Mekari Insight
- Niche market merujuk pada kelompok pelanggan dengan kebutuhan, karakteristik, dan minat yang serupa. Dengan fokus pada segmen ini, bisnis dapat menawarkan solusi yang lebih relevan.
- Dengan niche yang jelas, pebisnis online dapat memahami masalah dan kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam, sehingga strategi produk dan pemasaran menjadi lebih efektif.
- Target pasar yang spesifik memudahkan bisnis membangun identitas brand, menyusun pesan komunikasi yang konsisten, serta menjalankan promosi yang lebih tepat sasaran.
- Fokus niche market meningkatkan konversi dan loyalitas pelanggan. Produk dan penawaran yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan niche cenderung mendorong keputusan pembelian.
Persaingan bisnis di marketplace semakin ketat karena banyak pebisnis online dan UMKM menjual produk ke pasar yang terlalu luas. Akibatnya, produk jadi sulit menonjol dan bersaing secara efektif.
Kondisi ini membuat strategi pemasaran sering kali kurang tepat sasaran. Meski traffic meningkat, penjualan tidak selalu ikut tumbuh karena penawaran belum sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Karena itu, menentukan niche market menjadi solusi agar bisnis lebih fokus memahami target pelanggan. Dengan niche yang jelas, strategi produk dan pemasaran dapat disusun secara lebih relevan dan terarah.
Apa itu Niche Market
Niche market adalah segmen pasar yang lebih spesifik dengan kebutuhan, karakteristik, dan preferensi tertentu.
Segmen ini terbentuk dari kelompok pelanggan yang memiliki masalah, minat, atau tujuan yang serupa terhadap suatu produk atau layanan.
Dengan fokus pada niche market, bisnis dapat memahami target pelanggan secara lebih mendalam, mulai dari perilaku pembelian, sensitivitas harga, hingga alasan mereka memilih suatu produk.
Pendekatan ini membantu bisnis menyusun penawaran yang lebih relevan dan bernilai bagi pelanggan.
Mengapa Menentukan Niche Market Penting bagi Bisnis
Anda perlu memahami mengapa niche market menjadi bagian penting dalam membangun bisnis. Dengan memahami perannya, Anda dapat mengambil keputusan yang lebih terarah dan menghindari strategi yang terlalu umum.
Membantu memahami target pelanggan dengan lebih spesifik
Niche market membuat bisnis lebih mudah mengenali karakteristik, kebutuhan, dan perilaku pelanggan. Pemahaman ini membantu pebisnis online menyesuaikan produk, harga, dan pesan komunikasi agar lebih relevan dengan target pelanggan.
Membantu membangun brand yang lebih kuat dan relevan
Dengan target pasar yang jelas, bisnis dapat membangun positioning dan identitas brand yang konsisten. Brand menjadi lebih mudah dikenali karena menawarkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan niche tertentu.
Meningkatkan efektivitas promosi dan pemasaran
Strategi promosi menjadi lebih tepat sasaran karena pesan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan niche. Hal ini membuat aktivitas pemasaran lebih efisien dan tidak menyasar audiens yang terlalu luas.
Meningkatkan potensi konversi dan loyalitas pelanggan
Ketika produk dan komunikasi sesuai dengan kebutuhan pelanggan, peluang konversi akan meningkat. Pelanggan juga cenderung lebih loyal karena merasa bisnis memahami kebutuhan mereka secara spesifik.
Baca Juga: Strategi Digital Branding untuk UMKM dan Pebisnis Online
Cara Menentukan Niche Market yang Tepat
Cara menentukan niche market perlu dilakukan secara bertahap agar bisnis tidak hanya fokus, tetapi juga memiliki peluang tumbuh yang realistis. Berikut langkah-langkah yang dapat langsung diterapkan oleh pebisnis online dan UMKM.
1. Mengidentifikasi masalah dan kebutuhan spesifik pasar
Langkah awal adalah memahami masalah yang ingin diselesaikan oleh produk. Fokus pada kebutuhan spesifik pelanggan, bukan hanya kategori produk, agar bisnis memiliki nilai yang jelas di mata target pasar.
2. Menyesuaikan niche dengan minat dan keahlian bisnis
Niche market sebaiknya selaras dengan minat dan kemampuan bisnis agar dapat dikelola secara konsisten.
Pemahaman produk yang baik membantu bisnis memberikan solusi yang lebih relevan dan berkelanjutan.
3. Melakukan riset permintaan di marketplace dan kanal digital
Gunakan data pencarian produk, kategori terlaris, dan ulasan pelanggan di marketplace untuk melihat minat pasar. Riset ini membantu memastikan niche yang dipilih memiliki permintaan yang nyata.
4. Menganalisis kompetitor dalam niche yang dipilih
Pelajari bagaimana kompetitor menawarkan produk, harga, dan layanan mereka. Dari sini, bisnis dapat menemukan celah untuk diferensiasi dan menyesuaikan strategi agar lebih relevan bagi pelanggan.
5. Memvalidasi potensi penjualan dan keuntungan
Pastikan niche market memiliki peluang penjualan yang stabil dan margin yang masuk akal. Validasi ini penting agar bisnis dapat berkembang secara sehat dan tidak hanya bergantung pada tren jangka pendek.
Contoh Bisnis yang Menerapkan Niche Market
Beberapa bisnis di Indonesia berhasil membangun brand dan meningkatkan penjualan dengan fokus pada niche market yang jelas. Berikut contoh niche market dari berbagai industri yang bisa dijadikan inspirasi.
a. Sayurbox
Sayurbox menargetkan konsumen urban yang membutuhkan bahan makanan segar dan praktis.
