6 min read

15 Opsi Pinjaman Modal Usaha untuk Startup beserta Caranya

business startup loans

Mekari Insight

  • Terdapat berbagai opsi pinjaman untuk startup, mulai dari pinjaman bank hingga crowdfunding, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya.
  • Pemberi pinjaman ingin melihat rencana bisnis yang jelas dan perencanaan keuangan matang, termasuk bagaimana pinjaman akan dibayar kembali.
  • Beberapa pinjaman menawarkan syarat yang lebih fleksibel, seperti pendanaan berbasis pendapatan, yang bisa disesuaikan dengan kondisi bisnis yang berubah.

Banyak pebisnis gagal membangun startup bukan karena idenya kurang menarik, tetapi karena kehabisan modal di tengah jalan. Di fase awal bisnis, akses pendanaan sering kali menjadi tantangan terbesar.

Untungnya, kini tersedia berbagai pilihan kredit startup yang dirancang untuk membantu bisnis rintisan memenuhi kebutuhan modal, mulai dari biaya operasional, pengembangan produk, hingga ekspansi awal. Skemanya pun beragam, dari perbankan hingga layanan pembiayaan digital.

Artikel ini menjelaskan 15 opsi pinjaman modal usaha untuk startup lengkap dengan cara pengajuannya, sehingga Anda bisa menentukan sumber pendanaan yang paling realistis dan sesuai dengan kondisi bisnis Anda.

Business loan for startup

Business startup loans atau kredit startup adalah pinjaman yang ditujukan untuk bisnis baru yang membutuhkan modal di tahap awal. Dana ini umumnya digunakan untuk operasional harian, pengembangan produk, hingga biaya pemasaran agar bisnis bisa mulai berjalan stabil.

Skema kredit startup cukup sederhana: Anda menerima dana, lalu mengembalikannya dalam jangka waktu tertentu dengan bunga yang menyesuaikan tingkat risiko bisnis. 

Karena sebagian besar startup belum memiliki riwayat keuangan yang panjang, syarat pinjaman bisa lebih ketat dibanding bisnis yang sudah mapan.

Meski begitu, kredit startup tetap menjadi salah satu solusi pendanaan yang paling realistis bagi pendiri usaha yang ingin mengembangkan bisnis tanpa harus langsung mencari investor. 

Baca Juga: 5 Metode Valuasi Startup, Founder Wajib Tahu

Opsi pinjaman modal usaha untuk startup

Berikut adalah berbagai pilihan business startup loans yang tersedia, jadi startup Anda bisa memilih opsi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan. 

Pastikan untuk mempertimbangkan risiko dan keuntungan dari masing-masing pilihan sebelum mengambil keputusan.

1. Pinjaman modal dari bank konvensional

Pinjaman modal dari bank konvensional

Pinjaman modal dari bank konvensional adalah salah satu opsi yang sering dipilih oleh banyak startup untuk mendapatkan dana. 

Biasanya, bank akan memberikan pinjaman ini dengan syarat tertentu, seperti agunan (collateral) atau persyaratan kredit yang cukup ketat. 

Meskipun prosesnya mungkin lebih rumit dan memerlukan dokumen yang lengkap, pinjaman ini bisa memberikan jumlah modal yang cukup besar dengan tingkat bunga yang bersaing. Berikut adalah beberapa contohnya

  • Kredit Usaha Mikro (KUM): KUM adalah program pemerintah yang menawarkan pinjaman kepada usaha mikro dengan bunga rendah dan tanpa jaminan. Program ini cocok untuk startup yang baru berkembang dan membutuhkan modal awal yang relatif kecil.
  • Kredit Usaha Rakyat (KUR): KUR memberikan fasilitas pinjaman bagi usaha kecil dan menengah (UKM) dengan suku bunga yang sangat rendah. Pinjaman ini bertujuan untuk membantu UKM berkembang, terutama bagi mereka yang belum memiliki akses ke pembiayaan dari bank komersial.
  • Kredit Tanpa Agunan (KTA): KTA adalah pinjaman yang tidak memerlukan jaminan apapun, membuatnya lebih mudah diakses. Namun, bunga yang dikenakan bisa lebih tinggi, dan jumlah pinjaman terbatas. Cocok untuk startup yang membutuhkan dana cepat tanpa harus menjaminkan aset.

2. Pendanaan dari investor

Pendanaan dari investor adalah pilihan yang populer bagi startup yang ingin tumbuh cepat. Investor bisa datang dalam berbagai bentuk, mulai dari individu yang tertarik pada potensi bisnis hingga lembaga yang fokus pada pendanaan perusahaan. 

