Mekari Insight
- Harga coret adalah strategi menampilkan harga lama yang dicoret lalu diganti harga promo untuk menunjukkan potongan harga
- Teknik ini sering digunakan dalam promo seperti flash sale, campaign marketplace, dan diskon musiman
- Diskon harga coret efektif karena memanfaatkan psikologi konsumen melalui perbandingan harga
- Contoh harga coret: Rp
200.000➝ Rp150.000 untuk menunjukkan nilai penghematan - Jika digunakan dengan tepat, harga coret dapat tingkatkan daya tarik produk dan penjualan bisnis
Dalam dunia bisnis, harga coret sering digunakan sebagai strategi untuk menarik perhatian konsumen. Teknis ini menampilkan harga lama yang dicoret lalu diganti dengan harga baru yang lebih rendah sehingga pelanggan dapat langsung melihat adanya potongan harga.
Strategi ini banyak digunakan di toko retail, e-commerce, maupun marketplace. Jika diterapkan dengan tepat, harga coret dapat meningkatkan minat beli. Namun, penggunaannya tetap perlu dilakukan secara hati-hati dan transparan agar tidak menurunkan kepercayaan pelanggan. Penjelasan selengkapnya tentang harga coret, Mekari Desty akan mengulasnya untuk Anda.
Apa itu Harga Coret?
Harga coret adalah strategi penetapan harga yang menunjukkan harga lama suatu produk dengan garis coret, lalu menampilkan harga baru yang lebih rendah sebagai harga promo. Tujuan dari teknik ini adalah memperlihatkan kepada konsumen bahwa produk tersebut sedang mengalami penurunan harga.
Dalam praktiknya, harga sebelumnya tetap ditampilkan sebagai pembanding, sementara harga baru ditonjolkan sebagai harga yang sedang berlaku. Dengan cara ini, konsumen dapat langsung memahami bahwa mereka mendapatkan potongan harga.
Strategi harga coret sering ditemukan pada berbagai promosi, misalnya:
- Flash sale
- Promo musiman
- Campaign marketplace
- Diskon akhir tahun
Melalui tampilan harga yang membandingkan harga lama dan harga baru, pelanggan dapat mudah melihat besarnya penghematan yang mereka peroleh.
Perbedaan Harga Coret dan Diskon Biasa
Meskipun keduanya sama-sama menunjukkan potongan harga, harga coret memiliki karakteristik yang berbeda dari diskon biasa.
Pada diskon biasa, umumnya hanya ditampilkan harga promo tanpa memperlihatkan harga sebelumnya. Sementara itu, harga coret menunjukkan dua harga sekaligus, yaitu harga lama dan harga setelah diskon.
Dengan adanya perbandingan tersebut, pelanggan lebih mudah menilai nilai penawaran yang diberikan. Inilah alasan mengapa strategi ini sering dianggap lebih efektif dalam menarik perhatian konsumen.
Baca Juga: Strategi Promosi Retail Modern untuk Tingkatkan Penjualan
Cara Kerja Strategi Harga Coret dalam Bisnis
Strategi harga coret tidak hanya sekadar menampilkan potongan harga, tetapi juga memengaruhi cara konsumen menilai sebuah produk.
Dengan memperlihatkan perbandingan harga lama dan harga baru, pelanggan lebih mudah melihat keuntungan yang ditawarkan. Karena itu, penting memahami faktor psikologi di balik harga coret serta perannya dalam strategi pemasaran bisnis.
A. Psikologi Harga di Balik Harga Coret
Efektivitas strategi harga coret tidak lepas dari faktor psikologi konsumen. Ketika pelanggan melihat harga lama yang lebih tinggi, lalu harga baru yang lebih rendah, mereka cenderung merasa mendapatkan keuntungan lebih.
Konsep ini dikenal sebagai anchoring effect, yaitu ketika seseorang menggunakan informasi awal sebagai acuan dalam menilai sesuatu. Dalam konteks ini, harga lama menjadi titik referensi yang membuat harga baru terlihat lebih menarik.
Selain itu, strategi harga coret juga dapat menciptakan rasa urgensi. Konsumen yang melihat adanya potongan harga biasanya terdorong untuk segera membeli sebelum promo berakhir.
