Image

Laporan Posisi Keuangan: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Contohnya

Kebutuhan akan laporan posisi keuangan yang rinci dan tertata dengan rapi adalah kebutuhan setiap perusahaan maupun lembaga lainnya. Berbagai macam cara dilakukan untuk memiliki laporan keuangan terbaik. Baik dengan merekrut staff terbaik ataupun menggunakan aplikasi laporan keuangan terbaik.

Adanya laporan yang lengkap dan tertata rapi tentu akan mempermudah kerja dalam perjalanan perusahaan. Oleh karena itu, informasi yang lengkap mengenai laporan keuangan ini sangat diperlukan. Simak ulasan berikut ini yang akan membahas secara rinci laporan keuangan.

laporan posisi keuangan

 

Apa Laporan Posisi Keuangan Itu?

Sebelum membahas lainnya, hal pertama yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah mengenai istilah laporan posisi keuangan. Karena ada banyak penafsiran yang menjelaskan mengenai laporan keuangan.

Dalam bahasa Inggris sendiri, istilah ini disebut juga dengan statement of financial position. Berdasarkan istilah tersebut, fungsi dari laporan ini akan digunakan untuk mengetahui harta, modal dan kewajiban yang harus dipenuhi.

Dimana dengan diketahuinya sistem keuangan yang baik tersebut akan memudahkan dalam membuat kebijakan. Sehingga tidak jarang istilah laporan posisi keuangan ini disebut juga dengan balance sheet atau neraca.

Baca Juga: Pengertian, Komponen, Fungsi, dan Cara Menghitung Neraca untuk Laporan Keuangan

Fungsi Laporan Keuangan

Setelah mengetahui pengertian dari laporan posisi keuangan, selanjutnya akan dijelaskan mengenai fungsi dari laporan keuangan. Pentingnya komponen ini dalam menunjang perjalanan perusahaan membuat laporan keuangan punya banyak fungsi. Berikut beberapa fungsi dari laporan keuangan.

1. Tahu Kondisi Keuangan dalam Setiap Periode

Fungsi pertama adanya pembuatan laporan keuangan adalah untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan ataupun instansi. Adanya pengetahuan ini, akan sangat berguna dalam menjaga kestabilan perusahaan.

Selain itu, adanya laporan posisi keuangan juga akan mempermudah dalam melakukan pengecekan aliran dana dalam periode tertentu. Sehingga, pihak yang membutuhkan informasi keuangan akan lebih mudah dalam mendapatkan informasi.

Sehat atau tidaknya sebuah perusahaan atau instansi juga bisa dilihat dari regulasi keuangannya yang tertera dalam laporan. Oleh karena itu, laporan dalam keuangan sangatlah memiliki peran yang cukup penting.

2. Mudahkan dalam Membuat Kebijakan

Setiap perusahaan pasti memiliki keinginan untuk menjaga eksistensi perusahaannya. Salah satu cara yang bisa dilakukan dalam menjaga eksistensi adalah dengan membuat kebijakan strategis. Untuk membuat kebijakan tersebut, tentu dibutuhkan berbagai macam komponen.

Salah satu jenis komponen yang tidak boleh dilupakan adalah laporan posisi keuangan. Karena dari melihat keadaan keuangan perusahaan, pemegang kuasa bisa menentukan strategi. Dimana dalam melakukan sebuah strategi akan dibutuhkan operasional.

Pelaksanaan operasional inilah yang nantinya akan membutuhkan aliran dana keuangan. Agar pemberian operasional tepat sasaran, maka perusahaan tersebut membutuhkan laporan keuangan. Sehingga, fungsi adanya laporan keuangan tidak bisa dikesampingkan begitu saja.

3. Permudah Stakeholder dan Investor Melakukan Analisis

Selain digunakan secara pribadi dalam lingkungan perusahaan, laporan posisi keuangan juga bisa dimanfaatkan oleh stakeholder maupun investor. Hal ini sudah tidak awam lagi dalam dunia perusahaan yang banyak investornya dan juga pejabat lainnya.

