3 min read

Endorsement: Pengertian, Manfaat, Risiko, dan Strategi untuk Bisnis

sistem endorse

Mekari Insight

  • Endorse adalah strategi pemasaran digital yang memanfaatkan influencer atau figur publik untuk membangun awareness dan mendorong minat beli.
  • Keunggulan dari sistem endorse yakni mampu menjangkau audiens yang lebih spesifik dan membangun kepercayaan melalui figur yang relevan.
  • Terdapat risiko dari sistem ini, seperti hasil penjualan yang tidak sesuai, skeptisisme audiens, dan ketergantungan pada popularitas influencer.
  • Proses endorse memerlukan perencanaan matang, mulai dari pemilihan influencer, penyusunan brief, hingga pengelolaan konten dan kontrak kerja sama.

Perkembangan pemasaran digital mendorong bisnis untuk terus beradaptasi dengan strategi promosi yang lebih relevan dan tepat sasaran.

Salah satu pendekatan yang semakin banyak digunakan adalah endorse, yaitu kerja sama antara brand dan influencer atau figur publik untuk mempromosikan produk maupun layanan.

Tujuannya beragam, mulai dari memperluas jangkauan pasar, meningkatkan brand awareness, hingga menjangkau audiens dengan karakteristik yang lebih spesifik.

Dengan perencanaan yang tepat, endorse dapat menjadi bagian penting dari strategi pemasaran digital yang terukur dan berdampak pada pertumbuhan bisnis.

Mengenal Apa Itu Endorse

Endorse adalah teknik pemasaran yang melibatkan figur publik dengan pengaruh tertentu, seperti influencer, artis, atlet, chef, atau profesional di bidang tertentu, untuk mempromosikan produk atau layanan.

Promosi dilakukan melalui konten digital, seperti foto, video, atau ulasan yang dibagikan di media sosial.

Pemilihan figur endorse biasanya disesuaikan dengan citra brand dan relevansi produk. Contohnya, atlet untuk produk olahraga, tenaga medis untuk produk kesehatan atau skincare, serta influencer fashion untuk produk fesyen dan kecantikan.

Melalui pendekatan ini, brand memanfaatkan kepercayaan audiens terhadap figur tersebut untuk membangun awareness dan mendorong minat beli.

Baca Juga: 6 Strategi Promosi Marketplace untuk Tingkatkan Penjualan

Manfaat dan Kelebihan Endorse

1. Efisiensi biaya promosi

Endorse dapat menjadi alternatif promosi yang lebih efisien dibandingkan iklan konvensional karena tidak memerlukan biaya produksi besar atau media fisik.

2. Menjangkau target pasar yang lebih relevan

Brand dapat memilih influencer dengan audiens yang sesuai dengan karakter produk, sehingga pesan pemasaran lebih tepat sasaran.

3. Membangun kepercayaan konsumen

Rekomendasi dari figur yang memiliki kredibilitas di bidang tertentu membantu meningkatkan keyakinan calon pembeli terhadap produk.

4. Meningkatkan brand awareness

Konten endorse membantu memperluas eksposur brand dan memperkenalkan identitas bisnis ke audiens yang lebih luas.

5. Mendukung citra dan kredibilitas brand

Kerja sama dengan influencer yang tepat dapat memperkuat persepsi profesional dan meningkatkan reputasi brand di mata konsumen.

6. Menciptakan peluang kerja baru

Aktivitas endorse turut membuka kebutuhan peran baru seperti KOL specialist, tim kreatif, social media officer, hingga videografer.

Kekurangan Sistem Endorse

Akan tetapi terdapat beberapa poin kelemahan dalam sistem endorse ini. Beberapa hal tersebut perlu menjadi perhatian yang sangat penting bagi pebisnis

Dampak penjualan tidak selalu langsung terlihat

Tidak semua kampanye endorse menghasilkan peningkatan penjualan dalam waktu singkat.

Beberapa kampanye lebih berfokus pada awareness atau engagement, sehingga hasilnya perlu dievaluasi dalam jangka waktu tertentu.

Tingkat kepercayaan audiens tidak merata

Sebagian audiens bersikap lebih kritis terhadap konten endorse dan membandingkannya dengan ulasan pengguna lain.

Hal ini membuat endorse perlu dikombinasikan dengan strategi lain seperti testimoni pelanggan atau review organik.

Popularitas influencer bersifat dinamis

Perubahan tren dapat memengaruhi relevansi influencer. Figur yang populer saat ini belum tentu memiliki pengaruh yang sama di masa mendatang, sehingga strategi endorse perlu terus dievaluasi.

Risiko terhadap reputasi bisnis

Jika influencer memiliki riwayat kontroversi atau perilaku yang tidak sejalan dengan nilai brand, reputasi bisnis dapat ikut terdampak. Oleh karena itu, pemilihan influencer perlu dilakukan secara selektif.

Kendala teknis dalam proses produksi konten

Proses endorse dapat menghadapi hambatan seperti keterlambatan revisi, respons yang lambat, atau jadwal unggah yang tidak sesuai. Kendala ini dapat memengaruhi efektivitas dan timing kampanye pemasaran.

Baca Juga: Mengenal KOL Marketing untuk Tingkatkan Awereness Bisnis

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Endorse

a. Kesesuaian influencer dengan identitas brand

Pastikan gaya komunikasi, nilai, dan citra influencer selaras dengan brand. Kesesuaian ini membantu menjaga konsistensi pesan dan membangun persepsi yang positif di mata audiens.

b. Relevansi audiens influencer

Analisis demografi dan minat pengikut influencer menjadi langkah penting agar promosi menjangkau target pasar yang tepat dan tidak sekadar menghasilkan impresi.

c. Engagement rate sebagai indikator utama

Selain jumlah followers, perhatikan engagement rate seperti komentar, likes, dan interaksi. Engagement yang tinggi menunjukkan hubungan yang lebih kuat antara influencer dan audiensnya.

d. Kesesuaian anggaran dengan tujuan kampanye

Tentukan tujuan endorse sejak awal, apakah untuk awareness, traffic, atau penjualan. Dengan tujuan yang jelas, anggaran dapat dialokasikan secara lebih efektif.

e. Perencanaan konten dan timeline yang terstruktur

Brief konten, alur review, dan jadwal publikasi perlu disepakati di awal agar kampanye berjalan rapi dan sesuai target.

f. Kesiapan operasional bisnis

Kampanye endorse berpotensi meningkatkan pesanan secara signifikan. Pastikan stok, pengelolaan order, dan layanan pelanggan siap agar pengalaman pembeli tetap terjaga.

Peran Aplikasi Omnichannel dalam Campaign Endorse

Perlu menjadi perhatian Anda, campaign endorse yang berjalan dengan baik dapat memicu lonjakan permintaan dan pesanan dalam waktu singkat. Kondisi ini menuntut kesiapan operasional, terutama dalam pengelolaan stok dan pesanan dari berbagai channel.

Aplikasi omnichannel Mekari Desty membantu bisnis mengelola penjualan, stok, dan laporan dari berbagai marketplace dalam satu sistem terpusat.

Dengan operasional yang lebih rapi dan terintegrasi, bisnis dapat tetap fokus pada strategi pemasaran tanpa terganggu masalah teknis saat penjualan meningkat.

 

Keluar

WhatsApp WhatsApp kami