5 min read

Cara Jualan di WhatsApp (WA), Efektif Peroleh Keuntungan

cara jualan di wa

Mekari Insight

  • WhatsApp tetap relevan sebagai kanal jualan karena mudah digunakan dan menjangkau berbagai segmen usia.
  • WhatsApp Business membantu bisnis mengelola komunikasi pelanggan secara lebih profesional melalui fitur katalog dan pesan otomatis.
  • Optimalisasi katalog, iklan digital, dan template chat membuat proses jualan lebih efisien.
  • Pengelolaan chat yang rapi dengan solusi omnichannel membantu bisnis meningkatkan performa penjualan.

Di tengah banyaknya pilihan platform penjualan digital, WhatsApp tetap menjadi kanal favorit bagi pelaku usaha, mulai dari UMKM hingga pebisnis online. Aplikasi ini dinilai praktis karena sudah digunakan sehari-hari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Penjual tidak perlu mengarahkan pelanggan ke platform baru atau meminta proses registrasi tambahan.Selain itu, WhatsApp memungkinkan komunikasi langsung yang lebih personal, sehingga proses penawaran dan negosiasi terasa lebih dekat dan meyakinkan bagi pelanggan.

Untuk mendukung aktivitas usaha, WhatsApp juga menghadirkan WhatsApp Business. Versi ini dirancang khusus agar bisnis dapat mengelola komunikasi pelanggan secara lebih rapi, profesional, dan terpisah dari akun pribadi.

Mengenal WhatsApp Business

WhatsApp Business adalah aplikasi WhatsApp yang diperuntukkan bagi kebutuhan bisnis. Aplikasi ini membantu pelaku usaha dalam membangun komunikasi dengan pelanggan, menampilkan produk, serta mengelola percakapan secara lebih terstruktur.

Beberapa fitur utama WhatsApp Business meliputi katalog produk, pesan otomatis, quick replies, label chat, serta profil bisnis.

Dengan fitur-fitur ini, penjual dapat meningkatkan efisiensi komunikasi sekaligus memberikan pengalaman yang lebih profesional kepada pelanggan.

Cara Membuat Akun WhatsApp Business

Proses pembuatan akun WhatsApp Business cukup sederhana dan dapat dilakukan dalam beberapa langkah berikut:

  1. Pilih kode negara dan masukkan nomor telepon yang akan digunakan untuk bisnis.
  2. Tunggu kode OTP 6 digit yang dikirim melalui SMS atau panggilan.
  3. Masukkan kode OTP untuk verifikasi akun.
  4. Untuk pengguna iOS dengan iCloud aktif dan nomor yang sama, akun dapat terverifikasi otomatis tanpa memasukkan OTP.
Baca Juga: Cara Jual Produk di Shopee agar Menguntungkan untuk UMKM & Bisnis Online

Cara Jualan di WhatsApp agar Lebih Menguntungkan

1. Maksimalkan Katalog Produk

Katalog WhatsApp berfungsi sebagai etalase digital yang memudahkan pelanggan melihat seluruh produk dalam satu tampilan. Gunakan foto produk yang jelas, pencahayaan baik, dan sudut pengambilan gambar yang konsisten agar terlihat profesional.

Pastikan setiap produk dilengkapi nama, harga, dan deskripsi singkat yang menjelaskan manfaat utama serta informasi penting seperti ukuran, varian, atau ketentuan pengiriman.

Selain mempermudah pelanggan, katalog produk juga membantu mempercepat proses penjualan karena calon pembeli dapat langsung memilih produk tanpa perlu bertanya satu per satu.

Dengan katalog yang tertata rapi, komunikasi menjadi lebih efisien dan peluang closing pun meningkat.

2. Manfaatkan Iklan Digital

Untuk meningkatkan jumlah chat masuk, penjual dapat memanfaatkan iklan digital yang langsung terhubung ke WhatsApp Business, seperti iklan Facebook dan Instagram Click to WhatsApp.

