5 min read

6 Kesalahan Selama Campaign Ramadan dan Solusi Menghindarinya

kesalahan campaign ramadan

Mekari Insight

  • Campaign marketplace Ramadan merupakan strategi promosi musiman yang berfokus pada peningkatan transaksi sekaligus penguatan brand engagement.
  • Data menunjukkan Ramadan tetap menjadi periode dengan aktivitas penjualan yang signifikan.
  • Momentum terbaik untuk mendorong penjualan terjadi pada minggu ke-3 hingga menjelang Lebaran.
  • Penggunaan sistem terintegrasi membantu bisnis mengelola operasional campaign secara lebih terukur dan efisien.

Campaign marketplace Ramadan adalah rangkaian aktivitas promosi dan penjualan yang dirancang khusus selama bulan Ramadan hingga periode menjelang atau setelah Idul Fitri.

Campaign ini biasanya dikemas dengan nuansa Ramadan dan disesuaikan dengan pola konsumsi masyarakat selama periode tersebut.

Umumnya, beberapa bentuk campaign yang umum dijalankan untuk support campaign di bulan Ramadan antara lain sebagai berikut:

  1. Diskon khusus menyambut Lebaran
  2. Program belanja sambil berbagi
  3. Doorprize Ramadan
  4. Peluncuran produk seasonal
  5. Bundling hampers dan paket THR

Secara strategis, campaign Ramadan tidak hanya berfokus pada peningkatan transaksi, tetapi juga pada penguatan brand awareness dan engagement pelanggan.

Momentum ini sering dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus membangun kedekatan dengan konsumen.

Data Penjualan Marketplace Saat Ramadan

Meskipun terdapat dinamika daya beli masyarakat pada 2025, Ramadan tetap menjadi periode dengan aktivitas transaksi yang signifikan.

Berdasarkan survei Bank Indonesia, Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Maret 2025 tercatat sebesar 5,5%, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 2%. Data ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas konsumsi selama periode Ramadan.

Hal ini menjadikan Ramadan sebagai momentum strategis bagi pelaku usaha untuk menjalankan campaign dengan perencanaan yang terukur, terutama dalam aspek stok, distribusi, dan pengelolaan operasional.

Baca Juga: Tantangan Jualan Online di Bulan Ramadan & Strategi Menghadapinya

6 Kesalahan Seller Saat Campaign Marketplace Ramadan

Pertumbuhan transaksi selama Ramadan sering disertai dengan tantangan operasional. Berikut beberapa kesalahan yang umum terjadi.

1. Tidak Menjaga Ketersediaan Stok

Lonjakan pesanan tanpa perencanaan stok ketersediaan dapat menyebabkan kekosongan barang. Ada pun beberapa dampak yang perlu Anda waspadai meliputi:

  • Penurunan kepuasan pelanggan
  • Penurunan rating toko
  • Kehilangan potensi transaksi

Ketersediaan stok menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi operasional selama peak season.

2. Terlalu Fokus pada Diskon

Promo memang dapat meningkatkan volume transaksi. Namun, campaign yang hanya berfokus pada potongan harga tanpa konsep yang relevan dengan Ramadan cenderung kurang membangun kedekatan dengan pelanggan.

Integrasi pesan sosial atau nilai kebersamaan dapat memperkuat positioning brand selama periode ini.

3. Campaign Tidak Selaras dengan Momentum Ramadan

Pemilihan produk dan pesan promosi perlu disesuaikan dengan karakter Ramadan. Keselarasan antara campaign dan momentum keagamaan membantu menjaga citra brand serta relevansi komunikasi dengan pelanggan.

Sebagai contoh, sebuah brand mengadakan campaign Ramadan dengan tema “Midnight Party Sale” tanpa menyesuaikan tema visual serta pesan komunikasi yang tidak selaras dengan bulan Ramadan.

Di sisi lain, kompetitor mengadakan sebuah campaign dengan tema “Persiapan Lebaran Keluarga” beserta tema visual dan komunikasi yang disesuaikan.

Hasilnya ketidaksesuaian tersebut dapat terlihat dari perbandingan engagement antara brand tersebut dengan kompetitor, dimana brand tersebut tertinggal secara statistik angka.

4. Tidak Mengelola Logistik dengan Baik

Keterlambatan pengiriman menjadi salah satu tantangan utama selama Ramadan.

Beberapa risiko yang dapat terjadi:

  • Overload pengiriman
  • Barang tiba mendekati atau setelah Lebaran
  • Peningkatan komplain pelanggan

Penggunaan lebih dari satu mitra logistik dapat membantu meningkatkan fleksibilitas distribusi.

5. Respons Chat yang Lambat

Volume pertanyaan pelanggan biasanya meningkat signifikan selama Ramadan. Tanpa sistem terpusat, pengelolaan pesan dari berbagai marketplace dapat menjadi tidak optimal.

  • Respons yang tertunda dapat berdampak pada:
  • Keranjang yang tidak diselesaikan
  • Penurunan konversi
  • Perpindahan pelanggan ke toko lain

6. Tidak Mengelola Cash Flow dengan Terencana

Campaign Ramadan sering memerlukan tambahan anggaran untuk:

  • Iklan dan promosi
  • Penambahan stok
  • Insentif atau lembur karyawan
  • Biaya operasional tambahan seperti gudang dan pengemasan

Selain itu, terdapat komponen lain yang juga perlu diperhitungkan, seperti biaya subsidi ongkir, diskon marketplace, komisi platform, hingga potensi retur setelah Lebaran. Seluruh komponen ini dapat memengaruhi arus kas dalam waktu singkat.

Mengingat terdapat banyak sekali aspek yang perlu diperhatikan untuk menyukseskan campaign Ramadan, perencanan cash flow yang baik menjadi sangat penting.