Biasanya, investor akan menawarkan modal dengan imbalan ekuitas (bagian dari kepemilikan perusahaan).

  • Venture Capital (VC): Venture capital adalah jenis investasi yang diberikan oleh perusahaan atau individu kepada startup dengan potensi pertumbuhan yang tinggi. VC biasanya terlibat dalam manajemen perusahaan dan memberikan bimbingan strategis.
  • Angel Investors: Angel investors adalah individu yang berinvestasi pada tahap awal startup. Mereka bersedia mengambil risiko tinggi dengan imbalan saham atau ekuitas di perusahaan.
  • Investor Strategies: Beberapa investor memiliki strategi yang lebih fleksibel dan siap mendukung startup dengan potensi yang jelas. Strategi ini termasuk pendanaan berdasarkan proyeksi pasar dan hasil yang bisa dicapai oleh startup.

3. Pendanaan dari platform pendanaan digital

Platform pendanaan digital memanfaatkan teknologi untuk menghubungkan pemilik bisnis dengan pemberi pinjaman atau investor. 

Opsi ini memberikan kemudahan dalam mendapatkan dana, karena prosesnya lebih cepat dan lebih sederhana dibandingkan pinjaman tradisional. 

Selain itu, platform ini seringkali menawarkan syarat yang lebih fleksibel dan memungkinkan pendanaan dalam jumlah lebih kecil.

  • Mekari Capital: Mekari Capital hadir sebagai solusi pembiayaan yang dirancang untuk mendukung perkembangan startup Anda dengan cara yang cepat dan aman.

    Menawarkan 4 pilihan pembiayaan, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan bisnis Anda. Proses persetujuan hanya memerlukan waktu 3-5 hari kerja setelah semua dokumen lengkap dan benar diterima oleh pihak rekanan Mekari.
  • Modalku: Modalku adalah platform pendanaan digital yang memungkinkan startup dan UMKM untuk mendapatkan pinjaman atau investasi langsung dari masyarakat. Proses yang cepat dan mudah membuat Modalku menjadi pilihan banyak pelaku usaha.
  • Kickstarter dan GoFundMe: Kedua platform ini memungkinkan startup untuk mendapatkan dana dari masyarakat melalui crowdfunding. Kickstarting proyek dengan imbalan produk atau layanan kepada pendukung adalah cara yang efektif untuk mengumpulkan modal dalam jumlah kecil tanpa memberikan ekuitas.

4. Alternatif pinjaman lainnya

Selain opsi-opsi di atas, ada beberapa alternatif pinjaman yang bisa dipertimbangkan oleh startup untuk mendapatkan dana. Opsi-opsi ini memberikan fleksibilitas lebih dalam hal pengembalian pinjaman dan persyaratan yang lebih ringan.

  • Revenue-Based Financing: Pendanaan ini berbasis pada pendapatan yang dihasilkan oleh bisnis. Pembayaran dilakukan sesuai dengan persentase pendapatan bulanan, sehingga lebih mudah untuk disesuaikan dengan kondisi bisnis yang fluktuatif.
  • Lines of Credit (LoC): LoC memungkinkan bisnis untuk meminjam dana sesuai kebutuhan hingga batas tertentu. Fasilitas ini fleksibel, di mana peminjam hanya membayar bunga dari dana yang digunakan.
  • Equipment Loans: Pinjaman ini digunakan untuk membeli peralatan atau mesin yang diperlukan oleh startup. Biasanya, pinjaman ini lebih mudah disetujui karena peralatan yang dibeli bisa dijadikan jaminan.
  • Peer-to-Peer Lending: P2P lending menghubungkan peminjam langsung dengan pemberi pinjaman tanpa melalui perantara tradisional seperti bank. Pinjaman ini menawarkan suku bunga yang kompetitif dan proses yang cepat.
  • Personal Loans (Credit Card): Pinjaman pribadi atau menggunakan kartu kredit bisa menjadi solusi cepat untuk dana darurat. Namun, bunga yang tinggi membuatnya lebih cocok untuk penggunaan jangka pendek dan jumlah yang relatif kecil.
Baca Juga: Startup Funding: Bagaimana Startup Mendapatkan Modal?

Cara mendapat pinjaman modal usaha untuk startup

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda tidak hanya meningkatkan peluang mendapatkan pinjaman, tetapi juga menunjukkan kepada pemberi pinjaman bahwa Anda punya rencana yang solid untuk mensukseskan bisnis Anda.

