi. Anda harus memahami struktur data hingga logika bisnis, sehingga mengetahui alur dan kebutuhan pengguna sejak awal.
- Mekari Officeless siap bantu Anda membangun aplikasi web yang kuat dan scalable. Dirancang khusus untuk kebutuhan perusahaan di Indonesia, tim non-teknis pun dapat mewujudkan transformasi digital lebih praktis dan hemat.
Transformasi digital kini menjadi kebutuhan utama bagi perusahaan yang ingin tetap kompetitif. Namun, membangun aplikasi web dari nol sering kali memakan waktu lama, biaya besar, dan membutuhkan tim developer yang berpengalaman.
Kabar baiknya, platform low code no code kini memungkinkan siapa saja untuk membuat aplikasi web profesional tanpa harus menulis kode dari awal. Bahkan pengguna non-teknis pun bisa membangun solusi digital yang kuat untuk kebutuhan bisnis mereka.
Menurut riset Gartner, pada tahun 2025 lebih dari 70% aplikasi baru yang dikembangkan perusahaan akan menggunakan teknologi low code atau no code. Ini menunjukkan bahwa cara membuat aplikasi web telah berevolusi menjadi lebih mudah diakses dan efisien.
Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah cara membuat aplikasi berbasis web menggunakan platform low code no code, mulai dari persiapan hingga deployment.
Persiapan sebelum membuat aplikasi web low code no code
Sebelum mulai membangun aplikasi, ada beberapa langkah penting yang perlu Anda lakukan agar prosesnya berjalan lancar dan hasilnya sesuai harapan.
1. Tentukan tujuan dan kebutuhan aplikasi
Langkah awal yang krusial adalah mendefinisikan apa yang ingin dicapai melalui aplikasi ini. Identifikasi terlebih dahulu masalah bisnis yang ingin diselesaikan, kemudian tentukan fungsi utama dan solusi digital seperti apa yang ingin Anda bangun.
Setelah itu, buat daftar fitur yang dibutuhkan, mana yang wajib ada sejak awal dan mana yang bisa ditambahkan nanti. Pastikan juga Anda sudah memahami siapa pengguna aplikasi ini dan bagaimana mereka akan menggunakannya dalam keseharian.
Untuk memperjelas kebutuhan, dokumentasikan skenario pengguna atau use case. Misalnya, “Sebagai manajer, saya ingin melihat laporan performa tim secara real-time agar bisa mengambil keputusan lebih cepat.”
2. Rancang struktur data dan alur kerja
Struktur data yang dirancang sejak awal akan mempermudah Anda dalam mengembangkan aplikasi ke depannya. Anda bisa mulai dengan:
- Memetakan jenis data yang perlu disimpan dan digunakan dalam aplikasi.
- Membuat skema database sederhana yang menggambarkan entitas seperti pengguna, produk, atau pesanan, serta hubungan antar entitas tersebut.
- Menggunakan diagram alur atau flowchart untuk menggambarkan proses dan logika bisnis secara visual agar mudah dipahami oleh tim.
- Mengidentifikasi apakah aplikasi perlu terhubung dengan sistem lain, misalnya melalui API pihak ketiga atau integrasi internal yang sudah digunakan perusahaan.
3. Pilih platform low code no code yang sesuai
Memilih platform yang tepat sangat menentukan keberhasilan proyek. Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:
- Kemudahan penggunaan: Apakah platformnya cukup mudah dipelajari, terutama bagi pengguna non-teknis?
- Fitur: Apakah menyediakan fitur penting seperti manajemen database, autentikasi pengguna, integrasi API, dan lainnya?
- Skalabilitas: Apakah mampu menangani pertumbuhan pengguna dan volume data yang terus meningkat?
- Kemampuan integrasi: Apakah bisa terhubung dengan sistem dan alat kerja yang sudah ada di perusahaan Anda?
- Model harga: Apakah biayanya sesuai dengan anggaran? Cek juga apakah sistemnya per pengguna, per aplikasi, atau berbasis langganan.
- Keamanan dan kepatuhan: Khususnya untuk aplikasi enterprise, pastikan sistem memiliki standar keamanan dan sertifikasi yang memadai.
- Dukungan teknis dan dokumentasi: Platform yang baik menyediakan panduan lengkap dan dukungan ketika Anda menghadapi kendala.
Baca Juga: 17 Low Code No Code Website Builder untuk 3 Skala Bisnis
Langkah-langkah membuat aplikasi berbasis web dengan low code no code
Setelah semua persiapan matang, berikut ini tahapan utama dalam cara membuat aplikasi berbasis web.
Langkah 1: Membuat proyek dan database
Mulailah dengan membuat proyek baru di platform pilihan Anda. Buat skema database berdasarkan struktur yang sudah dirancang, lengkap dengan tabel dan relasi antar entitas.
Tambahkan data contoh (sample data) agar bisa digunakan untuk testing. Atur juga hak akses ke database serta pengaturan keamanannya sejak awal untuk menghindari potensi celah keamanan.