Strategi ini membantu menjangkau audiens yang lebih luas dan relevan sesuai target pasar yang ditentukan.

Iklan digital juga dapat dikombinasikan dengan strategi lain, seperti email marketing, endorsement, atau program afiliasi.

Dengan mengarahkan seluruh traffic ke WhatsApp, penjual memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung, menjawab kebutuhan pelanggan, dan membangun kepercayaan sejak awal percakapan.

3. Siapkan Template Chat

Template chat membantu mempercepat respons sekaligus menjaga konsistensi komunikasi dengan pelanggan.

Penjual dapat menyiapkan beberapa template sesuai kebutuhan, seperti pesan sapaan awal, jawaban pertanyaan umum (harga, stok, pengiriman), hingga follow-up setelah penawaran.

Penggunaan template yang tepat membuat proses penjualan lebih terstruktur tanpa terkesan kaku.

Penjual tetap dapat menyesuaikan isi pesan dengan kebutuhan pelanggan, sambil memastikan respons tetap cepat dan informatif, terutama saat jumlah chat meningkat.

4. Rutin Update Story dan Testimoni

WhatsApp Story dapat dimanfaatkan sebagai media komunikasi ringan untuk membangun kepercayaan pelanggan. Gunakan fitur ini untuk membagikan testimoni, promo terbatas, produk terbaru, atau aktivitas pengiriman pesanan.

Testimoni yang diperbarui secara berkala membantu meyakinkan calon pembeli bahwa bisnis Anda aktif dan terpercaya.

Sementara itu, update story secara konsisten memberi sinyal bahwa toko selalu beroperasi dan siap melayani, sehingga mendorong pelanggan untuk lebih yakin melakukan pembelian.

Strategi Jualan di WhatsApp agar Cepat Closing

Respons Chat dengan Cepat dan Konsisten

Kecepatan respons menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian, terutama untuk pelanggan baru.

Semakin cepat dan jelas respons yang diberikan, semakin besar peluang pelanggan melanjutkan transaksi.

Untuk menjaga konsistensi respons, penjual dapat menggunakan aplikasi chat omnichannel seperti Mekari Desty, yang membantu mengelola seluruh chat pelanggan dari berbagai channel termasuk WhatsApp dalam satu dashboard terpusat.

Dengan sistem ini, tidak ada pesan yang terlewat dan proses follow-up dapat dilakukan lebih rapi.

Lakukan Follow-up Secara Natural dan Tepat Waktu

Follow-up tetap penting dalam proses penjualan, tetapi perlu dilakukan dengan pendekatan yang tepat. Berikan jeda waktu yang wajar, misalnya 1×24 jam setelah penawaran awal, lalu sampaikan pesan yang bersifat membantu, bukan memaksa.

Fokuskan follow-up pada manfaat produk, ketersediaan stok, atau solusi atas kebutuhan pelanggan.

Pendekatan yang natural membantu menjaga kenyamanan pelanggan sekaligus meningkatkan peluang closing.

Manfaatkan WhatsApp Blast pada Momen yang Relevan

WhatsApp blast dapat digunakan untuk mendorong penjualan dalam skala yang lebih luas, terutama pada momen tertentu seperti promo spesial, peluncuran produk baru, atau restock produk favorit.

Agar tetap efektif, pastikan pesan blast dikirim ke segmen pelanggan yang tepat, seperti pelanggan loyal atau pelanggan yang pernah berinteraksi sebelumnya.

Gunakan personalisasi sederhana, seperti menyebut nama pelanggan, agar pesan terasa lebih relevan dan tidak terkesan spam.

Terapkan Strategi Flash Sale untuk Menciptakan Urgensi

Flash sale dengan durasi terbatas dapat mendorong pelanggan mengambil keputusan lebih cepat.

Strategi ini efektif untuk meningkatkan penjualan dalam waktu singkat, terutama jika dikombinasikan dengan batasan stok atau waktu promo.