Hindari semua inisiatif dapat dijalankan dengan sangat terukut serta ROI yang tepat agar tidak mengalami kerugian.

Solusi Menghindari Kesalahan Saat Campaign Ramadan

Keberhasilan campaign Ramadan tidak hanya ditentukan oleh besarnya promo, tetapi juga oleh kesiapan operasional dan perencanaan yang matang.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan agar campaign berjalan lebih terukur dan terkendali.

1. Siapkan Buffer Stock Berbasis Data

Perencanaan stok sebaiknya dimulai dari analisis data penjualan periode sebelumnya. Identifikasi produk dengan perputaran tinggi, waktu lonjakan transaksi, serta pola pembelian menjelang Lebaran.

Dengan pendekatan berbasis data, bisnis dapat memperkirakan kebutuhan stok tambahan dan menentukan jumlah buffer yang aman. Perhitungan ini membantu mengurangi risiko kehabisan barang saat permintaan meningkat.

Anda bisa mempelajari secara lengkap terkait apa itu buffer stock lengkap dengan cara perhitungan serta cara mengelolanya dengan tepat.

Selain itu, pemantauan stok secara real-time selama campaign juga penting untuk mengantisipasi perubahan tren penjualan secara cepat.

Untuk mempermudah hal tersebut, software manajemen inventory Mekari Desty dilengkapi dengan fitur untuk monitor stok secara real-time.

Beberapa fitur tersebut meliputi Inventory Control & Stock Synchronization untuk monitor stok real-time, Inventory Taking untuk monitor stok di setiap gudang, hingga Inventory History untuk pantau seluruh aktivitas stok untuk kontrol lebih tepat.

2. Gunakan Konsep Campaign yang Relevan

Campaign Ramadan dapat dikembangkan dengan pendekatan yang mencerminkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

Integrasi konsep ini membantu meningkatkan relevansi komunikasi brand.

Beberapa bentuk implementasi yang dapat diterapkan antara lain:

  • Donasi sebagian hasil penjualan
  • Paket sembako atau paket berbagi
  • Program berbagi takjil atau makanan berbuka

Pendekatan ini tidak hanya mendukung target penjualan, tetapi juga memperkuat brand engagement selama periode Ramadan.

3. Pilih Produk yang Relevan dengan Momentum Ramadan

Pemilihan produk dan materi promosi perlu disesuaikan dengan kebutuhan konsumen selama Ramadan.

Produk yang relevan dengan persiapan Lebaran, kebutuhan ibadah, atau kebutuhan keluarga cenderung memiliki daya tarik lebih tinggi pada periode ini.

Konsistensi antara tema campaign, visual promosi, dan pesan komunikasi membantu memperkuat positioning brand. Dengan keselarasan tersebut, campaign lebih mudah diterima oleh target pasar.

Baca Juga: Inventory Control: Pengertian, Fungsi, Metode, dan Manfaatnya

4. Optimalkan Strategi Logistik Sejak Awal

Lonjakan transaksi selama Ramadan sering berdampak pada kepadatan distribusi. Oleh karena itu, strategi logistik perlu disiapkan sebelum periode puncak.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  • Menggunakan lebih dari satu mitra pengiriman untuk meningkatkan fleksibilitas
  • Mengevaluasi performa logistik berdasarkan kecepatan dan tingkat keberhasilan pengiriman
  • Melakukan uji pengiriman sebelum memasuki minggu puncak Ramadan

Perencanaan distribusi yang matang membantu menjaga ketepatan waktu pengiriman dan stabilitas pengalaman pelanggan.

5. Gunakan Sistem Omnichannel untuk Layanan Chat

Selama Ramadan, volume pertanyaan pelanggan dari berbagai marketplace biasanya meningkat signifikan. Pengelolaan chat yang terpisah-pisah dapat memperlambat respons dan memengaruhi konversi.

Sistem omnichannel memungkinkan seluruh pesan dari berbagai platform dikumpulkan dalam satu dashboard. Dengan sistem terintegrasi, tim dapat:

  • Menggunakan template respons untuk pertanyaan umum
  • Mengelompokkan pesan berdasarkan prioritas
  • Memantau performa respons secara real-time

Pengelolaan komunikasi yang terstruktur membantu menjaga kualitas layanan selama periode transaksi tinggi.

6. Susun Rencana Anggaran Campaign Secara Terukur

Perencanaan anggaran perlu disusun sebelum campaign dimulai agar setiap pengeluaran dapat dikontrol dengan baik.

Rencana ini mencakup alokasi dana untuk promosi, penambahan stok, operasional tambahan, hingga dana cadangan.

Selain menyusun budget, penting juga untuk membuat proyeksi arus kas berdasarkan estimasi peningkatan transaksi dan waktu pencairan dana dari marketplace.

Dengan proyeksi tersebut, bisnis dapat memastikan ketersediaan dana tetap aman selama periode campaign.

Monitoring realisasi anggaran secara berkala selama Ramadan membantu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan penjualan dan stabilitas keuangan.

Kesimpulan

Campaign marketplace Ramadan merupakan momentum strategis untuk meningkatkan transaksi sekaligus memperkuat brand engagement.

Namun, keberhasilan campaign sangat dipengaruhi oleh kesiapan operasional, mulai dari stok, logistik, layanan pelanggan, hingga pengelolaan arus kas.

Pengelolaan operasional yang terpusat membantu bisnis menjaga konsistensi selama periode lonjakan transaksi.

Mekari Desty sebagai software omnichannel marketplace yang terintegrasi dalam ekosistem Mekari membantu pelaku usaha mengelola operasionalisasi bisnis secara lebih efisien.

 

Keluar

WhatsApp WhatsApp kami