Mekari Insight
- Pebisnis online dapat mengajukan KPR dengan menunjukkan stabilitas arus kas dan laba usaha yang konsisten.
- Bank menilai rasio cicilan, riwayat kredit, legalitas usaha, dan kelengkapan dokumen sebelum memberikan persetujuan.
- Laporan keuangan yang terstruktur menjadi bukti utama kemampuan membayar cicilan.
- DP yang memadai dan tenor yang sesuai membantu menjaga arus kas bisnis tetap sehat selama masa kredit.
Pertumbuhan bisnis online dan marketplace membuat semakin banyak pelaku usaha memiliki penghasilan mandiri yang stabil.
Seiring berkembangnya usaha, kebutuhan memiliki hunian pribadi menjadi bagian dari perencanaan finansial jangka panjang.
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi salah satu solusi pembiayaan yang membantu masyarakat memiliki rumah dengan skema cicilan.
Pemilik bisnis online dan UMKM digital memiliki peluang yang sama untuk mengajukan KPR selama mampu menunjukkan stabilitas usaha dan kondisi keuangan yang sehat.
Bank akan melakukan analisis menyeluruh terhadap arus kas, riwayat kredit, legalitas usaha, serta kelengkapan dokumen sebelum memberikan persetujuan. Berikut panduan lengkap yang perlu dipahami sebelum mengajukan KPR sebagai pebisnis online.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengajukan KPR
1. Konsistensi Penghasilan dan Arus Kas
Bank menilai kemampuan membayar cicilan berdasarkan rata-rata penghasilan bersih per bulan. Fokus utama terletak pada laba usaha setelah dikurangi seluruh biaya operasional.
Rekening koran 3–6 bulan terakhir akan dianalisis untuk melihat pola pemasukan dan pengeluaran. Arus kas yang stabil menunjukkan bahwa bisnis mampu menopang kewajiban jangka panjang seperti cicilan rumah.
Karena itu, pencatatan keuangan yang rapi dan terpisah antara rekening pribadi dan usaha sangat membantu proses analisis.
2. Rasio Cicilan terhadap Penghasilan
Sebagian besar bank menerapkan batas cicilan maksimal sekitar 30–40% dari total penghasilan bulanan. Rasio ini digunakan untuk menjaga keseimbangan antara kewajiban kredit dan kebutuhan operasional sehari-hari.
Perhitungan yang realistis membantu Anda menentukan harga properti dan tenor yang sesuai. Simulasi cicilan sejak awal akan memberikan gambaran yang jelas mengenai beban pembayaran setiap bulan.
Untuk memudahkan Anda menentukan harga properti yang sesuai dengan kesiapan finansial, Anda bisa coba gunakan fitur budget ideal pada aplikasi Pinhome.
3. Riwayat Kredit melalui SLIK OJK
Riwayat kredit menjadi salah satu faktor utama dalam penilaian risiko. Bank akan memeriksa data melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.
Status kolektibilitas yang lancar mencerminkan disiplin pembayaran. Pastikan tidak ada tunggakan kartu kredit, pinjaman konsumtif, atau cicilan lain sebelum mengajukan KPR.
Jika terdapat catatan kurang baik, selesaikan terlebih dahulu agar profil kredit kembali sehat.
4. Legalitas dan Usia Usaha
Legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), SIUP, atau akta pendirian meningkatkan kepercayaan bank terhadap keberlangsungan bisnis Anda.
Usaha yang telah berjalan minimal 2–3 tahun dengan arus kas konsisten biasanya dinilai lebih siap untuk menerima pembiayaan jangka panjang. Dokumen legal yang lengkap menunjukkan bahwa usaha dikelola secara profesional.
Baca Juga: Begini Cara Pengajuan dan Syarat Minimal Gaji untuk KPR
Tips agar Pengajuan KPR Disetujui Bank
1. Rapikan Administrasi dan Dokumen
Dokumen yang umumnya dibutuhkan antara lain:
- KTP dan Kartu Keluarga
- NPWP
- Rekening koran
- Legalitas usaha
- Dokumen properti yang akan dibeli
Kelengkapan dokumen mempercepat proses verifikasi dan mengurangi risiko penundaan.
2. Siapkan Laporan Keuangan yang Terstruktur
Bagi pebisnis online, laporan keuangan berfungsi sebagai bukti penghasilan utama. Laporan arus kas, ringkasan omzet, serta perhitungan laba bersih menjadi dasar analisis bank.
Pemisahan rekening pribadi dan bisnis membantu menampilkan data yang lebih transparan. Sistem pencatatan digital mempermudah penyusunan laporan secara konsisten dan real-time.
3. Pastikan Properti Memiliki Legalitas Jelas
Bank akan melakukan appraisal untuk menilai kelayakan properti. Sertifikat harus sah dan sesuai dengan nilai pasar.
Jika hasil appraisal lebih rendah dari harga jual, jumlah pembiayaan dapat disesuaikan oleh bank. Karena itu, penting memilih properti dengan dokumen lengkap dan harga yang rasional.
4. Pilih Bank yang Sesuai dengan Profil Usaha
Setiap bank memiliki kebijakan dan pendekatan penilaian yang berbeda terhadap wiraswasta. Pilih bank yang memiliki pengalaman menangani debitur UMKM atau pemilik usaha.
Waktu pengajuan juga berpengaruh. Ajukan KPR saat kondisi bisnis menunjukkan arus kas yang stabil dan tren pertumbuhan yang positif.
5. Siapkan Down Payment dan Tenor yang Seimbang
Down payment (DP) yang memadai menunjukkan kesiapan finansial dan menurunkan risiko pembiayaan bagi bank. Besaran DP juga memengaruhi jumlah cicilan dan total bunga.
Tenor perlu disesuaikan dengan usia serta kemampuan membayar cicilan setiap bulan. Oleh karena itu, simulasikan cicilan dan ajukan KPR via Pinhome.
Peran Laporan Keuangan dalam Meningkatkan Peluang Persetujuan
Laporan keuangan yang rapi memperkuat kredibilitas Anda sebagai pelaku usaha. Bank membutuhkan data yang jelas untuk menilai stabilitas bisnis.
Dengan sistem pencatatan yang terstruktur:
- Arus kas dapat dipantau secara berkala
- Laba usaha terlihat lebih transparan
- Data transaksi terdokumentasi dengan rapi
- Analisis keuangan menjadi lebih cepat dan akurat
Digitalisasi laporan membantu mempercepat proses verifikasi dan menunjukkan bahwa bisnis dikelola secara profesional.
Mengingat pentingnya laporan performa bisnis bagi pelaku usaha, software manajemen laporan menjadi pilihan bagi Anda agar proses laporan dapat dilakukan dengan efektif dan akurat.
Kesimpulan
Pemilik bisnis online memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan persetujuan KPR selama mampu menunjukkan stabilitas penghasilan dan pengelolaan keuangan yang baik.
Bank akan menilai konsistensi arus kas, rasio cicilan, riwayat kredit, legalitas usaha, serta kelengkapan dokumen properti.
Persiapan administrasi yang rapi, laporan keuangan yang terstruktur, dan perencanaan cicilan yang realistis membantu meningkatkan peluang persetujuan.
Perencanaan finansial yang matang memastikan pembelian rumah tidak mengganggu operasional bisnis dan tetap menjaga kestabilan arus kas jangka panjang.