1. Tentukan kebutuhan pendanaan dengan jelas

Langkah awal adalah memahami berapa besar dana yang dibutuhkan dan untuk keperluan apa. Apakah untuk operasional harian, pengembangan produk, pemasaran, atau menambah tim? 

Di tahap ini, penting juga menghitung kemampuan membayar cicilan agar pinjaman tidak mengganggu arus kas bisnis di kemudian hari.

2. Evaluasi kesiapan finansial dan profil Anda

Karena startup biasanya belum memiliki riwayat keuangan panjang, penyedia business startup loans akan banyak menilai profil pribadi pendirinya. Beberapa hal yang umumnya diperhatikan:

  • Skor kredit pribadi dan riwayat pembayaran utang
  • Kondisi keuangan pribadi (rasio utang, penghasilan, aset)
  • Jaminan atau aset yang bisa digunakan sebagai collateral (jika ada)

Jika bisnis sudah berjalan, siapkan juga data keuangan sederhana seperti laporan penjualan, mutasi rekening, dan proyeksi cash flow.

3. Bandingkan penyedia pinjaman

Jangan terburu-buru memilih satu lender. Bandingkan beberapa opsi kredit startup dari bank, fintech lending, maupun lembaga pembiayaan lain. 

Perhatikan jenis pinjaman, suku bunga, tenor, biaya tambahan, kecepatan pencairan dana, serta reputasi penyedia pinjaman agar Anda mendapatkan skema yang paling sesuai dengan kondisi bisnis.

4. Siapkan business plan yang meyakinkan

Business plan berfungsi untuk menunjukkan bahwa bisnis Anda punya arah yang jelas dan potensi untuk berkembang. 

Dokumen ini sebaiknya menjelaskan gambaran usaha, target pasar, cara menghasilkan pendapatan, proyeksi keuangan, serta jumlah dana yang dibutuhkan beserta rencana penggunaannya. 

Business plan yang rapi dan realistis akan meningkatkan kepercayaan penyedia kredit startup terhadap bisnis Anda.

Baca Juga: 17 Tools Manajemen Startup untuk Bisnis yang Bootstrapping

5. Lengkapi dokumen dan ajukan pinjaman

Setelah business plan siap, lengkapi seluruh dokumen yang diminta oleh penyedia pinjaman. Umumnya meliputi identitas diri, dokumen legal usaha, rekening koran atau laporan keuangan, NPWP, serta proyeksi keuangan. 

Proses pengajuan bisa dilakukan secara online maupun offline, tergantung kebijakan masing-masing penyedia pinjaman modal usaha untuk startup. 

6. Tinjau penawaran sebelum menyetujui

Jika pengajuan disetujui, luangkan waktu untuk membaca seluruh isi perjanjian pinjaman. Perhatikan dengan saksama besaran bunga, total biaya, jadwal cicilan, denda keterlambatan, serta ketentuan pelunasan dipercepat. 

Memahami detail ini sejak awal akan membantu Anda menghindari risiko dan memastikan kredit startup benar-benar mendukung pertumbuhan bisnis.

Rekomendasi pinjaman modal usaha untuk startup

mekari capital

Jika Anda sedang mencari alternatif pinjaman modal usaha untuk startup, Mekari Capital bisa menjadi pilihan yang sangat tepat. Dengan 4 metode pinjaman yang fleksibel, Anda bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan bisnis Anda, seperti: 

  • Invoice Financing, untuk pendanaan dengan jaminan tagihan berjalan
  • Purchase Invoice Financing, dengan jaminan faktur pembelian
  • Inventory Financing, untuk pendanaan berbasis inventaris usaha
  • Revolving Financing, solusi pembiayaan fleksibel yang bisa diakses kapan saja

Proses yang cepat, transparan, dan aman membuat Mekari Capital menjadi solusi pembiayaan yang andal untuk mendukung pertumbuhan bisnis startup Anda.

Selain itu, ekosistem software Mekari juga merupakan solusi terintegrasi untuk startup yang sangat mempermudah manajemen keuangan dan operasional Anda. 

Dengan berbagai fitur yang dapat menunjang setiap aspek bisnis, Mekari memberikan kemudahan dan efisiensi dalam menjalankan bisnis sehari-hari. Fokus kembangkan bisnis tanpa perlu khawatir tentang masalah pembiayaan dan administrasi!

Referensi

1000 Startup Digital. ”6 Cara Memperoleh Modal Untuk Startup”
DBS. ”Kiat Sukses Startup Pakai Pinjaman Modal Usaha Tanpa Jaminan”

Topik:
Keluar

WhatsApp WhatsApp kami