B. Peran Harga Coret dalam Strategi Marketing
Banyak bisnis memanfaatkan harga coret sebagai bagian dari strategi pemasaran untuk meningkatkan daya tarik produk. Teknik ini sering digunakan dalam berbagai program promosi seperti:
- Promo Harbolnas
- Flash sale marketplace
- Promo 11.11 atau 12.12
- Clearance sale
Dalam berbagai campaign tersebut, harga coret berfungsi untuk menarik perhatian konsumen sekaligus meningkatkan peluang terjadinya transaksi.
Contoh Harga Coret dalam Bisnis
Untuk memahami penerapannya dengan lebih jelas, berikut beberapa contoh harga coret yang sering digunakan dalam promosi produk.
1. Contoh Harga Coret pada Produk Retail
Sebagai contoh, sebuah toko menjual produk dengan harga normal Rp500.000. Ketika mengadakan promo, harga tersebut ditampilkan seperti berikut: Rp500.000 ➝ Rp200.000.
Dengan menampilkan harga lama yang dicoret, pelanggan dapat langsung melihat bahwa mereka mendapatkan potongan harga sebesar Rp300.000.
2. Contoh Harga Coret di Marketplace
Marketplace seperti Shopee atau Tokopedia juga sering menampilkan harga coret dalam berbagai promosi.
Contohnya: Harga normal Rp500.000 ➝ Rp250.000 saat flash sale.
Tampilan ini membuat produk terlihat lebih menarik karena pelanggan dapat melihat perbedaan harga secara langsung.
3. Contoh Harga Coret dalam Promo Musiman
Selain marketplace, banyak brand menggunakan strategi ini saat menjalankan promo musiman, misalnya:
- Promo akhir tahun
- Diskon Ramadan
- Harbolnas
- Anniversary Sale
Penggunaan harga coret pada momen tertentu sering kali membantu meningkatkan minat beli pelanggan.
Baca Juga: Strategi Promosi Marketplace saat Ramadan yang Efektif
Manfaat Harga Coret untuk Bisnis
Penggunaan harga coret tidak hanya bertujuan menampilkan diskon. Jika diterapkan dengan tepat, strategi ini dapat memberikan berbagai manfaat bagi bisnis, di antaranya:
1. Meningkatkan Daya Tarik Produk
Produk yang menampilkan diskon harga coret biasanya lebih menarik perhatian pelanggan dibandingkan produk dengan harga normal. Hal ini karena konsumen dapat langsung melihat besarnya potongan harga yang diberikan.
Dalam banyak kasus, produk label promo cenderung sering dipilih oleh pelanggan.
2. Mempercepat Keputusan Pembelian
Harga coret dapat menciptakan rasa urgensi pada pelanggan. Ketika melihat adanya potongan harga, konsumen sering merasa bahwa kesempatan tersebut tidak boleh dilewatkan.
Akibatnya, proses pengambilan keputusan untuk membeli produk bisa terjadi lebih cepat.
3. Meningkatkan Konversi Penjualan
Banyak bisnis menggunakan strategi ini untuk meningkatkan conversion rate. Dengan memperlihatkan harga lama dan harga baru secara bersamaan, pelanggan dapat dengan mudah memahami keuntungan yang mereka dapatkan.
Strategi ini sangat efektif digunakan dalam promo jangka pendek seperti flash sale.
4. Membantu Mengurangi Stok Produk
Harga coret juga sering digunakan untuk mempercepat penjualan produk yang sudah lama tersimpan di gudang. Dengan memberikan potongan harga, bisnis dapat meningkatkan perputaran stok.
Teknik ini biasanya digunakan dalam clearance sale atau promo akhir musim.
Kesalahan Penggunaan Harga Coret yang Perlu Dihindari
Walaupun strategi ini cukup efektif, penggunaan harga coret tetap harus dilakukan secara hati-hati. Jika diterapkan dengan cara yang salah, strategi ini justru dapat merugikan bisnis. Berikut ini beberapa kesalahan yang perlu diperhatikan:
1. Menampilkan Harga Lama yang Tidak Transparan
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menampilkan harga lama yang sebenarnya tidak pernah digunakan sebelumnya.
Praktik seperti ini dapat merusak kepercayaan pelanggan karena dianggap tidak jujur.