Adanya laporan tersebut bisa membuat para investor menentukan langkah dalam melakukan investasi. Semakin baik tingkat laporan keuangan yang diberikan, maka akan semakin baik pula respon investor terhadap perusahaan tersebut.

Tidak hanya investor dan pejabat dalam perusahaan yang memerlukan laporan keuangan. Para pejabat pemerintah juga akan meminta laporan keuangan dari suatu perusahaan untuk dilakukan analisis.

Dimana angka-angka yang tertera dalam laporan posisi keuangan tersebut bisa diketahui kinerja perusahaan. Sehingga apabila kinerja perusahaan tidak baik, bisa segera melakukan perbaikan.

Komponen dalam Laporan Keuangan

Ada beberapa komponen yang perlu diketahui dalam pembuatan laporan posisi keuangan awal periode. Berikut ini adalah beberapa komponen penting yang pasti ada dalam laporan.

1. Aset

Sebagaimana namanya, laporan keuangan pasti akan memuat aset atau harta. Dimana aset yang dibahas adalah sesuai dengan kondisi perusahaan. Mulai dari kondisi kas, biaya pengeluaran, aset tetap maupun piutang perusahaan tersebut.

Untuk komponen aset sendiri, harus disajikan dalam laporan posisi keuangan sesuai dengan besaran nilai bukunya. Sehingga para pembuat laporan harus lebih teliti dalam memasukkan berbagai macam aset yang dimiliki perusahaan tersebut.

2. Liabilitas

Liabilitas biasa disebut juga dengan kewajiban yang menjadi tanggungan dan harus diselesaikan oleh perusahaan tersebut. Penyelesaian tanggungan tersebut harus diselesaikan sesuai dengan jangka waktu tertentu.

Contoh pelaksanaan kewajiban yang disesuaikan dengan jangka waktu adalah pendapatan yang bisa didapatkan dimuka. Maksud dari pendapatan dimuka ini adalah utang yang diberikan pihak ketiga kepada perusahaan.

3. Ekuitas

Ekuitas adalah modal yang diberikan untuk dimanfaatkan dalam kegiatan operasional perusahaan. Contoh dalam ekuitas ini adalah modal yang telah diberikan akan disetorkan dan labanya akan ditahan dalam jangka waktu tertentu.

Format Laporan Keuangan

Informasi selanjutnya adalah mengenai format laporan posisi keuangan. Ada beberapa jenis penyajian laporan yang bisa digunakan, diantaranya:

1. Laporan Bentuk Staffel

Jenis laporan pertama yang sering digunakan adalah Statements Of financial position dalam bentuk Staffel. Laporan jenis ini memiliki bentuk penyajian secara vertikal. Dimana setiap aset yang telah didata akan dimasukkan pada laporan paling atas.

Setelah itu, diikuti dengan laporan liabilitas dan ekuitas dari pemilik saham. Urutan tersebut harus dibuat secara berurutan jika menggunakan bentuk Staffel.

2. Laporan Bentuk Skontro

Berbeda dengan laporan Staffel yang disusun secara vertikal, maka pada laporan posisi keuangan bentuk Skontro disusun secara berdampingan. Sehingga letak pos aset, ekuitas pemegang saham dan kewajiban akan dibuat secara berdampingan.

Untuk pos aset akan disajikan dalam laporan pada sisi sebelah kiri laporan. Sedangkan kewajiban dan ekuitas akan diletakkan pada sebelah kanan.

Saat memutuskan menggunakan format ini, pastikan tidak melupakan prinsip dari pembuatan laporan tersebut. Dimana jumlah aset secara keseluruhan akan sama dengan total liabilitas dan ditambahkan dengan ekuitasnya.

Berikut rumus untuk format Skontro:
Aset = Ekuitas + Liabilitas

Berdasarkan rumus tersebut dapat diketahui bahwa pada format ini merupakan perumusan dalam dasar akuntansi. Sehingga hasil yang akan didapatkan laporan posisi keuangan dengan posisi Skontro harus balance.

Cara Buat Laporan Keuangan

Pembuatan laporan keuangan tidak bisa dilakukan begitu saja tanpa adanya panduan. Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa digunakan dalam pembuatan laporan. Ikuti setiap tahapannya dengan baik untuk hasilkan laporan keuangan terbaik.