Komunikasikan informasi flash sale secara jelas melalui chat dan WhatsApp Story, termasuk durasi promo dan jumlah stok yang tersedia.

Dengan urgensi yang tepat, pelanggan terdorong untuk segera checkout sebelum kesempatan berakhir.

Gunakan Data Percakapan untuk Meningkatkan Closing

Percakapan dengan pelanggan menyimpan banyak insight penting, mulai dari pertanyaan yang sering muncul hingga alasan pelanggan ragu membeli.

Manfaatkan data ini untuk memperbaiki template chat, penawaran, dan cara menyampaikan informasi produk.

Dengan pengelolaan chat yang terstruktur, penjual dapat mengidentifikasi pola komunikasi yang paling efektif dan mengoptimalkan strategi penjualan WhatsApp secara berkelanjutan.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Jualan di WhatsApp

Tidak Menggunakan WhatsApp Business atau WhatsApp API

Masih banyak penjual yang mengandalkan WhatsApp personal untuk aktivitas penjualan. Padahal, tanpa WhatsApp Business atau WhatsApp API, pengelolaan chat akan menjadi tidak efisien, terutama saat jumlah pelanggan meningkat.

Fitur penting seperti pesan otomatis, label chat, katalog produk, dan broadcast tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Akibatnya, respons menjadi lambat dan peluang penjualan bisa terlewat.

Baca Juga: Cara Jualan di Marketplace FB: Panduan Lengkap untuk Pebisnis Online dan UMKM

Profil Bisnis Tidak Lengkap dan Kurang Meyakinkan

Profil WhatsApp Business berperan sebagai identitas awal bisnis Anda. Profil yang tidak lengkap, tanpa deskripsi usaha, jam operasional, atau informasi kontak yang jelas, dapat menurunkan tingkat kepercayaan pelanggan.

Pastikan profil bisnis mencantumkan nama usaha, deskripsi singkat, jam layanan, alamat (jika ada), serta foto profil yang profesional agar pelanggan merasa lebih yakin untuk bertransaksi.

Mengirim Pesan Terlalu Sering dan Berpotensi Spam

Pengiriman pesan promosi secara berlebihan dapat membuat pelanggan merasa terganggu. Alih-alih meningkatkan penjualan, strategi ini justru berisiko membuat pelanggan mengabaikan pesan atau memblokir nomor bisnis.

Gunakan pendekatan yang lebih terukur dengan mengirim pesan pada momen yang relevan, seperti promo terbatas, restock produk, atau informasi penting lainnya. Segmentasi pelanggan juga membantu pesan terasa lebih tepat sasaran.

Tidak Menggunakan Personalisasi dalam Komunikasi

Pesan yang terlalu umum dan kaku cenderung kurang menarik perhatian pelanggan. Tanpa personalisasi, komunikasi terasa seperti pesan massal dan kurang membangun kedekatan.

Gunakan sapaan nama pelanggan, sesuaikan bahasa dengan konteks percakapan, dan tanggapi kebutuhan secara spesifik. Pendekatan personal membantu menciptakan interaksi yang lebih hangat dan meningkatkan peluang closing.

Kesimpulan

WhatsApp masih menjadi kanal penjualan yang efektif karena kemudahan penggunaan dan sifat komunikasinya yang personal.

Dengan memanfaatkan WhatsApp Business, menyusun strategi komunikasi yang responsif, serta didukung sistem pengelolaan chat yang terintegrasi, peluang closing penjualan dapat meningkat secara signifikan.

Pengelolaan chat dapat lebih mudah Anda lakukan menggunakan fitur aplikasi chat marketplace Mekari Desty. Anda dapat mengelola semua chat dari berbagai marketplace dalam satu platform terintegrasi. Dengan menggunakan fitur ini, respon terhadap pelanggan dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.

Keluar

WhatsApp WhatsApp kami