2. Terlalu Sering Menggunakan Diskon
Jika bisnis terlalu sering menggunakan harga coret, pelanggan bisa terbiasa menunggu promo sebelum membeli produk.
Hal ini dapat membuat pelanggan enggan membeli produk dengan harga normal.
3. Selisih Harga Terlalu Kecil
Jika potongan harga terlalu kecil, strategi harga coret tidak akan memberikan dampak yang signifikan. Misalnya: Rp200.000 ➝ Rp195.000.
Perbedaan harga yang terlalu kecil biasanya tidak cukup menarik perhatian konsumen.
4. Perubahan Harga yang Tidak Konsisten
Perubahan harga yang terlalu sering juga dapat membuat pelanggan merasa bingung dan menurunkan kepercayaan terhadap brand.
Baca Juga: Perbedaan Diskon, Cashback, Voucher & Panduan Strategi Promo
Cara Menggunakan Harga Coret secara Efektif
Agar strategi ini memberikan hasil yang maksimal, bisnis perlu menerapkan harga coret dengan pendekatan yang tepat, seperti:
1. Tentukan Harga Awal yang Masuk Akal
Pastikan harga lama yang ditampilkan memang merupakan harga normal yang pernah digunakan. Transparansi harga sangat penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan.
2. Gunakan Momentum Promosi
Harga coret biasanya lebih efektif jika digunakan pada momen tertentu, seperti:
- Flash sale
- Campaign marketplace
- Promo musiman
Momentum promosi sering kali meningkatkan minat belanja konsumen.
3. Tampilkan Harga dengan Visual yang Jelas
Dalam tampilan produk, harga lama biasanya ditampilkan dengan garis coret, sedangkan harga promo ditampilkan dengan ukuran atau warna yang lebih mencolok.
Tampilan yang jelas membantu konsumen langsung memahami perbedaan harga.
4. Kombinasikan dengan Strategi Promo Lain
Agar lebih efektif, harga coret dapat dikombinasikan dengan strategi marketing lainnya, misalnya:
- Gratis ongkir
- Bundling produk
- Cashback
- Limited time offer
Kombinasi strategi ini dapat meningkatkan daya tarik promosi secara keseluruhan.
Untuk memaksimalkan strategi promosi seperti harga coret, bisnis juga perlu didukung oleh sistem yang dapat mengelola promo secara lebih terstruktur dan efisien.
Melalui software manajemen promosi Mekari Desty, Anda dapat mengatur berbagai kampanye diskon, menampilkan harga promo secara otomatis, serta mengintegrasikan penjualan dari berbagai marketplace dalam satu dashboard.
Mekari Desty adalah software manajemen marketplace & toko offline bagian dari ekosistem software terintegrasi Mekari yang menyediakan fitur omnichannel (pengaturan stok, data produk, promosi, proses pesanan, kelola multi gudang, laporan penjualan, integrasi & platform), serta sistem kasir (POS) dan manajemen chat.

Dengan pengelolaan promosi yang lebih rapi dan terpusat, bisnis dapat menjalankan strategi diskon harga coret secara konsisten sekaligus meningkatkan peluang konversi penjualan yang maksimal.
Saya Mau Coba Gratis Mekari Desty Sekarang!
Kesimpulan
Harga coret merupakan salah satu strategi penetapan harga yang banyak digunakan dalam bisnis untuk menarik perhatian konsumen. Dengan menampilkan harga lama yang dicoret dan harga baru yang lebih rendah, pelanggan dapat langsung melihat nilai penghematan yang mereka dapatkan.
Jika diterapkan secara tepat, harga coret dapat membantu meningkatkan daya tarik produk, mempercepat keputusan pembelian, serta meningkatkan konversi penjualan. Teknik ini juga sering digunakan dalam berbagai campaign promosi seperti flash sale, promo musiman, maupun diskon marketplace.
Namun, penggunaan harga coret harus dilakukan secara transparan dan tidak berlebihan. Dengan menjaga kejujuran harga serta mengombinasikannya dengan strategi pemasaran lain, bisnis dapat memanfaatkan diskon harga coret secara optimal untuk meningkatkan penjualan sekaligus menjaga kepercayaan pelanggan.