1. Melakukan Identifikasi

Saat akan membuat laporan, hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan melakukan identifikasi terlebih dahulu. Langkah ini perlu dilakukan agar laporan yang dibuat bisa menghasilkan data yang valid dan up-to date.

Adanya identifikasi ini juga bisa membuat bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan laporan posisi keuangan bisa disiapkan terlebih dahulu. Sehingga, proses pembuatan laporannya akan lebih efektif dan efisien.

2. Analisis Keuangan

Tidak hanya melakukan identifikasi saja, analisis perihal keuangan yang ada pada perusahaan tersebut juga perlu dilakukan. Karena untuk mendapatkan hasil yang valid diperlukan analisa secara mendalam dan teliti terhadap data yang dimiliki.

Selain itu, dengan adanya analisa ini juga memudahkan dalam membuat berbagai macam kebijakan selanjutnya. Sehingga analisis keuangan menjadi bagian penting dalam pembuatan laporan.

3. Mencatat dan Melakukan Klasifikasi

Jika telah melakukan analisis, proses selanjutnya adalah dengan melakukan pencatatan atas apa yang sudah dilakukan. Berbagai macam analisis yang telah dilakukan akan menjadi data yang berharga. Sehingga perlu dilakukan pencatatan setiap data yang telah dibuat.

Setelah melakukan pencatatan, jangan lupa untuk melakukan klasifikasi jurnal perihal transaksi dan juga keuangan perusahaan. Dimana adanya klasifikasi ini akan memudahkan dalam melakukan pencarian data.

4. Pindah Ke Buku Besar

Apabila telah melakukan berbagai macam proses yang telah disebutkan di atas. Maka, segera pindah data yang sudah dicatat dan diklasifikasikan ke dalam buku yang telah dipersiapkan. Tulis semua data yang diperlukan dalam buku tersebut.

5. Siapkan Neraca Saldo

Jangan lupa untuk mempersiapkan neraca saldo sesuai dengan buku besar yang digunakan. Neraca ini juga menjadi bagian penting dan harus ada dalam laporan keuangan yang dibuat. Sehingga, pastikan neraca saldo tidak ketinggalan dalam membuat laporan.

6. Penyusunan Kertas

Langkah selanjutnya yang perlu dikerjakan dalam laporan posisi keuangan adalah melakukan penyusunan. Pastikan kertas kerja kolom tersusun dengan rapi pada buku besar yang akan digunakan sebagai laporan keuangan.

7. Buat Laporan Sesuai Kertas Kerja

Proses terakhir dalam melakukan pembuatan laporan adalah dengan membuatnya sesuai dengan kertas kerja kolom. Buatlah secara lengkap dan serapi mungkin agar lebih memudahkan dalam menjelaskan laporan.

Selain itu, adanya penyusunan yang terstruktur dan akurat juga akan menunjukkan kualitas administrasi dari suatu perusahaan. Sehingga perlu sebuah software akuntansi yang dapat memastikan administrasi keuangan perusahaan dalam keadaan yang tersusun dengan rapi.

Contoh Aplikasi Pembuatan Laporan Keuangan

Untuk memudahkan dalam melakukan aplikasi langkah yang telah disebutkan di atas, berikut contoh konkretnya.

Kasus:
Perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan, yaitu PT XYZ memiliki dana kas, piutang dan juga persediaan kas sejumlah Rp 2.544.715. Perusahaan ini juga memiliki investasi dalam entitas bisnis lainnya dengan jumlah Rp4.818.429.

Namun dalam menjalankan operasionalnya, perusahaan ini juga memiliki hutang bank jenis jangka pendek dan hutang pajak dengan jumlah Rp2.001.451. Sedangkan hutang jangka panjangnya senilai Rp 162.940. Untuk modal saham dan tambahan modal yang dimiliki senilai Rp5.198.743.

Penyelesaian:

PT XYZ
Laporan Posisi Keuangan
21 April 20xx

contoh laporan posisi keuangan

Contoh Jenis-jenis Laporan Posisi Keuangan

Ada berbagai macam jenis laporan keuangan yang umun dibuat dan rata-rata memiliki karakteristik yang hampir sama. Pada kesempatan kali ini akan ada contoh laporan dengan format penggunaan neraca dalam perusahaan dagang, manufaktur dan juga jasa.

