4 min read

Last Mile Delivery: Pengertian, Proses, Tantangan, dan Solusinya

last mile delivery

Mekari Insight

  • Last mile delivery adalah tahap akhir pengiriman yang langsung berhubungan dengan pengalaman pelanggan.
  • Proses ini menuntut kecepatan, akurasi alamat, dan transparansi pelacakan pengiriman.
  • Tantangan last mile di Indonesia meliputi kondisi jalan, biaya operasional, dan keterbatasan infrastruktur.
  • Pengelolaan last mile yang optimal dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi bisnis e-commerce dan ritel.
  • Aplikasi omnichannel seperti Mekari Desty membantu mengelola pesanan dan pengiriman secara terpusat hingga tahap akhir.

Perkembangan belanja online mendorong industri logistik untuk terus meningkatkan kualitas layanan pengiriman.

Kecepatan dan ketepatan pengantaran kini menjadi faktor penting yang memengaruhi kepuasan pelanggan, terutama pada tahap akhir distribusi barang.

Salah satu konsep yang semakin banyak diterapkan adalah last mile delivery, yaitu proses pengiriman barang dari titik distribusi terakhir langsung ke alamat pelanggan.

Pada tahap ini, pengalaman pelanggan sangat ditentukan oleh akurasi alamat, kecepatan kurir, serta transparansi informasi pengiriman.

Karena bersentuhan langsung dengan pelanggan, last mile delivery menjadi elemen strategis dalam persaingan e-commerce dan bisnis ritel.

Apa Itu Last Mile Delivery

Last mile delivery adalah tahap akhir dalam proses pengiriman barang, di mana pesanan dikirim dari gudang, hub distribusi, atau penjual langsung ke tangan pelanggan.

Tahap ini berfokus pada pengantaran jarak pendek, namun memiliki kompleksitas tinggi karena melibatkan banyak variabel, seperti kondisi lalu lintas, akses lokasi, dan preferensi waktu penerimaan pelanggan.

Bagi bisnis, pengelolaan last mile delivery yang baik membantu menjaga kualitas layanan sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap brand.

Baca Juga: Memahami Sistem Cash On Delivery (COD) dan Penerapannya

Proses Pengiriman dengan Last Mile Delivery

Secara umum, alur last mile delivery mencakup beberapa tahapan berikut:

a. Pesanan masuk

Sistem menerima pesanan dari website, marketplace, atau aplikasi, lalu meneruskan notifikasi ke tim operasional.

b. Pengemasan dan persiapan pengiriman

Produk dikemas dan disiapkan di gudang atau hub distribusi terdekat dengan lokasi pelanggan untuk mempercepat pengiriman.

c. Pengiriman oleh kurir internal

Barang dikirim langsung oleh kurir perusahaan tanpa melalui ekspedisi pihak ketiga, sehingga kontrol pengiriman berada di tangan bisnis.

d. Pelacakan pengiriman secara real-time

Pelanggan dapat memantau status pengiriman, posisi kurir, dan estimasi waktu tiba melalui sistem atau aplikasi.

e. Konfirmasi penerimaan barang

Setelah barang diterima, status pengiriman diperbarui. Untuk pengiriman COD, pembayaran dilakukan saat barang diterima sesuai kebijakan yang berlaku.

Beberapa layanan last mile delivery juga menyediakan detail kurir, seperti nama, identitas, dan kontak, untuk meningkatkan transparansi dan rasa aman bagi pelanggan.

Perbedaan Last Mile, First Mile, dan Middle Mile

First Mile Delivery

First mile adalah tahap awal dalam proses pengiriman barang, yaitu pengambilan produk dari penjual, produsen, atau supplier menuju pusat distribusi utama atau gudang pusat. Pada tahap ini, pengiriman umumnya dilakukan dalam jumlah besar dan bersifat terjadwal.

First mile berperan penting dalam memastikan ketersediaan stok di gudang pusat.

Proses yang efisien membantu bisnis menjaga kelancaran rantai pasok, mengurangi risiko keterlambatan distribusi, serta menekan biaya logistik di tahap berikutnya.

Middle Mile Delivery

Middle mile merupakan proses pemindahan barang dari pusat distribusi utama ke gudang cabang atau hub yang lebih dekat dengan lokasi pelanggan.

Tahap ini berfungsi sebagai jembatan antara first mile dan last mile agar distribusi ke pelanggan akhir dapat berjalan lebih cepat dan terorganisir.

Pada middle mile, barang biasanya dikelompokkan ulang berdasarkan wilayah tujuan, kapasitas gudang, atau kebutuhan distribusi.

Pengelolaan middle mile yang baik membantu bisnis mengoptimalkan rute pengiriman, menyeimbangkan stok antar gudang, dan mempercepat proses last mile delivery.

Last Mile Delivery

Last mile adalah tahap akhir pengiriman, di mana barang dikirim langsung dari gudang atau hub terdekat ke alamat pelanggan.

Tahap ini paling krusial karena bersentuhan langsung dengan pelanggan dan sangat memengaruhi pengalaman belanja secara keseluruhan.