Baca Juga: 10 Aplikasi untuk Membuat Database Tanpa Coding: No Code Database
Langkah 2: Merancang user interface (UI)
Sebelum membangun tampilan, buat wireframe atau sketsa desain sederhana untuk tiap halaman yang akan dibuat. Anda bisa menggunakan tools seperti Figma, atau cukup dengan coretan manual.
Gunakan komponen visual yang disediakan platform seperti form, tabel, tombol, dan menu navigasi untuk menyusun tampilan aplikasi. Pastikan desainnya responsif agar bisa digunakan di desktop maupun perangkat mobile.
Terapkan juga identitas visual perusahaan seperti warna, logo, dan font. Buat navigasi antar halaman yang intuitif agar pengguna bisa berpindah dengan mudah.
Langkah 3: Mengatur logika bisnis dan alur kerja
Setelah interface selesai, hubungkan tiap elemen UI dengan database, lalu implementasikan logika bisnis di dalamnya.
Atur proses CRUD (Create, Read, Update, Delete) untuk setiap entitas, tambahkan validasi input agar data yang masuk sesuai format, dan buat automasi berdasarkan kondisi tertentu, misalnya mengirim notifikasi setelah formulir disubmit.
Anda juga bisa membuat alur seperti: pengguna mengisi formulir → data divalidasi → disimpan ke database → notifikasi dikirim → diarahkan ke halaman sukses. Tambahkan juga fitur pencarian dan filter agar pengguna bisa menemukan data dengan cepat.
Langkah 4: Mengatur autentikasi dan otorisasi
Keamanan adalah bagian penting dari aplikasi. Buat sistem registrasi dan login sesuai kebutuhan, bisa menggunakan metode email dan sandi, Single Sign-On (SSO), atau OAuth.
Setelah itu, atur hak akses berdasarkan peran pengguna seperti admin, manajer, atau staf, lalu tentukan bagian mana dari aplikasi yang bisa mereka lihat atau ubah.
Tambahkan juga fitur lupa sandi dan pengaturan sesi login agar pengalaman pengguna tetap lancar dan aman.
Langkah 5: Integrasi dengan layanan eksternal
Jika aplikasi Anda perlu terhubung dengan layanan pihak ketiga, sekarang saatnya mengaturnya.
Misalnya, integrasi dengan payment gateway seperti Stripe atau Midtrans untuk transaksi, layanan email seperti SendGrid atau Mailgun, penyimpanan file seperti AWS S3, atau tools analitik seperti Google Analytics dan Mixpanel.
Gunakan API atau konektor bawaan yang tersedia di platform. Pastikan Anda juga mengatur autentikasi API dan webhook jika butuh pembaruan data secara real-time.
Langkah 6: Pengujian dan jaminan kualitas
Sebelum diluncurkan, pastikan semua fitur sudah berfungsi dengan baik. Lakukan pengujian fungsional terhadap setiap proses di aplikasi, termasuk skenario error atau penggunaan tidak biasa (edge cases).
Undang beberapa pengguna untuk mencoba dan berikan umpan balik terkait kemudahan penggunaan. Lakukan juga pengujian performa dengan data yang realistis, serta cek kompatibilitas di berbagai perangkat dan browser.
Untuk aspek keamanan, pastikan autentikasi, hak akses, dan enkripsi data sudah berjalan sesuai standar.
Langkah 7: Peluncuran aplikasi
Sebelum peluncuran, tinjau ulang semua aspek penting. Pastikan seluruh fitur sudah stabil, data sudah diisi dengan benar, dokumentasi pengguna siap, dan tim support sudah siaga.
Atur lingkungan produksi dengan custom domain, sertifikat SSL, variabel lingkungan, serta strategi backup jika sewaktu-waktu terjadi masalah.
Lakukan peluncuran terbatas (soft launch) terlebih dahulu ke sejumlah pengguna, kumpulkan feedback, dan perbaiki hal penting sebelum peluncuran penuh.
Baca Juga: Rekomendasi 10 No Code App Builder Terbaik untuk Membuat Aplikasi
Langkah 8: Pemeliharaan dan pengembangan lanjutan
Setelah aplikasi berjalan, pemantauan tetap harus dilakukan secara rutin. Perhatikan performa aplikasi, pantau log error, dan kumpulkan feedback pengguna secara berkelanjutan.
Lakukan pembaruan fitur berdasarkan prioritas kebutuhan, perbaiki bug dengan cepat, dan lakukan peningkatan performa bila diperlukan. Pastikan juga semua dokumentasi selalu diperbarui agar tim mudah melakukan pemeliharaan atau onboarding ke tim baru.
