3 min read

Cash Flow Bisnis Sering Bocor? Ini Kesalahan yang Sering Tidak Disadari

Cara Mengatasi Cash Flow Bisnis yang Sering Bocor

Banyak bisnis yang terlihat ramai dari luar, order masuk setiap hari, penjualan terus berjalan, bahkan traffic marketplace terus naik. Tapi anehnya, kondisi keuangan tetap terasa seret.

Uang yang masuk banyak, tetapi uang yang keluar juga tidak terasa ke mana arahnya. Akibatnya, cash flow bisnis jadi tidak sehat dan sulit berkembang.

Masalah seperti tadi cukup sering terjadi, terutama pada bisnis yang sedang berkembang cepat. Fokus utama biasanya ada pada penjualan, sementara pengelolaan pengeluaran justru seringkali terabaikan.

Padahal, cash flow yang bocor bisa jadi salah satu penyebab bisnis sulit untuk scale up meskipun omset terus meningkat.

Apa Saja Kesalahan yang Sering Tidak Disadari?

  1. Tidak Mencatat Pengeluaran Kecil

Banyak pebisnis hanya fokus mencatat transaksi yang besar. Padahal, pengeluaran kecil yang terjadi setiap hari juga bisa berdampak besar jika terus menerus menumpuk.

Contohnya seperti biaya transportasi, reimburse tim, biaya admin, subscription tools, konsumsi meeting, sampai biaya operasional harian.

  1. Tidak Memisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis

Kesalahan lain yang cukup sering terjadi adalah mencampur keuangan uang bisnis dengan kebutuhan pribadi.

Akibatnya, arus kas bisnis jadi sulit dipantau. Pebisnis juga jadi tidak tahu apakah bisnisnya benar-benar menghasilkan profit atau justru hanya berputar untuk menutupi pengeluaran saja.

Memisahkan rekening bisnis dan pribadi jadi langkah dasar yang paling penting untuk menjaga kondisi keuangan bisnis tetap sehat.

  1. Proses Approval Pengeluaran Tidak Jelas

Dalam bisnis yang sedang berkembang, pengeluaran biasanya melibatkan banyak tim. Kalau tidak ada alur approval yang jelas, pengeluaran kas bisa terjadi tanpa kontrol yang efisien.

Itulah kenapa banyak perusahaan mulai menggunakan sistem expense management agar proses reimbursement, pembayaran, dan monitoring pengeluaran bisa lebih terstruktur dan detail.

  1. Tidak Memantau Pengeluaran Secara Real-time

Masih banyak pebisnis yang memantau pengeluarannya secara manual lewat spreadsheet atau pencatatan kas secara terpisah. Masalahnya, data tersebut sering terlambat diperbarui sehingga pemilik bisnis tidak punya gambaran kondisi cash flow secara real time.

Akibatnya, keputusan strategis bisnis jadi kurang akurat karena tidak didukung data pengeluaran kas yang jelas. Di sinilah pentingnya penggunaan sistem yang bisa membantu monitoring pengeluaran secara otomatis dan real-time.

Lalu, Bagaimana Solusinya?

Berdasarkan masalah-masalah di atas, di sinilah pentingnya penggunaan sistem yang bisa membantu monitoring pengeluaran secara otomatis dan real time. Seiring dengan bisnis yang terus berkembang, pengelolaan pengeluaran bisnis juga harus semakin rapi agar arus keuangan tetap terkontrol dan operasional berjalan lebih efisien.

Penggunaan software expense management seperti Mekari Expense dapat membantu bisnis mengotomasi proses pelaporan, pembayaran, sampai dengan analisis pengeluaran dalam satu platform yang terintegrasi. Dengan sistem yang lebih modern, perusahaan dapat memantau pengeluaran secara real time, mengurangi human error dalam pencatatan, serta mempermudah proses reimbursement dan approval antar divisi.

Selain itu, sistem expense management juga membantu perusahaan mengontrol budget operasional dengan lebih baik dan membantu pengambilan keputusan berdasarkan data dengan lebih akurat.

Biaya Logistik Sering Jadi Sumber Kebocoran cash flow

Ilustrasi kirim paket melalui Lion Parcel

Selain operasional internal, biaya logistik juga sering jadi pengeluaran yang cukup besar dalam bisnis, terutama untuk seller online dan e-commerce. Jika tidak dikelola dengan baik, biaya pengiriman bisa sangat mempengaruhi profit bisnis secara signifikan.

Oleh karena itu, sangat penting unutuk memilih partner logistik yang tidak hanya membantu pengiriman, tetapi juga bisa mendukung efisiensi bisnis secara keseluruhan. Salah satunya adalah jasa pengiriman Lion Parcel yang memiliki berbagai layanan sesuai kebutuhan bisnis, mulai dari REGPACK untuk pengiriman reguler, JAGOPACK untuk ongkir lebih hemat, hingga MINIPACK untuk paket kecil maksimal 300 gram yang cocok untuk kirim-kirim barang yang ringan.

Selain bisa mendukung kebutuhan pengiriman bisnis sendiri, kamu juga berpeluang mendapatkan penghasilan tambahan dari layanan pengiriman di area sekitar. Apalagi tren belanja online dan live commerce terus meningkat setiap tahunnya.

Menjadi agen Lion Parcel juga memiliki beberapa keuntungan seperti diskon hingga 35 persen, jangkauan pengiriman hingga 98 persen wilayah Indonesia dan lebih dari 50 negara, proses pendaftaran yang mudah tanpa biaya royalti, hingga mentoring bisnis selama 6 bulan. Nah dengan banyak keuntungan yang diberikan, kalian bisa banget untuk gabung jadi mitra Lion Parcel.

Topik:
Keluar

WhatsApp WhatsApp kami