Meskipun mayoritas komponennya sama, ada hal yang membedakan yaitu pada bagian pos transaksinya. Untuk memahami secara lengkap sesuai dengan jenis-jenisnya, simak ulasan berikut.

1. Laporan untuk Perusahaan Dagang

Sebagaimana namanya, perusahaan dagang adalah perusahaan yang berfokus dalam jual beli. Baik berupa barang ataupun makanan yang dibuat secara langsung oleh perusahaan tersebut.
Contoh berbagai macam jenis perusahaan yang masuk dalam kategori perusahaan dagang diantaranya air minum, produksi snack ringan dan lainnya. Untuk memudahkan dalam memberikan pemahaman mengenai contoh laporan posisi keuangan perusahaan dagang.

Kini akan digunakan contoh perusahaan minuman yang didalamnya ada beberapa komponen laporan keuangan sebagai berikut.

a. Aset

Bagian pertama yang perlu ada dalam laporan keuangan adalah aset. Ada dua jenis aset yang akan dimasukkan dalam laporan perusahaan perdagangan. Beberapa jenis aset tersebut diantaranya.
Aset dengan kondisi lancar yang terdiri dari uang kas, setara kas, persediaan, piutang, PPN dan beberapa aset lancar lainnya.

Aset dengan kondisi tidak lancar terdiri dari investasi pada perusahaan lain, beban yang telah ditangguhkan, fixed assets dan lainnya.

b. Liabilitas

Tidak hanya aset yang terdiri dari dua jenis, liabilitas yang menjadi bagian dari laporan posisi keuangan juga terbagi menjadi 2 diantaranya;

Liabilitas untuk jangka pendek yang didalamnya memuat utang bank dalam waktu yang lebih pendek, beban akrual, utang jangka panjang, utang obligasi dan utang pembiayaan.

Liabilitas untuk jangka panjang didalamnya terdapat beberapa komponen diantaranya; utang dengan jangka panjang, penghasilan yang ditangguhkan, imbalan kerja karyawan, dan utang sewa untuk pembiayaan.

c. Ekuitas

Bagian ketiga yang tidak kalah penting adalah ekuitas. Ada berbagai macam komponen yang perlu dimasukkan dalam ekuitas ini. Beberapa komponen tersebut antara lain; modal saham, retained earning dan tambahan modal yang akan disetorkan.

Contoh laporan posisi keuangan di atas adalah komponen yang perlu ada dalam perusahaan perdagangan. Untuk laporan keuangan dengan jenis perusahaan yang berbeda akan dijelaskan selanjutnya.

2. Laporan untuk Perusahaan Jasa

Contoh laporan yang akan dibahas selanjutnya adalah laporan untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa. Dalam pembuatan laporan perusahaan jasa ini, posisi keuangan akan digambarkan secara jelas sesuai dengan tanggal dan periode tertentu.

Adanya laporan tersebut akan memudahkan dalam mengetahui kondisi kewajiban, aset dan juga ekuitas pemilik perusahaan. Pada kesempatan ini, contoh yang akan digunakan adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang asuransi.

Untuk lebih memudahkan dalam memahami laporan yang akan dibuat pada perusahaan jenis ini. Berikut beberapa jenis komponen yang wajib ada pada laporan perusahaan jasa.

a. Aset

Sebagaimana diketahui bahwa aset adalah komponen pertama yang harus ada dalam laporan keuangan. Untuk jenis perusahaan jasa sendiri, aset akan memuat berbagai macam hal penting.
Beberapa hal tersebut diantaranya; kas, investasi yang berjangka, piutang premi, efek, properti, logam mulia serta pajak yang telah dibayarkan di awal.

b. Liabilitas

Urutan komponen selanjutnya adalah liabilitas sebagaimana urutan komponen laporan keuangan. Beberapa hal yang masuk dalam kategori liabilitas diantaranya; hutang komisi, utang klaim, utang pajak, imbalan kerja dalam jangka panjang, utang, beban akrual dan lain-lain

c. Ekuitas

Komponen selanjutnya adalah ekuitas yang didalamnya juga terdapat beberapa komponen diantaranya; laba ditahan, modal dasar dan modal yang telah ditempatkan.