Kecepatan pengiriman, ketepatan alamat, kualitas komunikasi kurir, serta transparansi pelacakan menjadi faktor utama pada last mile delivery.

Pengelolaan yang optimal membantu bisnis meningkatkan kepuasan pelanggan, membangun kepercayaan, dan memperkuat persepsi kualitas layanan brand.

Tantangan Implementasi Last Mile Delivery di Indonesia

1. Tingkat familiaritas pelanggan yang belum merata

Sebagian pelanggan di Indonesia masih lebih familiar dengan jasa ekspedisi nasional atau driver pihak ketiga seperti kurir marketplace dan ojek online.

Akibatnya, layanan last mile delivery yang dikelola secara internal oleh brand atau bisnis kerap membutuhkan waktu untuk membangun kepercayaan.

Kondisi ini lebih terasa di wilayah non-perkotaan, di mana pelanggan cenderung memilih layanan pengiriman yang sudah dikenal.

Tanpa komunikasi yang jelas terkait proses pengiriman, pelacakan, dan keamanan barang, pelanggan bisa merasa ragu menggunakan layanan last mile internal.

2. Faktor eksternal di luar kendali

Operasional last mile delivery sangat dipengaruhi kondisi eksternal, seperti kemacetan lalu lintas, cuaca ekstrem, lonjakan pesanan saat promo besar, hingga keterbatasan kurir pada hari libur atau musim puncak belanja.

Tantangan ini membuat pengiriman berisiko mengalami keterlambatan, terutama untuk layanan same day atau instant delivery.

Tanpa perencanaan rute dan sistem monitoring yang baik, bisnis akan kesulitan menjaga konsistensi waktu pengiriman.

3. Kendala alamat dan akses lokasi

Masalah alamat masih menjadi tantangan besar dalam last mile delivery di Indonesia. Alamat yang tidak lengkap, penamaan jalan yang tidak konsisten, banyaknya gang sempit, hingga akses kendaraan yang terbatas dapat memperlambat proses pengantaran.

Kesalahan rute atau kurir yang harus berputar mencari lokasi tujuan akan meningkatkan durasi pengiriman serta biaya operasional.

Kondisi ini juga dapat berdampak pada pengalaman pelanggan jika komunikasi tidak dilakukan secara proaktif.

4. Biaya pengiriman ke daerah terpencil

Pengiriman ke daerah terpencil atau wilayah dengan infrastruktur terbatas membutuhkan biaya yang lebih tinggi.

Akses transportasi yang sulit, jarak tempuh yang panjang, serta minimnya alternatif rute membuat pengiriman menjadi kurang efisien secara biaya.

Bagi bisnis, tantangan ini perlu diantisipasi dengan perhitungan biaya logistik yang matang agar layanan tetap berjalan tanpa mengorbankan margin keuntungan atau kualitas layanan kepada pelanggan.

5. Kebutuhan anggaran operasional yang lebih besar

Pengelolaan last mile delivery secara internal menuntut kesiapan anggaran yang lebih besar dibandingkan menggunakan jasa pihak ketiga.

Bisnis perlu menyiapkan biaya untuk gaji kurir, pelatihan, perawatan kendaraan, bahan bakar, hingga sistem pengelolaan operasional.

Tanpa dukungan sistem yang terstruktur, biaya operasional ini dapat membengkak dan sulit dikontrol.

Oleh karena itu, perencanaan operasional dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting agar last mile delivery tetap efisien dan berkelanjutan.

Baca Juga: 12 Aplikasi Kirim Barang Terbaik untuk UMKM dan Pebisnis Online

Peran Aplikasi Omnichannel dalam Sistem Last Mile Delivery

Salah satu tantangan utama last mile delivery adalah tracking pengiriman dan koordinasi pesanan. Tanpa sistem terintegrasi, pembaruan status, komunikasi dengan pelanggan, dan pengelolaan pengiriman menjadi tidak efisien.

Aplikasi omnichannel membantu bisnis mengelola pesanan, pengiriman, dan pelacakan dalam satu platform terpusat.

Dengan sistem ini, data pesanan dapat disinkronkan secara real-time, sehingga proses last mile delivery berjalan lebih rapi dan terkendali.

Sebagai solusi, Mekari Desty hadir sebagai aplikasi omnichannel yang mendukung operasional last mile delivery melalui integrasi API dengan berbagai layanan pengiriman.

Sistem ini membantu bisnis memantau status pesanan, mengelola distribusi, dan meningkatkan visibilitas pengiriman hingga ke tahap akhir.

Kesimpulan

Last mile delivery merupakan tahap krusial dalam pengiriman belanja online yang sangat memengaruhi pengalaman pelanggan.

Pengelolaan yang baik membantu bisnis meningkatkan kecepatan layanan, akurasi pengantaran, dan kepercayaan konsumen.

Dengan dukungan aplikasi omnichannel Mekari Desty, bisnis dapat mengelola sistem last mile delivery secara lebih terstruktur, efisien, dan terintegrasi, sehingga kualitas layanan pengiriman tetap optimal di tengah persaingan yang semakin ketat.

Keluar

WhatsApp WhatsApp kami