Baca Juga: Panduan Metode RAD: Tahapan & Solusinya dengan Low Code
Praktik terbaik dalam membuat aplikasi web dengan low code no code
Beberapa prinsip berikut dalam cara membuat aplikasi berbasis web bisa membantu proyek aplikasi Anda tetap fokus dan sukses:
1. Mulai dari yang sederhana, lalu kembangkan secara bertahap
Jangan mencoba membangun semua fitur sekaligus sejak awal. Fokus terlebih dahulu pada versi awal atau Minimum Viable Product (MVP), yaitu versi aplikasi dengan fitur-fitur paling esensial yang bisa langsung digunakan dan diuji.
Dengan meluncurkan lebih cepat, Anda bisa segera mendapatkan umpan balik dari pengguna nyata dan menyempurnakan aplikasi secara bertahap.
Hindari penambahan fitur berlebihan di tahap awal karena bisa membuat pengembangan jadi terlalu kompleks dan menyulitkan proses iterasi.
Baca Juga: Cara Mempercepat Agile Software Development dengan Low Code
2. Rencanakan struktur data dengan baik sejak awal
Struktur data adalah fondasi dari aplikasi yang skalabel. Rancang hubungan antar entitas secara logis dan konsisten, seperti relasi satu-ke-banyak atau banyak-ke-banyak.
Normalisasi data untuk menghindari duplikasi dan pastikan skema database mudah dipelihara dalam jangka panjang.
Dokumentasikan struktur data ini dengan jelas agar bisa menjadi referensi bagi tim di masa mendatang, terutama jika ada pergantian personel atau ekspansi fitur.
3. Utamakan pengalaman pengguna (user experience)
Desain aplikasi dari sudut pandang pengguna. Navigasi harus intuitif dan tata letak antarmuka konsisten di seluruh halaman. Berikan umpan balik yang jelas setiap kali pengguna melakukan tindakan, baik saat berhasil maupun saat terjadi kesalahan.
Hindari penggunaan istilah teknis yang sulit dipahami dan pastikan pesan kesalahan membantu pengguna memahami apa yang perlu diperbaiki.
4. Maksimalkan fitur bawaan dari platform
Manfaatkan komponen visual, template siap pakai, dan integrasi bawaan yang disediakan platform untuk mempercepat pengembangan.
Banyak dari fitur ini sudah teruji dan lebih stabil dibanding membangun dari nol. Ikuti panduan penggunaan dan konvensi yang disarankan oleh platform untuk menjaga performa dan kompatibilitas.
Bergabunglah dalam komunitas pengguna platform untuk mendapatkan insight tambahan, berbagi solusi, dan belajar dari pengalaman pengguna lain.
5. Lakukan pengujian secara menyeluruh sebelum peluncuran
Jangan pernah melewatkan fase pengujian, meskipun Anda dikejar tenggat waktu. Lakukan pengujian fungsional untuk setiap fitur dan jalankan simulasi berbagai skenario penggunaan.
Libatkan pengguna nyata dalam proses uji coba agar Anda mendapatkan masukan yang objektif dan relevan. Pastikan aplikasi berfungsi dengan baik di berbagai perangkat dan browser.
Perbaiki bug penting sebelum peluncuran agar Anda tidak meninggalkan kesan pertama yang buruk.
6. Dokumentasikan seluruh proses dan konfigurasi
Dokumentasi yang lengkap akan sangat berguna, baik untuk pengembangan selanjutnya maupun untuk membantu tim lain memahami sistem yang sudah dibuat.
Dokumentasikan alur kerja, logika bisnis, integrasi API, serta perubahan versi atau pembaruan yang dilakukan. Siapkan juga panduan pengguna (user guide) yang jelas untuk membantu pengguna akhir memahami cara menggunakan aplikasi.
7. Siapkan aplikasi agar bisa berkembang di masa depan
Sejak awal, rancang aplikasi dengan memikirkan kemungkinan pertumbuhan jumlah pengguna dan volume data. Pantau metrik performa secara berkala dan identifikasi potensi hambatan sebelum menjadi masalah besar.
Jika aplikasi menyimpan banyak data, rencanakan strategi pengarsipan atau pembersihan data (data cleanup).
Pertimbangkan juga jalur peningkatan (upgrade path) jika suatu saat aplikasi perlu berpindah ke solusi yang lebih kompleks di luar kemampuan platform saat ini.
Rekomendasi platform low code no code untuk membuat aplikasi web
Memahami cara membuat aplikasi berbasis web dengan platform low code no code adalah langkah cerdas untuk perusahaan yang ingin bergerak cepat dalam transformasi digital. Tanpa perlu menulis kode dari awal, Anda bisa membangun solusi digital yang sesuai kebutuhan bisnis.
Salah satu platform yang direkomendasikan adalah Mekari Officeless. Dirancang untuk mendukung pengguna teknis maupun non-teknis, platform ini memungkinkan Anda membangun aplikasi bisnis yang kuat dan skalabel. Dengan ekosistem yang terintegrasi dan dukungan lokal, transformasi digital bisa dijalankan lebih cepat dan efisien.
Siap membangun aplikasi web untuk bisnis Anda? Hubungi tim Mekari Officeless dan konsultasikan kebutuhan Anda sekarang juga.