Setelah melihat format pembuatan laporan posisi keuangan yang terdiri dari beberapa komponen. Bisa diketahui bahwa pembuatan laporan untuk perusahaan jasa memiliki karakteristik yang sama dengan perusahaan dagang.

Hanya saja transaksi pada perusahaan jasa tidak sama dengan perusahaan dagang. Begitu juga dengan perusahaan dagang yang transaksinya tidak dilakukan sama persis seperti perusahaan jasa.

3. Laporan untuk Perusahaan Manufaktur

Sama halnya dengan perusahaan jasa dan perusahaan dagang yang memiliki perbedaan pada transaksinya. Maka, perusahaan manufaktur juga memiliki jenis transaksi yang berbeda dengan perusahaan jasa dan juga perusahaan dagang.

Ada beberapa jenis transaksi yang hanya akan dilakukan pada perusahaan manufaktur. Salah satu jenis transaksi yang perbedaanya cukup signifikan adalah pada bagian produksinya. Menggunakan alat bantu seperti aplikasi manufaktur yang lengkap dan saling terintegrasi antara laporan keuangan, pembukuan dan manajemen proyek biasanya akan mempercepat dan memudahkan.

Untuk melihat format lengkap dalam laporan posisi keuangan perusahaan manufaktur, berikut komponennya.

a. Aktiva

Komponen pertama yang harus ada dalam laporan perusahaan manufaktur adalah aktiva. Ada dua jenis aktiva yang akan dimuat dalam laporan diantaranya:

Aktiva jenis lancar yang didalamnya akan memuat beberapa komponen diantaranya; investasi jangka pendek, kas, setara kas, kas terbatas penggunaannya, piutang usaha dan lainnya.

Aktiva yang tidak lancar juga memiliki beberapa komponen didalamnya antara lain; aset tetap, aset pajak, tagihan pajak, penyertaan saham, aset dalam operasi dan aset tak berwujud.

b. Kewajiban

Kewajiban juga terdiri dari dua komponen yang wajib ada dalam laporan keuangan. Beberapa jenis kewajiban tersebut antara lain:

Kewajiban yang berjalan dengan lancar akan mencakup beberapa hal penting. Cakupan tersebut antara lain; pinjaman dengan jangka pendek, utang pajak, utang usaha, beban akrual, pinjaman jangka panjang dan uang muka dalam penjualan.
Kewajiban yang tidak lancar juga memiliki beberapa komponen penting. Rincian komponen penting tersebut diantaranya; liabilitas pajak yang ditangguhkan, liabilitas jangka panjang dan liabilitas jangka pendek.

c. Ekuitas Pemegang Saham

Bagian ketiga dari laporan posisi keuangan untuk perusahaan manufaktur adalah ekuitas dari pemegang saham. Untuk format ini akan berisi beberapa hal yaitu modal saham, tambahan modal yang disetorkan, saldo laba dan penghasilan keseluruhan.

Itulah susunan atau format untuk laporan perusahaan manufaktur. Dari penjelasan di atas bisa diketahui bahwa istilah yang digunakan sangat berbeda jauh. Namun, komponen yang ada didalamnya tidak jauh berbeda dengan komponen perusahaan dagang dan jasa.

Ada banyak jenis laporan posisi keuangan yang akan dibuat sesuai dengan jenis perusahaannya. Informasi di atas sudah memuat secara lengkap berbagai macam jenis laporan yang bisa dipilih. Sesuaikan dengan kebutuhan dan buatlah secara detail untuk memudahkan dalam bekerja.

 

Karir
Karir

Kembangkan karir bersama Mekari

Mari berkembang dan menjadi bagian dari perubahan bersama talenta-talenta terbaik dari manca negara di Mekari.

Hubungi kami
Hubungi kami

Selalu siap membantu Anda

Bagi Anda yang membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi kami melalui kontak yang disediakan.

WhatsApp WhatsApp kami