Dengan konsep distribusi langsung dari petani ke konsumen, bisnis ini menjawab kebutuhan pasar akan kualitas, transparansi, dan kemudahan berbelanja.
b. Wardah
Wardah fokus pada kebutuhan kosmetik halal yang aman dan terjangkau untuk perempuan muslim.
Dengan niche yang jelas, Wardah berhasil membangun kepercayaan pelanggan dan memperkuat posisinya di industri kecantikan.
c. Erigo
Erigo menyasar segmen anak muda dengan produk fashion streetwear yang kasual dan trend-driven.
Fokus pada gaya hidup dan komunitas membuat Erigo mampu membangun brand yang kuat, terutama di kanal digital dan marketplace.
d. Ruangguru
Ruangguru menyasar pelajar yang membutuhkan akses bimbingan belajar tambahan secara online.
Dengan solusi edukasi berbasis teknologi, bisnis ini menjawab kebutuhan pembelajaran yang fleksibel dan mudah diakses.
e. Evermos
Evermos fokus pada produk halal dan ekosistem reseller yang menyasar komunitas muslim. Niche ini membantu Evermos membangun kepercayaan pasar melalui kurasi produk yang sesuai dengan nilai konsumennya.
Kesalahan Umum Saat Menentukan Niche Market
Menentukan niche market perlu dilakukan secara tepat sejak awal. Tanpa pemahaman yang matang, bisnis berisiko memilih segmen yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar maupun kemampuan operasional.
Menentukan niche tanpa memahami kebutuhan pelanggan
Banyak pebisnis memilih niche berdasarkan asumsi pribadi tanpa menggali kebutuhan pelanggan secara mendalam. Akibatnya, produk yang ditawarkan kurang relevan dan sulit menarik minat pasar.
Menyasar niche yang terlalu luas dan tidak terdefinisi jelas
Niche yang terlalu umum membuat bisnis kesulitan menentukan positioning dan strategi pemasaran. Target pelanggan menjadi tidak jelas, sehingga pesan promosi kurang tepat sasaran.
Mengikuti tren tanpa validasi permintaan pasar
Tren yang sedang populer di pasar belum tentu memiliki permintaan jangka panjang. Tanpa validasi data yang jelas, bisnis berisiko memilih niche yang cepat turun dan sulit dikembangkan.
Tidak melakukan riset perilaku pembeli di marketplace
Mengabaikan data pencarian, ulasan, dan pola pembelian pelanggan di marketplace membuat bisnis kehilangan insight penting.
Padahal, data ini membantu memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan secara nyata.
Mengabaikan kemampuan operasional dan skala bisnis
Niche market yang ideal harus sejalan dengan kapasitas produksi, pengelolaan stok, dan sumber daya bisnis. Tanpa pertimbangan ini, bisnis akan kesulitan menjalankan operasional secara konsisten.
Baca Juga: 6 Strategi Promosi Marketplace untuk Tingkatkan Penjualan
Cara Mengembangkan Bisnis Setelah Menemukan Niche Market
Setelah niche market ditentukan, tantangan berikutnya adalah mengelola bisnis secara konsisten agar dapat terus berkembang.
Pengelolaan yang terstruktur dan terintegrasi membantu bisnis menjaga relevansi di berbagai channel penjualan.
1. Menjaga konsistensi produk dan pesan brand
Konsistensi produk, harga, dan komunikasi membantu bisnis tetap relevan dengan kebutuhan niche yang dituju. Pesan brand yang selaras memudahkan pelanggan mengenali dan mempercayai bisnis.
2. Mengoptimalkan penjualan di berbagai channel
Bisnis niche tetap perlu hadir di berbagai marketplace dan kanal online untuk menjangkau pelanggan secara lebih luas.
Pengelolaan multi-channel yang baik membantu meningkatkan peluang penjualan tanpa mengorbankan fokus niche.
3. Memantau performa penjualan dan stok secara berkala
Pemantauan data penjualan dan stok secara rutin membantu bisnis mengambil keputusan yang lebih tepat. Dengan data ini, bisnis dapat menghindari kehabisan stok atau penumpukan produk yang tidak optimal.
4. Menyesuaikan strategi berdasarkan perilaku pelanggan
Data transaksi dan interaksi pelanggan memberikan insight untuk menyempurnakan strategi produk dan promosi.
Penyesuaian berbasis data membantu bisnis tetap relevan dengan perubahan kebutuhan pelanggan.
5. Mengelola bisnis niche dengan sistem terintegrasi
Ketika bisnis niche mulai berkembang dan menjual di banyak channel, pengelolaan manual menjadi kurang efektif.
Sistem terintegrasi membantu bisnis memantau penjualan, stok, dan performa produk secara terpusat.
Untuk memudahkan pengelolaan tersebut, pebisnis online dapat menggunakan aplikasi integrasi marketplace Mekari Desty.
Aplikasi ini membantu mengelola penjualan dari berbagai marketplace dalam satu dashboard sehingga operasional bisnis lebih efisien.
Kesimpulan
Menentukan niche market membantu pebisnis online dan UMKM memahami target pelanggan secara lebih spesifik.
Dengan fokus yang jelas, bisnis dapat menyusun strategi produk dan pemasaran yang lebih relevan serta berkelanjutan.
Agar pengelolaan bisnis niche berjalan optimal, pebisnis online perlu didukung sistem yang terintegrasi. Aplikasi integrasi marketplace seperti Mekari Desty membantu mengelola penjualan dari berbagai channel dalam satu dashboard.