Mekari Insight
- Pengelolaan stok cabang yang baik membantu mencegah overstock dan understock serta menjaga arus kas bisnis tetap sehat.
- Penentuan stok sebaiknya berbasis data penjualan masing-masing cabang, bukan disamaratakan.
- Stock opname rutin dan penanggung jawab stok di setiap cabang penting untuk menjaga akurasi data.
- Software manajemen gudang memudahkan pemantauan stok cabang secara real-time dan terpusat.
- Aplikasi omnichannel seperti Mekari Desty membantu bisnis mengelola stok cabang secara efisien dan siap berkembang.
Pengelolaan stok cabang yang rapi menjadi fondasi penting dalam menjaga kelancaran operasional bisnis, terutama bagi usaha yang memiliki lebih dari satu lokasi penjualan.
Tanpa pengaturan stok yang terstruktur, bisnis berisiko mengalami ketidakseimbangan persediaan yang berdampak langsung pada penjualan dan arus kas.
Stok yang terlalu banyak (overstock) membuat modal tertahan dalam bentuk barang dan meningkatkan biaya penyimpanan.
Sebaliknya, stok yang terlalu sedikit (understock) dapat menyebabkan kehilangan peluang penjualan karena permintaan tidak dapat dipenuhi.
Dengan pengelolaan stok cabang yang tepat, bisnis dapat menjaga ketersediaan produk sesuai kebutuhan masing-masing cabang.
Selain itu, manajemen stok yang terkontrol membantu menekan biaya darurat, seperti restock mendadak atau ongkos pengiriman tambahan antar cabang.
Risiko kerusakan dan kedaluwarsa barang, terutama pada produk dengan masa simpan terbatas, juga dapat diminimalkan melalui pemantauan stok secara rutin.
Pengaturan stok cabang yang baik turut mendukung penyusunan laporan audit barang dan keuangan. Data stok yang akurat membuat laporan bisnis lebih valid dan memudahkan manajemen mengambil keputusan strategis berbasis data.
6 Cara Mengatur Stok Cabang agar Lebih Efisien
1. Menentukan Stok Berdasarkan Data Penjualan
Setiap cabang memiliki karakteristik dan pola penjualan yang berbeda. Karena itu, jumlah stok sebaiknya ditentukan berdasarkan data penjualan masing-masing toko, bukan disamaratakan.
Dengan pendekatan ini, perputaran barang menjadi lebih optimal dan risiko penumpukan stok dapat ditekan.
2. Menunjuk Penanggung Jawab Stok di Setiap Cabang
Setiap cabang idealnya memiliki satu penanggung jawab stok yang memantau keluar-masuk barang dan memastikan data selalu diperbarui.
Peran ini mempermudah koordinasi antar cabang dan membantu pemilik bisnis mendapatkan laporan stok yang lebih akurat tanpa harus turun langsung ke lapangan.
3. Melakukan Stock Opname Secara Berkala
Stock opname diperlukan untuk mencocokkan data stok di sistem dengan kondisi fisik barang di gudang.
Proses ini membantu bisnis mengetahui jumlah persediaan yang sebenarnya dan menentukan waktu restock secara lebih tepat.
4. Menggunakan Software Manajemen Gudang
Penggunaan software manajemen gudang membantu mengintegrasikan data stok dari seluruh cabang dalam satu sistem terpusat.
Dengan sistem ini, pemilik bisnis dan tim dapat memantau stok secara real-time serta mengambil keputusan lebih cepat ketika terjadi ketidakseimbangan stok di salah satu cabang.
5. Mengalihkan Stok Antar Cabang
Jika suatu produk tidak bergerak di satu cabang, stok dapat dialihkan ke cabang lain dengan permintaan lebih tinggi.
Keputusan pemindahan ini perlu didasarkan pada data penjualan dan tren permintaan agar distribusi stok menjadi lebih efisien.
6. Menyiapkan Rencana Restock untuk Produk Tertentu
Produk terlaris dan produk musiman membutuhkan perencanaan restock khusus. Dengan perencanaan yang matang, bisnis dapat mengantisipasi lonjakan permintaan tanpa harus melakukan pemesanan mendadak yang berisiko menambah biaya operasional.
Baca Juga: Overstock vs Understock: Masalah Stok dalam Bisnis Online
Kesalahan Umum dalam Mengatur Stok Cabang
Tidak Melakukan Stock Opname Secara Rutin
Stock opname yang tidak dilakukan secara berkala membuat bisnis tidak mengetahui kondisi stok aktual di gudang.
Selisih antara data sistem dan barang fisik sering kali baru disadari ketika terjadi kehabisan stok atau penumpukan barang.
Tanpa pengecekan rutin, risiko barang rusak, hilang, atau kedaluwarsa juga semakin besar. Anda bisa mempelajari panduan melakukan stock opname.
Data Stok Tidak Diperbarui Secara Konsisten
Pencatatan stok yang tidak diperbarui secara real-time menyebabkan data persediaan menjadi tidak akurat.
Kondisi ini umum terjadi pada bisnis yang masih mengandalkan pencatatan manual atau sistem yang tidak terintegrasi dengan penjualan.
Akibatnya, keputusan restock dan distribusi barang sering kali meleset dari kebutuhan sebenarnya.
Menentukan Jumlah Stok Tanpa Berdasarkan Data Penjualan
Masih banyak bisnis yang menyamakan jumlah stok di semua cabang tanpa mempertimbangkan perbedaan pola penjualan.
Padahal, setiap cabang memiliki karakteristik permintaan yang berbeda. Kesalahan ini sering memicu overstock di satu cabang dan understock di cabang lain, sehingga perputaran stok menjadi tidak optimal.
Kurangnya Koordinasi Antar Tim Gudang Cabang
Minimnya koordinasi antar tim gudang dapat menyebabkan perbedaan data stok antara cabang dan sistem pusat.
Tanpa alur komunikasi dan SOP yang jelas, proses distribusi dan pemindahan stok menjadi tidak terkontrol dan rawan kesalahan pencatatan.
Tidak Menyiapkan Strategi Antisipasi Overstock
Banyak bisnis tidak memiliki rencana ketika stok menumpuk, seperti strategi diskon, bundling, atau pemindahan barang ke cabang lain.
Tanpa antisipasi yang jelas, stok lama berisiko rusak, kedaluwarsa, atau menurunkan nilai barang sehingga berujung pada kerugian.
Tidak Memiliki SOP dan Sistem Terintegrasi
Ketiadaan SOP yang jelas serta sistem stok yang terintegrasi membuat pengelolaan stok cabang berjalan tidak konsisten.
Data antar cabang menjadi sulit diselaraskan, proses audit memakan waktu, dan kontrol operasional melemah seiring bertambahnya jumlah cabang.
Kesimpulan
Mengatur stok cabang merupakan bagian penting dalam menjaga kelancaran operasional bisnis. Pengelolaan yang tepat membantu menghindari overstock dan understock, menekan biaya, serta meningkatkan kepuasan pelanggan.
Agar pengelolaan stok berjalan optimal, bisnis perlu menerapkan strategi berbasis data dan didukung sistem terintegrasi.
Dengan software manajemen gudang Mekari Desty, pengelolaan stok cabang dapat dilakukan secara lebih praktis, akurat, dan efisien dalam satu platform.